<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
>

<channel>
	<title>Bahan Kuliah| Gratis|</title>
	<link>http://rai.blogsome.com</link>
	<description>Bahan Kuliah| Gratis| Metodologi Penelitian| Manajeme Sumber Daya Manusia| Sistem Informasi| Manajemen Strategik| Hasil Penelitian| Ekonomi Pariwisata| Manajemen Pariwisata &#038; Perhotelan|</description>
	<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 05:50:51 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>
	<language>en</language>

		<item>
		<title>Facebook BERBAHAYA untuk Anak Anda</title>
		<link>http://rai.blogsome.com/2009/11/12/facebook-berbahaya-untuk-anak-anda/</link>
		<comments>http://rai.blogsome.com/2009/11/12/facebook-berbahaya-untuk-anak-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 05:50:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>Metodologi Penelitian</category>
	<category>Jurnal</category>
		<guid>http://rai.blogsome.com/2009/11/12/facebook-berbahaya-untuk-anak-anda/</guid>
		<description><![CDATA[	              
	HATI-HATI!Facebook BERBAHAYA untuk Anak Anda.Sudahkah Anda memberikan benteng yang kuat?Temukan solusinya disini:http://kayadarifacebookmarketing.com/?tipsakti=6851
	24 Traffic Paling Viral di FacebokUntuk Promosi Bisnis AndaDownload Videonya di:http://kayadarifacebookmarketing.com/?tipsakti=6851
	 Bagaimana mendapatkan Jutaan Fans di Facebook?Download videonya disini:http://kayadarifacebookmarketing.com/?tipsakti=6851
	Mau cari pacar di Facebook? Lihat videonya disini: http://kayadarifacebookmarketing.com/?tipsakti=6851

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p> <strong>      <a target="_blank" href="http://kayadarifacebookmarketing.com/?tipsakti=6851">       <img width="240" height="279" border="0" align="middle" alt="Click here to get Kaya Dari Facebook Marketing | Profit Bisnis dan Keamanan Pribadi" src="http://www.kayadarifacebookmarketing.com/images/resiko-bahaya-facebook-s.jpg" /></a></strong></p>
	<p>HATI-HATI!<br />Facebook BERBAHAYA untuk Anak Anda.<br />Sudahkah Anda memberikan benteng yang kuat?<br />Temukan solusinya disini:<br /><a href="http://kayadarifacebookmarketing.com/?tipsakti=6851">http://kayadarifacebookmarketing.com/?tipsakti=6851</a></p>
	<p>24 Traffic Paling Viral di Facebok<br />Untuk Promosi Bisnis Anda<br />Download Videonya di:<br /><a href="http://kayadarifacebookmarketing.com/?tipsakti=6851">http://kayadarifacebookmarketing.com/?tipsakti=6851</a></p>
	<p> Bagaimana mendapatkan Jutaan Fans di Facebook?<br />Download videonya disini:<br /><a href="http://kayadarifacebookmarketing.com/?tipsakti=6851">http://kayadarifacebookmarketing.com/?tipsakti=6851</a></p>
	<p>Mau cari pacar di Facebook? Lihat videonya disini:<br /> <a href="http://kayadarifacebookmarketing.com/?tipsakti=6851">http://kayadarifacebookmarketing.com/?tipsakti=6851</a>
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rai.blogsome.com/2009/11/12/facebook-berbahaya-untuk-anak-anda/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Tip dan Trik membuat dan meyajikan presentasi yang</title>
		<link>http://rai.blogsome.com/2009/06/09/tip-dan-trik-membuat-dan-meyajikan-presentasi-yang/</link>
		<comments>http://rai.blogsome.com/2009/06/09/tip-dan-trik-membuat-dan-meyajikan-presentasi-yang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 07:41:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>Metodologi Penelitian</category>
		<guid>http://rai.blogsome.com/2009/06/09/tip-dan-trik-membuat-dan-meyajikan-presentasi-yang/</guid>
		<description><![CDATA[	Tip dan Trik membuat dan meyajikan presentasi yang  bagus dan menarik
	&nbsp;
	Q &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Bagaimana cara membuat dan meyajikan presentasi yang 
	bagus dan menarik ?
	A&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Untuk membuat dan menyajikan presentasi yang bagus dan 
	menarik, ada beberapa faktor yang perlu Anda perhatikan, 
	yaitu :
	- Pemilihan aplikasi pembuatan presentasi
	- Perencanaan materi presentasi
	- Penguasaan aspek teknis 
	- Teknik penyajian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p class="MsoNormal">Tip dan Trik membuat dan meyajikan presentasi yang <br /> bagus dan menarik</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">Q &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Bagaimana cara membuat dan meyajikan presentasi yang </p>
	<p class="MsoNormal">bagus dan menarik ?</p>
	<p class="MsoNormal">A&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Untuk membuat dan menyajikan presentasi yang bagus dan </p>
	<p class="MsoNormal">menarik, ada beberapa faktor yang perlu Anda perhatikan, </p>
	<p class="MsoNormal">yaitu :</p>
	<p class="MsoNormal">- Pemilihan aplikasi pembuatan presentasi</p>
	<p class="MsoNormal">- Perencanaan materi presentasi</p>
	<p class="MsoNormal">- Penguasaan aspek teknis </p>
	<p class="MsoNormal">- Teknik penyajian presentasi</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">Pemilihan aplikasi pembuatan presentasi</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">Dewasa ini, aplikasi pembuatan presentasi terbagi dalam </p>
	<p class="MsoNormal">beberapa kategori. Perbedaan utama yang dimiliki masing-</p>
	<p class="MsoNormal">masing jenis aplikasi umumnya terletak pada output file yang </p>
	<p class="MsoNormal">dihasilkan dan media penyajian presentasi yang diakomodasi </p>
	<p class="MsoNormal">oleh aplikasi terkait. Kategori jenis, output file, dan media </p>
	<p class="MsoNormal">penyajian presentasi antara lain meliputi :</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">Aplikasi Office</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">Penggunaan aplikasi office disarankan bagi pembuatan </p>
	<p class="MsoNormal">dokumen presentasi secara cepat dan praktis, dengan materi </p>
	<p class="MsoNormal">presentasi yang singkat dan ringkas. Integritas aplikasi office </p>
	<p class="MsoNormal">memungkinkan penyajian grafik, tabel, dan data dapat </p>
	<p class="MsoNormal">dilakukan secara mudah. Fleksibilitas penyajian output file </p>
	<p class="MsoNormal">sangat tinggi, mengingat secara umum setiap komputer </p>
	<p class="MsoNormal">memiliki aplikasi office di dalamnya. Microsoft PowerPoint </p>
	<p class="MsoNormal">merupakan contoh aplikasi yang sangat lazim digunakan </p>
	<p class="MsoNormal">untuk kebutuhan ini.</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">Aplikasi Multimedia</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">Penggunaan aplikasi multimedia disarankan bagi pembuatan </p>
	<p class="MsoNormal">dokumen presentasi yang interaktif, otomatis, dan berdaya </p>
	<p class="MsoNormal">tarik. Penggunaan efek, animasi, objek grafis, serta materi </p>
	<p class="MsoNormal">audio dan video menjadi lebih optimal jika dirangkai melalui </p>
	<p class="MsoNormal">aplikasi jenis ini. Flesibilitas penyajian output presentasi </p>
	<p class="MsoNormal">sedikit terbatas. Umumnya output file yang dihasilkan </p>
	<p class="MsoNormal">memerlukan aplikasi bantu tertentu untuk menunjang </p>
	<p class="MsoNormal">penyajiannya. Hal ini dapat diatasi penyaji dengan selalu </p>
	<p class="MsoNormal">menyiapkan source player multimedia pada kemasan modul </p>
	<p class="MsoNormal">presentasinya. Macromedia Flash, merupakan contoh aplikasi </p>
	<p class="MsoNormal">yang lazim digunakan untuk kebutuhan ini.</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">Aplikasi Dokumentasi</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">Penggunaan aplikasi dokumentasi disarankan bagi </p>
	<p class="MsoNormal">pembuatan dokumen presentasi dengan materi detail dan </p>
	<p class="MsoNormal">komprehensif. Aplikasi jenis ini mampu mempertahankan </p>
	<p class="MsoNormal">konsistensi presisi tampilan dan menyediakan fasilitas </p>
	<p class="MsoNormal">proteksi pada content dokumen. Fleksibilitas penyajian output </p>
	<p class="MsoNormal">file sangat tinggi, bahkan bersifat multi platform (dapat </p>
	<p class="MsoNormal">diakses dari berbagai sistem operasi). Selain itu, output file </p>
	<p class="MsoNormal">dapat dipertukarkan dan disajikan secara aman melalui </p>
	<p class="MsoNormal">beberapa metode (misalnya via internet). Tool PDF Maker </p>
	<p class="MsoNormal">seperti Adobe Acrobat, atau HTML Editor seperti Microsoft </p>
	<p class="MsoNormal">FrontPage merupakan beberapa alternatif aplikasi yang dapat </p>
	<p class="MsoNormal">Anda gunakan.</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">Berdasarkan output dan media presentasi yang didukung oleh </p>
	<p class="MsoNormal">jenis aplikasi presentasi di atas, Anda dapat memperkirakan </p>
	<p class="MsoNormal">aplikasi mana yang paling sesuai dengan kebutuhan </p>
	<p class="MsoNormal">pembuatan dokumen presentasi Anda. </p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">Perencanaan materi presentasi</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">Perencanaan dokumen presentasi merupakan hal paling </p>
	<p class="MsoNormal">mendasar yang perlu Anda persiapkan. Beberapa di </p>
	<p class="MsoNormal">antaranya adalah :</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">Tentukan tema dan tujuan secara spesifik</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">Meskipun Anda dimungkinkan menyusun satu dokumen </p>
	<p class="MsoNormal">presentasi dengan kandungan yang sangat komprehensif </p>
	<p class="MsoNormal">untuk berbagai keperluan, namun hal ini tidak disarankan. </p>
	<p class="MsoNormal">Pastikan Anda memiliki dokumen presentasi tersendiri </p>
	<p class="MsoNormal">dengan tema, tujuan dan misi, serta target audience </p>
	<p class="MsoNormal">penyajian presentasi yang spesifik. </p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">Susun kerangka materi presentasi</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">Ibarat merencanakan sebuah karya tulis yang dituangkan </p>
	<p class="MsoNormal">dalam sebuah kerangka karangan, maka presentasi yang </p>
	<p class="MsoNormal">baik juga harus memiliki kerangka materi yang dituangkan </p>
	<p class="MsoNormal">dalam poin-poin presentasi. Susun poin-poin utama </p>
	<p class="MsoNormal">presentasi, estimasikan jumlah dan koherensi slide-slide </p>
	<p class="MsoNormal">Anda, temasuk pertimbangan perlunya referensi-referensi </p>
	<p class="MsoNormal">pendukung.</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">Kumpulkan materi utama dan pendukung</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">Pengumpulan materi dapat Anda persiapkan dari awal. Anda </p>
	<p class="MsoNormal">dapat mulai merangkum sumber-sumber materi yang akan </p>
	<p class="MsoNormal">Anda tuangkan. Pilih koleksi file gambar, audio, atau video </p>
	<p class="MsoNormal">sebagai objek pendukung. Siapkan tabel, grafik, dan data </p>
	<p class="MsoNormal">pendukung jika diperlukan.</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">Tentukan aplikasi pembuat presentasi yang tepat</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">Berdasarkan perencanaan, kerangka, dan kumpulan materi </p>
	<p class="MsoNormal">yang telah Anda siapkan di awal, maka Anda dapat memilih </p>
	<p class="MsoNormal">aplikasi pembuat presentasi yang tepat bagi penuangan </p>
	<p class="MsoNormal">materi presentasi Anda. Baca kembali tip pada bagian awal </p>
	<p class="MsoNormal">untuk memastikannya.</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">Manfaatkan aplikasi penunjang</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">Inovasi di bidang perangkat lunak dewasa ini sangat </p>
	<p class="MsoNormal">beragam. Anda dapat memanfaatkan aplikasi tertentu untuk </p>
	<p class="MsoNormal">keperluan tertentu. Pada dasarnya, output akhir yang Anda </p>
	<p class="MsoNormal">persiapkan melalui aplikasi penunjang selalu dapat Anda </p>
	<p class="MsoNormal">integrasikan ke dalam slide presentasi. Di samping </p>
	<p class="MsoNormal">memanfaatkan aplikasi penunjang bagi penyusunan materi, </p>
	<p class="MsoNormal">Anda sebaiknya juga melengkapi diri dengan berbagai </p>
	<p class="MsoNormal">aplikasi bantu bagi penyajian presentasi.</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">Tentukan output sesuai dengan kebutuhan</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">Tentukan output akhir presentasi Anda berdasarkan </p>
	<p class="MsoNormal">pertimbangan-pertimbangan yang telah diulas di bagian awal. </p>
	<p class="MsoNormal">Jika memungkinkan, pilih output akhir yang paling fleksibel, </p>
	<p class="MsoNormal">sehingga Anda mudah menyajikan, mengekspor, atau </p>
	<p class="MsoNormal">mengonversikan formatnya ke dalam output lainnya jika </p>
	<p class="MsoNormal">diperlukan.</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">Penguasaan aspek teknis</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">Selain menguasai aspek pembuatan sebuah dokumen </p>
	<p class="MsoNormal">presentasi melalui aplikasi tertentu, akan lebih ideal jika</p>
	<p class="MsoNormal">Anda </p>
	<p class="MsoNormal">juga memahami berbagai hal berkaitan dengan aspek teknis </p>
	<p class="MsoNormal">seputar penyajian presentasi. Beberapa di antaranya adalah </p>
	<p class="MsoNormal">tentang perangkat-perangkat yang diperlukan dalam </p>
	<p class="MsoNormal">menyajikan sebuah presentasi, perangkat pendukung yang </p>
	<p class="MsoNormal">dapat Anda pilih, serta teknik-teknik penggunaannya. </p>
	<p class="MsoNormal">Beberapa hal yang sebaiknya Anda pahami atara lain :</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">Pemilihan perangkat komputer</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">Peran komputer penyaji sangat dominan bagi kelancaran </p>
	<p class="MsoNormal">sebuah sesi presentasi. Pertimbangan pemilihan perangkat </p>
	<p class="MsoNormal">komputer antara lain mengenai spesifikasi teknis komputer, </p>
	<p class="MsoNormal">jenis atau tipe komputer, kelengkapan perangkat teknologi </p>
	<p class="MsoNormal">yang terpasang, serta sistem operasi dan aplikasi penunjang </p>
	<p class="MsoNormal">yang ada di dalamnya.</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">Pemilihan media simpan</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">Media simpan tidak hanya terbatas pada harddisk yang ada di </p>
	<p class="MsoNormal">dalam PC Anda. Pertimbangkan segi portabilitas, flesibilitas, </p>
	<p class="MsoNormal">dan mobilitas media simpan bagi dokumen presentasi Anda. </p>
	<p class="MsoNormal">Pertimbangkan pemakaian keping optical disk, USB Flash </p>
	<p class="MsoNormal">Memory, atau bahkan server jaringan atau hosting internet.</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">Pemilihan perangkat display</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">Perangkat display presentasi tidak hanya terbatas pada OHP. </p>
	<p class="MsoNormal">Pertimbangkan penggunaan LCD Projector, DLP Projector, </p>
	<p class="MsoNormal">atau Dual / Multi Monitor untuk berpresentasi. Tentukan juga </p>
	<p class="MsoNormal">jenis screen yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">Pemilihan perangkat pendukung</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">Sound system yang memadai adalah syarat mutlak bagi </p>
	<p class="MsoNormal">penyajian presentasi. Tentukan jenis perangkat sound system </p>
	<p class="MsoNormal">yang fleksibel namun berkemampuan optimal. Pertimbangkan </p>
	<p class="MsoNormal">juga pemakaian laser pointer untuk mendampingi sesi </p>
	<p class="MsoNormal">presentasi Anda. Sediakan camera pada ruang presentasi </p>
	<p class="MsoNormal">untuk keperluan dokumentasi Anda, terlebih jika Anda ingin </p>
	<p class="MsoNormal">mendistribusikan kembali moment-moment presentasi yang </p>
	<p class="MsoNormal">cukup penting untuk kolega Anda.</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">Teknik penyajian presentasi</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">Sebagus apapun materi presentasi Anda, selengkap apapun </p>
	<p class="MsoNormal">perangkat presentasi yang tersedia, semua akan sia-sia jika </p>
	<p class="MsoNormal">teknik penyajian presentasi Anda tidak menarik. Beberapa tip </p>
	<p class="MsoNormal">yang kami berikan antara lain :</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">Kuasai teknik-teknik penyajian presentasi</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">Temukan teknik-teknik tertentu, seperti bagaimana </p>
	<p class="MsoNormal">menyajkan presentasi melalui beberapa monitor, bagaimana </p>
	<p class="MsoNormal">menyembunyikan sajian slide secara temporer untuk </p>
	<p class="MsoNormal">mengalihkan perhatian audience dari screen ke pembicaraan </p>
	<p class="MsoNormal">Anda, termasuk bagaimana mengemas slide presentasi agar </p>
	<p class="MsoNormal">dapat berjalan secara otomatis atau dapat diakses via </p>
	<p class="MsoNormal">internet.</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">Simulasikan presentasi Anda sesering mungkin</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">Jika perlu, gunakan fasilitas Timer yang tersedia pada </p>
	<p class="MsoNormal">aplikasi penyaji presentasi untuk memastikan ketepatan </p>
	<p class="MsoNormal">waktu pemaparan setiap slide presentasi Anda.</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">Lengkapi sajian presentasi dengan materi </p>
	<p class="MsoNormal">tambahan</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">Anda dapat mencetak dan mendistribusikan lembar handout, </p>
	<p class="MsoNormal">membagikan CD materi presentasi, atau bahkan </p>
	<p class="MsoNormal">menyertakan materi pendukung bagi audience. Hal ini dapat </p>
	<p class="MsoNormal">meminimalkan pecahnya perhatian audience karena harus </p>
	<p class="MsoNormal">mencatat poin-poin dan paparan Anda, menghindari tidak </p>
	<p class="MsoNormal">tertangkapnya sebagian materi presentasi yang Anda sajikan, </p>
	<p class="MsoNormal">dan tentunya menjadi salah satu media penyebaran bagi visi </p>
	<p class="MsoNormal">dan misi penyajian presentasi Anda.</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rai.blogsome.com/2009/06/09/tip-dan-trik-membuat-dan-meyajikan-presentasi-yang/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Cara Cepat Menyusun Skripsi</title>
		<link>http://rai.blogsome.com/2009/06/09/cara-cepat-menyusun-skripsi/</link>
		<comments>http://rai.blogsome.com/2009/06/09/cara-cepat-menyusun-skripsi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 07:30:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>Metodologi Penelitian</category>
		<guid>http://rai.blogsome.com/2009/06/09/cara-cepat-menyusun-skripsi/</guid>
		<description><![CDATA[	Cara Cepat Menyusun Skripsi 
	Oleh Nofie Iman 
	&nbsp;
	(Tulisan ini sangat baik untuk dibaca oleh mahasiswa Dhyana Pura, setidak-tidaknya mahasiswa tidak takut untuk membuat skripsi) 
	&nbsp;
	&nbsp;
	Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), skripsi diartikan sebagai karangan ilmiah yang diwajibkan sebagai bagian dari persyaratan pendidikan akademis. Buat sebagian mahasiswa, skripsi adalah sesuatu yang lumrah. 
	&nbsp;
	Tetapi buat sebagian mahasiswa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p class="MsoNormal"><font><span>Cara Cepat Menyusun Skripsi </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Oleh Nofie Iman </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>(Tulisan ini sangat baik untuk dibaca oleh mahasiswa Dhyana Pura, setidak-tidaknya mahasiswa tidak takut untuk membuat skripsi) </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), skripsi diartikan sebagai karangan ilmiah yang diwajibkan sebagai bagian dari persyaratan pendidikan akademis. Buat sebagian mahasiswa, skripsi adalah sesuatu yang lumrah. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Tetapi buat sebagian mahasiswa yang lain, skripsi bisa jadi momok yang terus menghantui dan menjadi mimpi buruk. </span></font><span>Banyak juga yang berujar ?lebih baik sakit gigi daripada bikin skripsi?. Saya juga sering mendapat kiriman pertanyaan tentang bagaimana menyusun skripsi dengan baik dan benar. </span></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Ada juga beberapa yang menanyakan masalah teknis tertentu dengan skripsinya. Karena keterbatasan waktu, lebih baik saya jawab saja secara berjamaah di sini. Sekalian supaya bisa disimak oleh audiens yang lain. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Karena target pembacanya cukup luas dan tidak spesifik, maka tulisan ini akan lebih memaparkan tentang konsep dan prinsip dasar. Tulisan ini tidak akan menjelaskan terlalu jauh tentang aspek teknis skripsi/penelitian. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Jadi, jangan menanyakan saya soal cara menyiasati internal validity, tips meningkatakan response rate, cara-cara dalam pengujian statistik, bagaimana melakukan interpretasi hasil, dan seterusnya. Itu adalah tugas pembimbing Anda. Bukan tugas saya. Apa itu Skripsi Saya yakin (hampir) semua orang sudah tahu apa itu skripsi. Seperti sudah dituliskan di atas, skripsi adalah salah satu syarat yang harus dipenuhi sebagai bagian untuk mendapatkan gelar sarjana (S1). Skripsi inilah yang juga menjadi salah satu pembeda antara jenjang pendidikan sarjana (S1) dan diploma (D3). Ada beberapa syarat yang musti dipenuhi sebelum seorang mahasiswa bisa menulis skripsi. Tiap universitas/fakultas memang mempunyai kebijakan tersendiri, tetapi umumnya persyaratan yang harus dipenuhi hampir sama. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Misalnya, mahasiswa harus sudah memenuhi sejumlah SKS, tidak boleh ada nilai D atau E, IP Kumulatif semester tersebut minimal 2.00, dan seterusnya. Anda mungkin saat ini belum ?berhak? untuk menulis skripsi, akan tetapi tidak ada salahnya untuk mempersiapkan segalanya sejak awal. Skripsi tersebut akan ditulis dan direvisi hingga mendapat persetujuan dosen pembimbing. Setelah itu, Anda harus mempertahankan skripsi Anda di hadapan penguji dalam ujian skripsi nantinya. Nilai Anda bisa bervariasi, dan terkadang, bisa saja Anda harus mengulang skripsi Anda (tidak lulus). </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Skripsi juga berbeda dari tesis (S2) dan disertasi (S3). Untuk disertasi, mahasiswa S3 memang diharuskan untuk menemukan dan menjelaskan teori baru. Sementara untuk tesis, mahasiswa bisa menemukan teori baru atau memverikasi teori yang sudah ada dan menjelaskan dengan teori yang sudah ada. Sementara untuk mahasiswa S1, skripsi adalah ?belajar meneliti?. Jadi, skripsi memang perlu disiapkan secara serius. Akan tetapi, juga nggak perlu disikapi sebagai mimpi buruk atau beban yang maha berat. Miskonsepsi tentang Skripsi Banyak mahasiswa yang merasa bahwa skripsi hanya ?ditujukan? untuk mahasiswa-mahasiswa dengan kecerdasan di atas rata-rata. Menurut saya pribadi, penulisan skripsi adalah kombinasi antara kemauan, kerja keras, dan relationships yang baik. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Kesuksesan dalam menulis skripsi tidak selalu sejalan dengan tingkat kepintaran atau tinggi/rendahnya IPK mahasiswa yang bersangkutan. Seringkali terjadi mahasiswa dengan kecerdasan rata-rata air lebih cepat menyelesaikan skripsinya daripada mahasiswa yang di atas rata-rata. Masalah yang juga sering terjadi adalah seringkali mahasiswa datang berbicara ngalor ngidul dan membawa topik skripsi yang terlalu muluk. Padahal, untuk tataran mahasiswa S1, skripsi sejatinya adalah belajar melakukan penelitian dan menyusun laporan menurut kaidah keilmiahan yang baku. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Skripsi bukan untuk menemukan teori baru atau memberikan kontribusi ilmiah. Karenanya, untuk mahasiswa S1 sebenarnya replikasi adalah sudah cukup. Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah bahwa penelitian, secara umum, terbagi dalam dua pendekatan yang berbeda: pendekatan saintifik dan pendekatan naturalis. Pendekatan saintifik (scientific approach) biasanya mempunyai struktur teori yang jelas, ada pengujian kuantitif (statistik), dan juga menolak grounded theory. Sebaliknya, pendekatan naturalis (naturalist approach) umumnya tidak menggunakan struktur karena bertujuan untuk menemukan teori, hipotesis dijelaskan hanya secara implisit, lebih banyak menggunakan metode eksploratori, dan sejalan dengan grounded theory. Mana yang lebih baik antara kedua pendekatan tersebut? Sama saja. Pendekatan satu dengan pendekatan lain bersifat saling melengkapi satu sama lain (komplementer). Jadi, tidak perlu minder jika Anda mengacu pada pendekatan yang satu, sementara teman Anda menggunakan pendekatan yang lain. Juga, tidak perlu kuatir jika menggunakan pendekatan tertentu akan menghasilkan nilai yang lebih baik/buruk daripada menggunakan pendekatan yang lain. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Hal-hal yang Perlu Dilakukan</span></font><span></span></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Siapkan Diri. Hal pertama yang wajib dilakukan adalah persiapan dari diri Anda sendiri. </span></font><span>Niatkan kepada Tuhan bahwa Anda ingin menulis skripsi. Persiapkan segalanya dengan baik. Lakukan dengan penuh kesungguhan dan harus ada kesediaan untuk menghadapi tantangan/hambatan seberat apapun. Minta Doa Restu. Saya percaya bahwa doa restu orang tua adalah tiada duanya. Kalau Anda tinggal bersama orang tua, mintalah pengertian kepada mereka dan anggota keluarga lainnya bahwa selama beberapa waktu ke depan Anda akan konsentrasi untuk menulis skripsi. Kalau Anda tinggal di kos, minta pengertian dengan teman-teman lain. Jangan lupa juga untuk membuat komitmen dengan pacar. Berantem dengan pacar (walau sepele) bisa menjatuhkan semangat untuk menyelesaikan skripsi. </span>Buat Time Table. Ini penting agar penulisan skripsi tidak telalu time-consuming. <span>Buat planning yang jelas mengenai kapan Anda mencari referensi, kapan Anda harus mendapatkan judul, kapan Anda melakukan bimbingan/konsultasi, juga target waktu kapan skripsi harus sudah benar-benar selesai. Berdayakan Internet. Internet memang membuat kita lebih produktif. Manfaatkan untuk mencari referensi secara cepat dan tepat untuk mendukung skripsi Anda. Bahan-bahan aktual bisa ditemukan lewat Google Scholar atau melalui provider-provider komersial seperti EBSCO atau ProQuest. Jadilah Proaktif. Dosen pembimbing memang ?bertugas? membimbing Anda. Akan tetapi, Anda tidak selalu bisa menggantungkan segalanya pada dosen pembimbing. Selalu bersikaplah proaktif. Mulai dari mencari topik, mengumpulkan bahan, ?mengejar? untuk bimbingan, dan seterusnya. Be Flexible. Skripsi mempunyai tingkat ?ketidakpastian? tinggi. Bisa saja skripsi anda sudah setengah jalan tetapi dosen pembimbing meminta Anda untuk mengganti topik. Tidak jarang dosen Anda tiba-tiba membatalkan janji untuk bimbingan pada waktu yang sudah disepakati sebelumnya. Terkadang Anda merasa bahwa kesimpulan/penelitian Anda sudah benar, tetapi dosen Anda merasa sebaliknya. Jadi, tetaplah fleksibel dan tidak usah merasa sakit hati dengan hal-hal yang demikian itu. Jujur. Sebaiknya jangan menggunakan jasa ?pihak ketiga? yang akan membantu membuatkan skripsi untuk Anda atau menolong dalam mengolah data. Skripsi adalah buah tangan Anda sendiri. Kalau dalam perjalanannya Anda benar-benar tidak tahu atau menghadapi kesulitan besar, sampaikan saja kepada dosen pembimbing Anda. Kalau disampaikan dengan tulus, pastilah dengan senang hati ia akan membantu Anda. Siapkan Duit. Skripsi jelas menghabiskan dana yang cukup lumayan (dengan asumsi tidak ada sponsorships). Mulai dari akses internet, biaya cetak mencetak, ongkos kirim kuesioner, ongkos untuk membeli suvenir bagi responden penelitian, biaya transportasi menuju tempat responden, dan sebagainya. Jangan sampai penulisan skripsi macet hanya karena kehabisan dana. Ironis kan? Tahap-tahap Persiapan Kalau Anda beruntung, bisa saja dosen pembimbing sudah memiliki topik dan menawarkan judul skripsi ke Anda. Biasanya, dalam hal ini dosen pembimbing sedang terlibat dalam proyek penelitian dan Anda akan ?ditarik? masuk ke dalamnya. Kalau sudah begini, penulisan skripsi jauh lebih mudah dan (dijamin) lancar karena segalanya akan dibantu dan disiapkan oleh dosen pembimbing. Sayangnya, kebanyakan mahasiswa tidak memiliki keberuntungan semacam itu. </span></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Mayoritas mahasiswa, seperti ditulis sebelumnya, harus bersikap proaktif sedari awal. Jadi, persiapan sedari awal adalah sesuatu yang mutlak diperlukan. Idealnya, skripsi disiapkan satu-dua semester sebelum waktu terjadwal. Satu semester tersebut bisa dilakukan untuk mencari referensi, mengumpulkan bahan, memilih topik dan alternatif topik, hingga menyusun proposal dan melakukan bimbingan informal. Dalam mencari referensi/bahan acuan, pilih jurnal/paper yang mengandung unsur kekinian dan diterbitkan oleh jurnal yang terakreditasi. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Jurnal-jurnal top berbahasa asing juga bisa menjadi pilihan. Kalau Anda mereplikasi jurnal/paper yang berkelas, maka bisa dipastikan skripsi Anda pun akan cukup berkualitas. Unsur kekinian juga perlu diperhatikan. Pertama, topik-topik baru lebih disukai dan lebih menarik, bahkan bagi dosen pembimbing/penguji. Kalau Anda mereplikasi topik-topik lawas, penguji biasanya sudah ?hafal di luar kepala? sehingga akan sangat mudah untuk menjatuhkan Anda pada ujian skripsi nantinya. Kedua, jurnal/paper yang terbit dalam waktu 10 tahun terakhir, biasanya mengacu pada referensi yang terbit 5-10 tahun sebelumnya. Percayalah bahwa mencari dan menelusur referensi yang terbit tahun sepuluh-dua puluh tahun terakhir jauh lebih mudah daripada melacak referensi yang bertahun 1970-1980. Salah satu tahap persiapan yang penting adalah penulisan proposal. Tentu saja proposal tidak selalu harus ditulis secara ?baku?. Bisa saja ditulis secara garis besar (pointer) saja untuk direvisi kemudian. Proposal ini akan menjadi guidance Anda selama penulisan skripsi agar tidak terlalu keluar jalur nantinya. Proposal juga bisa menjadi alat bantu yang akan digunakan ketika Anda mengajukan topik/judul kepada dosen pembimbing Anda. Proposal yang bagus bisa menjadi indikator yang baik bahwa Anda adalah mahasiswa yang serius dan benar-benar berkomitmen untuk menyelesaikan skripsi dengan baik. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Kiat Memilih Dosen Pembimbing</span></font><span></span></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Dosen pembimbing (academic advisor) adalah vital karena nasib Anda benar-benar berada di tangannya. Memang benar bahwa dosen pembimbing bertugas mendampingi Anda selama penulisan skripsi. Akan tetapi, pada prakteknya ada dosen pembimbing yang ?benar-benar membimbing? skripsi Anda dengan intens. Ada pula yang membimbing Anda dengan ?melepas? dan memberi Anda kebebasan. Mempelajari dan menyesuaikan diri dengan dosen pembimbing adalah salah satu elemen penting yang mendukung kesuksesan Anda dalam menyusun skripsi. Tiap universitas/fakultas mempunyai kebijakan tersendiri soal dosen pembimbing ini. Anda bisa memilih sendiri dosen pembimbing yang Anda inginkan. Tapi ada juga universitas/fakultas yang memilihkan dosen pembimbing buat Anda. Tentu saja lebih ?enak? kalau Anda bisa memilih sendiri dosen pembimbing untuk skripsi Anda. Lalu, bagaimana memilih dosen pembimbing yang benar-benar tepat? Secara garis besar, dosen bisa dikategorikan sebagai: (1) dosen senior, dan (2) dosen junior. Dosen senior umumnya berusia di atas 40-an tahun, setidaknya bergelar doktor (atau professor), dengan jam terbang yang cukup tinggi. Sebaliknya, dosen junior biasanya berusia di bawah 40 tahun, umumnya masih bergelar master, dan masih gampang dijumpai di lingkungan kampus. Tentu saja, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Sebagai contoh, kalau Anda memilih dosen pembimbing senior, biasanya Anda akan mengalami kesulitan sebagai berikut: </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>* Proses bimbingan cukup sulit, karena umumnya dosen senior sangat perfeksionis. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>* Anda akan kesulitan untuk bertemu muka karena umumnya dosen senior memiliki jam terbang tinggi dan jadwal yang sangat padat. Tapi, keuntungannya: </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>* Kualitas skripsi Anda, secara umum, akan lebih memukau daripada rekan Anda. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>* Anda akan ?tertolong? saat ujian skripsi/pendadaran, karena dosen penguji lain (yang kemungkinan masih junior/baru bergelar master) akan merasa sungkan untuk ?membantai? Anda. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>* Dalam beberapa kasus, bisa dipastikan Anda akan mendapat nilai A. Sebaliknya, kalau Anda memilih dosen pembimbing junior, maka Anda akan lebih mudah selama proses bimbingan. Dosen Anda akan mudah dijumpai di lingkungan kampus karena jam terbangnya belum terlalu tinggi. Dosen muda umumnya juga tidak ?jaim? dan ?sok? kepada mahasiswanya. Tapi, kerugiannya, Anda akan benar-benar ?sendirian? ketika menghadapi ujian skripsi. Kalau dosen penguji lain lebih senior daripada dosen pembimbing Anda, bisa dipastikan Anda akan ?dihajar? cukup telak. Dan dosen pembimbing Anda tidak berada dalam posisi yang bisa membantu/membela Anda. Jadi, hati-hati juga dalam memilih dosen pembimbing. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Format Skripsi yang Benar Biasanya, setiap fakultas/universitas sudah menerbitkan acuan/pedoman penulisan hasil penelitian yang baku. Mulai dari penyusunan konten, tebal halaman, jenis kertas dan sampul, hingga ukuran/jenis huruf dan spasi yang digunakan. Akan tetapi, secara umum format hasil penelitian dibagi ke dalam beberapa bagian sebagai berikut. Pendahuluan. Bagian pertama ini menjelaskan tentang isu penelitian, motivasi yang melandasi penelitian tersebut dilakukan, tujuan yang diharapkan dapat tercapai melalui penelitian ini, dan kontribusi yang akan diberikan dari penelitian ini. Pengkajian Teori &amp; Pengembangan Hipotesis. Setelah latar belakang penelitian dipaparkan jelas di bab pertama, kemudian dilanjutkan dengan kaji teori dan pengembangan hipotesis. Pastikan bahwa bagian ini align juga dengan bagian sebelumnya. Mengingat banyak juga mahasiswa yang ?gagal? menyusun alignment ini. Akibatnya, skripsinya terasa kurang make sense dan nggak nyambung. Metodologi Penelitian. Berisi penjelasan tentang data yang digunakan, pemodelan empiris yang dipakai, tipe dan rancangan sampel, bagaimana menyeleksi data dan karakter data yang digunakan, model penelitian yang diacu, dan sebagainya. Hasil Penelitian. Bagian ini memaparkan hasil pengujian hipotesis, biasanya meliputi hasil pengolahan secara statistik, pengujian validitas dan reliabilitas, dan diterima/tidaknya hipotesis yang diajukan. Penutup. Berisi ringkasan, simpulan, diskusi, keterbatasan, dan saran. Hasil penelitian harus disarikan dan didiskusikan mengapa hasil yang diperoleh begini dan begitu. Anda juga harus menyimpulkan keberhasilan tujuan riset yang dapat dicapai, manakah hipotesis yang didukung/ditolak, keterbatasan apa saja yang mengganggu, juga saran-saran untuk penelitian mendatang akibat dari keterbatasan yang dijumpai pada penelitian ini. Jangan lupa untuk melakukan proof-reading dan peer-review. Proof-reading dilakukan untuk memastikan tidak ada kesalahan tulis (typo) maupun ketidaksesuaian tata letak penulisan skripsi. Peer-review dilakukan untuk mendapatkan second opinion dari pihak lain yang kompeten. Bisa melalui dosen yang Anda kenal baik (meski bukan dosen pembimbing Anda), kakak kelas/senior Anda, teman-teman Anda yang dirasa kompeten, atau keluarga/orang tua (apabila latar belakang pendidikannya serupa dengan Anda). </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Beberapa Kesalahan Pemula</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Ketidakjelasan Isu. Isu adalah titik awal sebelum melakukan penelitian. Isu seharusnya singkat, jelas, padat, dan mudah dipahami. Isu harus menjelaskan tentang permasalahan, peluang, dan fenomena yang diuji. Faktanya, banyak mahasiswa yang menuliskan isu (atau latar belakang) berlembar-lembar, tetapi sama sekali sulit untuk dipahami. Tujuan Riset &amp; Tujuan Periset. Tidak jarang mahasiswa menulis ?sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar kesarjanaan? sebagai tujuan risetnya. Hal ini adalah kesalahan fatal. Tujuan riset adalah menguji, mengobservasi, atau meneliti fenomena dan permasalahan yang terjadi, bukan untuk mendapatkan gelar S1. Bab I: Bagian Terpenting. Banyak mahasiswa yang mengira bahwa bagian terpenting dari sebuah skripsi adalah bagian pengujian hipotesis. </span></font><span>Banyak yang menderita sindrom ketakutan jika nantinya hipotesis yang diajukan ternyata salah atau ditolak. Padahal, menurut saya, bagian terpenting skripsi adalah Bab I. Logikanya, kalau isu, motivasi, tujuan, dan kontribusi riset bisa dijelaskan secara runtut, biasanya bab-bab berikutnya akan mengikuti dengan sendirinya. (baca juga: Joint Hypotheses) Padding. Ini adalah fenomena yang sangat sering terjadi. Banyak mahasiswa yang menuliskan terlalu banyak sumber acuan dalam daftar pustaka, walaupun sebenarnya mahasiswa yang bersangkutan hanya menggunakan satu-dua sumber saja. Sebaliknya, banyak juga mahasiswa yang menggunakan beragam acuan dalam skripsinya, tetapi ketika ditelusur ternyata tidak ditemukan dalam daftar acuan. Joint Hypotheses. Menurut pendekatan saintifik, pengujian hipotesis adalah kombinasi antara fenomena yang diuji dan metode yang digunakan. Dalam melakukan penelitian ingatlah selalu bahwa fenomena yang diuji adalah sesuatu yang menarik dan memungkinkan untuk diuji. Begitu pula dengan metode yang digunakan, haruslah metode yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Kalau keduanya terpenuhi, yakinlah bahwa skripsi Anda akan outstanding. Sebaliknya, kalau Anda gagal memenuhi salah satu (atau keduanya), bersiaplah untuk dibantai dan dicecar habis-habisan. Keterbatasan &amp; Kemalasan. Mahasiswa sering tidak bisa membedakan antara keterbatasan riset dan ?kemalasan riset?. Keterbatasan adalah sesuatu hal yang terpaksa tidak dapat terpenuhi (atau tidak dapat dilakukan) karena situasi dan kondisi yang ada. Bukan karena kemalasan periset, ketiadaan dana, atau sempitnya waktu. Kontribusi Riset. Ini penting (terutama) jika penelitian Anda ditujukan untuk menarik sponsor atau dibiayai dengan dana pihak sponsor. </span></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Kontribusi riset selayaknya dijelaskan dengan lugas dan gamblang, termasuk pihak mana saja yang akan mendapatkan manfaat dari penelitian ini, apa korelasinya dengan penelitian yang sedang dilakukan, dan seterusnya. Kegagalan dalam menjelaskan kontribusi riset akan berujung pada kegagalan mendapatkan dana sponsor. Menghadapi Ujian Skripsi Benar. Banyak mahasiswa yang benar-benar takut menghadapi ujian skripsi (oral examination). Terlebih lagi, banyak mahasiswa terpilih yang jenius tetapi ternyata gagal dalam menghadapi ujian pendadaran. Di dalam ruang ujian sendiri tidak jarang mahasiswa mengalami ketakutan, grogi, gemetar, berkeringat, yang pada akhirnya menggagalkan ujian yang harus dihadapi. Setelah menulis skripsi, Anda memang harus mempertahankannya di hadapan dewan penguji. Biasanya dewan penguji terdiri dari satu ketua penguji dan beberapa anggota penguji. Lulus tidaknya Anda dan berapa nilai yang akan Anda peroleh adalah akumulasi dari skor yang diberikan oleh masing-masing penguji. Tiap penguji secara bergantian (terkadang juga keroyokan) akan menanyai Anda tentang skripsi yang sudah Anda buat. Waktu yang diberikan biasanya berkisar antara 30 menit hingga 1 jam. Ujian skripsi kadang diikuti juga dengan ujian komprehensif yang akan menguji sejauh mana pemahaman Anda akan bidang yang selama ini Anda pelajari. Tentu saja tidak semua mata kuliah diujikan, melainkan hanya mata kuliah inti (core courses) saja dengan beberapa pertanyaan yang spesifik, baik konseptual maupun teknis. Grogi, cemas, kuatir itu wajar dan manusiawi. Akan tetapi, ujian skripsi sebaiknya tidak perlu disikapi sebagai sesuatu yang terlalu menakutkan. Ujian skripsi adalah ?konfirmasi? atas apa yang sudah Anda lakukan. Kalau Anda melakukan sendiri penelitian Anda, tahu betul apa yang Anda lakukan, dan tidak grogi di ruang ujian, bisa dipastikan Anda akan perform well. Cara terbaik untuk menghadapi ujian skripsi adalah Anda harus tahu betul apa yang Anda lakukan dan apa yang Anda teliti. Siapkan untuk melakukan presentasi. Akan tetapi, tidak perlu Anda paparkan semuanya secara lengkap. Buatlah ?lubang jebakan? agar penguji nantinya akan menanyakan pada titik tersebut. Tentu saja, Anda harus siapkan jawabannya dengan baik. Dengan begitu Anda akan tampak outstanding di hadapan dewan penguji. Juga, ada baiknya beberapa malam sebelum ujian, digiatkan untuk berdoa atau menjalankan sholat tahajud di malam hari. Klise memang. Tapi benar-benar sangat membantu. Jujur saja, saya (dulu) menyelesaikan skripsi dalam tempo 4 minggu tanpa ada kendala dan kesulitan yang berarti. Dosen pembimbing saya adalah seorang professor dengan jam terbang sangat tinggi. Selama berada dalam ruang ujian, kami lebih banyak berbicara santai sembari sesekali tertawa. Dan Alhamdulillah saya mendapat nilai A. Bukan. Bukan saya bermaksud sombong, tetapi hanya untuk memotivasi Anda. Kalau saya bisa, seharusnya Anda sekalian pun bisa. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Pasca Ujian Skripsi</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Banyak yang mengira, setelah ujian skripsi segalanya selesai. Tinggal</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>bawa ke tukang jilid/fotokopi, urus administrasi, daftar wisuda, lalu traktir makan teman-teman. Memang benar. Setelah Anda dinyatakan lulus ujian skripsi, Anda sudah berhak menyandang gelar sarjana yang selama ini</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>inginkan. Faktanya, lulus ujian skripsi saja sebenarnya belum terlalu cukup. Sebenarnya Anda bisa melakukan lebih jauh lagi dengan skripsi Anda. Caranya? Cara paling gampang adalah memodifikasi dan memperbaiki skripsi Anda untuk kemudian dikirimkan pada media/jurnal publikasi. Cara lain, kalau Anda memang ingin serius terjun di dunia ilmiah, lanjutkan dan kembangkan saja penelitian/skripsi Anda untuk jenjang S2 atau S3. Dengan demikian, kelak akan semakin banyak penelitian dan publikasi yang mudah-mudahan bisa memberi manfaat bagi bangsa ini. Bukan apa-apa, saya cuma ingin agar bangsa ini bisa lebih cerdas dan</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>dalam menciptakan serta mengelola pengetahuan. Sekarang mungkin kita memang tertinggal dari bangsa lain. Akan tetapi, dengan melakukan penelitian, membuat publikasi, dan seterusnya, bangsa ini bisa cepat bangkit mengejar ketertinggalan. </span>Jadi, menyusun skripsi itu sebenarnya mudah kan?</font></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rai.blogsome.com/2009/06/09/cara-cepat-menyusun-skripsi/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN</title>
		<link>http://rai.blogsome.com/2009/05/29/administrasi-kepegawaian/</link>
		<comments>http://rai.blogsome.com/2009/05/29/administrasi-kepegawaian/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 May 2009 01:00:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>Jurnal</category>
		<guid>http://rai.blogsome.com/2009/05/29/administrasi-kepegawaian/</guid>
		<description><![CDATA[	ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN
	&nbsp;
	Istilah Administrasi Kepegawaian atau personnel administration di Amerika serikat dipergunakan dalam bidang pemerintahan, sedangkan personnel management dipergunakan dalam bidang bisnis. Di Indonesia ada kecenderungan menggunakan istilah manajemen kepegawaian (personnel management), baik dalam bidang pemerintahan maupun dalam bidang bisnis.
	Pendekatan Administrasi Kepegawaian
	Rumusan mengenai administrasi kepegawaian sangat banyak, namun pendekatan dalam administrasi kepegawaian dapat dibedakan menjadi:
	
Pendekatan  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p align="center"><strong><span>ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN</span></strong></p>
	<p>&nbsp;</p>
	<p>Istilah Administrasi Kepegawaian atau personnel administration di Amerika serikat dipergunakan dalam bidang pemerintahan, sedangkan personnel management dipergunakan dalam bidang bisnis. Di Indonesia ada kecenderungan menggunakan istilah manajemen kepegawaian (personnel management), baik dalam bidang pemerintahan maupun dalam bidang bisnis.</p>
	<p><strong>Pendekatan Administrasi Kepegawaian</strong></p>
	<p>Rumusan mengenai administrasi kepegawaian sangat banyak, namun pendekatan dalam administrasi kepegawaian dapat dibedakan menjadi:</p>
	<ol>
<li>Pendekatan      kepartaian: </li>
</ol>
	<p>Pendekatan ini terutama didasarkan atas perjuangan kaum politikus. Pengangkatan seseorang untuk memangku jabatan didasarkan atas perjuangan partai.</p>
	<ol>
<li>Pendekatan      daya guna: </li>
</ol>
	<p>Pendekatan ini terutama didasarkan atas daya guna, maksudnya pengangkatan seseorang untuk memangku jabatannya didasarkan atas kecakapan atau keahliannya.</p>
	<ol>
<li>Pendekatan      hubungan antar manusia: </li>
</ol>
	<p>Pendekatan ini timbul sebagai akibat yang tidak memuaskan dari pendekatan daya guna yang kurang memperhatikan faktor hubungan antar manusia dalam administrasi. Sebagai bagian dari gerakan manajemen ilmiah, administrasi kepegawaian tidak luput dari kritik-kritik antara lain dalam mencapai daya guna terlalu menitikberatkan pada barang-barang mati, penekanan pada prosedur-prosedur, bahan-bahan, bentuk-bentuk dan mengabaikan barang-barang hidupnya, yakni manusia-manusianya. Dengan pendekatan hubungan antar manusia ini tidak berarti bahwa faktor kecakapan ditinggalkan. Hanya pada pendekatan ini perhatian lebih banyak dicurahkan kepada faktor hubungan antar manusia.</p>
	<p>&nbsp;</p>
	<p><strong>Perumusan dan Fungsi-Fungsi Administrasi Kepegawaian</strong></p>
	<p>Administrasi Kepegawaian adalah seni memilih pegawai-pegawai baru dan mempekerjakan pegawai-pegawai lama sedemikian rupa sehingga dari tenaga kerja itu diperoleh mutu dan jumlah hasil serta pelayanan yang maksimum (Felix A. Nigro,1963:36).</p>
	<p>Sehubungan dengan perumusan tersebut, maka fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan dari administrasi kepegawaian menurut Felix A. Nigro meliputi :</p>
	<ol>
<li>Pengembangan      struktur organisasi untuk melaksanakan program kepegawaian termasuk      didalamnya tugas dan tanggung jawab dari setiap pegawai yang ditentukan      dengan jelas dan tegas. </li>
	<li>Penggolongan      jabatan yang sistematis dan perencanaan gaji yang adil dengan      mempertimbangkan adanya saingan yang berat dari sektor swasta.<strong> </strong></li>
	<li>Penarikan      tenaga kerja yang baik </li>
	<li>Seleksi      pegawai yang menjamin adanya pengangkatan calon pegawai yang cakap dan      penempatannya dalam jabatan-jabatan yang sesuai. </li>
	<li>Perencanaan      latihan jabatan dengan maksud untuk menambah keterampilan pegawai,      memotivasi semangat kerja dan mempersiapkan mereka untuk kenaikan pangkat.      </li>
	<li>Penilaian      kecakapan pegawai secara berkala dan teratur dengan tujuan meningkatkan      hasil kerjanya dan menentukan pegawai-pegawai yang cakap. </li>
	<li>Perencanaan      kenaikan pangkat yang didasarkan atas kecakapan pegawai dengan adanya      sistem jabatan, di mana pegawai-pegawai yang baik ditempatkan pada      jabatan-jabatan yang sesuai dengan kecakapannya, sehingga mereka dapat      mencapai tingkat jabatan yang paling tinggi. </li>
	<li>Kegiatan-kegiatan      untuk memperbaiki hubungan antar manusia </li>
	<li>Kegiatan-kegiatan      untuk memelihara dan mempertahankan moril serta disiplin pegawai. </li>
</ol>
	<p>Sementara itu Glenn O Stahl, merumuskan administrasi kepegawaian sebagai keseluruhan yang berhubungan dengan sumber-sumber manusia dari organisasi (1962:15). Fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan dalam administrasi kepegawaian menurut Stahl meliputi :</p>
	<ol>
<li>Penentuan      yurisdiksi </li>
	<li>Pengusahaan      tenaga kerja </li>
	<li>Pengujian      pelamar-pelamar dan pengembangan daftar dari calon-calon yang lulus dalam      ujian </li>
	<li>Pengurusan      sistem sertifikasi dan penggunaan dari daftar calon-calon yang lulus      ujian, pengurusan masa percobaan dan prosedur-prosedur penempatan kembali      dalam jabatan-jabatan lama </li>
	<li>Pembuatan      standar-standar untuk penggolongan tugas-tugas jabatan </li>
	<li>Pengurusan      daftar-daftar pembayaran </li>
	<li>Penentuan      kebijaksanaan yang luas dan prosedur yang distandarisasi tentang hal-hal      seperti masa percobaan, pemindahan dan kenaikan pangkat, kehadiran dan      cuti, tingkah laku dan disiplin, pemberhentian dan keluhan-keluhan </li>
	<li>Pengembangan      petunjuk dan informasi serta mendorong praktik yang terbaik dalam      pengawasan, program-program, kesehatan dan keamanan, penilaian prestasi      kerja, lingkungan kerja, rekreasi, dan latihan jabatan. </li>
	<li>Penyelenggaraan      riset kepegawaian </li>
	<li>Penyelenggaraan      latihan jabatan </li>
	<li>Pelaksanaan      sistem pemensiunan pegawai </li>
	<li>Pemeliharaan      rencana yang membangun mengenai hubungan masyarakat </li>
	<li>Pemberian      saran-saran mengenai manajemen kepegawaian dan perbaikan kebijaksanaan      secara berkala kepada pimpinan atasan </li>
</ol>
	<p>&nbsp;</p>
	<p>Menurut Prof. Dr. R Arifin Abdulrachman, Administrasi kepegawaian negara adalah salah satu cabang dari administrasi negara yang berkaitan dengan segala persoalan mengenai pegawai-pegawai negara (1960:5). Selanjutnya kegiatan-kegiatan administrasi kepegawaian negara meliputi :</p>
	<ol>
<li><strong>Analisa      jabatan, klasifikasi jabatan dan evaluasi jabatan(1) </strong></li>
	<li><strong>Recruitment,      ujian-ujian dan penempatan(2) </strong></li>
	<li>Training </li>
	<li>Promosi      dan transfer </li>
	<li>Penggajian      </li>
	<li>Employee      counselling </li>
	<li>Personnel      relations </li>
	<li>Disiplin      dan moral </li>
	<li>Catatan      kepegawaian </li>
</ol>
	<p>&nbsp;</p>
	<p>Paul Pigors dan Charles A. Myers serta Thomas G Spates berpendapat bahwa administrasi kepegawaian adalah suatu tata cara atau prosedur tentang cara-cara mengorganisasi dan memperlakukan orang yang bekerja sedemikian rupa sehingga mereka masing-masing mendapatkan hasil yang sebesar-besarnya dari kemampuannya, jadi memperoleh efisiensi yang maksimum untuk dirinya sendiri dan golongannya. Disamping itu untuk perusahaan, di mana mereka merupakan bagian yang menentukan keuntungan yang bersifat kompetitif dan hasil yang optimum (1961:12)</p>
	<p>&nbsp;</p>
	<p>Kalau kita perhatikan rumusan di atas, nampak bahwa perumusan tersebut ditekankan pada dua hal, yakni: </p>
	<ol>
<li>Administrasi      kepegawaian didasarkan atas suatu tata cara, dari mana diperoleh sudut      pandangan dan teknik-teknik mengawasi orang-orang yang sedang bekerja. </li>
	<li>Administrasi      kepegawaian yang baik membantu individu untuk bekerja dengan      sebaik-baiknya dan tidak hanya untuk mendapatkan kepuasan individu yang      maksimum dari pekerjaannya, tetapi juga kepuasan sebagai bagian dari suatu      kelompok pekerjaan. </li>
</ol>
	<p>Dalam perumusan ini anggapan bahwa jika orang-orang diperlakukan sebagai individu yang mempunyai tanggung jawab dan juga sebagai anggota kelompok yang bekerja sama, maka mereka akan memberikan kontra prestasi dengan jalan melaksanakan pekerjaan sebaik-baiknya untuk organisasi, di mana mereka merupakan bagian yang penting. Hal ini menunjukkan bahwa demokrasi adalah lebih kuat dan lebih efektif dari pada paham otoriter dan bahwa baik dalam organisasi perusahaan maupun pemerintahan pegawai-pegawai akan lebih berbahagia dan akan bekerja lebih efektif dari pada jika mereka selalu disodori dengan aturan-aturan (ditekankan pada pekerjaan, tidak bebas bekerja).</p>
	<p>Menurut Lawrence A. Appley, manajemen dan administrasi kepegawaian adalah satu dan tidak dapat dibedakan satu sama lain. Administrasi kepegawaian mula-mula menjadi bagian dari manajemen ilmiah, terutama dalam hubungannya dengan employment, ujian, penempatan, penentuan upah dan penilaian hasil kerja. Manajemen yang baik berarti memperoleh hasil yang efektif melalui orang-orang. Manajer yang berhasil mendapatkan orang-orang untuk diajak bekerja sama, bukan karena ia mempunyai kekuasaan terhadap mereka dan dapat memerintahkan untuk melaksanakan pekerjaan yang dikehendakinya, akan tetapi karena ia merupakan seorang pemimpin yang dicintai oleh orang-orang bawahannya, sehingga orang-orang ini suka bekerja dengan giat dan sebaik-baiknya. Mendapatkan kerja sama yang ikhlas dari bawahan merupakan persoalan manajemen.</p>
	<p>Manajemen memberikan instruksi-instruksi yang jelas dan latihan-latihan yang efektif, sehingga orang-orang tersebut mengetahui dan cakap serta terampil mengerjakan apa yang diharapkan. Manajemen mengawasi hasil-hasil pekerjaan dari orang-orang bawahan secara terus menerus dan memberitahukan bagaimana sebaiknya mereka harus bekerja. Manajemen harus terus menerus berusha mencapai hasil pekerjaan yang lebih baik, dengan jalan mendorong, mengajak, memberi semangat dan motivasi. Dari uraian ini jelaslah bahwa manajemen kepegawaian sesungguhnya sama dengan administrasi kepegawaian (1961:6)</p>
	<p>Dalam kamus administrasi , administrasi kepegawaian dirumuskan sebagai segenap aktivitas yang bersangkut paut dengan masalah penggunaan tenaga kerja manusia dalam suatu usaha kerjasama untuk mencapai tujuan tertentu (1968:195). Aktivitas administrasi kepegawaian terutama berkisar pada penerimaan, pengembangan, pemberian balas jasa dan pemberhentian.</p>
	<p>&nbsp;</p>
	<p>Fungsi-fungsi administrasi kepegawaian secara terperinci dikemukakan oleh William E Mosher dan J Donald Kingsley. Menurut keduanya fungsi administrasi kepegawaian yang luas dan up-to-date adalah</p>
	<ol>
<li>Klasifikasi-      yurisdiksi </li>
	<li>Klasifikasi      &ndash; kewajiban </li>
	<li>Penarikan      tenaga kerja <strong></strong></li>
	<li><strong>Seleksi      dan sertifikasi(3) </strong></li>
	<li>Percobaan </li>
	<li>Penilaian      kecakapan pegawai </li>
	<li>Pemindahan      </li>
	<li>Kenaikan      pangkat </li>
	<li>Penempatan      kembali dalam jabatan lama </li>
	<li>Latihan      dan pendidikan </li>
	<li>Kehadiran      , absensi </li>
	<li>Pengeluaran      pegawai </li>
	<li>Disipilin </li>
	<li>Pengajuan      keberatan <strong></strong></li>
	<li><strong>Kompensasi,      imbalan jasa(4) </strong></li>
	<li>Pemeriksaan      daftar pembayaran/gaji </li>
	<li>Pensiun </li>
	<li>Keluhan      dan saran </li>
	<li>Kesehatan,      rekreasi dan kesejahteraan </li>
	<li>Lingkungan      kerja </li>
	<li>Kerjasama      pegawai </li>
	<li>Kerjasama      pegawai- atasan </li>
	<li>Peraturan      dan ketentuan </li>
	<li>Penyelidikan      atas pelaksanaan undang-undang </li>
	<li>Riset </li>
	<li>Hubungan      masyarakat. </li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rai.blogsome.com/2009/05/29/administrasi-kepegawaian/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Metodologi Penelitian</title>
		<link>http://rai.blogsome.com/2009/05/14/metodologi-penelitian-2/</link>
		<comments>http://rai.blogsome.com/2009/05/14/metodologi-penelitian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 02:31:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>Metodologi Penelitian</category>
		<guid>http://rai.blogsome.com/2009/05/14/metodologi-penelitian-2/</guid>
		<description><![CDATA[	Kumpulan bahan kuliah
	Metodologi Penelitian
	&nbsp;
	DAFTAR ISI
	&nbsp;
	Modul 1:
	PENGANTAR:
	APAKAH PENELITIAN
	ITU?
	&nbsp;
	Modul 2:
	RAGAM PENELITIAN
	&nbsp;
	Modul 3:
	UNSUR-UNSUR
	PROPOSAL PENELITIAN
	&nbsp;
	Modul 4:
	PERUMUSAN
	PERMASALAHAN
	&nbsp;
	Modul 5:
	PENULISAN
	TINJAUAN PUSTAKA
	&nbsp;
   
1 Modul 1:
	APAKAH PENELITIAN ITU?
	&nbsp;
	Kata penelitian atau riset dipergunakan dalam pembicaraan sehari-hari untuk melingkup spektrum arti yang luas, yang dapat membuat bingung mahasiswa&mdash;terutama mahasiswa pascasarjana&mdash;yang harus mempelajari arti kata tersebut dengan tanda-tanda atau petunjuk yang jelas untuk membedakan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<h1 align="center"><strong><font><span>Kumpulan bahan kuliah</span></font></strong></h1>
	<p align="center" class="MsoNormal"><strong><font><span>Metodologi Penelitian</span></font></strong><strong><font><span></span></font></strong></p>
	<p align="center" class="MsoNormal"><strong><font><span>&nbsp;</span></font></strong></p>
	<p align="center" class="MsoNormal"><strong><font><span>DAFTAR ISI</span></font></strong></p>
	<p align="center" class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p align="center" class="MsoNormal"><font><span>Modul 1:</span></font></p>
	<p align="center" class="MsoNormal"><strong><font><span>PENGANTAR:</span></font></strong></p>
	<p align="center" class="MsoNormal"><strong><font><span>APAKAH PENELITIAN</span></font></strong></p>
	<p align="center" class="MsoNormal"><strong><font><span>ITU?</span></font></strong></p>
	<p align="center" class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p align="center" class="MsoNormal"><font><span>Modul 2:</span></font></p>
	<p align="center" class="MsoNormal"><strong><font><span>RAGAM PENELITIAN</span></font></strong></p>
	<p align="center" class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p align="center" class="MsoNormal"><font><span>Modul 3:</span></font></p>
	<p align="center" class="MsoNormal"><strong><font><span>UNSUR-UNSUR</span></font></strong></p>
	<p align="center" class="MsoNormal"><strong><font><span>PROPOSAL PENELITIAN</span></font></strong></p>
	<p align="center" class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p align="center" class="MsoNormal"><font><span>Modul 4:</span></font></p>
	<p align="center" class="MsoNormal"><strong><font><span>PERUMUSAN</span></font></strong></p>
	<h2><strong><font><span>PERMASALAHAN</span></font></strong></h2>
	<p align="center" class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p align="center" class="MsoNormal"><font><span>Modul 5:</span></font></p>
	<p align="center" class="MsoNormal"><strong><font><span>PENULISAN</span></font></strong></p>
	<p align="center" class="MsoNormal"><strong><font><span>TINJAUAN PUSTAKA</span></font></strong><font><span></span></font></p>
	<p align="center" class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
  <font><span><br /> </span></font><br />
<p align="center" class="MsoNormal"><a title="" name="_ftnref1" href="#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><sup><font><span>1</span></font></sup></span></a><font><span> </span></font><font><span>Modul 1:</span></font></p>
	<h3 align="center"><strong><font><span>APAKAH PENELITIAN ITU?</span></font></strong><span></span></h3>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Kata penelitian atau riset dipergunakan dalam pembicaraan sehari-hari untuk melingkup spektrum arti yang luas, yang dapat membuat bingung mahasiswa&mdash;terutama mahasiswa pascasarjana&mdash;yang harus mempelajari arti kata tersebut dengan tanda-tanda atau petunjuk yang jelas untuk membedakan yang satu dengan yang lain. Dapat saja, sesuatu yang dulunya dikenali sebagai penelitian ternyata bukan, dan beberapa konsep yang salah tentunya harus dibuang dan diganti konsep yang benar.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Pada dasarnya, manusia selalu ingin tahu dan ini mendorong manusia untuk bertanya dan mencari jawaban atas pertanyaan itu. Salah satu cara untuk mencari jawaban adalah dengan mengadakan penelitian. Cara lain yang lebih mudah, tentunya, adalah dengan bertanya pada seseorang atau &ldquo;bertanya&rdquo; pada buku&mdash;tapi kita tidak selalu dapat mendapat jawaban, atau kita mungkin mendapatkan jawaban tapi tidak meyakinkan.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Pengertian penelitian sering dicampuradukkan dengan: pengumpulan data atau informasi, studi pustaka, kajian dokumentasi, penulisan makalah, perubahan kecil pada suatu produk, dan sebagainya. Kata penelitian atau riset sering dikonotasikan dengan bekerja secara eksklusif menyendiri di laboratorium, di perpustakaan, dan lepas dari kehidupan sehari-hari.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Menjadi tujuan bab ini untuk menjelaskan pengertian penelitian dan membedakannya dengan hal-hal yang bukan penelitian. Pengertian penelitian yang disarankan oleh Leedy (1997: 3) sebagai berikut: Penelitian (riset) adalah proses yang sistematis meliputi pengumpulan dan analisis informasi (data) dalam rangka meningkatkan pengertian kita tentang fenomena yang kita minati atau menjadi perhatian kita.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Mirip dengan pengertian di atas, Dane (1990: 4) menyarankan definisi sebagai berikut: Penelitian merupakan proses kritis untuk mengajukan pertanyaan dan berupaya untuk menjawab pertanyaan tentang fakta dunia. Seperti disebutkan di atas, mungkin di masa lalu, kita mendapatkan banyak konsep (pengertian) tentang penelitian, yang sebagian daripadanya merupakan konsep yang salah. Untuk memperjelas hal tersebut, di bawah ini dikaji pengertian yang &ldquo;salah&rdquo; tentang penelitian (menurut kita&mdash;kaum akademisi).</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Pengertian yang salah tentang Penelitian</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Secara umum, berdasar konsep-konsep yang &ldquo;salah&rdquo; tentang penelitian, maka perlu digarisbawahi empat pengertian sebagai berikut:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>(1)</font><font><span>&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Penelitian bukan hanya mengumpulkan informasi (data)</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>(2)</font><font><span>&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Penelitian bukan hanya memindahkan fakta dari suatu tempat ke tempat lain</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>(3)</font><font><span>&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Penelitian bukan hanya membongkar-bongkar mencari informasi</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>(4)</font><font><span>&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Penelitian bukan suatu kata besar untuk menarik perhatian.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Lebih lanjut kesalahan pengertian tersebut dijelaskan di bawah ini.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><strong><font>1.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><strong><font><span>Penelitian bukan hanya mengumpulkan informasi (data)</span></font></strong></p>
	<p class="MsoBodyTextIndent"><font><span>Pernah suatu ketika, seorang mahasiswa mengajukan usul (proposal) penelitian untuk &ldquo;meneliti&rdquo; sudut kemiringan sebuah menara pemancar TV di kotanya. Ia mengusulkan untuk menggunakan peralatan canggih dari bidang keteknikan untuk mengukur kemiringan menara tersebut. Meskipun peralatannya canggih, tetapi yang ia lakukan sebenarnya hanyalah suatu <em><span>survei </span></em>(pengumpulan data/informasi) saja, yaitu mengukur kemiringan menara tersebut, dan survei itu bukan penelitian (tapi bagian dari suatu penelitian). Para siswa suatu SD kelas 4 diajak gurunya untuk melakukan &ldquo;penelitian&rdquo; di perpustakaan. Salah seorang siswa mempelajari tentang Columbus dari beberapa buku. Sewaktu pulang ke rumah, ia melapor kepada ibunya bahwa ia baru saja melakukan penelitian tentang Columbus. Sebenarnya, yang ia lakukan hanya sekedar mengumpulkan informasi, bukan penelitian. Mungkin gurunya bermaksud untuk mengajarkan keahlian mencari informasi dari pustaka <em><span>(reference skills).</span></em></span></font></p>
	<p class="MsoBodyTextIndent"><em><font><span>&nbsp;</span></font></em></p>
	<p class="MsoBodyTextIndent"><!--[if !supportLists]--><strong><font>2.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><strong><span>Penelitian bukan hanya memindahkan fakta dari suatu tempat ke tempat lain</span></strong></p>
	<p class="MsoBodyTextIndent"><font><span>Seorang mahasiswa telah menyelesaikan sebuah makalah tugas &ldquo;penelitian&rdquo; tentang teknik -teknik pembangunan bangunan tinggi di Jakarta. Ia telah berhasil mengumpulkan banyak artikel dari suatu majalah konstruksi bangunan dan secara sistematis melaporkannya dalam makalahnya, dengan disertai teknik acuan yang benar. Ia mengira telah melakukan suatu penelitian dan menyusun makalah penelitian. Sebenarnya, yang ia lakukan hanyalah: mengumpulkan informasi/data, merakit kutipan-kutipan pustaka dengan teknik pengacuan yang benar. Untuk disebut sebagai penelitian, yang dikerjakannya kurang satu hal, yaitu: interpretasi data. Hal ini dapat dilakukan dengan cara antara lain menambahkan misalnya: &ldquo;Fakta yang terkumpul menunjukkan indikasi bahwa faktor x dan y sangat mempengaruhi cara pembangunan bangunan tinggi di Jakarta&rdquo;. Dengan demikian, ia bukan hanya memindahkan informasi/data/fakta dari artikel majalah ke makalahnya, tapi juga menganalis informasi/data/fakta sehingga ia mampu untuk menyusun interpretasi terhadap informasi/data/fakta yang terkumpul tersebut.</span></font></p>
	<p class="MsoBodyTextIndent"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><strong><font>3.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><strong><font><span>Penelitian bukan hanya membongkar-bongkar mencari informasi</span></font></strong></p>
	<p class="MsoBodyTextIndent"><font><span>Seorang Menteri menyuruh stafnya untuk memilihkan empat buah kotamadya (di wilayah Indonesia bagian timur) yang memenuhi beberapa kriteria untuk diberi bantuan pembangunan prasarana dasar perkotaan. Stafnya tersebut berpikir bahwa ia harus melakukan &ldquo;penelitian&rdquo;. Ia kemudian pergi ke Kantor Statistik, membongkar arsip/dokumen statistik kotamadya -kotamadya yang ada di wilayah IBT tersebut. Dengan membandingkan data statistik yang terkumpul dengan kriteria yang diberi oleh Menteri, ia berhasil memilih empat kotamadya yang paling memenuhi kriteria-kriteria tersebut. Staf tersebut melaporkan hasil &ldquo;penelitiannya&rdquo; ke Menteri. Sebenarnya yang dilakukan oleh staf tersebut hanyalah mencari data <em><span>(data searching, rummaging) </span></em>dan mencocokknnya <em><span>(matching) </span></em>dengan kriteria , dan itu bukan penelitian.</span></font></p>
	<p class="MsoBodyTextIndent"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoBodyTextIndent"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoBodyTextIndent"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>4.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><strong><font><span>Penelitian bukan suatu kata besar untuk menarik perhatian</span></font></strong><font><span></span></font></p>
	<p class="MsoBodyTextIndent"><font><span>Kata &ldquo;&hellip;penelitian&rdquo; sering dipakai oleh surat kabar, majalah populer, dan iklan untuk menarik perhatian (&ldquo;mendramatisir&rdquo;). Misalnya, berita di surat kabar: &ldquo;Presiden akan melakukan penelitian terhadap Pangdam yang ingin &lsquo;mreteli&rsquo; kekuasaan Presiden&rdquo;. Contoh lain: berita &ldquo;Semua anggota DPRD tidak perlu lagi menjalani penelitian khusus (litsus)&rdquo;. Contoh lain lagi: &ldquo;Produk ini merupakan hasil penelitian bertahun-tahun&rdquo; (padahal hanya dirubah sedikit formulanya dan namanya diganti agar konsumen tidak bosan).</span></font></p>
	<p class="MsoBodyTextIndent"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Pengertian yang benar tentang Penelitian dan Karakteristik Proses Penelitian</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Pengertian yang benar tentang penelitian sebagai berikut, menurut Leedy (1997: 5): Penelitian adalah suatu <em><span>proses </span></em>untuk mencapai (secara sistematis dan didukung oleh data) jawaban terhadap suatu pertanyaan, penyelesaian terhadap permasalahan, atau pemahaman yang dalam terhadap suatu fenomena.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Proses tersebut, yang sering disebut sebagai <em><span>metodologi penelitian, </span></em>mempunyai delapan macam karakteristik:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>1)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Penelitian dimulai dengan suatu pertanyaan atau permasalahan.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>2)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Penelitian memerlukan pernyataan yang jelas tentang tujuan.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>3)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Penelitian mengikuti rancangan prosedur yang spesifik.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>4)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Penelitian biasanya membagi permasalahan utama menjadi sub-sub masalah yang lebih dapat dikelola.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>5)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Penelitian diarahkan oleh permasalahan, pertanyaan, atau hipotesis penelitian yang spesifik.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>6)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Penelitian menerima asumsi kritis tertentu.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>7)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Penelitian memerlukan pengumpulan dan interpretasi data dalam upaya untuk mengatasi permasalahan yang mengawali penelitian.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>8)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Penelitian adalah, secara alamiahnya, berputar secara siklus; atau lebih tepatnya,</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>seperti terlihat pada gambar di bawah ini.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Macam Tujuan Penelitian</span></font></strong><font><span></span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Seperti dijelaskan di atas, penelitian berkaitan dengan pertanyaan atau keinginan tahu manusia (yang tidak ada hentinya) dan upaya (terus menerus) untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Dengan demikian, tujuan terujung suatu penelitian adalah untuk merumuskan pertanyaan-pertanyaan dan menemukan jawaban-jawaban terhadap pertanyaan penelitian tersebut. Tujuan dapat beranak cabang yang me ndorong penelitian lebih lanjut. Tidak satu orangpun mampu mengajukan semua pertanyaan, dan demikian pula tak seorangpun sanggup menemukan semua jawaban bahkan hanya untuk satu pertanyaan saja. </span></font><font><span>Maka, kita perlu <em><span>membatasi </span></em>upaya kita dengan cara membatasi tujuan penelitian. Terdapat bermacam tujuan penelitian, dipandang dari usaha untuk membatasi ini, yaitu:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>1)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>eksplorasi <em><span>(exploration)</span></em></span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>2)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>deskripsi <em><span>(description)</span></em></span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>3)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>prediksi <em><span>(prediction)</span></em></span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>4)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>eksplanasi <em><span>(explanation) </span></em>dan</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>5)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>aksi <em><span>(action).</span></em></span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Penjelasan untuk tiap macam tujuan diberikan di bawah ini. Tapi perlu kita ingat bahwa penentuan tujuan, salah satunya, dipengaruhi oleh kemajuan ilmu pengethaun yang terkait dengan permasalahan yang kita hadapi <em><span>(&ldquo;state of the art&rdquo;). </span></em></span></font><font><span>Misal, bila masih &ldquo;samarsamar&rdquo;, maka kita perlu bertujuan untuk menjelajahi (eksplorasi) dulu. Bila sudah pernah dijelajahi dengan cukup, maka kita coba terangkan (deskripsikan) lebih lanjut.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><strong><font>1.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><strong><font><span>Eksplorasi</span></font></strong></p>
	<p class="MsoBodyTextIndent"><font><span>Seperti disebutkan di atas, bila kita ingin menjelajahi (mengeksplorasi) suatu topik (permasalahan), atau untuk mulai memahami suatu topik, maka kita lakukan penelitian eksplorasi. Penelitian esplorasi (menjelajah) berkaitan dengan upaya untuk menentukan apakah suatu fenomena ada atau tidak. Penelitian yang mempunyai tujuan seperti ini dip akai untuk menjawab bentuk pertanyaan &ldquo;Apakah X ada/terjadi?&rdquo;. Contoh penelitian sederhana (dalam ilmu sosial): Apakah laki-laki atau wanita mempunyai kcenderungan duduk di bagian depan kelas atau tidak? Bila salah satu pihak atau keduanya mempunyai kecend erungan itu, maka kita mendapati suatu fenomena (yang mendorong penelitian lebih lanjut). Penelitian eksplorasi dapat juga sangat kompleks. Umumnya, peneliti memilih tujuan eksplorasi karena tuga macam maksud, yaitu: (a) memuaskan keingintahuan awal dan nantinya ingin lebih memahami, (b) menguji kelayakan dalam melakukan penelitian/studi yang lebih mendalam nantinya, dan (c) mengembangkan metode yang akan dipakai dalam penelitian yang lebih mendalam. </span></font><span>Hasil penelitian eksplorasi, karena merupakan penelitian penjelajahan, maka sering dianggap tidak memuaskan. Kekurang-puasan terhadap hasil penelitian ini umumnya terkait dengan masalah sampling <em><span>(representativeness)</span></em>&mdash;menurut Babbie 1989: 80. Tapi perlu kita sadari bahwa penjelajahan memang berarti &ldquo;pembukaan jalan&rdquo;, sehingga setelah &ldquo;pintu terbuka lebar-lebar&rdquo; maka diperlukan penelitian yang lebih mendalam dan terfokus pada sebagian dari &ldquo;ruang di balik pintu yang telah terbuka&rdquo; tadi.</span></p>
	<p class="MsoBodyTextIndent"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoBodyTextIndent"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>2.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><strong><font><span>Deskripsi</span></font></strong><font><span></span></font></p>
	<p class="MsoBodyTextIndent"><font><span>Penelitian deskriptif berkaitan dengan pengkajian fenomena secara lebih rinci atau membedakannya dengan fenomena yang lain. Sebagai contoh, meneruskan contoh pada bahasan penelitian eksplorasi di atas, yaitu misal: ternyata wanita lebih cenderung duduk di bagian depan kelas daripada laki-laki, maka penelitian lebih lanjut untuk lebih memerinci: misalnya, apa batas atau pengertian yang lebih tegas tentang &ldquo;bagian depan kelas&rdquo;? Apakah duduk di muka tersebut berkaitan dengan macam mata pelajaran? tingkat kemenarikan guru yang mengajar? ukuran kelas? Penelitian deskriptif menangkap ciri khas suatu obyek, seseorang, atau suatu kejadian pada waktu data dikumpulkan, dan ciri khas tersebut mungkin berubah dengan perkembangan waktu. Tapi hal ini bukan berarti hasil penelitian waktu lalu tidak berguna, dari hasil-hasil tersebut kita dapat melihat perkembangan perubahan suatu fenomena dari masa ke masa.</span></font></p>
	<p class="MsoBodyTextIndent"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><strong><font>3.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><strong><font><span>Prediksi</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Penelitian prediksi berupaya mengidentifikasi hubungan (keterkaitan) yang </span></font><font><span>memungkinkan kita berspekulasi (menghitung) tentang sesuatu hal (X) dengan mengetahui </span></font><font><span>(berdasar) hal yang lain (Y). Prediksi sering kita pakai sehari-hari, misalnya dalam menerima mahasiswa baru, kita gunakan skor minimal tertentu&mdash;yang artinya dengan skor tersebut, mahasiswa mempunyai kemungkinan besar untuk berhasil dalam studinya (prediksi hubungan antara skor ujian masuk dengan tingkat keberhasilan studi nantinya).</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><strong><font>4.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><strong><font><span>Eksplanasi</span></font></strong></p>
	<p class="MsoBodyTextIndent"><font><span>Penelitian eksplanasi mengkaji hubungan sebab-akibat diantara dua fenomena atau lebih. Penelitian seperti ini dipakai untuk menentukan apakah suatu eksplanasi (keterkaitan sebab-akibat) valid atau tidak, atau menentukan mana yang lebih valid diantara dua (atau lebih) eksplanasi yang saling bersaing. Penelitian eksplanasi (menerangkan) juga dapat bertujuan menjelaskan, misalnya, &ldquo;mengapa&rdquo; suatu kota tipe tertentu mempunyai tingkat kejahatan lebih tinggi dari kota-kota tipe lainnya. Catatan: dalam penelitian deskriptif hanya dijelaskan bahwa tingkat kejahatan di kota tipe tersebut berbeda dengan di kota-kota tipe lainnya, tapi tidak dijelaskan &ldquo;mengapa&rdquo; (hubungan sebab-akibat) hal tersebut terjadi.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><strong><font>5.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><strong><font><span>Aksi</span></font></strong></p>
	<p class="MsoBodyTextIndent"><font><span>Penelitian aksi (tindakan) dapat meneruskan salah satu tujuan di atas dengan penetapan persyaratan untuk menemukan solusi dengan bertindak sesuatu. Penelitian ini umumnya dilakukan dengan eksperimen tidakan dan mengamati hasilnya; berdasar hasil tersebut disusun persyaratan solusi. Misal, diketahui fenomena bahwa meskipun suhu udara luar sudah lebih dingin dari suhu ruang, orang tetap memakai AC (tidak mematikannya). Dalam eksperimen penelitian tindakan dibuat berbagai alat bantu mengingatkan orang bahwa udara luar sudah lebih dingin dari udara dalam. </span></font><span>Ternyata dari beberapa alat bantu, ada satu yang paling dapat diterima. Dari temuan itu disusun persyaratan solusi terhadap fenomena di atas.</span></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>&nbsp;</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>&nbsp;</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Hubungan Penelitian dengan Perancangan</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Hasil penelitian, antara lain berupa teori, disumbangkan ke khazanah ilmu pengetahuan, sedangkan ilmu yang ada di khazanah tersebut dimanfaatkan oleh para perancang/perencana/pengembang untuk melakukan kegiatan dalam bidang keahliannya.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Menurut Zeisel (1981), perancangan mempunyai tiga langkah utama, yaitu: <em><span>imaging, presenting </span></em>dan <em><span>testing</span></em>, sedangkan <em><span>imaging </span></em>dilakukan berdasar <em><span>empirical knowledge</span></em>. Perancangan/perencanaan/pengembangan, selain menggunakan pengetahuan dari khazanah ilmu pengetahuan, juga mempertimbangkan hal-hal lain, seperti estetika, perhitungan ekonomis, dan kadang pertimbangan politis, dan lain-lain. Terhadap hasil perencanaan/perancangan/pengembangan juga dapat dilakukan penelitian evaluasi yang hasilnya juga akan memperkaya khazanah ilmu pengetahuan.</span></font><font><span></span></font></p>
  <font><span><br /> </span></font><br />
<p align="center" class="MsoNormal"><a title="" name="_ftnref2" href="#_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><sup><font><span>2</span></font></sup></span></a><font><span>Modul 2:</span></font></p>
	<p align="center" class="MsoNormal"><strong><font><span>RAGAM PENELITIAN</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoBodyText"><font><span>Penelitian itu bermacam-macam ragamnya. Dalam bab &ldquo;Pengantar: Apakah Penelitian Itu?&rdquo; telah dibahas macam penelitian dilihat dari macam tujuannya, maka dalam bab ini ragam (variasi) penelitian dilihat dari:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>1)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>macam bidang ilmu</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>2)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>macam pembentukan ilmu</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>3)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>macam bentuk data</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>4)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>macam paradigma keilmuan yang dianut</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>5)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>macam strategi (esensi alamiah data, proses pengumpulan dan pengolahan data)</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>6)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>lain-lain.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Selain itu, sebetulnya masih banyak ragam penelitian dilihat dari segi lainnya, tapi dalam bab</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>ini tidak akan dibahas&mdash;karena tidak berkaitan dengan program studi kuliah ini.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Ragam Penelitian menurut Bidang Ilmu</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Secara umum, ilmu-ilmu dapat dibedakan antara ilmu-ilmu dasar dan ilmu-ilmu terapan. Termasuk kelompok ilmu dasar, antara lain ilmu-ilmu yang dikembangkan di fakultas-fakultas MIPA (Mathematika, Fisika, Kimia, Geofosika), Biologi, dan Geografi.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Kelompok ilmu terapan meliputi antara lain: ilmu-ilmu teknik, ilmu kedokteran, ilmu teknologi pertanian. Ilmu-ilmu dasar dikembangkan lewat penelitian yang biasa disebut sebagai &ldquo;penelitian dasar&rdquo; <em><span>(basic research), </span></em>sedangkan penelitian terapan <em><span>(applied research) </span></em>menghasilkan ilmu-ilmu terapan. Penelitian terapan (misalnya di bidang fisika bangunan) dilakukan dengan memanfaatkan ilmu dasar (misal: fisika). Oleh para perancang teknik, misalnya, ilmu terapan dan ilmu dasar dimanfaatkan untuk membuat rancangan keteknikan (misal: rancangan bangunan). Tentu saja, dalam merancang, para ahli teknik bangunan tersebut juga mempertimbangkan hal-hal lain, misalnya: keindahan, biaya, dan sentuhan budaya. Catatan: Suriasumantri (1978: 29) menamakan penelitian dasar tersebut di atas sebagai &ldquo;penelitian murni&rdquo; (penelitian yang berkaitan dengan &ldquo;ilmu murni&rdquo;, contohnya: Fisika teori).</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Pada perkembangan keilmuan terbaru, sering sulit menngkatagorikan ilmu dasar dibedakan dengan ilmu terapan hanya dilihat dari fakultasnya saja. Misal, di Fakultas Biologi dikembangkan ilmu biologi teknik (biotek), yang mempunyai ciri-ciri ilmu terapan karena sangat dekat dengan penerapan ilmunya ke praktek nyata (perancangan produk). Demikian juga, dulu Ilmu Farmasi dikatagorikan sebagai ilmu dasar, tapi kini dimasukkan sebagai ilmu terapan karena dekat dengan terapannya di bidang industri. Karena makin banyaknya hal-hal yang masuk pertimbangan ke proses perancangan/perencanaan, selain ilmu-ilmu dasar dan terapan, produk-produk perancangan/perencanaan dapat menjadi obyek penelitian. Penelitian seperti ini disebut sebagai penelitian evaluasi <em><span>(evaluation research) </span></em>karena mengkaji dan mengevaluasi produk-produk tersebut untuk menggali pengetahuan/teori &ldquo;yang tidak terasa&rdquo; melekat pada produk-produk tersebut (selain ilmu-ilmu dasar dan terapan yang sudah ada sebelumnya).</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Bila tidak melihat apakah penelitian dasar atau terapan, maka macam penelitian menurut bidang ilmu dapat dibedakan langsung sesuai macam ilmu. Contoh: penelitian pendidikan, penelitian keteknikan, penelitian ruang angkasa, pertanian, perbankan, kedokteran, keolahragaan, dan sebagainya (Arikunto, 1998: 11).</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Ragam Penelitian menurut Pembentukan Ilmu</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Ilmu dapat dibentuk lewat penelitian induktif atau penelitian deduktif. Diterangkan secara sederhana, penelitian induktif adalah penelitian yang menghasilkan teori atau hipotesis, sedangkan penelitian deduktif merupakan penelitian yang menguji (mengetes) teori atau hipotesis (Buckley dkk., 1976: 21). Penelitian deduktif diarahkan oleh hipotesis yang kemudian teruji atau tidak teruji selama proses penelitian. Penelitian induktif diarahkan oleh keingintahuan ilmiah dan upaya peneliti dikonsentrasikan pada prosedur pencarian dan analisis data (Buckley dkk., 1976: 23). Setelah suatu teori lebih mantap (dengan penelitian deduktif) manusia secara alamiah ingin tahu lebih banyak lagi atau lebih rinci, maka dilakukan lagi penelitian induktif, dan seterusnya beriterasi sehingga khazanah ilmu pengetahuan semakin bertambah lengkap. Secara lebih jelas, penelitian deduktif dilakukan berdasar logika deduktif, dan penelitian induktif dilaksanakan berdasar penalaran induktif (Leedy, 1997: 94-95). Logika deduktif dimulai dengan premis mayor (teori umum); dan berdasar premis mayor dilakukan pengujian terhadap sesuatu (premis minor) yang diduga mengikuti premis mayor tersebut. Misal, dulu kala terdapat premis mayor bahwa bumi berbentuk datar, maka premis minornya misalnya adalah bila kita berlayar terus menerus ke arah barat atau timur maka akan sampai pada tepi bumi. Kelemahan dari logika deduktif adalah bila premis mayornya keliru.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Kebalikan dari logika deduktif adalah penalaran induktif. Penalaran induktif dimulai dari observasi empiris (lapangan) yang menghasilkan banyak data (premis minor). Dari banyak data tersebut dicoba dicari makna yang sama (premis mayor)&mdash;yang merupakan teori sementara (hipotesis), yang perlu diuji dengan logika deduktif.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>&nbsp;</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Ragam Penelitian menurut Bentuk data (kuantitatif atau kualitatif)</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Macam penelitian dapat pula dibedakan dari &ldquo;bentuk&rdquo; datanya, dalam arti data berupa data kuantitatif atau data kualitatif. Data kuantitatif diartikan sebagai data yang berupa angka yang dapat diolah dengan matematika atau statistik, sedangkan data kualitatif adalah sebaliknya (yaitu: datanya bukan berupa angka yang dapat diolah dengan matematika atau statistik). Meskipun demikian, kadang dilakukan upaya kuantifikasi terhadap data kualitatif menjadi data kuantitatif. Misal, persepsi dapat diukur dengan membubuhkan angka dari 1 sampai 5.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Penelitian yang datanya berupa data kualitatif disebut penelitian kuantitatif. </span></font><font><span>Dalam penelitian seperti itu, sering dipakai statistik atau pemodelan matematik. Sebaliknya, penelitian yang mengolah data kualitatif disebut sebagai penelitian kualitatif. Berkaitan dengan macam paradigma (positivisme, rasionalisme, fnomenologi) yang dibahas di bagian berikut, macam penelitian dapat dikombinasikan, misal: penelitian rasionalisme kuantitatif, penelitian rasionalisme kualitatif (misal: penelitian yang mengkait pola kota atau pola desain bangunan).</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Ragam Penelitian menurut Paradigma Keilmuan</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Menurut Muhajir (1990), terdapat tiga macam paradigma keilmuan yang berkaitan dengan penelitian, yaitu: (1) positivisme, (2) rasionalisme, dan (3) fenomenologi. Ketiga macam penelitian ini dapat dibedakan dalam beberapa sudut pandang (a) sumber kebenaran/teori, dan (2) teori yang dihasilkan dari penelitian. Dari sudut pandang sumber kebenaran, paradigma positivisme percaya bahwa kebenaran hanya bersumber dari empiri sensual, yaitu yang dapat ditangkap oleh pancaindera, sedangkan paradigma rasionalisme percaya bahwa sumber kebenaran tidak hanya empiri sensual, tapi juga empiri logik (pikiran: abstraksi, simplifikasi), dan empiri etik (idealisasi realitas). Paradigma fenomenologi menambah semua empiri yang dipercaya sebagai sumber kebenaran oleh rasionalisme dengan satu lagi yaitu empiri transcendental (keyakinan; atau yang berkaitan dengan Ke-Tuhan-an). Dari pandangan teori yang dihasilkan, penelitian dengan berbasis paradigma positivisme atau rasionalisme, keduanya menghasilkan sumbangan kepada khazanah ilmu nomotetik (prediksi dan hukum-hukum dari generalisasi). Di lain pihak, penelitian berbasis fenomenologi tidak berupaya membangun ilmu dari generalisasi, tapi ilmu idiografik (khusus berlaku untuk obyek yang diteliti). Sering ditanyakan manfaat dari ilmu yang berlaku local dibandingkan ilmu yang berlaku umum <em><span>(general). </span></em>Keduanya saling melengkapi, karena ilmu lokal menjelaskan kekhasan obyek dibandingkan yang umum. Misal, kini sedang berkembang ilmu tentang ASEAN <em><span>(ASEAN studies). </span></em>Manfaat dari ilmu semacam ini dapat dicontohkan sebagai berikut: di negara barat, banyak orang ingin berdagang di ASEAN; agar berhasil baik, mereka perlu mempelajari tatacara/kebiasaan/kultur berdagang di ASEAN, maka mereka mempelajari ilmu lokal yang menjelaskan perbedaan tatacara perdagangan di kawasan tersebut dibanding tatacara perdagangan yang umum di dunia.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Untuk lebih menjelaskan perbedaan antar ketiga macam penelitian berbasis tiga macam paradigma yang berbeda tersebut, di bawah ini (lihat Tabel Ragam-1)satu per satu dibahas lebih lanjut, terutama dari (a) kerangka teori sebagai persiapan penelitian, (b) kedudukan obyek dengan lingkungannya, (c) hubungan obyek dan peneliti, dan (d) generalisasi hasil&mdash;sumber: Muhadjir (1990).</span></font><font><span></span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span><!--[if gte vml 1]><v :shapetype  id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" o:spt="75" o:preferrelative="t"  path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f">  <v :stroke joinstyle="miter"/>  </v><v :formulas>   <v :f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"/>   <v :f eqn="sum @0 1 0"/>   <v :f eqn="sum 0 0 @1"/>   <v :f eqn="prod @2 1 2"/>   <v :f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"/>   <v :f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"/>   <v :f eqn="sum @0 0 1"/>   <v :f eqn="prod @6 1 2"/>   <v :f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"/>   <v :f eqn="sum @8 21600 0"/>   <v :f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"/>   <v :f eqn="sum @10 21600 0"/>  </v>  <v :path o:extrusionok="f" gradientshapeok="t" o:connecttype="rect"/>  <o :lock v:ext="edit" aspectratio="t"/> <v :shape id="_x0000_i1027" type="#_x0000_t75" style='width:390pt;  height:316.5pt'>  <v :imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\ADMINI~1.000\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image002.png"   o:title=""/> </v>< ![endif]--><!--[if !vml]--><img width="520" height="422" border="0" src="file:///C:/DOCUME%7E1/ADMINI%7E1.000/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image003.jpg" /><!--[endif]--></span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Ragam Penelitian menurut Strategi (Opini, Empiris, Arsip, Logika internal)</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Buckley dkk. (1976: 23) menjelaskan arti metodologi, strategi, domain, teknik, sebagai berikut:</span></font></p>
	<p class="MsoBodyText"><!--[if !supportLists]--><font>1)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]-->Metodologi merupakan kombinasi tertentu yang meliputi strategi, domain, dan teknik yang dipakai untuk mengembangkan teori (induksi) atau menguji teori (deduksi).</p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>2)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Strategi terkait dengan sifat alamiah yang esensial dari data dan proses data tersebut dikumpulkan dan diolah.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>3)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Domain berkaitan dengan sumber data dan lingkungannya.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>4)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Teknik terkait dengan alat pengumpulan dan pengolahan data. Teknik dibedakan dua macam, yaitu:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>a)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Teknik &ldquo;formal&rdquo; merupakan teknik yang diterapkan secara obyektif dan menggunakan data kuantitatif.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>b)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Teknik &ldquo;informal&rdquo; merupakan teknik yang diterapkan secara subyektif dan menggunakan data kualitatif.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Secara lebih sederhana, dapat dikatakan bahwa strategi berkaitan dengan &ldquo;cara&rdquo; kita melakukan pengembangan atau pengujian teori. Berkaitan dengan strategi, ragam penelitian dapat dibedakan menjadi empat, yaitu penelitian: (1) opini, (2) empiris, (3) kearsipan, dan (4) analitis.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><strong><font>1.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><strong><font><span>Penelitian Opini</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Bila peneliti mencari pandangan atau persepsi orang-orang terhadap suatu permasalahan, maka ia melakukan penelitian opini. Orang-orang tersebut dapat merupakan kelompok atau perorangan (jadi <em><span>domain</span></em>-nya dapat berupa kelompok atau individual). Terdapat banyak ragam metode/teknik yang dapat dipakai untuk penelitian opini perorangan, salah satunya yang populer dan formal adalah: metode penelitian survei <em><span>(survey research)</span></em></span></font><font><span>1</span></font><font><span>. Selain itu, penjaringan persepsi perorangan yang informal dapat dilakukan dengan teknik wawancara. Untuk mengumpulkan opini kelompok, secara formal, dapat dipakai metode Delphi. Metode ini dilakukan terhadap kelompok pakar, untuk mengembangkan konsensus&mdash;atau tidak adanya konsensus&mdash;dengan menghindari pengaruh opini antar pakar</span></font><font><span>2</span></font><font><span>. Teknik informal untuk menggali opini kelompok dapat dilakukan antara lain dengan curah gagas <em><span>(brainstorming)</span></em></span></font><em><font><span>3</span></font></em><em><font><span>. </span></font></em><font><span>Cara ini dilakukan dengan (a) menfokuskan pada satu masalah yang jelas, (b) terima semua ide, tanpa disangkal, tanpa melihat layak atau tidak, dan (c) katagorikan ide-ide tersebut.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><strong><font>2.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><strong><font><span>Penelitian Empiris</span></font></strong></p>
	<p class="MsoBodyTextIndent"><font><span>Empiris terkait dengan observasi atau kejadian yang dialami sendiri oleh peneliti. Penelitian empiris dapat dibedakan dalam tiga macam bentuk, yaitu: studi kasus, studi lapangan, dan studi laboratorium. Ketiga macam penelitian ini dapat dibedakan dari dua sudut pandang, yaitu: (a) keberadaan rancangan eksperimen, dan (b) keberadaan kendali eksperimen&mdash;seperti terlihat pada tabel berikut:</span></font><font><span></span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span><!--[if gte vml 1]><v :shape  id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" style='width:384pt;height:117.75pt'>  <v :imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\ADMINI~1.000\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image004.png"   o:title=""/> </v>< ![endif]--><!--[if !vml]--><img width="512" height="157" border="0" src="file:///C:/DOCUME%7E1/ADMINI%7E1.000/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image005.jpg" /><!--[endif]--></span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Teknik observasi merupakan teknik yang dapat dipakai untuk ketiga macam penelitian empiris di atas. Selain itu, untuk studi lapangan dapat dipakai teknik studi waktu dan gerak <em><span>(time and motion study), </span></em>misal dibantu dengan peralatan kamera video, TV sirkuit rertutup, atau alat &ldquo;penangkap&rdquo; kejadian (sensor) dan perekam yang lain. </span></font><font><span>Untuk studi laboratorium dapat dilakukan antara lain dengan simulasi (misal dengan komputer).</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><strong><font>3.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><strong><font><span>Penelitian Kearsipan</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&ldquo;Arsip&rdquo;, dalam hal ini, diartikan sebagai rekaman fakta yang disimpan. Kita bedakan tiga tipe arsip, yaitu: (1) primer, (2) sekunder, dan (3) fisik. Dua tipe yang pertama berkaitan dengan arsip tertulis, tape, dan bentuk -bentuk lain dokumentasi. Arsip primer adalah rekaman fakta langsung oleh perekamnya (misal: data perkantoran), sedangkan arsip sekunder merupakan hasil rekaman orang/pihak lain. Tipe ketiga, yaitu arsip fisik, dapat berupa batu candi, jejak kaki, dan sebagainya. Teknik informal dalam penelitian ini berupa antara lain: <em><span>scanning </span></em>dan observasi.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Teknik formal untuk arsip tertulis primer dapat dilakukan dengan metode analisis isi <em><span>(content analysis). </span></em>Terhadap arsip sekunder dapat dilakukan teknik <em><span>sampling</span></em>, sedangkan terhadap arsip fisik dapat dilakukan antara lain dengan pengukuran erosi dan akresi (untuk penelitian arkeologi).</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><strong><font>4.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><strong><font><span>Penelitian Analitis</span></font></strong></p>
	<p class="MsoBodyTextIndent"><font><span>Terdapat problema penelitian yang tidak dapat dipecahkan dengan penelitian opini, empiris atau kearsipan. Penelitian tersebut perlu dipecahkan secara analitis, yaitu dilakukan dengan cara memecah problema menjadi sub-sub problema (atau variabel-variabel) dan dicari karakteristik tiap sub problema (variabel) dan keterkaitan antar sub problema (variabel). </span></font><span>Penelitian analitis sangatmenggantungkan diri pada logika internal penelitinya, sehingga subyektivitas peneliti perlu dihindari. Untuk itu, penelitian analitis perlu mendasarkan diri pada filsafat atau logika. Terdapat berbagai teknik formal dalam penelitian analitis, antara lain: logika matematis, pemodelan matematis, dan teknik organisasi formal (<em><span>flowcharting</span></em>, analisis jaringan, strategi pengambilan keputusan, algoritma, heuristik). Catatan: Riset operasi merupakan pengembangan dari penelitian analitis. Teknik informal untuk penelitian analitis meliputi antara lain: skenario, dialektik, metode dikotomus, metode teralogis&mdash;lihat Buckley dkk. (1976: 27).</span></p>
	<p class="MsoBodyTextIndent"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Ragam Penelitian menurut Lain-lain</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Dalam literatur terdapat banyak ragam penelitian menurut berbagai sudut pandang, dan tidak semua ragam dapat dibahas disini. Pembahasan lain-lain hanya akan melihat ragam penelitian bersumber dari tiga pustaka, yaitu buku Arikunto (1998), Suryabrata (1983)</span></font><font><span>4</span></font><font><span>, dan Yin (1989)</span></font><font><span>5</span></font><font><span>.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>1.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Ragam Penelitian menurut pendekatan&mdash;sumber: Arikunto (1998: 9-10)</span></font></p>
	<p class="MsoBodyTextIndent"><!--[if !supportLists]--><font>a.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><span>Penelitian dengan pendekatan longitudinal (satu obyek penelitian dilihat bergerak sejalan dengan waktu)</span></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>b.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Penelitian dengan pendekatan penampang-silang (<em><span>cross-sectional</span></em>&mdash;yaitu banyak obyek penelitian dilihat pada satu waktu yang sama).</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>2.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Ragam Penelitian&mdash;sumber: Suryabrata (1983: 15-64)</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>a.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Historis (membuat rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan obyektif)</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>b.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Deskriptif (membuat deskripsi secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta dan sifat populasi atau daerah tertentu)</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>c.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Perkembangan (menyelidiki pola dan urutan pertumbuhan dan/atau perubahan sebagai fungsi waktu)</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>d.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Kasus/Lapangan (mempelajari secara intensif latar belakang keadaan sekarang dan interaksi lingkungan suatu obyek)</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>e.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Korelasional (mengkaji tingkat keterkaitan antara variasi suatu faktor dengan variasi faktor lain berdasar koefisien korelasi)</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>f.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Eksperimental sungguhan (menyelidiki kemungkinan hubungan sebab akibat dengan melakukan kontrol/kendali)</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>g.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Eksperimental semu (mengkaji kemungkinan hubungan sebab akibat dalam keadaan yang tidak memungkinkan ada kontrol/kendali, tapi dapat diperoleh informasi pengganti bagi situasi dengan pengendalian)</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>h.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Kausal-komparatif (menyelidiki kemungkinan hubungan sebab-akibat, tapi tidak dengan jalan eksperimen&mdash;dilakukan denganpengamatan terhadap data dari faktor yang diduga menjadi penyebab, sebagai pembanding)</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>i.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Tindakan (mengembangkan ketrampilan baru atau pendekatan baru dan diterapkan langsung serta dikaji hasilnya).</span></font><font><span></span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span><!--[if gte vml 1]><v :shape id="_x0000_i1028"  type="#_x0000_t75" style='width:414pt;height:230.25pt'>  <v :imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\ADMINI~1.000\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image006.png"   o:title=""/> </v>< ![endif]--><!--[if !vml]--><img width="552" height="307" border="0" src="file:///C:/DOCUME%7E1/ADMINI%7E1.000/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image007.jpg" /><!--[endif]--></span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>&nbsp;</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Ragam Penelitian &amp; Syarat penelitian</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Melihat banyak ragam penelitian dari berbagai sudut pandang dan dari berbagai pendapat para penulis, maka kita perlu hati-hati dalam menyebut ragam penelitian kita, karena dengan istilah yang sama tapi orang lain mungkin menangkap artinya secara berbeda. </span></font><font><span>Sering pula untuk satu pengertian yang sama tapi diberi istilah yang berbeda. </span></font><font><span>Selain itu, perlu diperhatikan bahwa penelitian perlu dilakukan dengan syarat:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>1)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>SISTEMATIK (menuruti prosedur tertentu, tidak ruwet), dan</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>2)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>OBYEKTIF (tidak subyektif, dengan sampel yang cukup, dipublikasikan agar dapat dievaluasi oleh kelompok pakar bidangnya/ peer)</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Catatan: syarat menjadi peneliti yang baik meliputi antara lain: mampu berpikir sistematis,</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>dan jujur.</span></font><font><span></span></font></p>
  <font><span><br /> </span></font><br />
<p align="center" class="MsoNormal"><a title="" name="_ftnref3" href="#_ftn3"><span class="MsoFootnoteReference"><sup><font><span>3</span></font></sup></span></a><font><span>Modul 3:</span></font></p>
	<p align="center" class="MsoNormal"><strong><font><span>UNSUR-UNSUR PROPOSAL PENELITIAN</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoBodyText"><font><span>Proposal atau usulan penelitian diperlukan untuk mengawali suatu kegiatan penelitian. Propsoal tersebut perlu dikaji atau dievaluasi oleh pembimbing penelitian atau evaluator dari pihak sponsor pemberi dana. Untuk memperlancar evaluasi atau kajian, proposal perlu mengikuti format tertentu dalam hal susunan isi, pengetikan, dan pengesahan (yang diminta oleh pembimbing atau evaluator). Dalam bab ini hanya format susunan isi yang dibahas, sedangkan untuk format pengetikan dan pengesahan silahkan mengacu pada pedoman yang berlaku.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Untuk membahas format susunan isi proposal penelitian, pertama dibahas unsure unsure proposal beserta keterkaitan antar unsur tersebut. Bahasan selanjutnya menyangkut tiap unsur, tetapi dibahas secara singkat dan dalam keterkaitannya dengan unsur &ndash;unsur lainnya. Bahasan yang lebih panjang lebar dan terfokus hanya pada unsur-unsur&mdash;yang dianggap terpenting&mdash;diberikan pada bab-bab tersendiri.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Unsur-unsur Isi Proposal dan Keterkaitannya</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Secara umum, isi proposal penelitian meliputi.unsur-unsur sebagai berikut (menurut</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>pedoman penulisan tesis yang dikeluarkan oleh Program Pascasacrajan UGM, 1997):</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>1)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Judul</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>2)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Latar belakang &amp; perumusan permasalahan (&amp; keaslian penelitian, dan faedah yang dapat diharapkan)</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>3)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Tujuan dan Lingkup penelitian</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>4)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Tinjauan Pustaka</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>5)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Landasan Teori</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>6)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Hipotesis</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>7)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Cara penelitian</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>8)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Jadwal penelitian</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>9)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Daftar Pustaka</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>10)</font><font><span>&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Lampiran</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
  <font><span><br /> </span></font><br />
<p class="MsoNormal"><font><span>Keterkaitan antar unsur tersebut terlihat seperti pada gambar di bawah ini:</span></font><font><span></span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span><!--[if gte vml 1]><v :shape id="_x0000_i1029"  type="#_x0000_t75" style='width:6in;height:221.25pt'>  <v :imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\ADMINI~1.000\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image008.png"   o:title=""/> </v>< ![endif]--><!--[if !vml]--><img width="576" height="295" border="0" src="file:///C:/DOCUME%7E1/ADMINI%7E1.000/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image009.jpg" /><!--[endif]--></span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Dari gambar di atas terlihat bahwa ada tiga unsur yang menjadi &ldquo;sentral&rdquo; keterkaitan</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>unsur-unsur proposal, yaitu: (a) rumusan permasalahan, (b) tinjauan pustaka, dan (c) cara penelitian. Rumusan masalah berfungsi mengarahkan fokus penelitian, sedangkan tinjauan pustaka merupakan dialog dengan khazanah ilmu pengetahuan, dan cara (metode) penelitian menjadi cetak biru (rancangan) untuk pelaksanaan penelitian. </span></font><font><span>Karena ketiga unsure ini menjadi sentral dari isi proposal penelitian, maka bahasan dimulai dari ketiga unusr tersebut. Bahasan di bawah ini bersifat singkat, sedangkan bahasan yang lebih panjang lebar diberikan dalam bab-bab tersendiri.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Judul, Latar belakang, dan Rumusan Permasalahan</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Bagian pertama atau awal sebuah proposal dimulai dengan (1) judul, disusul dengan</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>(2) latar belakang, (3) rumusan masalah, (4) keaslian penelitian, dan (5) faedah atau manfaat penelitian.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Judul proposal penelitian</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Judul merupakan gerbang pertama seseorang membaca sebuah proposal penelitian. karena merupakan gerbang pertama, maka judul proposal penelitian perlu dapat menarik minat orang lain untuk membaca. Judul perlu singkat tapi bermakna dan tentu saja harus jelas terkait dengan isinya. Judul karya ilmiah berbeda dengan judul novel atau semacamnya dalam hal kejelasan kaitannya dengan isi. Judul novel cenderung menarik minat pembaca dengan mencerminkan suatu &ldquo;misteri&rdquo; tentang isinya sehingga pembaca tergelitik ingin tahu isinya. Contoh judul novel: &ldquo;Di Balik Kegelapan Malam&rdquo;. Judul penelitian ilmiah biasanya tidak perlu dimulai dengan kata &ldquo;Studi&hellip;&rdquo;, &ldquo;Penelitian&hellip;&rdquo;, &ldquo;Kajian..&rdquo; dan sebagainya karena hal itu terlalu berlebihan. Demikian pula contohnya dalam dunia novel, tidak ada judul yang berbunyi &ldquo;Novel tentang di balik kegelapan malam&rdquo;. Judul sering berubah-ubah, makin singkat, dan makin tajam (sejalan dengan makin tajamnya rumusan permasalahan). Bila memang tidak dapat dipersingkat, meskipun tetap panjang, maka judul dapat dibuat bertingkat, yaitu judul utama, dan anak judul. Penghalusan atau perubahan judul juga perlu mempertimbangkan bahwa judul tersebut akan diakses (dicari) dengan komputer, sehingga pakailah kata atau istilah yang umum dalam bidang ilmunya.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Latar belakang</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Dua pertanyaan perlu dijawab dalam rangka mengisi bagian latar belakang ini, yaitu: Mengapa kita memilih permasalahan ini? Apakah ada opini independen yang menunjang diperlukannya penelitian ini?</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Untuk menjawab pertanyaan &ldquo;mengapa kita memilih permasalahan ini?&rdquo;, maka langkah pertama, kita perlu memilih bidang keilmuan yang kita ingin lakukan penelitiannya. Pemilihan bidang tersebut diteruskan ke sub-bidang dan seterusnya hingga sampai pada topik tertentu yang kita minati. Langkah kedua, kita perlu melakukan kajian terhadap pustaka berkaitan .kemajuan terakhir ilmu pengetahuan dalam topik tersebut&mdash;untuk mencari peluang pengembangan atau pemantapan teori. Minar maupun peluang tersebut seringkali didorong oleh isu nyata dan aktual&mdash;yang muncul di jurnal ilmiah terbaru atau artikel koran bermutu atau pidato penting dan aktual, atau direkomendasikan oleh penelitian sebelumnya.. Ini semua merupakan opini independen yang menunjang diperlukannya penelitian yang diusulkan tersebut. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Rumusan pe rmasalahan</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Rumusan permasalahan perlu dituliskan secara singkat, jelas, mudah dipahami dan mudah dipertahankan. Rumusan yang tersamar terkandung dalam alinea tidak diharapkan karena memaksa pembaca untuk mencari sendiri dan menginterpretasikan sendiri bagianbagian dari alinea atau kalimat-kalaimat yang bersifat rumusan permasalahan. Tuliskanlah rumusan permasalahan sebagai kalimat terakhir dari bagian ini agar mudah dibaca (dan mudah dicari)&mdash;bahasan lebih panjang lebar tentang cara-cara merumuskan permasalahan termuat di bab tersendiri.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Keaslian penelitian</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Dalam bagian ini, pada dasarnya, perlu kita tunjukkan (dengan dasar kajian pustaka) bahwa permasalahan yang akan kita teliti belum pernah diteliti sebelumnya. Tapi bila sudah pernah diteliti, maka perlu kita tunjukkan bahwa teori yang ada belum mantap dan perlu diuji kembali. Kondisi sebaliknya juga berlaku, yaitu bila permasalahan tersebut sudah pernah diteliti dan teori yang ada telah dianggap mantap, maka kita perlu mengganti permasalahan (dalam arti: mencari judul lain).</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Faedah yang diharapkan</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Dalam bagian ini perlu ditunjukkan manfaat atau faedah yang diharapkan dari penelitian ini untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan atau pembangunan negara. Manfaat bagi ilmu pengetahuan dapat berupa penemuan/pengembangan teori baru atau pemantapan teori yang telah ada. Bagi pembangunan negara, apakah hasil penelitian ini dapat diterapkan langsung ke praktek nyata? atau bila tidak langsung, jalur atau batu-batu loncatannya apa saja?</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Tujuan dan Lingkup Penelitian</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Tujuan penelitian berkaitan dengan kedudukan permasalahan penelitian dalam khazanah ilmu pengetahuan (yang tercermin dalam tinjauan pustaka). Kedudukan permasalahan&mdash;dilihat dari pandangan tertentu&mdash;mempunyai lima macam kemungkinan, yaitu; ekplorasi (masih &ldquo;meraba-raba&rdquo;), deskripsi (menjelaskan lebih lanjut), eksplanasi (mengkonfirmasikan teori), prediksi (menjelaskan hubungan sebab-akibat), dan aksi (aplikasi ke tindakan). Pandangan yang lain (Castetter dan Heisler, 1984: 9) membedakan tujuan penelitian <em><span>(purpose of study) </span></em>menjadi sembilan, yaitu: 1) mengkaji <em><span>(examine), </span></em>mendeskripsikan <em><span>(describe), </span></em>atau menjelaskan <em><span>(explain) </span></em>suatu fenomena unik; 2) meluaskan generalisasi suatu temuan tertentu; 3) menguji validitas suatu teori; 4) menutup kesenjangan antar teori (penjelasan, <em><span>explanasions) </span></em>yang ada; 5) memberikan penjelasan terhadap bukti-bukti yang bertentangan; 6) memperbaiki metodologi yang keliru; 7) memperbaiki interpretasi yang keliru; <img src='http://rai.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' />  mengatasi kesulitan dalam praktek; 9) memperbarui informasi, mengembangkan bukti longitudinal (dari masa ke masa). Seringkali untuk mencapai tujuan memerlukan waktu yang &ldquo;terlalu&rdquo; lama atau memerlukan tenaga yang &ldquo;terlalu&rdquo; besar. Agar penelitian dapat dikelola dengan baik, maka perlu dilakukan pembatasan terhadap pencapaian tujuan. Pembatasan tersebut dilakukan dengan membatasi lingkup penelitian. Pernyataan batasan lingkup ini juga berfungsi untuk lebih mempertajam rumusan permasalahan. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>&nbsp;</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Tinjauan Pustaka</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Tinjauan pustaka memuat uraian sistematis dan bersifat diskusi tentang hasil-hasil penelitian sebelumnya dan terkait serta ilmu pengetahuan mutakhir (berupa pustaka) yang terkait dengan permasalahan. Tinjauan pustaka berbeda dengan resensi pustaka. Resensi pustaka membahas pustaka satu demi satu, sedangkan tinjauan pustaka membahas pustaka-pustaka per topik (bukan per pustaka), dalam bentuk debat atau diskusi antar pustaka tentang suatu topik tertentu. Urutan topik diatur secara sitematis, dalam arti terdapat suatu kerangka yang jelas dalam merangkai topik-topik tersebut dalam suatu sistem.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Menurut Castetter dan Heisler (1984), tinjauan pustaka berfungsi: 1) untuk mempelajari sejarah permasalahan penelitian (sehingga dapat ditunjukkan bahwa permasalahan tersebut belum pernah diteliti atau bila sudah pernah, teori yang ada belum mantap); 2) untuk membantu pemilihan cara penelitian (dengan belajar dari pengalaman penelitian sebelumnya); 3) untuk memahami kerangka atau latar belakang teoritis dari permasalahan yang diteliti (hasil pemahaman tersebut dituliskan tersendiri sebagai &ldquo;Landasan Teori&rdquo;); 4) untuk memahami kelebihan atau kekurangan studi-studi terdahulu (tidak semua penelitian menghasilkan temuan yang mantap); 5) untuk menghindarkan duplikasi yang tidak perlu (hasil fungsi ini dituliskan sebagai &ldquo;Keaslian penelitian&rdquo;); 6) untuk memberi penalaran atau alasan pemilihan permasalahan (hasil fungsi ini dituliskan sebagai &ldquo;latar belakang&rdquo;).</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Catatan: Pustaka-pustaka yang diacu dalam tinjauan pustaka harus termuat informasinya dalam &ldquo;Daftar Pustaka&rdquo;. Cara pengacuan secara konsisten perlu mengikuti corak <em><span>(style) </span></em>tertentu.yang dianjurkan dalam pedoman penulisan tesis atau proposal penelitian.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Landasan Teori dan Hipotesis</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Seperti diterangkan di bagian &ldquo;Tinjauan Pustaka&rdquo;, landasan teori diangkat (disarikan) dari tinjauan pustaka tentang kerangka teori yang melatarbelakangi (menjadi landasan) bagi permasalahan yang diteliti. Landasan teori merupakan satu set teori yang dipilih oleh peneliti sebagai tuntunan untuk mengerjakan penelitian lebih lanjut dan juga termasuk untuk menulis hipotesis. Landasan teori dapat berbentuk uraian kualitatif, model matematis, atau persamaan-persamaan. Catatan: untuk beberapa macam penelitian (missal penelitian yang berbasis paradigma fenomenologi) tidak boleh atau tidak perlu mempunyai landasan teori dan hipotesis..</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Hipotesis memuat pernyataan singkat yang disimpulkan dari landasan teori atau tinjauan pustaka dan merupakan jawaban sementara (dugaan) terhadap permasalahan yang diteliti. Karena diangkat dari landasan teori, maka hipotesis merupakan &ldquo;kesimpulan teoritik&rdquo; (hasil perenungan teoritis) yang perlu diuji dengan kenyataan empirik. Hipotesis masih perlu diuji kebenarannya, maka isi hipotesis harus bersifat dapat diuji atau dapat dikonformasikan.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Menurut Borg dan Gall (dalam Arikunto, 1998: 70), penulisan hipotesis perlu mengikuti persayaratan sebagai berikut:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>a)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>dirumuskan secara singkat tapi jelas;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>b)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>dengan nyata menunjukkan adanya hubungan antara dua variabel atau lebih;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>c)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>didukung oleh teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli atau peneliti yang terkait (tercantum dalam landasan teori atau tinjauan pustaka).</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Cara Penelitian dan Jadwal Penelitian</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Secara umum, dalam cara penelitian perlu dijelaskan:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>1)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>ragam penelitian yang dianut (Amirin, 1986: 89, menyebutkannya sebagai &ldquo;corak&rdquo;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>1)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>penelitian)&mdash;lihat bab &ldquo;Ragam Penelitian&rdquo;;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>2)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>variabel-variabel yang diteliti;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>3)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>sumber data (tempat variabel berada; populasi dan sampelnya);</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>4)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>instrumen atau alat yang dipakai dalam pengumpulan data/survei (termasuk antara lain: kuesioner);</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>5)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>cara pengumpulan data atau survei;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>6)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>cara pengolahan dan analisis data.</span></font></p>
	<p class="MsoBodyText"><font><span>Butir ke 5 dan 6 di atas juga dicerminkan dalam bentuk jadwal penelitian. Jadwal penelitian menguraikan kegiatan dan waktu yang direncanakan dalam: (a) tahap-tahap penelitian, (b) rincian kegiatan pada setiap tahap, dan (c) waktu yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan tiap tahap. Jadwal dapat dipresentasikan dalam bentuk tabel/matriks atau uraian narasi.</span></font></p>
	<p class="MsoBodyText"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoBodyText"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Daftar Pustaka dan Lampiran</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Daftar Pustaka memuat informasi pustaka-pustaka yang diacu dalam proposal penelitian. Kadangkala untuk menunjukkan bahwa peneliti membaca banyak pustaka, maka dalam daftar pustaka dituliskan juga pustaka-pustaka yang nyatanya tidak diacu dalam narasi proposal. Hal ini tidak dianjurkan untuk dilakukan, karena sudah umum bahwa peneliti tentu membaca banyak pustaka dalam rangka penelitiannya. Dalam daftar pustaka, biasanya, buku dan majalah tidak dipisahkan dalam daftar sendiri-sendiri. Untuk penulisan daftar pustaka terdapat banyak corak tata penulisan&mdash; ikutilah petunjuk yang berlaku dan terapkan corak tersebut secara konsisten.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Lampiran dapat diisi dengan materi yang &ldquo;kurang penting&rdquo; dalam arti &ldquo;boleh dibaca atau tidak dibaca&rdquo;. Biasanya lampiran memuat antara lain: kuesioner dan daftar sumber data yang akan dikunjungi atau diambil datanya. Sebaiknya jumlah halaman lampiran tidak terlalu banyak agar tidak terasa lebih penting dibanding dengan isi utamanya.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Hubungan antara Proposal dan Laporan Penelitian</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Penyusunan proposal sebenarnya merupakan kegiatan yang menerus, meskipun pada saat yang telah ditetapkan kita harus memasukkan proposal untuk dievaluasi. Proposal yang telah selesai dievaluasi dan diterima untuk dilaksanakan tetap harus dikembangkan penulisannya. Isi proposal akan menjadi bahan awal bagi penulisan laporan penelitian, yaitu terlihat pada tabel di bawah ini:</span></font><font><span></span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span><!--[if gte vml 1]><v :shape id="_x0000_i1030"  type="#_x0000_t75" style='width:414pt;height:302.25pt'>  <v :imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\ADMINI~1.000\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image010.png"   o:title=""/> </v>< ![endif]--><!--[if !vml]--><img width="552" height="403" border="0" src="file:///C:/DOCUME%7E1/ADMINI%7E1.000/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image011.jpg" /><!--[endif]--></span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
  <font><span><br /> </span></font><br />
<p align="center" class="MsoNormal"><a title="" name="_ftnref4" href="#_ftn4"><span class="MsoFootnoteReference"><sup><font><span>4</span></font></sup></span></a><font><span>Modul 4:</span></font></p>
	<p align="center" class="MsoNormal"><strong><font><span>PERUMUSAN PERMASALAHAN</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Setelah peneliti menentukan bidang penelitian (<em><span>problem area) </span></em>yang diminatinya, kegiatan berikutnya adalah menemukan permasalahan (<em><span>problem finding </span></em>atau <em><span>problem generation</span></em>). Penemuan permasalahan merupakan salah satu tahap penting dalam penelitian. Situasinya jelas: bila permasalahan tidak ditemukan, maka penelitian tidak perlu dilakukan. Pentingnya penemuan permasalahan juga dinyatakkan oleh ungkapan: &ldquo;Berhasilnya perumusan permasalahan merupakan setengah dari pekerjaan penelitian&rdquo;. Penemuan permasalahan juga&nbsp; merupakan tes bagi suatu bidang ilmu; seperti diungkapkan oleh Mario Bunge (dalam : Buckley dkk., 1976, 14) dengan pernyataan: &ldquo;Kriteria terbaik untuk menjajagi apakah suatu disiplin ilmu masih hidup atau tidak adalah dengan memastikan apakah bidang ilmu tersebut masih mampu menghasilkan permasalahan . . . . </span></font><font><span>Tidak satupun permasalahan akan tercetus dari bidang ilmu yang sudah mati&rdquo;. Permasalahan yang ditemukan, selanjutnya perlu dirumuskan ke dalam suatu pernyataan (<em><span>problem statement</span></em>). Dengan demikian, pembahasan isi bab ini akan dibagi menjadi dua bagian: (1) penemuan permasalahan, dan (2) perumusan permasalahan.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Penemuan Permasalahan</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Kegiatan untuk menemukan permasalahan biasanya didukung oleh survai ke perpustakaan untuk menjajagi perkembangan pengetahuan dalam bidang yang akan diteliti, terutama yang diduga mengandung permasalahan. Perlu dimengerti, dalam hal ini, bahwa publikasi berbentuk buku bukanlah informasi yang terbaru karena penerbitan buku merupakan proses yang memakan waktu cukup lama, sehingga buku yang terbit&mdash;misalnya hari ini&mdash;ditulis sekitar satu atau dua tahun yang lalu. Perkembangan pengetahuan terakhir biasanya dipublikasikan sebagai artikel dalam majalah ilmiah; sehingga suatu (usulan) penelitian sebaiknya banyak mengandung bahasan tentang artikel-artikel (terbaru) dari majalah-majalah (jurnal) ilmiah bidang yang diteliti. Kegiatan penemuan permasalahan, seperti telah disinggung di atas, didukung oleh survai ke perpustakaan untuk mengenali perkembangan bidang yang diteliti. Pengenalan ini akan menjadi bahan utama deskripsi &ldquo;latar belakang permasalahan&rdquo; dalam usulan penelitian. Permasalahan dapat diidentifikasikan sebagai kesenjangan antara fakta dengan harapan, antara tren perkembangan dengan keinginan pengembangan, antara kenyataan dengan ide. Sutrisno Hadi (1986, 3) mengidentifikasikan permasalahan sebagai perwujudan &ldquo;ketiadaan, kelangkaan, ketimpangan, ketertinggalan, kejanggalan, ketidakserasian, kemerosotan dan semacamnya&rdquo;. Seorang peneliti yang berpengalaman akan mudah menemukan permasalahan dari bidang yang ditekuninya; dan seringkali peneliti tersebut menemukan permasalahan secara &ldquo;naluriah&rdquo;; tidak dapat menjelaskan bagaimana cara menemukannya. Cara-cara menemukan permasalahan ini, telah diamati oleh Buckley dkk. (1976) yang menjelaskan bahwa penemuan permasalahan dapat dilakukan secara &ldquo;formal&rsquo; maupun &lsquo;informal&rsquo;. Cara formal melibatkkan prosedur yang menuruti metodologi tertentu, sedangkan cara informal bersifat subjektif dan tidak &ldquo;rutin&rdquo;. Dengan demikian, cara formal lebih baik kualitasnya dibanding cara informal. Rincia n cara-cara yang diusulkan Buckley dkk. dalam kelompol formal dan informal terlihat pada gambar di bawah ini.</span></font><font><span></span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span><!--[if gte vml 1]><v :shape id="_x0000_i1026"  type="#_x0000_t75" style='width:414pt;height:216.75pt'>  <v :imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\ADMINI~1.000\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image012.png"   o:title=""/> </v>< ![endif]--><!--[if !vml]--><img width="552" height="289" border="0" src="file:///C:/DOCUME%7E1/ADMINI%7E1.000/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image013.jpg" /><!--[endif]--></span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Bukley dkk., (1976:16-27) menjelaskan cara-cara penemuan permasalahan&mdash;baik formal maupun informal&mdash;sebagai diuraikan di bagian berikut ini. Setelah permasalahan ditemukan, kemudian perlu dilakukan pengecekan atau evaluasi terhadap permasalahan tersebut&mdash; sebelum dilakukan perumusan permasalahan.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Cara-cara Formal Penemuan Permasalahan</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Cara-cara formal (menurut metodologi penelitian) dalam rangka menemukan permasalahan dapat dilakukan dengan alternatif-alternatif berikut ini:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><strong><font>1)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><strong><font><span>Rekomendasi suatu riset. </span></font></strong><font><span>Biasanya, suatu laporan penelitian pada bab terakhir memuat kesimpulan dan saran. Saran (rekomendasi) umumnya menunjukan kemungkinan penelitian lanjutan atau penelitian lain yang berkaitan dengan kesimpulan yang dihasilkan. Saran ini dapat dikaji sebagai arah untuk menemukan permasalahan.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><strong><font>2)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><strong><font><span>Analogi </span></font></strong><font><span>adalah suatu cara penemuan permasalahan dengan cara &ldquo;mengambil&rdquo; pengetahuan dari bidang ilmu lain dan menerapkannya ke bidang yang diteliti. Dalam hal ini, dipersyaratkan bahwa kedua bidang tersebut haruslah sesuai dalam tiap hal-hal yang penting. Contoh permasalahan yang ditemukan dengan cara analogi ini, misalnya: &ldquo;apakah Proses perancangan perangkat lunak komputer dapat diterapkan pada proses perancangan arsitektural&rdquo; (seperti diketahui perencanaan perusahaan dan perencanaan arsitektural mempunyai kesamaan dalam hal sifat pembuatan keputusannya yang <em><span>Judgmental</span></em>).</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><strong><font>3)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><strong><font><span>Renovasi. </span></font></strong><font><span>Cara renovasi dapat dipakai untuk mengganti komponen yang tidak cocok lagi dari suatu teori. Tujuan cara ini adalah untuk memperbaiki atau meningkatkan kemantapan suatu teori. Misal suatu teori menyatakan &ldquo;ada korelasiyang signifikan antara arah pengembangan bangunan rumah tipe tertentu dalam perumahan sub &ndash; inti dengan tipe bangunan rumah asal penghuninya&rdquo; dapat direnovasi menjadi permasalahan &ldquo;seberapa korelasi antara arah pengembangan bangunan rumah tipe tertentu dalam perumahan sub &ndash; inti dengan tipe bangunan rumah asal penghuninya dengan tingkat pendidikan penghuni yang berbeda&rdquo;. Dalam contoh di atas, kondisi yang &ldquo;umum&rdquo; diganti dengan kondisi tingkat pendidikan yang berbeda.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><strong><font>4)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><strong><font><span>Dialektik, </span></font></strong><font><span>dalam hal ini, berarti tandingan atau sanggahan. Dengan cara dialektik, peneliti dapat mengusulkan untuk menghasilkan suatu teori yang merupakan tandingan atau sanggahan terhadap teori yang sudah ada.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><strong><font>5)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><strong><font><span>Ekstrapolasi </span></font></strong><font><span>adalah cara untuk menemukan permasalahan dengan membuat tren (<em><span>trend</span></em>) suatu teori atau tren permasalahan yang dihadapi.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><strong><font>6)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><strong><font><span>Morfologi </span></font></strong><font><span>adalah suatu cara untuk mengkaji kemungkinan-kemungkinan kombinasi yang terkandung dalam suatu permasalahan yang rumit, kompleks.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><strong><font>7)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><strong><font><span>Dekomposisi </span></font></strong><font><span>merupakan cara penjabaran (pemerincian) suatu pemasalahan ke dalam komponen-komponennya.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><strong><font>8)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><strong><font><span>Agregasi </span></font></strong><font><span>merupakan kebalikan dari dekomposisi. Dengan cara agregasi, peneliti dapat mengambil hasil-hasil peneliti atau teori dari beberapa bidang (beberapa penelitian) dan &ldquo;mengumpulkannya&rdquo; untuk membentuk suatu permasalah yang lebih rumit, kompleks.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Cara-cara Informal Penemuan Permasalahan</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Cara-cara informal (subyektif) dalam rangka menemukan permasalahan dapat dilakukan dengan alternatif-alternatif berikut ini:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><strong><font>1)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><strong><font><span>Konjektur </span></font></strong><font><span>(naluriah). Seringkali permasalahan dapat ditemukan secara konjektur (naluriah), tanpa dasar-dasar yang jelas. Bila kemudian, dasar-dasar atau latar belakang permasalahan dapat dijelaskan, maka penelitian dapat diteruskan secara alamiah. Perlu dimengerti bahwa naluri merupakan fakta apresiasi individu terhadap lingkungannya. Naluri, menurut Buckley, dkk., (1976, 19), merupakan alat yang berguna dalam proses penemuan permasalahan.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><strong><font>2)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><strong><font><span>Fenomenologi. </span></font></strong><font><span>Banyak permasalahan baru dapat ditemukan berkaitan dengan fenomena (kejadian, perkembangan) yang dapat diamati. Misal: fenomena pemakaian komputer sebagai alat bantu analisis dapat dikaitkan untuk mencetuskan&nbsp; permasalahan &ndash; misal: seperti apakah pola dasar pendaya &ndash; gunaan komputer dalam proses perancangan arsitektural.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><strong><font>3)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><strong><font><span>Konsensus </span></font></strong><font><span>juga merupakan sumber untuk mencetuskan permasalahan. Misal, terdapat konsensus bahwa kemiskinan bukan lagi masalah bagi Indonesia, tapi kualitas lingkungan yang merupakan masalah yang perlu ditanggulangi (misal hal ini merupakan konsensus nasional).</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><strong><font>4)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><strong><font><span>Pengalaman. </span></font></strong><font><span>Tak perlu diragukan lagi, pengalaman merupakan sumber bagi permasalahan. Pengalaman kegagalan akan mendorong dicetuskannya permasalahan untuk menemukan penyebab kegagalan tersebut. Pengalaman keberhasilan juga akan mendorong studi perumusan sebab-sebab keberhasilan. Umpan balik dari klien, misal, akan mendorong penelitian untuk merumuskan komunikasi arsitek dengan klien yang lebih baik.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Pengecekan Hasil Penemuan Permasalahan</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Permasalahan yang telah ditemukan selalu perlu dicek apakah permasalahan tersebut dapat (patut) untuk diteliti (<em><span>researchable</span></em>). Pengecekan ini, biasanya, didasarkan pada tiga hal: (i) faedah, (ii) lingkup, dan (iii) kedalaman. Pengecekan <em><span>faedah </span></em>ditelitinya suatu permasalahan dikaitkan dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan atau penerapan pada praktek (pembangunan). Ditanyakan: apakah penelitian atas permasalahan tersebut akan berfaedah untuk ilmu pengetahuan, misal dapat merevisi, memperluas, memperdalam pengetahuan yang ada, atau menciptakan pengetahuan baru. Dicek pula: apakah penelitian tersebut mempunyai aplikasi teoritikal dan atau praktikkal. Suatu penelitian agar dapat diterima oleh pemberi dana atau pemberi &ldquo;nilai&rsquo; perlu mempunyai faedah yang jelas (penjelasan faedah diharapkan bukan hanya bersifat &ldquo;klise&rdquo;).</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Peneliti yang belum berpengalaman sering mencetuskan permasalahan yang <em><span>berlingkup </span></em>terlalu luas, yang memerlukan masa penelitian yang sangat lama (di luar jangkauan). Misal: penelitian untuk &ldquo;menemukan cara terbaik pelaksanaan pembangunan rumah tinggal&rdquo; akan memerlukan waktu yang &ldquo;tak terhingga&rdquo; karena harus membandingkan semua kemungkinan cara pelaksanaan pembangunan rumah tinggal. Lingkup penelitian, biasanya, cukup sempit, tapi diteliti secara mendalam. Faktor <em><span>kedalaman </span></em>penelitian juga merupakan salah satu yang perlu dicek. Penelitian, bukan sekedar mengumpulkan data, menyusunnya dan memprosesnya untuk mendapatkan hasil, tetapi diperlukan pula adanya interpretasi (pembahasan) atas hasil. Penelititan perlu dapat menjawab: apa &ldquo;arti&rdquo; semua fakta yang terkumpul. Dengan pengertian ini, suatu pengukuran kemiringan menara pemancar teve belum dianggap mempunyai kedalaman yang cukup (hanya merupakan pengumpulan data dan pelaporan hasil pengukuran). Tetapi, penelitian tentang &ldquo;pengaruh kemiringan menara pemancar teve&nbsp; terhadap kualitas siaran&rdquo; merupakan penelitian karena memerlukan interpretasi tehadap persepsi pirsawan atas kualitas siaran yang dipengaruhi oleh kemiringan.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Indikasi permasalahan yang <em><span>belum </span></em>merupakan permasalahan penelitian ditunjukkan oleh Leedy (1997: 46-48), yaitu:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>1)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>yang bersifat hanya pengumpulan informasi yang bertujuan untuk mengerti lebih banyak tentang suatu topik; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>2)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>yang jawabnya ya atau tidak; pembandingan dua set data tanpa intepretasi; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>3)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>pengukuran koefisien korelasi antara dua set data.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Perumusan Permasalahan</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Sering dijumpai usulan penelitian yang memuat &ldquo;latar belakang permasalahan&rdquo; secara panjang lebar tetapi tidak diakhiri (atau disusul) oleh rumusan (pernyataan) permasalahan. Pernyataan permasalahan sebenarnya merupakan kesimpulan dari uraian &ldquo;latar belakang&rdquo; tersebut. Castetter dan Heisler (1984, 11) menerangkan bahwa pernyataan permasalahan merupakan ungkapan yang jelas tentang hal-hal yang akan dilakukan peneliti. Cara terbaik unutk mengungkapkan pernyataan tersebut adalah dengan pernyataan yang sederhana dan langsung, tidak berbelit-belit. Pernyataan permasalahan dari suatu penelitian merupakan &ldquo;jantung&rdquo; penelitian dan berfungsi sebagai pengarah bagi semua upaya dalam kegiatan penelitian tersebut. Pernyataan permasalahan yang jelas (tajam) akan sanggup memberi arah (gambaran) tentang macam data yang diperlukan, cara pengolahannya yang cocok, dan memberi batas lingkup tertentu pada temuan yang dihasilkan.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Contoh ungkapan permasalahan yang jelas, tajam, diberikan oleh Sumiarto (1985) yang meneliti dalam bidang perumahan pedesaan. Permasalahan yang dikemukakannya, sebagai berikut: &ldquo;Kesimpulan yang dapat ditarik sebagai permasalahan P3D [Perintisan Pemugaran Perumahan Desa] yang dapat memberikan arah pada studi yang akan dilakukan adalah mempertanyakan keberhasilan dari tujuan P3D. Secara lebih spesifik dapat dikemukakan beberapa (sub) permasalahan</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>sebagai berikut:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>a)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Apakah setelah menerima bantuan P3D, kondisi mereka akan menjadi lebih baik, dalam arti adanya peningkatan dalam cara bermukin yang lebih baik serta lebih sehat? </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>b)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Apakah bantuan yang diberikan oleh P3D telah memberikan hasil sesuai seperti yang diharapkan, yaitu penerima bantuan telah memberikan respon yang positif yang berupa tenaga, material, bahkan finansial, sehingga lebih dari apa yang diberikan oleh P3D. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>c)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Lebih jauh lagi, apakah P3D telah mampu membangkitkan efek berlifat ganda (multiplier effect), sehingga masyarakat yang tidak meneriman bantuan P3D terangsang secara swadata menyelenggarakan sendiri peningkatan kondisi rumah dan lingkungannya?&rdquo; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyTextIndent2"><font><span>(Sumiarto 1985, 17-18)</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Bentuk Rumusan Permasalahan</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Contoh pernyataan permasalahan di atas mengambil bentuk satu pernyataan disusul oleh beberapa pertanyaan. Castette dan Heisler (1984, 11) menjelaskan bahwa secara keseluruhan ada 5 macam bentuk pernyataan permasalahan, yaitu:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>(1) bentuk satu pertanyaan (<em><span>question</span></em>);</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>(2) bentuk satu pertanyaan umum disusul oleh beberapa pertanyaan yang spesifik;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>(3) bentuk satu penyataan (<em><span>statement</span></em>) disusul oleh beberapa pertanyaan (<em><span>question</span></em>).</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>(4) bentuk hipotesis; dan</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>(5)</font><font><span>&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>bentuk pernyataan umum disusul oleh beberapa hipotesis.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Bentuk Hipotesis nampaknya jarang dipakai lagi pula, biasanya perletakan hipotesis dalam laporan atau usulan penelitian tidak menempati posisi yang biasa ditempati oleh pernyataan permasalahan. Hal yang lain, bentuk pertanyaan seringkali dapat diujudkan (diubah) pula sebagai bentuk pernyataan. </span></font><font><span>Dengan demikian, secara umum, hanya ada dua bentuk pernyataan permasalahan:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>(1)</font><font><span>&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Bentuk satu pertanyaan atau pernyataan</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Misal:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>a)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Pertanyaan:</span></font></p>
	<p class="MsoBodyTextIndent3"><font><span>&ldquo;Seberapa pengaruh tingkat penghasilan pada perubahan fisik rumah perumahan KPR?&rdquo; &ldquo;Faktor-faktor apa saja dan seberapa besar pengaruh masing-masing factor pada persepsi penghuni terhadap desain rumah sub&ndash;inti?&rdquo; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyTextIndent3"><!--[if !supportLists]--><font>b)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><span>Pernyataan (biasanya diungkapkan sebagai &ldquo;maksud&rdquo;) &ldquo;Maksud penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa pengaruh tingkat penghasilan pada perubahan fisik rumah perumahan KPR.&rdquo; &ldquo;Maksud penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja dan seberapa besar pengaruh masing-masing faktor pad persepsi terhadap desain rumah sub&ndash;inti.</span></p>
	<p class="MsoBodyTextIndent3"><!--[if !supportLists]--><font>(2)</font><font><span>&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><span>Bentuk satu pertanyaan atau pernyataan umum disusul oleh beberapa pertanyaan atau pernyataan yang spesifik (Catatan: kebanyakan permasalahan terlalu besar atau kompleks sehingga perlu dirinci)</span></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Misal: Permasalahan umum: Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi hasil desain seorang arsitek dan seberapa pengaruh tiap-tiap faktor? Lebih spesifik lagi, permasalahan dalam penelitian ini dapat dirinci sebagai berikut: </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>a.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Apakah sekian faktor yang mempengaruhi hasil desain seorang arsitek secara umum di Amerika Serikat terjadi pula di Indonesia?</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>b.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Seberapa besar pengaruh faktor-faktor tersebut mempengaruhi hasil desain arstiek di Indonesia?</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Karakteristik Rincian Permasalahan</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Karakteristik tiap rincian permasalahan atau sub-problema (menurut Leedy, 1997:56-57) sebagai berikut:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>1)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Setiap rincian permasalahan haruslah merupakan satuan yang dapat diteliti (<em><span>a researchable unit </span></em>).</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>2)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Setiap rincian terkait dengan interpretasi data.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>3)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Semua rincian permasalahan perlu terintegrasi menjadi satu kesatuan permasalahan yang lebih besar (sistemik).</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>4)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Rincian yang penting saja yang diteliti (tidak perlu semua rincian permasalahan diteliti)</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>5)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Hindari rincian permasalahan yang pengatasannya tidak realistik.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Contoh Rumusan Permasalahan</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Di bawah ini diberikan beberapa contoh rumusan masalah, sebagai berikut: &ldquo;. . . . . . . permasalahan sebagai berikut: Apakah kalsium hidroksida mempunyai pengaruh sitotoksik terhadap sel fibroblast embrio <em><span>Gallus domesticus </span></em>secara <em><span>in Vitro, </span></em>dan apakah besar konsentrasi kalsium hidroksida berpengaruh terhadap sifat sitotoksisitasnya?&rdquo;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&ldquo;. . . . . . . . . dengan penelitian ini ingin diketahui faktor &ndash; faktor apa yang dapat mempengaruhi perilaku ibu &ndash; ibu dalam menangani diare pada bayi dan anak balita.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>&nbsp;</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>&nbsp;</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>&nbsp;</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>&nbsp;</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>&nbsp;</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Keterkaitan antara Rumusan Permasalahan dengan Hipotesis dan Temuan Penelitian</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Bila penelitian telah selesai dilakukan, maka dalam laporan penelitian perlu ditunjukkan &ldquo;benang merah&rdquo; (keterkaitan yang jelas) antara rumusan permasalahan dengan hipotesis (sebagai &ldquo;jawaban&rdquo; sementara terhadap permasalahan penelitian). Rincian dalam permasalahan perlu berkaitan lengasung dengan rincian dalam hipotesis, dalam arti, suatu rincian dalam hipotesis menjawab suatu rincian dalam permasalahan. Demikian pula, perlu diperlihatkan keterkaitan tiap rincian dalam temuan (sebagai jawaban nyata terhadap permasalahan) dengan tiap rincian dalam rumusan permasalahan.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Baik permasalahan, hipotesis dan temuan&mdash;sebagai upaya pengembangan atau pengujian teori&mdash;berkaitan secara substantif dengan tinjauan pustaka (sebagai kajian terhadap isi khazanah ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan permasalahan penelitian). Kaitan substantif diartikan sebagai hubungan &ldquo;isi&rdquo;, tidak perlu dalam bentuk keterkaitan antar rincian.</span></font><font><span></span></font></p>
  <font><span><br /> </span></font><br />
<p align="center" class="MsoNormal"><a title="" name="_ftnref5" href="#_ftn5"><span class="MsoFootnoteReference"><sup><font><span>5</span></font></sup></span></a><font><span>Modul 5:</span></font></p>
	<h2><strong><font><span>PENULISAN TINJAUAN PUSTAKA</span></font></strong><font><span></span></font></h2>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>T</span></font></strong><font><span>injauan Pustaka mempunyai arti: peninjauan kembali pustaka-pustaka yang terkait (<em><span>review of related literature</span></em>). Sesuai dengan arti tersebut, suatu tinjauan pustaka berfungsi sebagai peninjauan kembali (<em><span>review</span></em>) pustaka (laporan penelitian, dan sebagainya) tentang masalah yang berkaitan&mdash;tidak selalu harus tepat identik dengan bidang permasalahan yang dihadapi&mdash;tetapi termasuk pula yang seiring dan berkaitan (<em><span>collateral</span></em>). Fungsi peninjauan kembali pustaka yang berkaitan merupakan hal yang mendasar dalam penelitian, seperti dinyatakan oleh Leedy (1997) bahwa semakin banyak seorang peneliti mengetahui, mengenal dan memahami tentang penelitian-penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya (yang berkaitan erat dengan topik penelitiannya), semakin dapat dipertanggung jawabkan caranya meneliti permasalahan yang dihadapi. Walaupun demikian, sebagian penulis (usulan penelitian atau karya tulis) menganggap tinjauan pustaka merupakan bagian yang tidak penting sehingga ditulis &ldquo;asal ada&rdquo; saja atau hanya untuk sekedar membuktikan bahwa penelitian (yang diusulkan) belum pernah dilakukan sebelumnya. Pembuktian keaslian penelitian tersebut sebenarnya hanyalah salah satu dari beberapa kegunaan tinjauan pustaka. Kelemahan lain yang sering pula dijumpai adalah dalam penyusunan, penstrukturan atau pengorganisasian tinjauan pustaka.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Banyak penulisan tinjauan pustaka yang mirip resensi buku (dibahas buku per buku, tanpa ada kaitan yang bersistem) atau mirip daftar pustaka (hanya menyebutkan siapa penulisnya dan di pustaka mana ditulis, tanpa membahas apa yang ditulis). Berdasar kelemahan-kelemahan yang sering dijumpai di atas, tulisan ini berusaha untuk memberikan kesegaran pengetahuan tentang cara-cara penulisan tinjauan pustaka yang lazim dilakukan. Cakupan tulisan ini meliputi empat hal, yaitu: (a) kegunaan, (b) organisasi tinjauan pustaka, (c) kaitan tinjauan pustaka dengan daftar pustaka, dan (d) cara pencarian bahan-bahan pustaka, terutama dengan memanfaatkan teknologi informasi.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Kegunaan Tinjauan Pustaka</span></font></strong></p>
	<p class="MsoBodyText"><font><span>Leedy (1997, hal. 71) menerangkan bahwa suatu tinjauan pustaka mempunyai kegunaan untuk: (1) mengungkapkan penelitian-penelitian yang serupa dengan penelitian yang (akan) kita lakukan; dalam hal ini, diperlihatkan pula cara penelitian-penelitian tersebut menjawab permasalahan dan merancang metode penelitiannya; (2) membantu memberi gambaran tentang metoda dan teknik yang dipakai dalam penelitian yang mempunyai permasalahan serupa atau mirip penelitian yang kita hadapi; (3) mengungkapkan sumber-sumber data (atau judul-judul pustaka yang berkaitan) yang mungkin belum kita ketahui sebelumnya; (4) mengenal peneliti-peneliti yang karyanya penting dalam permasalahan yang kita hadapi (yang mungkin dapat dijadikan nara sumber atau dapat ditelusuri karya -karya tulisnya yang lain&mdash;yang mungkin terkait);&nbsp; (5) memperlihatkan kedudukan penelitian yang (akan) kita lakukan dalam sejarah perkembangan dan konteks ilmu pengetahuan atau teori tempat penelitian ini berada; (6) menungkapkan ide-ide dan pendekatan-pendekatan yang mungkin belum kita kenal sebelumya; (7) membuktikan keaslian penelitian (bahwa penelitian yang kita lakukan berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya); dan (8) mampu menambah percaya diri kita pada topik yang kita pilih karena telah ada pihakpihak lain yang sebelumnya juga tertarik pada topik tersebut dan mereka telah mencurahkan tenaga, waktu dan biaya untuk meneliti topik tersebut.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Dalam penjelasan yang hampir serupa, Castetter dan Heisler (1984, hal. 38-43) menerangkan bahwa tinjauan pustaka mempunyai enam kegunaan, yaitu: (1) mengkaji sejarah permasalahan; (2) membantu pemilihan prosedur penelitian; (3) mendalami landasan teori yang berkaitan dengan permasalahan; (4) mengkaji kelebihan dan kekurangan hasil penelitian terdahulu; (5) menghindari duplikasi penelitian; dan (6) menunjang perumusan permasalahan. Karena penjelasan Castetter dan Heisler di atas lebih jelas, maka pembahasan lebih lanjut tentang kegunaan tinjauan pustaka dalam tulisan ini mengacu pada penjelasan mereka. Satu persatu kegunaan (yang saling kait mengkait) tersebut dibahas dalam bagian berikut ini. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>&nbsp;</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Kegunaan 1: Mengkaji sejarah permasalahan</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Sejarah permasalahan meliputi perkembangan permasalahan dan perkembangan penelitian atas permasalahan tersebut. Pengkajian terhadap perkembangan permasalahan secara kronologis sejak permasalahan tersebut timbul sampai pada keadaan yang dilihat kini akan memberi gambaran yang lebih jelas tentang perkembangan materi permasalahan (tinjauan dari waktu ke waktu: berkurang atau bertambah parah; apa penyebabnya). Mungkin saja, tinjauan seperti ini mirip dengan bagian &ldquo;Latar belakang permasalahan&rdquo; yang biasanya ditulis di bagian depan suatu usulan penelitian. Bedanya: dalam tinjauan pustaka, kajian selalu mengacu pada pustaka yang ada. Pengkajian kronologis atas penelitian&ndash;penelitian yang pernah dilakukan atas permasalahan akan membantu memberi gambaran tentang apa yang telah dilakukan oleh peneliti-peneliti lain dalam permasalahan tersebut. Gambaran bermanfaat terutama tentang pendekatan yang dipakai dan hasil yang didapat.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Kegunaan 2: Membantu pemilihan prosedur penelitian</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Dalam merancang prosedur penelitian (<em><span>research design</span></em>), banyak untungnya untuk mengkaji prosedur-prosedur (atau pendekatan) yang pernah dipakai oleh peneliti-peneliti terdahulu dalam meneliti permasalahan yang hampir serupa. Pengkajian meliputi kelebihan dan kelemahan prosedur-prosedur yang dipakai dalam menjawab permasalahan. Dengan mengetahui kelebihan dan kelemahan prosedur-prosedur tersebut, kemudian dapat dipilih, diadakan penyesuaian, dan dirancang suatu prosedur yang cocok untuk penelitian yang dihadapi.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoBodyText3"><strong><font><span>Kegunaan 3: Mendalami landasan teori yang berkaitan dengan permasalahan</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Salah satu karakteristik penelitian adalah kegiatan yang dilakukan haruslah berada pada konteks ilmu pengetahuan atau teori yang ada. Pengkajian pustaka, dalam hal ini, akan berguna bagi pendalaman pengetahuan seutuhnya (<em><span>unified explanation</span></em>) tentang teori atau bidang ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan permasalahan. Pengenalan teori-teori yang tercakup dalam bidang atau area permasalahan diperlukan untuk merumuskan landasan teori sebagai basis perumusan hipotesa atau keterangan empiris yang diharapkan.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Kegunaan 4: Mengkaji kelebihan dan kekurangan hasil penelitian terdahulu</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Di bagian awal tulisan ini disebutkan bahwa kegunaan tinjauan pustaka yang dikenal umum adalah untuk membuktikan bahwa penelitian (yang diusulkan) belum pernah dilakukan sebelumnya. Pembuktian keaslian penelitian ini bersumber pada pengkajian terhadap penelitian-penelitian yang pernah dilakukan. Bukti yang dicari bisa saja berupa kenyataan bahwa belum pernah ada penelitian yang dilakukan dalam permasalahan itu, atau hasil penelitian yang pernah ada belum mantap atau masih mengandung kesalahan atau kekurangan dalam beberapa hal dan perlu diulangi atau dilengkapi. Dalam penelitian yang akan dihadapi sering diperlukan pengacuan terhadap prosedur dan hasil penelitian yang pernah ada (lihat kegunaan 2). Kehati-hatian perlu ada dalam pengacuan tersebut. Suatu penelitian mempunyai lingkup keterbatasan serta kelebihan dan kekurangan. Evaluasi yang tajam terhadap kelebihan dan kelemahan tersebut akan&nbsp; berguna terutama dalam memahami tingkat kepercayaan (<em><span>level of significance</span></em>) hal-hal yang diacu. Perlu dikaji dalam penelitian yang dievaluasi apakah temuan dan kesimpulan berada di luar lingkup penelitian atau temuan tersebut mempunyai dasar yang sangat lemah. Evaluasi ini menghasilkan penggolongan pustaka ke dalam dua kelompok:&nbsp; 1. Kelompok Pustaka Utama (<em><span>Significant literature</span></em>); dan 2. </span></font><font><span>Kelompok Pustaka Penunjang (<em><span>Collateral Literature</span></em>).</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Kegunaan 5: Menghindari duplikasi penelitian</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Kegunaan yang kelima ini, agar tidak terjadi duplikasi penelitian, sangat jelas maksudnya. Masalahanya, tidak semua hasil penelitian dilaporkan secara luas. Dengan demikian, publikasi atau seminar atau jaringan informasi tentang hasil-hasil penelitian sangat penting. Dalam hal ini, peneliti perlu mengetahui sumber-sumber informasi pustaka dan mempunyai hubungan (<em><span>access</span></em>) dengan sumber-sumber tersebut. Tinjauan pustaka, berkaitan dengan hal ini, berguna untuk membeberkan seluruh pengetahuan yang ada sampai saat ini berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi (sehingga dapat menyakinkan bahwa tidak terjadi duplikasi).</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Kegunaan 6: Menunjang perumusan permasalahan</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Kegunaan yang keenam dan taktis ini berkaitan dengan perumusan permasalahan. Pengkajian pustaka yang meluas (tapi tajam), komprehe nsif dan bersistem, pada akhirnya harus diakhiri dengan suatu kesimpulan yang memuat permasalahan apa yang tersisa, yang memerlukan penelitian; yang membedakan penelitian yang diusulkan dengan penelitianpenelitian yang pernah dilakukan sebelumnya. Dalam kesimpulan tersebut, rumusan permasalahan ditunjang kemantapannya (<em><span>justified</span></em>). Pada beberapa formulir usulan penelitian (seperti misalnya pada formulir Usulan Penelitian DPP FT UGM), bagian kesimpulan ini sengaja dipisahkan tersendiri (agar lebih jelas menonjol) dan ditempatkan sesudah tinjauan pustaka serta diberi judul &ldquo;Keaslian Penelitian&rdquo;. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Organisasi Tinjauan Pustaka</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Seperti telah dijelaskan di atas, banyak dijumpai kelemahan dalam penulisan tinjauan pustaka dilihat dari cara menyusun atau mengorganisasi materinya. Organisasinya yang lemah ditunjukan oleh tidak adanya sistem (keterkaitan) yang jelas ditampilkan dalam tinjauan pustaka tersebut. Berkaitan denga persyaratan untuk bersistem tersebut, dalam formulir Usulan Penelitian DPP FT UGM telah ditulis dengan jelas, sebagai berikut: </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&ldquo;TINJAUAN PUSTAKA (Buatlah suatu uraian yang baik, luas dan bersistem mengenai penelitian-penelitian yang sudah pernah diadakan dan yang mempunyai kaitan dengan penelitian yang diusulkan ini&hellip;.)&rdquo;.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Dalam hal organisasi tinjauan pustaka, Castetter dan Heisler (1984, hal. 43-45) menyarankan tentang bagian-bagian tinjauan pustaka, yang meliputi: (1). pendahuluan, (2) pembahasan, dan (3) kesimpulan. Dalam bagian pendahuluan, biasanya ditunjukan peninjauan dan kriterian penetapan pustaka yang akan ditinjau (dapat diungkapkan dengan sederetann pertanyaan keinginan&ndash;tahu). Pada bagian pendahuluan ini pula dijelaskan tentang organisasi tinjauan pustaka, yaitu pengelompokan secara sistematis dengan menggunakan judul dan sub-judul pembahasan; umumnya, pengelompokan didasarkan pada topik; cara lain, berdasar perioda (waktu, kronologis). Contoh &ldquo;bagian pendahuluan&rdquo; dari suatu tinjauan pustaka sebagai berikut&mdash;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Contoh 1: Tinjauan pustaka dalam penelitian ini meliputi lima kelompok pembahasan. </span></font><font><span>Pembahasan pertama merupakan tinjauan singkat tentang system permodelan transportasi kota, sebagai pengantar atau pengenalan tentang penyebaran beban lalulintas ke ruas-ruas jalan. Pembahasan kedua berkaitan dengan pengetahuan penyebaran beban lalulintas ke ruas-ruas jalan (<em><span>trip assignment</span></em>) itu sendiri, dan pembahasan kelompok ketiga menyangkut tinjauan kronologis pengembangan paket-paket program komputer untuk perhitungan sebaran beban lalulintas. Pembahasan keempat bersangkut&ndash;paut dengan kritik terhadap paket-paket komputer dalam bidang system permodelan transportasi kota yang ada; sedangkan pembahasan kelima memfokuskan pada interaksi (dialog) antara program komputer dan pemakai. (Sumber: Djunaedi, 1988)</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Contoh 2:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&hellip;.tinjauan pustaka ini dirancang untuk menjawab beberapa pertanyaan sebagai berikut:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>1)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Seperti apakah proses perencanaan kota komprehensif itu?</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>2)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Bagian mana saja dari proses tersebut yang terstruktur dan bagian mana saja yang tidak terstruktur?</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>3)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Sejauh mana bagian-bagian proses tersebut sampai saat ini telah terkomputerkan?</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>4)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Siapa saja atau pihak mana yang terlibat dalam proses perencanaan tersebut?</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>5)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Seperti apakah produk akhir dari proses perencanaan tersebut?</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>(Sumber: Djunaedi, 1986: hal. 9)</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Bagian kedua, pembahasan, disusun sesuai organisasi yang telah ditetapkan dalam bagian pendahuluan. Pembahasan pustaka perlu dipertimbangkan keterbatasan bahwa tidak mungkkin (tepatnya: tidak perlu) semua pustaka dibahas dengan kerincian yang sama; ada pustaka yang lebih penting dan perlu dibahas lebih rinci daripada pustaka lainnya. Dalam hal ada kemiripan isi, perincian dapat diterapkan pada salah satu pustaka; sedangkan pustaka lainnya cukup disebutkan saja tapi tidak dirinci. Misal : Komponen Sistem Penunjang Pembuatan Keputusan, seperti dijelaskan oleh Mittra (1986), meliputi empat modul: pengendali, penyimpan data, pengolah data, dan pembuat model. Penjelasan serupa diberikan pula oleh Sprague dan Carlson (1982), dan Bonczek et al. (1981). Sebagai peninjauan yang bersistem, disamping menuruti organisasi yang telah ditetapkan, dalam pembahasan secara rinci perlu ditunjukkan keterkaitan satu pustaka dengan pustaka lainnya. </span></font><font><span>Bukan hanya menyebut &ldquo;Si A menjelaskan bahwa . . . . . . Si B menerangkan . . . .</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>. . Si Z memerinci . . . . . . &ldquo;; tapi perlu dijelaskan keterkaitannya, misal &ldquo;Si B menerangkan bahwa . . . . . . sebaliknya si G membantah hal tersebut dan menyatakan bahwa . . . . . .</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Bantahan serupa muncul dari berbagai pihak, misalnya diungkapkan oleh si W, si S dan si Y. Ketiga penulis terakhir ini bahkan menyatakan bahwa . . . . . .</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Tinjauan Pustaka diakhiri dengan kesimpulan atau ringkasan yang menjelaskan tentang &ldquo;apa arti <em><span>semua </span></em>tinjauan pustaka tersebut (<em><span>what does it all mean?</span></em>)&rdquo;. Secara rinci, kesimpulan atau ringkasan tersebut hendaknya memuat jawaban terhadap pertanyaanpertanyaan berikut ini, tentang:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>(a)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>status saat ini, mengenai pengetahuann yang berkaitan dengan permasalahan yang akan diteliti (apakah permasalahan sebenarnya telah tuntas terjawab?);</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>(b)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>penelitian-penelitian terdahulu yang dengan permasalahan yang dihadapi (adakah sesuatu dan apakah yang dapat dimanfaatkan?);</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>(c)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>kualitas penelitian-penelitian yang dikaji (mantap atau hanya dapat dipercayai sebagian saja?);</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>(d)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>kedudukan dan peran penelitian yang diusulkan dalam konteks ilmu pengetahuan yang ada.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Contoh bagian ringkasan dari tinjauan pustaka:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Isi tinjauan pustaka di atas dapat diringkas sebagai berikut:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>(1)</font><font><span>&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Telah tersedia pengetahuan tentang teknik perhitungan sebaran beban lalulinas ke ruas-ruas jalan.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><em><font>(2)</font><font><span>&nbsp;&nbsp; </span></font></em><!--[endif]--><font><span>Teknik tersebut telah diwujudkan dalam suatu bagian dari program komputer berskala besar sampai menengah, yang dijalankan denngan komputer besar <em><span>(main&ndash;frame).</span></em></span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>(3)</font><font><span>&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Dibutuhkan penerapan teknik tersebut pada komputer mikro mengingat komputer mikro telah tersebar luas di Indonesia.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>(4)</font><font><span>&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Untuk pembuatan program simulator ini perlu dipertimbangkan hasil-hasil penelitian yang pernah dilakukan menyangkut interaksi (dialog) antara program komputer dan pemakai yang bukan pemrogram, terutama dalam bentuk dialog, keterlibatan pemakai, dan keterbatasan waktu dalam diri pemakai.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>(Sumber: Djunaedi, 1988)</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Kaitan Tinjauan Pustaka dengan Daftar Pustaka</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Di bagian awal tulisan in telah disebutkan bahwa sering terdapat penulisan tinjauan pustaka yang mirip daftar pustaka. </span></font><font><span>Misal: &ldquo;Tentang hal A dibahas oleh si H dalam buku . . .</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>. . . , si B dalam buku . . . . . . ; sedangkan tentang hal J diterangkan oleh si P dalam buku . .</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>. . . . &ldquo;. Peninjauan seperti ini biasanya tidak menyebutkan apa yang dijelaskan oleh masing masing pustaka secara rinci (hanya menyebutkan <em><span>siapa </span></em>dan <em><span>dimana </span></em>ditulis). </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Penyebutan judul buku, yang seringkali tidak hanya sekali, tidak efisien dan menyaingi tugas daftar pustaka. Dalam tulisan ini, cara peninjauan seperti itu tidak disarankan. Pengacuan pustaka dalam tinjauan pustaka dapat dilakukan dengan cara yang bermacam-macam, antara lain: penulisan catatan kaki, dan penulisan nama pengarang dan tahun saja. Setiap cara mempunyai kelebihan dan kekurangan; tapi peninjauan tentang kelebihan dan kekurangan tersebut di luar lingkup tulisan ini. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Dalam tulisan ini hanya akan dibahas pemakaian cara penulisan nama akhir pengarang dan tahun penerbitan (dan sering ditambah dengan nomor halaman). Misal: Dalam hal organisasi tinjauan pustaka, Castetter dah Heisler (1984, hal. 43-45) menyarankan tentang bagian-bagian tinjauan pustaka, yang meliputi: (1) pendahuluan, (2) pembahasan, dan (3) kesimpulan. Pengacuan cara di atas mempunyai kaitan erat dengan cara penulisan daftar pustaka.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Penulisan daftar pustaka umumnya tersusun menurut abjad nama akhir penulis; dengan format: nama penulis, tahun penerbitan dan seterusnya. Susunan dan format daftar pustaka tersebut memudahkan untuk membaca informasi yang lengkap tentang yang diacu dalam tinjauan pustaka. </span></font><font><span>Misal, dalam tinjauan pustaka:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&ldquo;. . . . . . Mittra (1986) . . . . . .&rdquo;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Dalam daftar pustaka, tertulis:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Mittra, S. S., 1996, <em><span>Decision Support System: Tools and Techniques, </span></em>John Wiley &amp; Sons, New York, N. Y.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Sering terjadi, seorang penulis (usulan penelitian atau karya tulis) ingin menunjukan bahwa bahan bacaannya banyak; meskipun tidak dibahas dan tidak diacu dalam tulisannya, semuanya ditulis dalam daftar pustaka. Maksud yang baik ini sebaiknya ditunjukan dengan membahas dan mengemukakan secara jelas (menurut aturan pengacuan) apa yang diacu dari pustaka-pustaka tersebut dalam tulisannya. Tentunya hal yang sebaliknya, yaitu menyebut nama pengarang yang diacu dalam tinjauan pustaka tanpa menuliskannya dalam daftar pustaka (karena lupa) tidak perlu terjadi.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Berikut ini salah satu petunjuk tentang penulisan nama untuk pengacuan dalam tinjauan pustaka (dan daftar pustaka)&mdash;dikutip dari petunjuk yang dikeluarkan oleh Program Pascasarjana UGM (1997: hal. 16-17):</span></font><font><span></span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>&nbsp;</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>F. Penulisan Nama</span></font></strong></p>
	<p class="MsoBodyText2"><font>Penulisan nama mencakup narna penulis yang diacu dalam uraian, daftar pustaka, nama yang lebih dan satu suku kata, nama dengan garis penghubung, nama yang diikuti dengan singkatan, dan derajat kesarjanaan.</font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><em><font><span>1. Nama penulis yang diacu dalam uraian</span></font></em></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Penulis yang tulisannya diacu daiam uraian hanya disebutkan narna akhimya saja, dan kalau lebih dari 2 orang, hanya nama akhir penulis pertama yang dicantumkan dlikuti dengan dkk atau <em><span>et al</span></em>:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>a. Menurut Calvin (1978) &#8230;.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>b. Pirolisis ampas tebu (Othmer dan Fernstrom, 1943) menghasilkan..</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>c. Bensin dapat dibuat dari metanol (Meisel dkk, 1976) &#8230;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Yang membuat tulisan pada contoh (c) berjumiah 4 orang, yaitu Meisel, S.L., McCullough, J.P., Leckthaler, C.H., dan Weisz, P.B.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><em><font><span>&nbsp;</span></font></em></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><em><font><span>2. Nama penulis dalam daftar pustaka</span></font></em></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Dalam daftar pustaka, semua penulis harus dicantumkan namanya, dan tidak boleh hanya penulis pertama diambah dkk atau et al. saja.</span></font><font><span></span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Contoh:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Meisei, S.L., McCullough, J.P., Leckthaler, C.H., dan Weisz, P.B., 1 976, &#8230;.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Tidak boleh hanya:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Meisel, S.L. dkk atau Meisel, S.L. et al.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><em><font><span>3. Nama ponulis lebih dari satu sutu kata</span></font></em></strong></p>
	<p class="MsoBodyText2"><font>Jika nama penulis ierdiri dari 2 suku kata atau lebih, cara penulisannya ialah narna akhir diikuti dengan koma, singkatan nama depan, tengah dan seterusnya, yang semuanya diberi titik, atau nama akhir dilkuti dengan suku kata nama depan, tengah, dan eterusnya.</font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Contoh:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>a. Sutan Takdir Alisyahbana ditulis: Alisyahbana S.T., atau Alisyahbana, Sutan Takdir.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>b. Donald Fitzgerald Othmer ditulis: Othmer, D.F.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><em><font><span>4. Nama dengan garis penghubung</span></font></em></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Kalau nama penulis dalam sumber aslinya ditulis dengan garis penghubung di antara dua suku katanya, rraka keduanya dianggap sebagai satu kesatuan.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Contoh:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Sulastin-Sutrisno ditulis Sulastin-Sutrisno.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><em><font><span>5. Nama yang diikuti dengan singkatan</span></font></em></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Nama yang diikuti dengan singkatan, dianggap bahwa singkatan itu menjadi satu dengan suku kata yang ada di depannya.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Contoh:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>a. Mawardi A.l. ditulis: Mawardi A.l.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>b. Williams D. Ross Jr. ditulis: Ross Jr., W.D.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><em><font><span>&nbsp;</span></font></em></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><em><font><span>6 . Derajat kosarjanaan</span></font></em></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Derajat kesarjanaan tidak boleh dicantumkan.</span></font><font><span></span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Di bawah ini adalah salah satu contoh format daftar pustaka&mdash;dikutip dari petunjuk</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>yang dikeluarkan oleh Program Pascasarjana UGM (1997: hal. 26):</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Anderson, T.F. 1951. Techniques for the Preservation of Three Dimensional Structure in Preparing Specimens for the Electron Microscope. Trans.  N.Y. Acad. Sci. 13: 130- 134.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Andrew, Jr., H.N. 1961. Studies in-Paleabotany. John Wiley &amp; Sons, Inc., New York. Berlyn, G.P. and J.P. Miksche. 1976. Botanical Microtechnique and Cytochemistry. The lowa State University Press, Ames. Iowa.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Bhojwani, S.S. and S.P. Bhatnagar, 1981. The Embryology of Angiosperms. Vikas Publishing House PVT Ltd., New Delhi.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Cronquist, A. 1973. Basic Botany. Warper &amp; Row Publisher,New York.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Cutler, D.F., 1978. Applied P/ant Anatomy. Longman, London.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Dawes. C.J. 1971. Bio/ogica/ Techniques in E/ectron Microscopy. Barnes &amp; Nob/e, /nc., New York.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Dv Praw, E.J. 1972. The Bioscience: Cel/ and Mo/ecu/ar Bio/ogy. Cell and Molecular Biology Council, Standford, Califomia.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Bohlin, P. 1968. Use of the Scanning Reflection Electron Microscope in the Study of Plant and Microbial Material. J. Roy. Microscop. Soc. 88: 407 - 418.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Erdtman, G. 1952. Po/len Morpho/ogy and P/ant Taxonomy. Almquist &amp; Wiksell, Stockholm &ndash; The Chronica Botanica Co., Waltham,  Mass.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Esau, K. 1965. P/ant Anatomy. JohnWiley &amp; Sons. Inc., New York.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Esau, K. 1977. Anatomy of Seed P/ants. John Wiley 8 Sons. New York.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Faegri, K. and J. Iversen.- 1975. Texbook of Po/len Ana/ysis. Hainer   Press, New York.</span></font><font><span></span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>&nbsp;</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>&nbsp;</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>&nbsp;</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Pencarian Pustaka secara elektronis/on-line</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Pada saat ini, banyak informasi ilmiah yang tersedia untuk diakses secara elektronis</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>atau on-line. Informasi ilmiah tersebut tersedia dari media seperti: CD-ROM (yang dibaca lewat komputer), pita rekaman suara, pita rekaman video, dan lewat internet. Leedy (1997: hal. 73) menjelaskan beberapa keuntungan mencari informasi ilmiah secara on-line, yaitu antara lain: tersedia jutaan informasi dalam bentuk elektronis yang dipasarkan mendunia, publikasi elektronis biasanya lebih baru karena prosesnya lebih cepat daripada publikasi cetak, dan pencarian informasi berkecepatan tinggi (karena menggunakan komputer). Masalah yang saat ini dihadapi adalah beberapa institusi pendidikan belum mempunyai standar pengacuan bagi informasi ilmiah yang didapat dari sumber elektronis.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Misal: seperti apa format sumber pustaka elektronis dari CD-ROM dan internet? Untuk mengisi kekosongan format tersebut, di bawah ini dikutipkan format yang disarankan oleh Kennedy (1998: hal. 175-176):</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><em><font><span>Komponen dasar dari sitasi (pengacuan) pustaka adalah sebagai berikut: </span></font></em><font><span>Nama akhir pengarang, Inisial. Tahun publikasi (bila ada). <em><span>Judul karya</span></em>. Judul tempat atau media informasi (tanggal informasi dikumpulkan dari media tersebut).</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><em><font><span>&nbsp;</span></font></em></p>
	<p class="MsoNormal"><em><font><span>Contoh untuk situs FTP (File Transfer Protocol):</span></font></em></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Johnson, P. 1994. <em><span>Tropical Indonesian </span></em>Architecture ftp://indoarch.com/Pub/CCC94/johnson-p (22 Apr. 2000).</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><em><font><span>Contoh untuk situs WWW (World Wide Web):</span></font></em></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Djunaedi, A. 2000. <em><span>The History of Indonesian Urban Planning.. </span></em>http://www.mpkd -ugm.ac.id/adj/riset99/ (18 Apr. 2000).</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><em><font><span>Contoh untuk informasi lewat e -mail:</span></font></em></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Djunaedi, A. 22 Maret 2000. <em><span>The urban pattern of some coastal cities in the northern Central  Java.. </span></em>research-news@ugm.ac.id (19 Apr. 2000).</span></font><font><span></span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
  <font><span><br /> </span></font><br />
<p align="center" class="MsoNormal"><font><span>Modul 6:</span></font></p>
	<p align="center" class="MsoNormal"><strong><font><span>RUANG LINGKUP </span></font></strong></p>
	<h5><strong><font>PENELITIAN MANAJEMEN</font></strong><font><span></span></font></h5>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>&nbsp;</span></font></strong></p>
	<h4><!--[if !supportLists]--><strong><font>A.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><font><span>Ruang Lingkup Penelitian Manajemen</span></font></h4>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Penelitian manajemen adalah penelitian yang umumnya dilakukan oleh akademisi yang mengkaji keilmuan manajemen seperti bisnis umum,&nbsp; manajemen pemasaran, manajemen keuangan, manajemen sumber daya manusia dan perilaku organisasi, sistem informasi manajemen, dan manajemen operasional. Penelitian manajemen tergolong kepada penelitian bisnis. Makna penelitian bisnis adalah proses pengumpulan dan analisis data yang sistematis dan obyektif untuk membantu pembuatan keputusan bisnis (Indriantoro&nbsp; dan Supomo, 1999).Beberapa kelompok dalam penelitian manajemen dapat dilihat pada penggolongan dan contoh-contoh objek penelitian berikut ini (Indriantoro, dan Supomo, 1999; Sugiyono, 1999; Supranto, 1997; Rangkuti, 2001): </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>1.5.1. Bisnis Umum&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<ul>
<li><font><span>Peramalan Bisnis&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></li>
	<li><font><span>Trend Bisnis Dan Industri&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></li>
	<li><font><span>Inflasi dan Penentuan Harga&middot;</span></font></li>
	<li><font><span>Akuisisi&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></li>
	<li><font><span>Ekspor dan Perdagangan Internasional&middot;&nbsp;&nbsp; </span></font></li>
	<li><font><span>Studi Kelayakan Bisnis&middot;</span></font></li>
	<li><font><span>Profil Pelaku Bisnis yang Sukses&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></li>
	<li><font><span>Bisnis Pejabat&middot;&nbsp; </span></font></li>
	<li><font><span>Nilai Budaya </span></font></li>
	<li><font><span>Bisnis Antar Suku&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></li>
	<li><font><span>Peranan Lembaga Konsumen&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></li>
	<li><font><span>Dan lain-lain </span></font></li>
</ul>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>1.5.2.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Manajemen Pemasaran&middot; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Potensi Pasar&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Karakteristik Pasar&middot; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Penjualan&middot;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Strategi Pemasaran&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Inovasi produk &middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Pengaduan konsumen&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Perilaku Konsumen&middot; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Image Konsumen&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Studi Kelayakan Pasar &middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Profil &amp; Dinamika Konsumen&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Analisis Lokasi&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Studi Kelayakan Pasar&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Pengujian Pasar&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Segmentasi Pasar&middot;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Produk Baru&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Saluran Distribusi&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Promosi&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Periklanan&middot;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Multilevel Marketing &middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Franchising (Waralaba)&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Kepemimpinan Pasar&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Pelayanan&middot;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Tingkat Penjualan&middot;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Persaingan Pasar&middot;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Respon akibat perubahan harga&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Elastisitas harga &middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Biaya setiap lini produk&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Angggaran promosi optimal&middot;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Pengujian iklan yang kreatif&middot; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Intensitas Grosir dan retail&middot;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Dan lain-lain </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>1.5.3.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Manajemen Keuangan&middot;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Anggaran&middot;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Sumber-sumber Pembiayaan&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Modal Kerja&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Tingkat Bunga dan Resiko Kredit&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Investasi &middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Biaya Modal&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Portofolio&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Penilaian Saham dan Obligasi&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Analisis Biaya &middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Hasil Resiko&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Rasio-Rasio Keuangan&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Lembaga Keuangan&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Implikasi Pajak &middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Merger dan Akuisisi, </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>dan lain-lain </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>1.5.4.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Manajemen Sumber Daya Manusia dan Perilaku Organisasi&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Manajemen Mutu Terpadu&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Motivasi dan Kepuasan Kerja&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Gaya</span></font><font><span> Kepemimpinan&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Produktivitas Tenaga Kerja&middot;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Efektivitas Organizational&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Budaya &amp; Komunikasi Organisasi&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Studi Gerak dan Waktu&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Serikat Pekerja&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Perilaku Karyawan&middot;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Loyalitas Kerja&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Kinerja Supervisor&middot;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Sistem Penilaian Kerja&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Pengambilan Keputusan&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Penilaian Kinerja&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Stress Kerja &middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Manajemen Konflik&middot;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Emotional Quetion&middot;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Spritual Quetion&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Desain Organisasi&middot;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Perubahan &amp; Pengembangan Org. &middot;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Rekruitment&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Seleksi dan Penempatan&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Sistem Kompensasi&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Peng. Karir, </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Promosi, </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Mutasi&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Kreativitas Manajemen &middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Model-Model Pola Kerja&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Manajemen Partisipasi&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Perbedaan Gender &middot; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Polusi dan Kesehatan Kerja&middot; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Pemberhentian &middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Dan lain-lain </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>1.5.5.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Sistem Informasi Manajemen:&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Sistem Informasi Eksekutif&middot;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Sistem Komunikasi Bisnis&middot;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Sistem Dukungan Keputusan&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Aliansi fungsi Sistem Informasi&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Personel Sistem Informasi&middot;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Pengembangan Sistem Informasi&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Jaringan Efektif MIS&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Penggunaan Konsultan dlm. </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Pembuatan Keputusan &middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Dan lain-lain </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>1.5.6.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Manajemen Operasi dan Produksi:&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Sistem Produksi&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Penentuan Lokasi&middot;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Plant layout&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Prosedur Dan Metode Kerja&middot; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Mesin Dan Peralatan Produksi&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Material Handling&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pemeliharaan (Maintenance) &middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Sistem Pergudangan&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Pengendalian Persediaan &middot;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Pengendalian Material&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Pengendalian Tenaga Kerja&middot;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Pengendalian Mutu&middot; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Statistical Quality Control&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Dan lain-lain&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><font><span>Objek-objek di atas dapat dijadikan sebagai permasalah penelitian untuk kemudian disusun menjadi judul penelitian. Untuk memperkaya contoh-contoh objek penelitian dapat dilihat pada situs-situs internet, seperti jurnal on-line, perpustakaan on-line, situs-situs universitas, dan situs-situs lainnya. Cara penelusuran ke berbagai situs internet dapat dilihat dalam tulisan &ldquo;Pemanfaatan Internet dalam Proses Belajar dan Penulisan Karya Ilmiah Bidang Manajemen dan Bisnis (Juliandi, 2002)&nbsp; atau mengakses ke situs jurnal versi On-line dengan alamat http://manbisnis.tripod.com. Situs ini adalah situs &ldquo;Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis&rdquo; Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
  <font><span><br /> </span></font><br />
<p align="center" class="MsoNormal"><font><span>Modul 7:</span></font></p>
	<p align="center" class="MsoNormal"><strong><font><span>PENULISAN SKRIPSI </span></font></strong></p>
	<p align="left" class="MsoBodyText"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p align="left" class="MsoBodyText"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Penulisan skripsi untuk semua jenis penelitian di sajikan dalam lima bab sebagai berikut: </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font><img width="11" height="11" border="0" alt="*" src="file:///C:/DOCUME%7E1/ADMINI%7E1.000/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" /></font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Bab I : Pendahuluan </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font><img width="11" height="11" border="0" alt="*" src="file:///C:/DOCUME%7E1/ADMINI%7E1.000/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" /></font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Bab II : Tinjauan Pustaka </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font><img width="11" height="11" border="0" alt="*" src="file:///C:/DOCUME%7E1/ADMINI%7E1.000/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" /></font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Bab III : Metode Penelitian&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font><img width="11" height="11" border="0" alt="*" src="file:///C:/DOCUME%7E1/ADMINI%7E1.000/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" /></font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Bab IV : Hasil Penelitian dan Bahasan&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font><img width="11" height="11" border="0" alt="*" src="file:///C:/DOCUME%7E1/ADMINI%7E1.000/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" /></font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Bab V : Simpulan dan Saran&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><em><font><span>Untuk lebih lanjut: Lihat Buku Pedoman Penulisan Skripsi yang berlaku di Institusi anda!</span></font></em></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Setiap penulisan dari bab ke bab dianggap perlu untuk menyajikan alinea pembuka/penghubung berisi uraian pengantar yang menjelaskan keterkaitan bab yang bersangkutan dengan bab sebelumnya. Alinea penghubung ini ditulis dalam alinea pertama dari setiap awal bab. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Adapun penjelasan secara rinci sebagai berikut : </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<h1><strong><font><span>I. PENDAHULUAN </span></font></strong></h1>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; a. Latar Belakang Permasalahan</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; b. Rumusan Permasalahan</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; c. Tujuan dan Kegunaan Penelitian </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>PENJELASAN </span></font></p>
	<h2 align="left"><strong><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; a. Latar Belakang Permasalahan </span></font></strong></h2>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>1)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Latar Belakang Permasalahan merupakan penjelasan fenomena yang diamati dan menarik perhatian peneliti dan bukan merupakan alasan pemilihan judul. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>2)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Latar Belakang Penelitian apabila memungkinkan dapat didukung oleh data penunjang, yang dapat digali dari sumber utama dan/atau sumber kedua seperti <a title="" name="_ftnref6" href="#_ftn6"><span class="MsoFootnoteReference"><sup><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><sup><font><span>[1]</span></font></sup></span><!--[endif]--></sup></span></a>Biro Pusat Statistik, hasil penelitian terdahulu, jurnal dan internet </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>3)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Latar Belakang Penelitian memuat hasil penelitian terdahulu (dari jurnal) dengan menyebutkan sumber jurnal yang dipakai sebagai referensi.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>4)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Apabila perusahaan (sebagai sumber utama) belum menyajikan laporan keuangan, misalnya rasio keuangan (financial ratio), maka dalam Latar Belakang Penelitian disajikan minimal 3 periode atau tahun. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<h2 align="left"><strong><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; b. Rumusan Permasalahan</span></font></strong></h2>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>1)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Rumusan permasalahan disajikan secara singkat dalam bentuk kalimat tanya, yang isinya mencerminkan adanya permasalahan yang perlu dipecahkan atau adanya permasalahan yang perlu untuk dijawab. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>2)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Rumusan permasalahan merupakan inti penelitian, sehingga bisa dipakai pertimbangan menyusun judul dan hipotesa</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<h2 align="left"><strong><font>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </font></strong><font><span>c. Tujuan dan Kegunaan Penelitian </span></font></h2>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>1)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Tujuan Penelitian </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Tujuan penelitian merupakan sasaran yang hendak dicapai oleh peneliti sebelum melakukan penelitian dan mengacu pada permasalahan. Berikut ini beberapa contoh cara pengungkapan tujuan penelitian yang umumnya diawali dengan kalimat tujuan penelitian adalah untuk &hellip;&hellip;&hellip;&hellip;. atau penelitian ini bertujuan untuk &hellip;&hellip;&hellip;&hellip;&hellip;&hellip;&hellip;dan sebagainya. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>2)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Kegunaan Penelitian </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Kegunaan penelitian, menguraikan kontribusi yang diharapkan dari hasil penelitian itu sendiri. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<h1><strong><font><span>2. TINJAUAN PUSTAKA </span></font></strong></h1>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; a. Kerangka Teori </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; b. Hipotesis Penelitian </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>PENJELASAN </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<h2 align="left"><strong><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; a. Kerangka Teori </span></font></strong></h2>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>1)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Kerangka teori sebaiknya menggunakan acuan yang berhubungan dengan permasalahan yang diteliti dan acuan-acuan yang berupa hasil penelitian terdahulu (bisa disajikan di Bab II atau dibuat sub-bab tersendiri)</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>2)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Cara penulisan dari subbab ke subbab yang lain harus tetap mempunyai keterkaitan yang jelas dengan memperhatikan aturan penulisan pustaka. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>3)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Penulisan nama pengarang dalam <a title="" name="_ftnref7" href="#_ftn7"><span class="MsoFootnoteReference"><sup><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><sup><font><span>[2]</span></font></sup></span><!--[endif]--></sup></span></a>Endnotes atau Footnotes yang bersumber dari kepustakaan tidak perlu mencantumkan gelar akademik. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>4)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Untuk memperoleh hasil penelitian yang baik, studi pustaka harus memenuhi prinsip kemutakhiran dan keterkaitannya dengan permasalahan yang ada. Apabila menggunakan literatur dengan beberapa edisi, maka yang digunakan adalah buku dengan edisi terbaru, jika referensi tidak terbit lagi, referensi tersebut adalah terbitan terakhir. Dan bagi yang menggunakan Jurnal sebagai referensi pembatasan tahun terbitan tidak berlaku. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>5)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Semakin banyak sumber bacaan, semakin baik, dengan jumlah minimal 10 (sepuluh) sumber, baik dari teks book atau sumber lain misalnya jurnal, artikel dari majalah, Koran, internet dan lain-lain. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>6)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Pedoman kerangka teori di atas berlaku untuk semua jenis penelitian. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>7)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Dalam kerangka teori, peubah dicantumkan sebatas yang diteliti dan dapat dikutip dari dua atau lebih karya tulis/bacaan.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>8)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Teori bukan merupakan pendapat pribadi (kecuali pendapat tersebut sudah ditulis di BUKU) </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>9)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Pada akhir kerangka teori bagi penelitian korelasional disajikan model teori, model konsep (apabila diperlukan) dan model hipotesis pada subbab tersendiri, sedangkan penelitian studi kasus cukup menyusun Model teori dan beri keterangan. Model teori dimaksud merupakan kerangka pemikiran penulis dalam penelitian yang sedang dilakukan. Kerangka itu dapat berupa kerangka dari ahli yang sudah ada, maupun kerangka yang berdasarkan teori-teori pendukung yang ada. Dari kerangka teori yang sudah disajikan dalam sebuah skema, harus dijabarkan jika dianggap perlu memberikan batasan-batasan, maka asumsi-asumsi harus dicantumkan. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<h2 align="left"><strong><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; b. Hipotesis Penelitian </span></font></strong></h2>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp;Jika penelitian bersifat korelasional maka:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>1)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Hipotesis penelitian beraspek empiris disajikan pada akhir bab II dalam sub-sub tersendiri dengan memperhatikan teori pendukungnya, sedangkan hipotesis penelitian beraspek statistik disajikan dalam bab III. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>2)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Apabila analisis data (akhir bab IV) direncanakan tidak untuk menganalisis data secara luas baik masalah utama (mayor) maupun bagian-bagiannya (minor) maka dalam hipotesis tidak perlu dicantumkan hipotesis mayor dan minor. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>3)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Hipotesis harus berlandaskan teori, jika ingin mengubah harus mencantumkan alasan mengapa merubah teori tersebut.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<h1><strong><font><span>3. METODE PENELITIAN </span></font></strong></h1>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; a. Jenis Penelitian </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; b. Peubah dan Pengukuran </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; c. Populasi dan Sampel </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; d. Metode Pengumpulan Data </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; e. Metode Analisis </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>PENJELASAN </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; a. Jenis Penelitian </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Penelitian bisa bersifat kuantitaif maupun kualitatif, misalnya: </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>1)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Historis; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>2)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Deskriptif; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>3)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Perkembangan; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>4)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Kasus dan penelitian lapangan; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>5)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Korelasional; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>6)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Kausal komparatif; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>7)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Eksperimen murni; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>8)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Eksperimen semu; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>9)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Kaji tindak.&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>1)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Pemilihan jenis penelitian dilakukan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan berikut: </span></font></p>
	<h2 align="left"><!--[if !supportLists]--><strong><font>a)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><font><span>Daya tarik permasalahan; </span></font></h2>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>b)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Kesesuaian dengan kemampuan dan latar belakang pendidikan; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>c)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Tersedianya alat dan kondisi kerja; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>d)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Kesesuaian dengan kemampuan untuk mengumpulkan data yang diperlukan; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>e)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Kesesuaian dengan waktu, tenaga dan biaya; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>f)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Resiko kegagalan. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>2)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Jenis penelitian dimaksud dapat dilacak dari judul, latar belakang permasalahan dan tujuan penelitian, sehingga dapat dijelaskan alasan penentuan jenis penelitian tertentu tanpa menyajikan definisi jenis penelitian itu sendiri. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<h2 align="left"><strong><font><span>b) Peubah dan Pengukuran </span></font></strong></h2>
	<ul>
<li><font><span>&ldquo;Peubah (Variable) merupakan suatu atribut atau      sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi      tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik      kesimpulannya.&rdquo; ( Sugiyono, 2003, 32)</span></font></li>
</ul>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<ul>
<li><font><span>Peubah harus terukur </span></font></li>
</ul>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<h2 align="left"><!--[if !supportLists]--><strong><font>a)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><font><span>Populasi dan Sampel </span></font></h2>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<ul>
<li><font><span>&ldquo;Populasi merupakan sekumpulan orang atau objek yang      memiliki kesamaan dalam satu atau beberapa hal dan yang membentuk masalah      pokok dalam suatu riset khusus. Populasi yang akan diteliti harus      didefinisikan dengan jelas sebelum penelitian dilakukan.&rdquo; (Santoso &amp;      Tjiptono, 2002, 79)</span></font></li>
</ul>
	<ul>
<li><font><span>&ldquo; Sampel adalah semacam miniatur (mikrokosmos) dari      populasinya&rdquo; (Santoso &amp; Tjiptono, 2002, 80)</span></font></li>
</ul>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<h2><!--[if !supportLists]--><strong><font>b)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><font><span>Metode Pengumpulan Data </span></font></h2>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Metode pengumpulan data misalnya:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>1)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>&ldquo;Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur maupun tidak terstruktur, dan dapat dilakukan melalui tatap muka (face to face) maupun dengan menggunakan telpon.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>2)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Kuesioner (angket) dapat dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>3)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Observasi merupakan suatu proses yang komplek , suatu proses yang tersusun dari pelbagai proses biologis dan psikologis. Dua di antara yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan.&rdquo; (Sugiyono, 2003, 130-141) </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<h2 align="left"><strong><font><span>&nbsp;e)&nbsp; Metode Analisis</span></font></strong></h2>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Metode analisis disesuaikan dengan Rumusan Permasalahan pada Bab I </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Jika metode analisis menggunakan regresi dengan Ordinary Least Square (OLS) Estimators, maka uji asumsi klasik harus dilakukan. Lihat buku &quot;Ekonometrika Dasar&quot; oleh Damodar Gujarati alih bahasa Sumarno Zain, 2000.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>4. HASIL PENELITIAN DAN BAHASAN </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; a. Penyajian Data</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Pada subbab ini dipaparkan data yang ada relevansinya dengan topik skripsi.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </font><font><span>b. Analisis Data dan Interpretasi</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<h1><strong><font><span>5. SIMPULAN DAN SARAN </span></font></strong></h1>
	<p class="MsoNormal"><font>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </font><font><span>a. Simpulan </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; b. Saran </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoFootnoteText"><font><span>PENJELASAN </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>1)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Simpulan menjelaskan butir-butir temuan (hasil penelitian dan bahasan) yang disajikan secara singkat dan jelas. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>2)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Saran-saran merupakan himbauan kepada instansi terkait maupun peneliti berikutnya yang berdasarkan pada hasil temuan. Saran sebaiknya selaras dengan topik penelitian</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Lampiran: memuat hal-hal atau informasi yang mendukung bab-bab sebelumnya, misalnya: data (hasil Questionaire, data time series), Laporan Keuangan perusahaan (Neraca, R/L dsb), informasi yang terkait dengan hasil (misal: olahan komputer, diskripsi, hasil uji validitas dan reliabilitas) dsb. </span></font></p>
  <font><span><br /> </span></font><br />
<p align="center" class="MsoNormal"><font><span>Modul 8:</span></font></p>
	<h5><strong><font>PROSES LAHIRNYA ILMU</font></strong><font><span></span></font></h5>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>1.1. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Manusia&nbsp; Mencari&nbsp; Kebenaran</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Manusia mencari kebenaran dengan menggunakan akal sehat (<strong><em><span>common&nbsp; sense</span></em></strong>)&nbsp;&nbsp; dan dengan ilmu pengetahuan.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Letak&nbsp; perbedaan&nbsp; yang&nbsp; mendasar&nbsp; antara&nbsp; keduanya&nbsp; ialah&nbsp; berkisar&nbsp; pada&nbsp; kata&nbsp; &ldquo;sistematik&rdquo;&nbsp; dan&nbsp; &ldquo;terkendali&rdquo;.&nbsp; Ada&nbsp; lima&nbsp; hal&nbsp; pokok&nbsp; yang&nbsp; membedakan&nbsp; antara&nbsp; ilmu&nbsp; dan&nbsp; akal&nbsp; sehat.&nbsp; Yang&nbsp; pertama,&nbsp; ilmu&nbsp; pengetahuan&nbsp; dikembangkan&nbsp; melalui&nbsp; struktur-stuktur&nbsp; teori,&nbsp; dan&nbsp; diuji&nbsp; konsistensi&nbsp; internalnya.&nbsp; Dalam&nbsp; mengembangkan&nbsp; strukturnya,&nbsp; hal&nbsp; itu&nbsp; dilakukan&nbsp; dengan&nbsp; tes&nbsp; ataupun pengujian&nbsp; secara&nbsp; empiris/faktual.&nbsp; Sedang&nbsp; penggunaan&nbsp; akal&nbsp; sehat&nbsp; biasanya&nbsp; tidak.&nbsp; Yang&nbsp; kedua,&nbsp; dalam&nbsp; ilmu&nbsp; pengetahuan,&nbsp; teori&nbsp; dan&nbsp; hipotesis&nbsp; selalu&nbsp; diuji&nbsp; secara&nbsp; empiris/faktual.&nbsp; Halnya&nbsp; dengan&nbsp; orang&nbsp; yang&nbsp; bukan&nbsp; ilmuwan&nbsp; dengan&nbsp; cara&nbsp; &ldquo;selektif&rdquo;.&nbsp; Yang&nbsp; ketiga,&nbsp; adanya&nbsp; pengertian&nbsp; kendali&nbsp; (kontrol)&nbsp; yang&nbsp; dalam&nbsp; penelitian&nbsp; ilmiah&nbsp; dapat&nbsp; mempunyai&nbsp; pengertian&nbsp; yang&nbsp; bermacam-macam.&nbsp; Yang&nbsp; keempat,&nbsp; ilmu&nbsp; pengetahuan&nbsp; menekankan&nbsp; adanya&nbsp; hubungan&nbsp; antara&nbsp; fenomena&nbsp; secara&nbsp; sadar&nbsp; dan&nbsp; sistematis.&nbsp; Pola&nbsp; penghubungnya tidak&nbsp; dilakukan&nbsp; secara&nbsp; asal-asalan.&nbsp; Yang&nbsp; kelima,&nbsp; perbedaan&nbsp; terletak&nbsp; pada&nbsp; cara&nbsp; memberi penjelasan&nbsp; yang&nbsp; berlainan&nbsp; dalam&nbsp; mengamati&nbsp; suatu&nbsp; fenomena.&nbsp; Dalam&nbsp; menerangkan&nbsp; hubungan&nbsp; antar&nbsp; fenomena,&nbsp; ilmuwan&nbsp; melakukan&nbsp; dengan&nbsp; hati-hati&nbsp; dan&nbsp; menghindari&nbsp; penafsiran&nbsp; yang&nbsp; bersifat&nbsp; metafisis.&nbsp; Proposisi&nbsp; yang&nbsp; dihasilkan&nbsp; selalu&nbsp; terbuka&nbsp; untuk&nbsp; pengamatan&nbsp; dan&nbsp; pengujian&nbsp; secara&nbsp; ilmiah.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;1.2 . Terjadinya&nbsp; Proses&nbsp; Sekularisasi&nbsp; Alam&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Pada&nbsp; mulanya&nbsp; manusia&nbsp; menganggap&nbsp; alam&nbsp; suatu &nbsp;yang&nbsp; sakral,&nbsp; sehingga&nbsp; antara&nbsp; subyek&nbsp; dan&nbsp; obyek&nbsp; tidak&nbsp; ada&nbsp; batasan.&nbsp; Dalam&nbsp; perkembangannya&nbsp; sebagaimana&nbsp; telah&nbsp; disinggung&nbsp; diatas&nbsp; terjadi&nbsp; pergeseran&nbsp; konsep&nbsp; hukum&nbsp; (alam).&nbsp; Hukum&nbsp; didefinisikan&nbsp; sebagai&nbsp; kaitan-kaitan&nbsp; yang&nbsp; tetap&nbsp; dan&nbsp; harus&nbsp; ada&nbsp; diantara&nbsp; gejala-gejala.&nbsp; Kaitan-kaitan&nbsp; yang&nbsp; teratur&nbsp; didalam&nbsp; alam&nbsp; sejak&nbsp; dulu&nbsp; diinterpretasikan&nbsp; ke&nbsp; dalam&nbsp; hukum-hukum normative.&nbsp; Disini&nbsp; pengertian&nbsp; tersebut&nbsp; dikaitkan&nbsp; dengan&nbsp; Tuhan&nbsp; atau&nbsp; para&nbsp; dewa&nbsp; sebagai&nbsp; pencipta&nbsp; hukum&nbsp; yang&nbsp; harus&nbsp; ditaati.&nbsp; Menuju&nbsp; abad&nbsp; ke-16&nbsp; manusia&nbsp; mulai&nbsp; meninggalkan&nbsp; pengertian&nbsp; hukum&nbsp; normative&nbsp; tersebut.&nbsp; Sebagai&nbsp; gantinya&nbsp; muncullah&nbsp; pengertian&nbsp; hukum&nbsp; sesuai&nbsp; dengan&nbsp; hukum&nbsp; alam.&nbsp; Pengertian&nbsp; tersebut&nbsp; berimplikasi&nbsp; bahwa&nbsp; terdapat&nbsp; tatanan&nbsp; di&nbsp; alam&nbsp; dan&nbsp; tatanan&nbsp; tersebut&nbsp; dapat&nbsp; disimpulkan&nbsp; melalui&nbsp; penelitian&nbsp; empiris.&nbsp; Para&nbsp; ilmuwan&nbsp; saat&nbsp; itu&nbsp; berpendapat&nbsp; bahwa&nbsp; Tuhan&nbsp; sebagai&nbsp; pencipta&nbsp; hukum&nbsp; alam&nbsp; secara berangsur-angsur&nbsp; memperoleh&nbsp; sifat&nbsp; abstrak&nbsp; dan&nbsp; impersonal.&nbsp; Alam&nbsp; telah&nbsp; kehilangan&nbsp; kesakralannya&nbsp; sebagai&nbsp; ganti&nbsp; muncullah&nbsp; gambaran&nbsp; dunia&nbsp; yang&nbsp; sesuai&nbsp; dengan&nbsp; ilmu&nbsp; pengetahuan&nbsp; alam&nbsp; bagi&nbsp; manusia&nbsp; modern&nbsp; dengan&nbsp; kemampuan&nbsp; ilmiah&nbsp; manusia&nbsp; mulai&nbsp; membuka&nbsp; rahasia-rahasia alam.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;1.3.&nbsp; &nbsp;&nbsp; Berbagai&nbsp; Cara&nbsp; Mencari&nbsp; Kebenaran</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Dalam&nbsp; sejarah manusia,&nbsp; usaha-usaha&nbsp; untuk&nbsp; mencari&nbsp; kebenaran telah&nbsp; dilakukan&nbsp; dengan&nbsp; berbagai&nbsp; cara&nbsp; seperti :</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;1.3.1&nbsp; Secara&nbsp; kebetulan</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Ada&nbsp; cerita&nbsp; yang&nbsp; kebenarannya&nbsp; sukar&nbsp; dilacak&nbsp; mengenai&nbsp; kasus penemuan&nbsp; obat&nbsp; malaria&nbsp; yang&nbsp; terjadi&nbsp; secara&nbsp; kebetulan. &nbsp;Ketika&nbsp; seorang&nbsp; Indian&nbsp; yang&nbsp; sakit&nbsp; dan&nbsp; minum&nbsp; air&nbsp; dikolam&nbsp; dan&nbsp; akhirnya&nbsp; mendapatkan&nbsp; kesembuhan.&nbsp; Dan&nbsp; itu&nbsp; terjadi&nbsp; berulang&nbsp; kali&nbsp; pada&nbsp; beberapa&nbsp; orang.&nbsp; Akhirnya&nbsp; diketahui&nbsp; bahwa&nbsp; disekitar&nbsp; kolam&nbsp; tersebut&nbsp; tumbuh&nbsp; sejenis&nbsp; pohon&nbsp; yang&nbsp; kulitnya&nbsp; bisa&nbsp; dijadikan&nbsp; sebagai&nbsp; obat&nbsp; malaria&nbsp; yang&nbsp; kemudian&nbsp; berjatuhan&nbsp; di&nbsp; kolam&nbsp; tersebut.&nbsp; Penemuan&nbsp; pohon&nbsp; yang&nbsp; kelak&nbsp; dikemudian&nbsp; hari&nbsp; dikenal&nbsp; sebagai&nbsp; pohon&nbsp; kina&nbsp; tersebut&nbsp; adalah&nbsp; terjadi&nbsp; secara&nbsp; kebetulan&nbsp; saja.&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black">&nbsp;</font><font color="black"><span>1.3.2. Trial&nbsp; And&nbsp; Error</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;Cara&nbsp; lain&nbsp; untuk&nbsp; mendapatkan&nbsp; kebenaran&nbsp; ialah&nbsp; dengan&nbsp; menggunakan&nbsp; metode&nbsp; &ldquo;trial&nbsp; and&nbsp; error&rdquo;&nbsp; yang&nbsp; artinya&nbsp; coba-coba.&nbsp; Metode&nbsp; ini&nbsp; bersifat&nbsp; untung-untungan.&nbsp; Salah&nbsp; satu&nbsp; contoh&nbsp; ialah&nbsp; model&nbsp; percobaan&nbsp; &ldquo;problem&nbsp; box&rdquo;&nbsp; oleh&nbsp; Thorndike.&nbsp; Percobaan&nbsp; tersebut&nbsp; adalah&nbsp; seperti&nbsp; berikut:&nbsp; seekor&nbsp; kucing&nbsp; yang&nbsp; kelaparan&nbsp; dimasukkan&nbsp; kedalam&nbsp; &ldquo;problem&nbsp; box&rdquo;&mdash;suatu&nbsp; ruangan&nbsp; yang&nbsp; hanya&nbsp; dapat&nbsp; dibuka&nbsp; apabila&nbsp; kucing&nbsp; berhasil&nbsp; menarik&nbsp; ujung tali&nbsp; dengan&nbsp; membuka&nbsp; pintu.&nbsp; </span></font><font color="black"><span>Karena&nbsp; rasa&nbsp; lapar&nbsp; dan&nbsp; melihat&nbsp; makanan&nbsp; di&nbsp; luar&nbsp; maka&nbsp; kucing&nbsp; berusaha&nbsp; keluar&nbsp; dari&nbsp; kotak&nbsp; tersebut&nbsp; dengan&nbsp; berbagai&nbsp; cara.&nbsp; Akhirnya&nbsp; dengan&nbsp; tidak&nbsp; sengaja&nbsp; si&nbsp; kucing&nbsp; berhasil&nbsp; menyentuh&nbsp; simpul&nbsp; tali&nbsp; yang&nbsp; membuat&nbsp; pintu&nbsp; jadi&nbsp; terbuka&nbsp; dan&nbsp; dia&nbsp; berhasil&nbsp; keluar.&nbsp; Percobaan tersebut&nbsp; mendasarkan&nbsp; pada&nbsp; hal&nbsp; yang&nbsp; belum&nbsp; pasti&nbsp; yaitu&nbsp; kemampuan&nbsp; kucing&nbsp; tersebut&nbsp; untuk&nbsp; membuka&nbsp; pintu&nbsp; kotak&nbsp; masalah.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;1.3.3&nbsp; Melalui&nbsp; Otoritas</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;Kebenaran&nbsp; bisa&nbsp; didapat&nbsp; melalui&nbsp; otoritas&nbsp; seseorang&nbsp; yang&nbsp; memegang&nbsp; kekuasaan,&nbsp; seperti&nbsp; seorang&nbsp; raja&nbsp; atau&nbsp; pejabat&nbsp; pemerintah&nbsp; yang&nbsp; setiap&nbsp; keputusan&nbsp; dan&nbsp; kebijaksanaannya&nbsp; dianggap&nbsp; benar&nbsp; oleh&nbsp; bawahannya.&nbsp; Dalam&nbsp; filsafat&nbsp; Jawa&nbsp; dikenal&nbsp; dengan&nbsp; istilah&nbsp; &lsquo;<strong><em><span>Sabda&nbsp; pendita ratu</span></em></strong>&rdquo;&nbsp; artinya&nbsp; ucapan&nbsp; raja&nbsp; atau&nbsp; pendeta&nbsp; selalu&nbsp; benar&nbsp; dan&nbsp; tidak&nbsp; boleh&nbsp; dibantah lagi.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black">&nbsp;</font><font color="black"><span>1.3.4.&nbsp; Berpikir&nbsp; Kritis/Berdasarkan&nbsp; Pengalaman&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Metode&nbsp; lain&nbsp; ialah&nbsp; berpikir&nbsp; kritis&nbsp; dan&nbsp; berdasarkan&nbsp; pengalaman. Contoh&nbsp; dari&nbsp; metode&nbsp; ini&nbsp; ialah&nbsp; berpikir&nbsp; secara&nbsp; deduktif&nbsp; dan&nbsp; induktif.&nbsp; Secara&nbsp; deduktif&nbsp; artinya&nbsp; berpikir&nbsp; dari&nbsp; yang&nbsp; umum&nbsp; ke&nbsp; khusus;&nbsp; sedang&nbsp; induktif&nbsp; dari&nbsp; yang&nbsp; khusus&nbsp; ke&nbsp; yang&nbsp; umum.&nbsp; Metode&nbsp; deduktif&nbsp; sudah&nbsp; dipakai&nbsp; selama&nbsp; ratusan&nbsp; tahun&nbsp; semenjak&nbsp; jamannya&nbsp; Aristoteles.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black">&nbsp;</font><font color="black"><span>1.3.5.&nbsp; Melalui&nbsp; Penyelidikan&nbsp; Ilmiah</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black">&nbsp;</font><font color="black"><span>Menurut&nbsp; Francis&nbsp; Bacon&nbsp; Kebenaran&nbsp; baru&nbsp; bisa&nbsp; didapat&nbsp; dengan menggunakan&nbsp; penyelidikan&nbsp; ilmiah,&nbsp; berpikir&nbsp; kritis&nbsp; dan&nbsp; induktif. </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Catatan&nbsp; :</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;Selanjutnya&nbsp; Bacon&nbsp; merumuskan&nbsp; ilmu&nbsp; adalah&nbsp; kekuasaan.&nbsp; Dalam&nbsp; rangka&nbsp; melaksanakan&nbsp; kekuasaan,&nbsp; manusia&nbsp; selanjutnya&nbsp; terlebih &nbsp;dahulu&nbsp; harus&nbsp; memperoleh&nbsp; pengetahuan&nbsp; mengenai&nbsp; alam&nbsp; dengan&nbsp; cara&nbsp; menghubungkan&nbsp; metoda&nbsp; yang&nbsp; khas,&nbsp; sebab&nbsp; pengamatan&nbsp; dengan&nbsp; indera&nbsp; saja,&nbsp; akan&nbsp; menghasilkan&nbsp; hal&nbsp; yang&nbsp; tidak&nbsp; dapat&nbsp; dipercaya.&nbsp; Pengamatan&nbsp; menurut&nbsp; Bacon,&nbsp; dicampuri&nbsp; dengan&nbsp; gambaran-gambaran&nbsp; palsu&nbsp; (idola):&nbsp; Gambaran-gambaran&nbsp; palsu&nbsp; (idola)&nbsp; harus&nbsp; dihilangkan,&nbsp; dan&nbsp; dengan&nbsp; cara&nbsp; mengumpulkan&nbsp; fakta-fakta&nbsp; secara&nbsp; telilti,&nbsp; maka&nbsp; didapat&nbsp; pengetahuan&nbsp; tentang&nbsp; alam&nbsp; yang&nbsp; dapat&nbsp; dipercaya.&nbsp; Sekalipun&nbsp; demikian&nbsp; pengamatan&nbsp; harus&nbsp; dilakukan&nbsp; secara&nbsp; sistematis,&nbsp; artinya&nbsp; dilakukan&nbsp; dalam&nbsp; keadaan&nbsp; yang&nbsp; dapat&nbsp; dikendalikan&nbsp; dan&nbsp; diuji&nbsp; secara&nbsp; eksperimantal&nbsp; sehingga&nbsp; tersusunlah&nbsp; dalil-dalil&nbsp; umum. Metode&nbsp; berpikir&nbsp; induktif&nbsp; yang&nbsp; dicetuskan&nbsp; oleh&nbsp; F. Bacon&nbsp; selanjutnya&nbsp; dilengkapi&nbsp; dengan&nbsp; pengertian&nbsp; adanya&nbsp; pentingnya&nbsp; asumsi teoritis&nbsp; dalam&nbsp; melakukan&nbsp; pengamatan&nbsp; serta&nbsp; dengan&nbsp; menggabungkan&nbsp; peranan&nbsp; matematika&nbsp; semakin&nbsp; memacu&nbsp; tumbuhnya&nbsp; ilmu&nbsp; pengetahuan&nbsp; modern&nbsp; yang&nbsp; menghasilkan&nbsp; penemuan-penemuan&nbsp; baru,&nbsp; seperti &nbsp;pada&nbsp; tahun&nbsp; 1609&nbsp; Galileo&nbsp; menemukan&nbsp; hukum-hukum&nbsp; tentang&nbsp; planet,&nbsp; tahun&nbsp; 1618&nbsp; Snelius&nbsp; menemukan&nbsp; pemecahan&nbsp; cahaya&nbsp; dan&nbsp; penemuan-penemuan&nbsp; penting&nbsp; lainnya&nbsp; oleh&nbsp; Boyle&nbsp; dengan&nbsp; hukum&nbsp; gasnya,&nbsp; Hygens&nbsp; dengan&nbsp; teori&nbsp; gelombang&nbsp; cahaya,&nbsp; Harvey&nbsp; dengan&nbsp; penemuan&nbsp; peredaran&nbsp; darah,&nbsp; Leuwenhock&nbsp; menemukan&nbsp; spermatozoide,&nbsp; dan&nbsp; lain-lain.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>1.4. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dasar-Dasar&nbsp; Pengetahuan</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Dalam&nbsp; bagian&nbsp; ini&nbsp; akan&nbsp; dibicarakan&nbsp; dasar-dasar&nbsp; pengetahuan yang&nbsp; menjadi&nbsp; ujung&nbsp; tombak&nbsp; berpikir&nbsp; ilmiah.&nbsp; Dasar-dasar&nbsp; pengetahuan&nbsp; itu&nbsp; ialah&nbsp; sebagai&nbsp; berikut : </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>1.4.1. Penalaran</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Yang&nbsp; dimaksud&nbsp; dengan&nbsp; penalaran&nbsp; ialah&nbsp; Kegiatan&nbsp; berpikir&nbsp; menurut&nbsp; pola&nbsp; tertentu,&nbsp; menurut&nbsp; logika&nbsp; tertentu&nbsp; dengan tujuan&nbsp; untuk&nbsp; menghasilkan&nbsp; penegtahuan.&nbsp; Berpikir&nbsp; logis&nbsp; mempunyai&nbsp; konotasi&nbsp; jamak,&nbsp; bersifat&nbsp; analitis.&nbsp; Aliran&nbsp; yang&nbsp; menggunakan&nbsp; penalaran&nbsp; sebagai&nbsp; sumber&nbsp; kebenaran&nbsp; ini&nbsp; disebut&nbsp; aliran&nbsp; rasionalisme&nbsp; dan&nbsp; yang&nbsp; menganggap&nbsp; fakta&nbsp; dapat&nbsp; tertangkap&nbsp; melalui&nbsp; pengalaman&nbsp; sebagai&nbsp; kebenaran&nbsp; disebut&nbsp; aliran&nbsp; empirisme.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;1.4.2.&nbsp; Logika&nbsp; (Cara&nbsp; Penarikan&nbsp; Kesimpulan)</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black">&nbsp;</font><font color="black"><span>Ciri&nbsp; kedua&nbsp; ialah&nbsp; logika&nbsp; atau&nbsp; cara&nbsp; penarikan&nbsp; kesimpulan.&nbsp; Yang&nbsp; dimaksud&nbsp; dengan&nbsp; logika&nbsp; sebagaimana&nbsp; didefinisikan&nbsp; oleh&nbsp; William S.S&nbsp; ialah&nbsp; &ldquo;pengkajian&nbsp; untuk&nbsp; berpikir&nbsp; secara&nbsp; sahih&nbsp; (valid).</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Dalam&nbsp; logika&nbsp; ada&nbsp; dua&nbsp; macam&nbsp; yaitu&nbsp; logika&nbsp; induktif&nbsp; dan&nbsp; deduktif.&nbsp; Contoh&nbsp; menggunakan&nbsp; logika&nbsp; ini&nbsp; ialah&nbsp; model&nbsp; berpikir&nbsp; dengan&nbsp; silogisma,&nbsp; seperti&nbsp; contoh&nbsp; dibawah&nbsp; ini :</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Silogisma</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">&sect;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Premis&nbsp; mayor&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; :&nbsp; semua&nbsp; manusia&nbsp; akhirnya&nbsp; mati</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">&sect;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Premis&nbsp; minor&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; :&nbsp; Amir&nbsp; manusia</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">&sect;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Kesimpulan&nbsp;&nbsp; &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; :&nbsp; Amir&nbsp; akhirnya&nbsp; akan&nbsp;&nbsp; mati</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp; 1.5. &nbsp;&nbsp; Sumber&nbsp; Pengetahuan</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Sumber&nbsp; pengetahuan&nbsp; dalam&nbsp;&nbsp; dunia&nbsp; ini&nbsp; berawal&nbsp; dari&nbsp; sikap&nbsp; manusia&nbsp; yang&nbsp; meragukan&nbsp; setiap&nbsp; gejala&nbsp; yang&nbsp; ada&nbsp; di&nbsp; alam&nbsp; semesta&nbsp; ini.&nbsp; Manusia&nbsp; tidak&nbsp; mau&nbsp; menerima &nbsp;saja&nbsp; hal-hal&nbsp; yang&nbsp; ada&nbsp; termasuk&nbsp; nasib&nbsp; dirinya&nbsp; sendiri.&nbsp; Rene&nbsp; Descarte&nbsp; pernah&nbsp; berkata &ldquo;DE&nbsp; OMNIBUS&nbsp; DUBITANDUM&rdquo;&nbsp; yang&nbsp; mempunyai&nbsp; arti&nbsp; bahwa&nbsp; segala sesuatu&nbsp; harus&nbsp; diragukan.&nbsp; Persoalan&nbsp; mengenai&nbsp; kriteria&nbsp; untuk&nbsp; menetapkan&nbsp; kebenaran&nbsp; itu&nbsp; sulit&nbsp; dipercaya.&nbsp; Dari&nbsp; berbagai&nbsp; aliran&nbsp; maka&nbsp; muncullah&nbsp; pula&nbsp; berbagai&nbsp; kriteria&nbsp; kebenaran.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;1.6.&nbsp; Kriteria&nbsp; Kebenaran</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;Salah&nbsp; satu&nbsp; kriteria&nbsp; kebenaran&nbsp; adalah&nbsp; adanya&nbsp; konsistensi&nbsp; dengan&nbsp; pernyataan&nbsp; terdahulu&nbsp; yang&nbsp; dianggap&nbsp; benar.&nbsp; Sebagai&nbsp; contoh&nbsp; ialah&nbsp; kasus&nbsp; penjumlahan&nbsp; angka-angka&nbsp; tersebut&nbsp; dibawah&nbsp; ini</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>3&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; +&nbsp; 5&nbsp; =&nbsp; 8</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>4&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; +&nbsp; 4&nbsp; =&nbsp; 8</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>6&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; +&nbsp; 2&nbsp; =&nbsp; 8</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span></span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Semua&nbsp; orang&nbsp; akan&nbsp; menganggap&nbsp; benar&nbsp; bahwa&nbsp; 3&nbsp; +&nbsp; 5&nbsp; =&nbsp; 8,&nbsp; maka&nbsp; pernyataan&nbsp; berikutnya&nbsp; bahwa&nbsp; 4&nbsp; +&nbsp; 4&nbsp; =&nbsp; 8&nbsp; juga&nbsp; benar,&nbsp; karena&nbsp; konsisten&nbsp; dengan&nbsp; pernyataan&nbsp; sebelumnya.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Beberapa&nbsp; kriteria&nbsp; kebenaran&nbsp; diantaranya&nbsp; ialah</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;1.6.1.&nbsp; Teori&nbsp; Koherensi&nbsp;&nbsp; (Konsisten)</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Yang&nbsp; dimaksud&nbsp; dengan&nbsp; teori&nbsp; koherensi&nbsp; ialah&nbsp; bahwa&nbsp; suatu pernyataan&nbsp; dianggap&nbsp; benar&nbsp; bila&nbsp; pernyataan&nbsp; itu&nbsp; bersifat&nbsp; koheren&nbsp; dan&nbsp; konsisten&nbsp; dengan&nbsp; pernyataan-pernyataan&nbsp; sebelumnya&nbsp; yang&nbsp; dianggap&nbsp; benar.&nbsp; Contohnya&nbsp; ialah&nbsp; matematika&nbsp; yang&nbsp; bentuk&nbsp; penyusunannya,&nbsp; pembuktiannya&nbsp; berdasarkan&nbsp; teori&nbsp; koheren.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;1.6.2.Teori&nbsp; Korespondensi (Pernyataan sesuai kenyataan)</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Teori&nbsp; korespondensi&nbsp; dipelopori&nbsp; oleh&nbsp; Bertrand&nbsp; Russel.&nbsp; Dalam&nbsp; teori&nbsp; ini&nbsp; suatu&nbsp; pernyataan&nbsp; dianggap&nbsp; benar&nbsp; apabila&nbsp; materi&nbsp; pengetahuan&nbsp; yang&nbsp; dikandung&nbsp; berkorespondensi&nbsp; dengan&nbsp; objek&nbsp; yang&nbsp; dituju&nbsp; oleh&nbsp; pernyataan&nbsp; tersebut.&nbsp; Contohnya&nbsp; ialah&nbsp; apabila&nbsp; ada&nbsp; seorang&nbsp; yang&nbsp; mengatakan&nbsp; bahwa&nbsp; ibukota&nbsp; Inggris&nbsp; adalah&nbsp; London,&nbsp; maka&nbsp; pernyataan&nbsp; itu&nbsp; benar.&nbsp; Sedang&nbsp; apabila&nbsp; dia&nbsp; mengatakan&nbsp; bahwa&nbsp; ibukota&nbsp; Inggris&nbsp; adalah&nbsp; Jakarta,&nbsp; maka&nbsp; pernyataan&nbsp; itu&nbsp; salah;&nbsp; karena&nbsp; secara&nbsp; kenyataan&nbsp; ibukota&nbsp; Inggris&nbsp; adalah London&nbsp; bukan&nbsp; Jakarta.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;1.6.3. Teori&nbsp; Pragmatis (Kegunaan di lapangan)</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Tokoh&nbsp; utama&nbsp; dalam&nbsp; teori&nbsp; ini&nbsp; ialah&nbsp; Charles&nbsp; S&nbsp; Pierce.&nbsp; Teori&nbsp; pragmatis&nbsp; mengatakan&nbsp; bahwa&nbsp; kebenaran&nbsp; suatu&nbsp; pernyataan&nbsp; diukur&nbsp; dengan&nbsp; criteria&nbsp; apakah&nbsp; pernyataan&nbsp; tersebut&nbsp; bersifat&nbsp; fungsional&nbsp; dalam kehidupan&nbsp; praktis. Kriteria&nbsp; kebenaran&nbsp; didasarkan&nbsp; atas&nbsp; kegunaan&nbsp; teori&nbsp; tersebut.&nbsp; Disamping&nbsp; itu&nbsp; aliran&nbsp; ini&nbsp; percaya&nbsp; bahwa&nbsp; suatu&nbsp; teori&nbsp; tidak&nbsp; akan&nbsp; abadi,&nbsp; dalam&nbsp; jangka&nbsp; waktu&nbsp; tertentu&nbsp; itu&nbsp; dapat&nbsp; diubah&nbsp; dengan&nbsp; mengadakan&nbsp; revisi.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black">&nbsp;</font><font color="black"><span>1.7.&nbsp; Ontologi (apa yang dikaji)</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Ontologi&nbsp; ialah&nbsp; hakikat&nbsp; apa&nbsp; yang&nbsp; dikaji&nbsp; atau&nbsp; ilmunya&nbsp; itu&nbsp; sendiri.&nbsp; </span></font><font color="black"><span>Seorang&nbsp; filosof&nbsp; yang&nbsp; bernama&nbsp; Democritus&nbsp; menerangkan&nbsp; prinsip-prinsip&nbsp; materialisme&nbsp; mengatakan&nbsp; sebagai&nbsp; berikut&nbsp; :</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Hanya&nbsp; berdasarkan&nbsp; kebiasaan&nbsp; saja&nbsp; maka&nbsp; manis&nbsp; itu&nbsp; manis,&nbsp; panas&nbsp; itu&nbsp; panas,&nbsp; dingin&nbsp; itu&nbsp; dingin,&nbsp; warna&nbsp; itu&nbsp; warna.&nbsp; Artinya,&nbsp; objek&nbsp; penginderaan&nbsp; sering&nbsp; kita&nbsp; anggap&nbsp; nyata,&nbsp; padahal&nbsp; tidak&nbsp; demikian.&nbsp; Hanya&nbsp; atom dan&nbsp; kehampaan&nbsp; itulah&nbsp; yang&nbsp; bersifat&nbsp; nyata.&nbsp; Jadi&nbsp;&nbsp; istilah&nbsp; &ldquo;manis,&nbsp; panas&nbsp; dan&nbsp; dingin&rdquo;&nbsp; itu&nbsp; hanyalah&nbsp; merupakan&nbsp; terminology&nbsp; yang&nbsp; kita&nbsp; berikan&nbsp; kepada&nbsp; gejala&nbsp; yang&nbsp; ditangkap&nbsp; dengan&nbsp; pancaindera.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Ilmu&nbsp; merupakan&nbsp; pengetahuan&nbsp; yang&nbsp; mencoba&nbsp; menafsirkan&nbsp; alam&nbsp; semesta&nbsp; ini&nbsp; seperti&nbsp; adanya,&nbsp; oleh&nbsp; karena&nbsp; itu&nbsp; manusia&nbsp; dalam&nbsp; menggali&nbsp; ilmu&nbsp; tidak&nbsp; dapat&nbsp; terlepas&nbsp; dari&nbsp; gejala-gejala&nbsp; yang&nbsp; berada&nbsp; didalamnya. Dan&nbsp; sifat&nbsp; ilmu&nbsp; pengetahuan&nbsp; yang&nbsp; berfungsi&nbsp; membantu&nbsp; manusia&nbsp; dalam&nbsp; mememecahkan&nbsp; masalah&nbsp; tidak&nbsp; perlu&nbsp; memiliki&nbsp; kemutlakan&nbsp; seperti&nbsp; agama&nbsp; yang&nbsp; memberikan&nbsp; pedoman&nbsp; terhadap&nbsp; hal-hal&nbsp; yang&nbsp; paling&nbsp; hakiki&nbsp; dari&nbsp; kehidupan&nbsp; ini.&nbsp; Sekalipun&nbsp; demikian&nbsp; sampai&nbsp; tahap&nbsp; tertentu&nbsp; ilmu&nbsp; perlu memiliki&nbsp; keabsahan&nbsp; dalam&nbsp; melakukan generalisasi.&nbsp; Sebagai&nbsp; contoh,&nbsp; bagaimana kita&nbsp; mendefinisikan&nbsp; manusia,&nbsp; maka&nbsp; berbagai&nbsp; penegertianpun&nbsp; akan&nbsp; muncul pula.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Contoh&nbsp; :&nbsp; Siapakah&nbsp; manusia&nbsp; iu&nbsp; ?&nbsp; jawab&nbsp; ilmu ekonomi&nbsp; ialah&nbsp; makhluk&nbsp; ekonomi Sedang&nbsp; ilmu&nbsp; politik&nbsp; akan&nbsp; menjawab&nbsp; bahwa&nbsp; manusia&nbsp; ialah&nbsp; political&nbsp; animal&nbsp; dan&nbsp; dunia&nbsp; pendidikan&nbsp; akan&nbsp; mengatakan&nbsp; manusia&nbsp; ialah&nbsp; homo&nbsp; educandum.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;1.8&nbsp; Epistimologi (Cara mendapatkan kebenaran)</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Yang&nbsp; dimaksud&nbsp; dengan&nbsp; epistimologi&nbsp; ialah&nbsp; bagaimana&nbsp; mendapatkan&nbsp; pengetahuan&nbsp; yang&nbsp; benar.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Beberapa&nbsp; hal&nbsp; yang&nbsp; perlu&nbsp; diperhatikan&nbsp; dalam&nbsp; mendapatkan&nbsp; pengetahuan&nbsp; ialah&nbsp; :</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">1.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Batasan&nbsp; kajian&nbsp; ilmu&nbsp; :&nbsp; secara&nbsp; ontologis&nbsp; ilmu&nbsp; membatasi&nbsp; pada&nbsp; Pengkajian&nbsp;&nbsp; objek&nbsp; yang&nbsp; berada&nbsp; dalam&nbsp; lingkup&nbsp; manusia.&nbsp; tidak&nbsp; dapat&nbsp; mengkaji&nbsp; daerah&nbsp; yang&nbsp; bersifat&nbsp; transcendental (gaib/tidak nyata).</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">2.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Cara&nbsp; menyusun&nbsp;&nbsp; pengetahuan :&nbsp; untuk&nbsp; mendapatkan&nbsp; pengetahuan&nbsp; menjadi&nbsp; ilmu&nbsp; diperlukan&nbsp; cara&nbsp; untuk&nbsp; menyusunnya&nbsp; yaitu&nbsp; dengan&nbsp; cara&nbsp; menggunakan&nbsp; metode&nbsp; ilmiah. </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">3.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Diperlukan&nbsp; landasan&nbsp; yang&nbsp; sesuai&nbsp; dengan&nbsp; ontologis dan&nbsp; aksiologis&nbsp; ilmu&nbsp; itu&nbsp; sendiri</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">4.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Penjelasan&nbsp; diarahkan&nbsp; pada&nbsp; deskripsi&nbsp; mengenai&nbsp; hubungan&nbsp; berbagai&nbsp; faktor&nbsp; yang&nbsp; terikat&nbsp; dalam&nbsp; suatu&nbsp; konstelasi&nbsp; penyebab timbulnya&nbsp; suatu&nbsp; gejala&nbsp; dan&nbsp; proses&nbsp; terjadinya. </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">5.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Metode&nbsp; ilmiah&nbsp; harus&nbsp; bersifat&nbsp; sistematik&nbsp; dan &nbsp;eksplisit</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">6.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Metode&nbsp; ilmiah&nbsp; tidak&nbsp; dapat&nbsp; diterapkan&nbsp; kepada&nbsp; pengetahuan&nbsp; yang&nbsp; tidak&nbsp; tergolong&nbsp; pada&nbsp; kelompok&nbsp; ilmu&nbsp;&nbsp; tersebut. </span></font><font color="black"><span>(disiplin ilmu yang sama)</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">7.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Ilmu&nbsp; mencoba&nbsp; mencari&nbsp; penjelasan&nbsp; mengenai&nbsp; alam&nbsp; dan&nbsp; menjadikan&nbsp; kesimpulan&nbsp; yang&nbsp; bersifat&nbsp; umum&nbsp; dan&nbsp; impersonal.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">8.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black">&nbsp;</font><font color="black"><span>Karakteristik&nbsp; yang&nbsp; menonjol&nbsp; kerangka&nbsp; pemikiran&nbsp; teoritis :</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">a.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Ilmu&nbsp; eksakta&nbsp;&nbsp; :&nbsp; deduktif,&nbsp; rasio,&nbsp; kuantitatif</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">b.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Ilmu&nbsp; social&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; :&nbsp; induktif,&nbsp; empiris,&nbsp; kualitatif&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;1.9. &nbsp;&nbsp;&nbsp; Beberapa&nbsp; Pengertian&nbsp; Dasar</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><strong><u><font color="black"><span>Konsep&nbsp; :</span></font></u></strong></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Konsep&nbsp; adalah&nbsp; istilah&nbsp; dan&nbsp; definisi&nbsp; yang&nbsp; digunakan&nbsp; untuk&nbsp; menggambarkan&nbsp; gejala&nbsp; secara&nbsp; abstrak,&nbsp; contohnya&nbsp; seperti&nbsp; kejadian,&nbsp; keadaan,&nbsp; kelompok.&nbsp; Diharapkan&nbsp; peneliti&nbsp; mampu&nbsp; memformulasikan&nbsp; pemikirannya&nbsp; kedalam&nbsp; konsep&nbsp; secara&nbsp; jelas&nbsp; dalam&nbsp; kaitannya&nbsp; dengan&nbsp; penyederhanaan&nbsp; beberapa&nbsp; masalah&nbsp; yang&nbsp; berkaitan&nbsp; satu&nbsp; dengan&nbsp; yang&nbsp; lainnya.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Dalam&nbsp; dunia&nbsp; penelitian&nbsp; dikenal&nbsp; dua&nbsp; pengertian&nbsp; mengenai&nbsp; konsep,&nbsp; yaitu&nbsp; Pertama&nbsp; konsep&nbsp; yang&nbsp; jelas&nbsp; hubungannya&nbsp; dengan&nbsp; realita&nbsp; yang&nbsp; diwakili,&nbsp; contoh :&nbsp; meja,&nbsp; mobil dll nya&nbsp; Kedua&nbsp; konsep&nbsp; yang&nbsp; abstrak hubungannya&nbsp; dengan&nbsp; realitas&nbsp; yang&nbsp; diwakili,&nbsp; contoh :&nbsp; kecerdasan,&nbsp; kekerabatan,&nbsp; dll nya.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><strong><u><font color="black"><span>Konstruk&nbsp; :</span></font></u></strong></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Konstruk&nbsp; (construct)&nbsp; adalah&nbsp; suatu&nbsp; konsep&nbsp; yang&nbsp; diciptakan&nbsp; dan&nbsp; digunakan&nbsp; dengan&nbsp; kesengajaan&nbsp; dan&nbsp; kesadaran&nbsp; untuk&nbsp; tujuan-tujuan&nbsp; ilmiah&nbsp; tertentu.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><strong><u><font color="black"><span>Proposisi&nbsp; :</span></font></u></strong></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Proposisi&nbsp; adalah&nbsp; hubungan&nbsp; yang&nbsp; logis&nbsp; antara&nbsp; dua&nbsp; konsep.&nbsp; Contoh :&nbsp; dalam&nbsp; penilitian&nbsp; mengenai&nbsp; mobilitas&nbsp; penduduk,&nbsp; proposisinya&nbsp; berbunyi :&nbsp; &ldquo;proses&nbsp; migrasi&nbsp; tenaga&nbsp; kerja&nbsp; ditentukan&nbsp; oleh&nbsp; upah&ldquo;&nbsp; (Harris&nbsp; dan&nbsp; Todaro).</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Dalam&nbsp; penelitian&nbsp; sosial&nbsp; dikenal&nbsp; ada&nbsp; dua&nbsp; jenis&nbsp; proposisi;&nbsp; yang&nbsp; pertama&nbsp; aksioma&nbsp; atau&nbsp; postulat,&nbsp; yang&nbsp; kedua&nbsp; teorema.&nbsp; Aksioma&nbsp; ialah&nbsp; proposisi&nbsp; yang&nbsp; kebenarannya&nbsp; sudah&nbsp; tidak&nbsp; lagi&nbsp; dalam&nbsp; penelitian;&nbsp; sedang&nbsp; teorema&nbsp; ialah&nbsp; proposisi&nbsp; yag&nbsp; dideduksikan&nbsp; dari&nbsp; aksioma.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><strong><u><font color="black"><span>Teori&nbsp; :</span></font></u></strong></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Salah&nbsp; satu&nbsp; definisi&nbsp; mengenai&nbsp; teori&nbsp; ialah&nbsp; serangkaian&nbsp; asumsi,&nbsp; konsep,&nbsp; konstruk,&nbsp; definisi&nbsp; dan&nbsp; proposisi&nbsp; untuk&nbsp; menerangkan&nbsp; suatu&nbsp; fenomena&nbsp; secara&nbsp; sisitematis&nbsp; dengan&nbsp; cara&nbsp; merumuskan&nbsp; hubungan&nbsp; antar&nbsp; konsep&nbsp; (Kerlinger,&nbsp; FN)</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Definisi&nbsp; lain&nbsp; mengatakan&nbsp; bahwa&nbsp; teori&nbsp; merupakan&nbsp; pengetahuan&nbsp; ilmiah&nbsp; yang&nbsp; mencakup&nbsp; penjelasan&nbsp; mengenai&nbsp; suatu&nbsp; faktor&nbsp; tertentu&nbsp; dari&nbsp; satu&nbsp; disiplin&nbsp; ilmu.&nbsp; </span></font><font color="black"><span>Teori&nbsp; mempunyai&nbsp; beberapa &nbsp;karakteristik&nbsp; sebagai&nbsp; berikut;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">a.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>harus&nbsp; konsisten&nbsp; dengan&nbsp; teori-teori&nbsp; sebelumnya&nbsp; yang&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; memungkinkan&nbsp; tidak&nbsp; terjadinya&nbsp; kontraksi&nbsp; dalam&nbsp; teori&nbsp; keilmuan&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; secara&nbsp; keseluruhan.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">b.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>harus&nbsp; cocok&nbsp; dengan&nbsp; fakta-fakta&nbsp; empiris,&nbsp; sebab&nbsp; teori&nbsp; yang&nbsp;&nbsp; bagaimanapun&nbsp; konsistennya&nbsp; apabila&nbsp; tidak&nbsp; didukung&nbsp; oleh&nbsp;&nbsp;&nbsp; pengujian&nbsp; empiris&nbsp; tidak&nbsp; dapat&nbsp; diterima&nbsp; kebenarannya&nbsp; secara&nbsp; ilmiah.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">c.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Ada empat cara teori dibangun menurut Melvin Marx : </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>1)&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Model Based Theory, </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Berdasarkan teori pertama teori berkembang adanya jaringan konseptual yang kemudian diuji secara empiris. Validitas substansi terletak pada tahap-tahap awal dalam pengujian model, yaitu apakah model bekerja sesuai dengan kebutuhan peneliti.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">2)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Teori deduktif, </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Teori kedua mengatakan suatu teori dikembangkan melalui proses deduksi. Deduksi merupakan bentuk inferensi yang menurunkan sebuah kesimpulan yang didapatkan melalui penggunaan logika pikiran dengan disertai premis-premis sebagai bukti. Teori deduktif merupakan suatu teori yang menekankan pada struktur konseptual dan validitas substansialnya. Teori ini juga berfokus pada pembangunan konsep sebelum pengujian empiris.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">3)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Teori induktif, </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Teori ketiga menekankan pada pendekatan empiris untuk mendapatkan generalisasi. Penarikan kesimpulan didasarkan pada observasi realitas yang berulang-ulang dan mengembangkan pernyataan-pernyataan yang berfungsi untuk menerangkan serta menjelaskan keberadaan pernyataan-pernyataan tersebut.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">4)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Teori fungsional </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Teori keempat mengatakan suatu teori dikembangkan melalui interaksi yang berkelanjutan antara proses konseptualisasi dan pengujian empiris yang mengikutinya. </span></font><font color="black"><span>Perbedaan utama dengan teori deduktif terletak pada proses terjadinya konseptualisasi pada awal pengembangan teori. Pada teori deduktif rancangan hubungan konspetualnya diformulasikan dan pengujian dilakukan pada tahap akhir pengembangan teori. </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><strong><u><font color="black"><span>Logika&nbsp; Ilmiah&nbsp; :</span></font></u></strong></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Gabungan&nbsp; antara&nbsp; logika&nbsp; deduktif&nbsp; dan&nbsp; induktif&nbsp; dimana&nbsp; rasionalisme&nbsp; dan&nbsp; empirisme&nbsp; bersama-sama&nbsp; dalam&nbsp; suatu&nbsp; system&nbsp; dengan&nbsp; mekanisme&nbsp; korektif.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><strong><u><font color="black"><span>Hipotesis&nbsp; :</span></font></u></strong></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Hipotesis&nbsp; adalah&nbsp; jawaban&nbsp; sementara&nbsp; terhadap&nbsp; permasalahan&nbsp; yang&nbsp; sedang&nbsp; diteliti.&nbsp; Hipotesis&nbsp; merupakan&nbsp; saran&nbsp; penelitian&nbsp; ilmiah&nbsp; karena&nbsp; hipotesis&nbsp; adalah&nbsp; instrumen&nbsp; kerja&nbsp; dari&nbsp; suatu&nbsp; teori&nbsp; dan&nbsp; bersifat&nbsp; spesifik&nbsp; yang&nbsp; siap&nbsp; diuji&nbsp; secara&nbsp; empiris.&nbsp; Dalam&nbsp; merumuskan&nbsp; hipotesis&nbsp; pernyataannya harus&nbsp; merupakan&nbsp; pencerminan&nbsp; adanya&nbsp; hubungan&nbsp; antara&nbsp; dua&nbsp; variabel&nbsp; atau&nbsp; lebih.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Hipotesis&nbsp; yang&nbsp; bersifat&nbsp; relasional&nbsp; ataupun&nbsp; deskriptif&nbsp; disebut&nbsp; hipotesis&nbsp; kerja&nbsp; (Hk),&nbsp; sedang&nbsp; untuk&nbsp; pengujian&nbsp; statistik&nbsp; dibutuhkan&nbsp; hipotesis&nbsp; pembanding&nbsp; hipotesis&nbsp; kerja&nbsp; dan&nbsp; biasanya&nbsp; merupakan&nbsp; formulasi&nbsp; terbalik&nbsp; dari&nbsp; hipotesis&nbsp; kerja.&nbsp; Hipotesis&nbsp; semacam&nbsp; itu&nbsp; disebut&nbsp; hipotesis&nbsp; nol&nbsp; (Ho).&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><strong><u><font color="black"><span>Variabel&nbsp; :</span></font></u></strong></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Variabel&nbsp; ialah&nbsp; konstruk-konstruk&nbsp; atau&nbsp; sifat-sifat&nbsp; yang&nbsp; sedang&nbsp; dipelajari.&nbsp;&nbsp; Contoh :&nbsp; jenis&nbsp; kelamin,&nbsp; kelas&nbsp; sosial,&nbsp; mobilitas&nbsp; pekerjaan dll nya. Ada lima tipe variable yang dikenal dalam penelitian, yaitu: variable bebas (<strong><em><span>independent</span></em></strong>), variable tergantung (<strong><em><span>dependent</span></em></strong>), variable perantara (<strong><em><span>moderate</span></em></strong>), variable pengganggu (<strong><em><span>intervening</span></em></strong>) dan variable kontrol (<strong><em><span>control</span></em></strong>)</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Jika dipandang dari sisi&nbsp; skala pengukurannya maka ada empat macam variabel:&nbsp; nominal,&nbsp; ordinal,&nbsp; interval&nbsp; dan&nbsp; ratio.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><strong><u><font color="black"><span>Definisi&nbsp; Operasional&nbsp; :</span></font></u></strong></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Yang&nbsp; dimaksud&nbsp; dengan&nbsp; definisi&nbsp; operasional&nbsp; ialah&nbsp; spesifikasi&nbsp; kegiatan&nbsp; peneliti&nbsp; dalam&nbsp; mengukur&nbsp; atau&nbsp; memanipulasi&nbsp; suatu&nbsp; variabel.&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Definisi&nbsp; operasional&nbsp; memberi&nbsp; batasan&nbsp; atau&nbsp; arti&nbsp; suatu&nbsp; variabel&nbsp; dengan&nbsp; merinci&nbsp; hal&nbsp; yang&nbsp; harus&nbsp; dikerjakan&nbsp; oleh&nbsp; peneliti&nbsp; untuk&nbsp; mengukur&nbsp; variabel&nbsp; tersebut. </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>1.20.&nbsp; Kerangka&nbsp; Ilmiah</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">1)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Perumusan&nbsp; masalah&nbsp; :&nbsp; pertanyaan&nbsp; tentang&nbsp; obyek&nbsp; empiris&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; yang&nbsp; jelas&nbsp;&nbsp; batas-batasnya&nbsp; serta&nbsp; dapat&nbsp; diidentifikasikan&nbsp; faktor- faktor&nbsp; yang&nbsp; terkait&nbsp; didalamnya.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">2)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Penyusunan&nbsp; kerangka&nbsp; dalam&nbsp; pengajuan&nbsp; hipotesis:</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">a.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Menjelaskan&nbsp; hubungan&nbsp; anatara&nbsp; factor&nbsp; yang&nbsp; terkait</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">b.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Disusun&nbsp; secara&nbsp; rasional</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">c.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Didasarkan&nbsp; pada&nbsp; premis-premis&nbsp; ilmiah</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">d.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Memperhatikan&nbsp; faktor-faktor&nbsp; empiris&nbsp; yang&nbsp; cocok</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">3)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Pengujian&nbsp; hipotesis&nbsp; : </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>mencari&nbsp; fakta-fakta&nbsp; yang&nbsp; mendukung&nbsp; hipotesis</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">4)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Penarikan&nbsp; kesimpulan</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>1.21.&nbsp; Sarana&nbsp; Berpikir&nbsp; Ilmiah</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><strong><u><font color="black"><span>bahasa</span></font></u></strong></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Yang&nbsp; dimaksud&nbsp; bahasa&nbsp; disini&nbsp; ialah bahasa&nbsp; ilmiah&nbsp; yang&nbsp; merupakan&nbsp; sarana&nbsp; komunikasi&nbsp; ilmiah&nbsp; yang&nbsp; ditujukan&nbsp; untuk&nbsp; menyampaikan&nbsp; informasi&nbsp; yang&nbsp; berupa&nbsp; pengetahuan,&nbsp; syarat-syarat :</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>bebas&nbsp; dari&nbsp; unsur&nbsp; emotif</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>reproduktif</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>obyektif</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>eksplisit</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><strong><u><font color="black"><span>matematika&nbsp; </span></font></u></strong></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Matematika&nbsp; adalah&nbsp; pengetahuan&nbsp; sebagai&nbsp; sarana&nbsp; berpikir&nbsp; deduktif&nbsp; sifat </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>jelas,&nbsp; spesifik&nbsp; dan&nbsp; informatif</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>tidak&nbsp; menimbulkan&nbsp; konotasi&nbsp; emosional</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>kuantitatif</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><strong><u><font color="black"><span>statistika</span></font></u></strong></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>statistika&nbsp; ialah&nbsp; pengetahuan&nbsp; sebagai&nbsp; sarana&nbsp; berpikir&nbsp; induktif&nbsp; sifat&nbsp; :&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>dapat&nbsp; digunakan&nbsp; untuk&nbsp; menguji&nbsp; tingkat&nbsp; ketelitian&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>untuk&nbsp; menentukan&nbsp; hubungan&nbsp; kausalitas&nbsp; antar&nbsp; factor&nbsp; terkait</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>1.22. Aksiologi (nilai Guna Ilmu)</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;Aksiologi&nbsp; ialah&nbsp; menyangkut&nbsp; masalah&nbsp; nilai&nbsp; kegunaan&nbsp; ilmu.&nbsp; Ilmu&nbsp; tidak&nbsp; bebas&nbsp; nilai.&nbsp; Artinya&nbsp; pada tahap-tahap&nbsp; tertentu&nbsp; kadang&nbsp; ilmu&nbsp; harus&nbsp; disesuaikan&nbsp; dengan&nbsp;&nbsp;&nbsp; nilai-nilai &nbsp;budaya&nbsp; dan&nbsp; moral&nbsp; suatu&nbsp; masyarakat;&nbsp; sehingga&nbsp; nilai&nbsp; kegunaan&nbsp; ilmu&nbsp; tersebut&nbsp; dapat&nbsp; dirasakan&nbsp; oleh masyarakat&nbsp; dalam&nbsp; usahanya&nbsp; meningkatkan&nbsp; kesejahteraan&nbsp; bersama,&nbsp; bukan&nbsp; sebaliknya&nbsp; malahan&nbsp; menimbulkan&nbsp; bencana.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Contoh&nbsp; kasus :&nbsp; penelitian&nbsp; di&nbsp; Taiwan</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Dampak&nbsp;&nbsp; kemajuan&nbsp; teknologi&nbsp; moderen&nbsp; telah&nbsp; diteliti&nbsp; dengan&nbsp; model&nbsp; penelitian&nbsp; yang&nbsp; terintegrasi,&nbsp; khususnya&nbsp; terhadap&nbsp; masyarakat&nbsp; dan&nbsp; budaya.&nbsp; Hasil&nbsp; kemajuan&nbsp; teknologi&nbsp; di&nbsp; Taiwan&nbsp; telah&nbsp; membawa&nbsp; negara&nbsp; itu&nbsp; mengalami&nbsp; &ldquo;keajaiban&nbsp; ekonomi&rdquo;,&nbsp; sekalipun&nbsp; demikian&nbsp; hasilnya&nbsp; tidak&nbsp; selalu&nbsp; positif.&nbsp; Kemajuan&nbsp; tersebut&nbsp; membawa&nbsp; banyak&nbsp; perubahan&nbsp; kebiasaan,&nbsp; tradisi&nbsp; dan&nbsp; budaya&nbsp; di&nbsp; Taiwan.&nbsp; Berdasarkan&nbsp; penelitian&nbsp; tersebut&nbsp; terdapat&nbsp; lima&nbsp; hal&nbsp; yang&nbsp; telah&nbsp; berubah&nbsp; selama&nbsp; periode&nbsp; perkembangan&nbsp; teknologi&nbsp; di&nbsp; negara&nbsp; tersebut&nbsp; yaitu :</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">1.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Perubahan-perubahan&nbsp; dalam&nbsp; struktur&nbsp; industri&nbsp;&nbsp; berupa : meningkatnya&nbsp; sektor&nbsp; jasa&nbsp; dan&nbsp; peranan&nbsp; teknologi&nbsp; canggih&nbsp; pada bidang&nbsp; manufaktur.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">2.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Perubahan-perubahan&nbsp; dalam&nbsp; sruktur&nbsp; pasar&nbsp; berupa :&nbsp; pasar</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">3.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>menjadi&nbsp; semakin&nbsp; terbatas,&nbsp; sedang&nbsp; pengelolaan&nbsp; bisnis&nbsp; menjadi&nbsp; semakin&nbsp; beragam.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">4.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Perubahan-perubahan&nbsp; dalam&nbsp; struktur&nbsp; kepegawaian&nbsp; berupa :&nbsp; tenaga&nbsp; professional&nbsp; yang&nbsp; telah&nbsp; terlatih&nbsp; dalam&nbsp; bidang&nbsp; teknik menjadi&nbsp; semakin&nbsp; meningkat.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">5.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Perubahan-perubahan&nbsp; struktur&nbsp; masyarakat&nbsp; berupa :&nbsp; Meningkatnya&nbsp; jumlah&nbsp; penduduk&nbsp; usia&nbsp; tua&nbsp; dan&nbsp; konsep&nbsp; &ldquo;keluarga&nbsp; besar&rdquo;&nbsp; dalam proses&nbsp; diganti&nbsp; dengan&nbsp; konsep&nbsp; &ldquo;keluarga&nbsp; kecil&rdquo;.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p align="left" class="MsoBodyText"><font color="black"><span>Perubahan-perubahan&nbsp; dalam&nbsp; nilai-nilai&nbsp; sosial&nbsp; berupa :&nbsp; penghargaan&nbsp; yang&nbsp; lebih&nbsp; tinggi&nbsp; terhadap&nbsp; keuntungan&nbsp; secara&nbsp; ekonomis&nbsp; daripada&nbsp; masalah-masalah&nbsp; keadilan,&nbsp; meningkatnya&nbsp; kecenderungan&nbsp; masyarakat&nbsp; untuk&nbsp; bersikap&nbsp; individualistik.</span></font></p>
  <font color="black"><span><br /> </span></font><br />
<p align="center" class="MsoNormal"><font><span>Modul 9:</span></font></p>
	<p align="center" class="MsoBodyText"><strong><font><span>SKALA PENGUKURAN</span></font></strong></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Ada empat tipe skala pengukuran dalam penelitian, yaitu nominal, ordinal, </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>interval dan ratio. </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>9.1 &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Nominal</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Skala pengukuran nominal digunakan untuk mengklasifikasikan obyek, individual atau kelompok; sebagai contoh mengklasifikasi jenis kelamin, agama, pekerjaan, dan area geografis. Dalam mengidentifikasi hal-hal di atas digunakan angka-angka sebagai symbol. Apabila kita menggunakan skala pengukuran nominal, maka statistik non-parametrik digunakan untuk menganalisa datanya. Hasil analisa dipresentasikan dalam bentuk persentase. Sebagai contoh kita mengklaisfikasi variable jenis kelamin menjadi sebagai berikut: laki-laki kita beri simbol angka 1 dan wanita angka 2. Kita tidak dapat melakukan operasi arimatika dengan angka-angka tersebut, karena angka-angka tersebut hanya menunjukkan keberadaan atau ketidakadanya karaktersitik tertentu.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Contoh:</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Jawaban pertanyaan berupa dua pilihan &ldquo;ya&rdquo; dan &ldquo;tidak&rdquo; yang bersifat kategorikal dapat diberi symbol angka-angka sebagai berikut: jawaban &ldquo;ya&rdquo; diberi angka 1 dan tidak diberi angka 2.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;9.2 &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Ordinal</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Skala pengukuran ordinal memberikan informasi tentang jumlah relatif karakteristik berbeda yang dimiliki oleh obyek atau individu tertentu. Tingkat pengukuran ini mempunyai informasi skala nominal ditambah dengan sarana peringkat relatif tertentu yang memberikan informasi apakah suatu obyek memiliki karakteristik yang lebih atau kurang tetapi bukan berapa banyak kekurangan dan kelebihannya. </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Contoh: </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Jawaban pertanyaan berupa peringkat misalnya: sangat tidak setuju, tidak setuju, netral, setuju dan sangat setuju dapat diberi symbol angka 1, 2,3,4 dan 5. Angka-angka ini hanya merupakan simbol peringkat,&nbsp; tidak mengekspresikan jumlah.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>9.3. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Interval</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Skala interval mempunyai karakteristik seperti yang dimiliki oleh skala nominal dan ordinal dengan ditambah karakteristik lain, yaitu berupa adanya interval yang tetap. Dengan demikian peneliti dapat melihat besarnya perbedaan karaktersitik antara satu individu atau obyek dengan lainnya. Skala pengukuran interval benar-benar merupakan angka. Angka-angka yang digunakan dapat dipergunakan dapat dilakukan operasi aritmatika, misalnya dijumlahkan atau dikalikan. Untuk melakukan analisa, skala pengukuran ini menggunakan statistik parametric. </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Contoh:</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Jawaban pertanyaan menyangkut frekuensi dalam pertanyaan, misalnya: Berapa kali Anda melakukan kunjungan ke Jakarta dalam satu bulan? Jawaban: 1 kali, 3 kali, dan 5 kali. Maka angka-angka 1,3, dan 5 merupakan angka sebenarnya dengan menggunakan interval 2. </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;9.4. &nbsp;&nbsp;&nbsp; Ratio </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Skala pengukuran ratio mempunyai semua karakteristik yang dipunyai oleh skala nominal, ordinal dan interval dengan kelebihan skala ini mempunyai nilai 0 (nol) empiris absolut. Nilai absoult nol tersebut terjadi pada saat ketidakhadirannya suatu karakteristik yang sedang diukur. Pengukuran ratio biasanya dalam bentuk perbandingan antara satu individu atau obyek tertentu dengan lainnya.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Contoh:</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Berat Sari 35 Kg sedang berat Maya 70 Kg. Maka berat Sari dibanding dengan berat Maya sama dengan 1 dibanding 2.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;9.5. &nbsp;&nbsp;&nbsp; Validitas</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Suatu skala pengukuran dikatakan valid apabila skala tersebut digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Misalnya skala nominal yang bersifat non-parametrik digunakan untuk mengukur variabel nominal bukan untuk mengukur variabel interval yang bersifat parametrik. </span></font><font color="black"><span>Ada</span></font><font color="black"><span> 3 (tiga) tipe validitas pengukuran yang harus diketahui, yaitu:</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">a.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Validitas Isi (Content Validity)</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Validitas isi menyangkut tingkatan dimana item-item skala yang mencerminkan domain konsep yang sedang diteliti. Suatu domain konsep tertentu tidak dapat begitu saja dihitung semua dimensinya karena domain tersebut kadang mempunyai atribut yang banyak atau bersifat multidimensional.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">b.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Validitas Kosntruk (Construct Validity)</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Validitas konstruk berkaitan dengan tingkatan dimana skala mencerminkan dan berperan sebagai konsep yang sedang diukur. Dua aspek pokok dalam validitas konstruk ialah secara alamiah bersifat teoritis dan statistik.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">c.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Validitas Kriteria (Criterion Validity)</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Validitas kriteria menyangkut masalah tingkatan dimana skala yang sedang digunakan mampu memprediksi suatu variable yang dirancang sebagai kriteria. </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black">&nbsp;</font><font color="black"><span>9.6. Reliabilitas </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Reliabilitas menunjuk pada adanya konsistensi dan stabilitas nilai hasil skala pengukuran tertentu. Reliabilitas berkonsentrasi pada masalah akurasi pengukuran dan hasilnya.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p align="center" class="MsoBodyText"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p align="center" class="MsoBodyText"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
  <font><span><br /> </span></font><br />
<p align="left" class="MsoBodyText"><strong><font color="black"><span>Referensi</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font color="black"><span>Arikunto, S. 2002. <em><span>Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek</span></em>. Rineka Cipta. Jakarta.</span></font></p>
	<p class="MsoListBullet"><!--[if !supportLists]--><font color="black">&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Cahyono, Bambang Tri 1996. <em><span>Metodologi Riset Bisnis</span></em>. Jakarta: Badan Penerbit IPWI.</span></font><font color="black"><span></span></font></p>
	<p class="MsoListBullet"><!--[if !supportLists]--><font color="black">&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Dane, F.C. 1990. <em><span>Research Methods. </span></em>Brooks/Cole Publishing Company. Belmont California. </span></font><font color="black"><span></span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font color="black"><span>Djunaedi, Achmad. 2000. &ldquo;Pengantar: Apakah Penelitian Itu?&rdquo;. </span></font><font color="black"><span><a href="http://intranet.ugm.ac.id/%7Ea-djunaedi/Support/Materi/METLIT-I/a01-metlit-pengantar.pdf"><font color="blue"><span>http://intranet.ugm.ac.id/~adjunaedi/Support/Materi/METLITI/a01metlitpengantar.pdf</span></font></a></span></font></p>
	<p class="MsoListBullet"><!--[if !supportLists]--><font color="black">&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Hempel, Carl Gustav. 2004. Pengantar Filsafat Ilmu Alam. Penerjemah Cuk Ananta Wijaya. Pustaka Pelajar. Yogyakarta. </span></font></p>
	<p class="MsoListBullet"><!--[if !supportLists]--><font color="black">&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Indriantoro, Nur dan Supomo, Bambang. 1999. <em><span>Metodologi Penelitian Bisnis: Untuk Akuntansi dan Manajemen</span></em>. Yogayakarta: BPFEE.</span></font></p>
	<p class="MsoListBullet"><!--[if !supportLists]--><font color="black">&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Juliandi, Azuar. 2002. &ldquo;Pemanfaatan Internet dalam Proses Belajar dan Penulisan Karya Ilmiah Bidang Manajemen dan Bisnis&rdquo;. </span></font><font color="black"><span>Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis Vol. 02 No. 02 Oktober.&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoListBullet"><!--[if !supportLists]--><font color="black">&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Kerlinger, Fred N. 2000. <em><span>AsasAsas Penelitian Behavioural</span></em>. Yogyakarta: Gadjah Mada  University Press.&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font color="black"><span>Miles, M.B. dan Huberman, A.M. 1992. </span></font><em><font color="black"><span>Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber Tentang MetodeMetode Baru</span></font></em><font color="black"><span>. UIPress. Jakarta. </span></font></p>
	<p class="MsoListBullet"><!--[if !supportLists]--><font color="black">&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Nazir, Mohammad. 1999. <em><span>Metode Penelitian. </span></em>Jakarta: Ghalia Indonesia. </span></font></p>
	<p class="MsoListBullet"><!--[if !supportLists]--><font color="black">&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Rangkuti, Fredy. 2001. </span></font><em><font color="black"><span>Riset Pemasaran</span></font></em><font color="black"><span>. </span></font><font color="black"><span>Jakarta: Gramedia.</span></font><font color="black"><span></span></font></p>
	<p class="MsoListBullet"><!--[if !supportLists]--><font color="black">&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Sarwono, J. 2003. &ldquo;Perbedaan Dasar antara Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif&ldquo;. </span></font><font color="black"><span><a href="http://www.w3.org/TR/REC-html40"><font color="black"><span>http://www.w3.org/TR/REChtml40</span></font></a></span></font><font color="black"><span>. Dikunjungi 13 Juli 2003.</span></font><font color="black"><span></span></font></p>
	<p class="MsoListBullet"><!--[if !supportLists]--><font color="black">&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Sugiyono. 1999. <em><span>Metode Penelitian Bisnis</span></em>. Bandung: Alfabeta.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font color="black"><span>&#8212;&#8212;&#8212;2004. &ldquo;Pemilihan Topik dan Variabel Penelitian, serta Teknik Perumusan Masalah&rdquo;<em><span>. </span></em>Kumpulan Materi Penataran dan Lokakarya Training of Traininer Metodologi Penelitian PTN dan PTS di Jakarta, 2630 April 2004.</span></font></p>
	<p class="MsoListBullet"><!--[if !supportLists]--><font color="black">&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Supranto, J. 1997. <em><span>Metode Riset: Aplikasinya dalam Pemasaran</span></em>. </span></font><font color="black"><span>Jakarta</span></font><font color="black"><span>: Rineka Cipta.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font color="black"><span>Trochim, William M. 2002. &ldquo;Philosophy of Research&rdquo;. <a href="http://trochim.humancornell.edu/derived/philosophy.htm"><font color="blue"><span>http://trochim.humancornell.edu/derived/philosophy.htm</span></font></a>. Dikunjungi 13 September 2003.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<div><!--[if !supportFootnotes]--><br />  <hr width="33%" size="1" />  <!--[endif]-->
<div>
<p class="MsoFootnoteText"><a title="" name="_ftn1" href="#_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><sup><font><span>1</span></font></sup></span></a> <em><span>APAKAH PENELITIAN ITU</span></em></p>
  </div>
	<div>
<p class="MsoFootnoteText"><a title="" name="_ftn2" href="#_ftnref2"><span class="MsoFootnoteReference"><sup><font><span>2</span></font></sup></span></a> <strong><em><font><span>RAGAM PENELITIAN</span></font></em></strong></p>
  </div>
	<div>
<p class="MsoFootnoteText"><a title="" name="_ftn3" href="#_ftnref3"><span class="MsoFootnoteReference"><sup><font><span>3</span></font></sup></span></a> <strong><em><font><span>UNSUR-UNSUR PROPOSAL PENELITIAN</span></font></em></strong></p>
  </div>
	<div>
<p class="MsoFootnoteText"><a title="" name="_ftn4" href="#_ftnref4"><span class="MsoFootnoteReference"><sup><font><span>4</span></font></sup></span></a><span> </span><strong><em><font><span>PERUMUSAN PERMASALAHAN</span></font></em></strong><span></span></p>
  </div>
	<div>
<p class="MsoFootnoteText"><a title="" name="_ftn5" href="#_ftnref5"><span class="MsoFootnoteReference"><sup><font><span>5</span></font></sup></span></a><span> <em><span>PENULISAN TINJAUAN PUSTAKA</span></em></span></p>
  </div>
	<div>
<p class="MsoFootnoteText"><a title="" name="_ftn6" href="#_ftnref6"><span class="MsoFootnoteReference"><sup><font><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><sup><font><span>[1]</span></font></sup></span><!--[endif]--></font></sup></span></a> <font><span>Biro Pusat Statistik = BPS</span></font><span></span></p>
  </div>
	<div>
<p class="MsoFootnoteText"><a title="" name="_ftn7" href="#_ftnref7"><span class="MsoFootnoteReference"><sup><font><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><sup><font><span>[2]</span></font></sup></span><!--[endif]--></font></sup></span></a><span> Endnotes atau Footnotes ditulis jika pada pedoman penulisan diharuskan demikian.</span></p>
  </div>
  </div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rai.blogsome.com/2009/05/14/metodologi-penelitian-2/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Metodologi Penelitian</title>
		<link>http://rai.blogsome.com/2009/05/14/metodologi-penelitian/</link>
		<comments>http://rai.blogsome.com/2009/05/14/metodologi-penelitian/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 02:26:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>Metodologi Penelitian</category>
		<guid>http://rai.blogsome.com/2009/05/14/metodologi-penelitian/</guid>
		<description><![CDATA[	Kumpulan bahan kuliah
	Metodologi Penelitian
	&nbsp;
	DAFTAR ISI
	&nbsp;
	Modul 1:
	PENGANTAR:
	APAKAH PENELITIAN
	ITU?
	&nbsp;
	Modul 2:
	RAGAM PENELITIAN
	&nbsp;
	Modul 3:
	UNSUR-UNSUR
	PROPOSAL PENELITIAN
	&nbsp;
	Modul 4:
	PERUMUSAN
	PERMASALAHAN
	&nbsp;
	Modul 5:
	PENULISAN
	TINJAUAN PUSTAKA
	&nbsp;
   
1 Modul 1:
	APAKAH PENELITIAN ITU?
	&nbsp;
	Kata penelitian atau riset dipergunakan dalam pembicaraan sehari-hari untuk melingkup spektrum arti yang luas, yang dapat membuat bingung mahasiswa&mdash;terutama mahasiswa pascasarjana&mdash;yang harus mempelajari arti kata tersebut dengan tanda-tanda atau petunjuk yang jelas untuk membedakan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<h1 align="center"><strong><font><span>Kumpulan bahan kuliah</span></font></strong></h1>
	<p align="center" class="MsoNormal"><strong><font><span>Metodologi Penelitian</span></font></strong><strong><font><span></span></font></strong></p>
	<p align="center" class="MsoNormal"><strong><font><span>&nbsp;</span></font></strong></p>
	<p align="center" class="MsoNormal"><strong><font><span>DAFTAR ISI</span></font></strong></p>
	<p align="center" class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p align="center" class="MsoNormal"><font><span>Modul 1:</span></font></p>
	<p align="center" class="MsoNormal"><strong><font><span>PENGANTAR:</span></font></strong></p>
	<p align="center" class="MsoNormal"><strong><font><span>APAKAH PENELITIAN</span></font></strong></p>
	<p align="center" class="MsoNormal"><strong><font><span>ITU?</span></font></strong></p>
	<p align="center" class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p align="center" class="MsoNormal"><font><span>Modul 2:</span></font></p>
	<p align="center" class="MsoNormal"><strong><font><span>RAGAM PENELITIAN</span></font></strong></p>
	<p align="center" class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p align="center" class="MsoNormal"><font><span>Modul 3:</span></font></p>
	<p align="center" class="MsoNormal"><strong><font><span>UNSUR-UNSUR</span></font></strong></p>
	<p align="center" class="MsoNormal"><strong><font><span>PROPOSAL PENELITIAN</span></font></strong></p>
	<p align="center" class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p align="center" class="MsoNormal"><font><span>Modul 4:</span></font></p>
	<p align="center" class="MsoNormal"><strong><font><span>PERUMUSAN</span></font></strong></p>
	<h2><strong><font><span>PERMASALAHAN</span></font></strong></h2>
	<p align="center" class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p align="center" class="MsoNormal"><font><span>Modul 5:</span></font></p>
	<p align="center" class="MsoNormal"><strong><font><span>PENULISAN</span></font></strong></p>
	<p align="center" class="MsoNormal"><strong><font><span>TINJAUAN PUSTAKA</span></font></strong><font><span></span></font></p>
	<p align="center" class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
  <font><span><br /> </span></font><br />
<p align="center" class="MsoNormal"><a title="" name="_ftnref1" href="#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><sup><font><span>1</span></font></sup></span></a><font><span> </span></font><font><span>Modul 1:</span></font></p>
	<h3 align="center"><strong><font><span>APAKAH PENELITIAN ITU?</span></font></strong><span></span></h3>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Kata penelitian atau riset dipergunakan dalam pembicaraan sehari-hari untuk melingkup spektrum arti yang luas, yang dapat membuat bingung mahasiswa&mdash;terutama mahasiswa pascasarjana&mdash;yang harus mempelajari arti kata tersebut dengan tanda-tanda atau petunjuk yang jelas untuk membedakan yang satu dengan yang lain. Dapat saja, sesuatu yang dulunya dikenali sebagai penelitian ternyata bukan, dan beberapa konsep yang salah tentunya harus dibuang dan diganti konsep yang benar.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Pada dasarnya, manusia selalu ingin tahu dan ini mendorong manusia untuk bertanya dan mencari jawaban atas pertanyaan itu. Salah satu cara untuk mencari jawaban adalah dengan mengadakan penelitian. Cara lain yang lebih mudah, tentunya, adalah dengan bertanya pada seseorang atau &ldquo;bertanya&rdquo; pada buku&mdash;tapi kita tidak selalu dapat mendapat jawaban, atau kita mungkin mendapatkan jawaban tapi tidak meyakinkan.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Pengertian penelitian sering dicampuradukkan dengan: pengumpulan data atau informasi, studi pustaka, kajian dokumentasi, penulisan makalah, perubahan kecil pada suatu produk, dan sebagainya. Kata penelitian atau riset sering dikonotasikan dengan bekerja secara eksklusif menyendiri di laboratorium, di perpustakaan, dan lepas dari kehidupan sehari-hari.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Menjadi tujuan bab ini untuk menjelaskan pengertian penelitian dan membedakannya dengan hal-hal yang bukan penelitian. Pengertian penelitian yang disarankan oleh Leedy (1997: 3) sebagai berikut: Penelitian (riset) adalah proses yang sistematis meliputi pengumpulan dan analisis informasi (data) dalam rangka meningkatkan pengertian kita tentang fenomena yang kita minati atau menjadi perhatian kita.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Mirip dengan pengertian di atas, Dane (1990: 4) menyarankan definisi sebagai berikut: Penelitian merupakan proses kritis untuk mengajukan pertanyaan dan berupaya untuk menjawab pertanyaan tentang fakta dunia. Seperti disebutkan di atas, mungkin di masa lalu, kita mendapatkan banyak konsep (pengertian) tentang penelitian, yang sebagian daripadanya merupakan konsep yang salah. Untuk memperjelas hal tersebut, di bawah ini dikaji pengertian yang &ldquo;salah&rdquo; tentang penelitian (menurut kita&mdash;kaum akademisi).</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Pengertian yang salah tentang Penelitian</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Secara umum, berdasar konsep-konsep yang &ldquo;salah&rdquo; tentang penelitian, maka perlu digarisbawahi empat pengertian sebagai berikut:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>(1)</font><font><span>&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Penelitian bukan hanya mengumpulkan informasi (data)</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>(2)</font><font><span>&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Penelitian bukan hanya memindahkan fakta dari suatu tempat ke tempat lain</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>(3)</font><font><span>&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Penelitian bukan hanya membongkar-bongkar mencari informasi</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>(4)</font><font><span>&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Penelitian bukan suatu kata besar untuk menarik perhatian.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Lebih lanjut kesalahan pengertian tersebut dijelaskan di bawah ini.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><strong><font>1.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><strong><font><span>Penelitian bukan hanya mengumpulkan informasi (data)</span></font></strong></p>
	<p class="MsoBodyTextIndent"><font><span>Pernah suatu ketika, seorang mahasiswa mengajukan usul (proposal) penelitian untuk &ldquo;meneliti&rdquo; sudut kemiringan sebuah menara pemancar TV di kotanya. Ia mengusulkan untuk menggunakan peralatan canggih dari bidang keteknikan untuk mengukur kemiringan menara tersebut. Meskipun peralatannya canggih, tetapi yang ia lakukan sebenarnya hanyalah suatu <em><span>survei </span></em>(pengumpulan data/informasi) saja, yaitu mengukur kemiringan menara tersebut, dan survei itu bukan penelitian (tapi bagian dari suatu penelitian). Para siswa suatu SD kelas 4 diajak gurunya untuk melakukan &ldquo;penelitian&rdquo; di perpustakaan. Salah seorang siswa mempelajari tentang Columbus dari beberapa buku. Sewaktu pulang ke rumah, ia melapor kepada ibunya bahwa ia baru saja melakukan penelitian tentang Columbus. Sebenarnya, yang ia lakukan hanya sekedar mengumpulkan informasi, bukan penelitian. Mungkin gurunya bermaksud untuk mengajarkan keahlian mencari informasi dari pustaka <em><span>(reference skills).</span></em></span></font></p>
	<p class="MsoBodyTextIndent"><em><font><span>&nbsp;</span></font></em></p>
	<p class="MsoBodyTextIndent"><!--[if !supportLists]--><strong><font>2.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><strong><span>Penelitian bukan hanya memindahkan fakta dari suatu tempat ke tempat lain</span></strong></p>
	<p class="MsoBodyTextIndent"><font><span>Seorang mahasiswa telah menyelesaikan sebuah makalah tugas &ldquo;penelitian&rdquo; tentang teknik -teknik pembangunan bangunan tinggi di Jakarta. Ia telah berhasil mengumpulkan banyak artikel dari suatu majalah konstruksi bangunan dan secara sistematis melaporkannya dalam makalahnya, dengan disertai teknik acuan yang benar. Ia mengira telah melakukan suatu penelitian dan menyusun makalah penelitian. Sebenarnya, yang ia lakukan hanyalah: mengumpulkan informasi/data, merakit kutipan-kutipan pustaka dengan teknik pengacuan yang benar. Untuk disebut sebagai penelitian, yang dikerjakannya kurang satu hal, yaitu: interpretasi data. Hal ini dapat dilakukan dengan cara antara lain menambahkan misalnya: &ldquo;Fakta yang terkumpul menunjukkan indikasi bahwa faktor x dan y sangat mempengaruhi cara pembangunan bangunan tinggi di Jakarta&rdquo;. Dengan demikian, ia bukan hanya memindahkan informasi/data/fakta dari artikel majalah ke makalahnya, tapi juga menganalis informasi/data/fakta sehingga ia mampu untuk menyusun interpretasi terhadap informasi/data/fakta yang terkumpul tersebut.</span></font></p>
	<p class="MsoBodyTextIndent"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><strong><font>3.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><strong><font><span>Penelitian bukan hanya membongkar-bongkar mencari informasi</span></font></strong></p>
	<p class="MsoBodyTextIndent"><font><span>Seorang Menteri menyuruh stafnya untuk memilihkan empat buah kotamadya (di wilayah Indonesia bagian timur) yang memenuhi beberapa kriteria untuk diberi bantuan pembangunan prasarana dasar perkotaan. Stafnya tersebut berpikir bahwa ia harus melakukan &ldquo;penelitian&rdquo;. Ia kemudian pergi ke Kantor Statistik, membongkar arsip/dokumen statistik kotamadya -kotamadya yang ada di wilayah IBT tersebut. Dengan membandingkan data statistik yang terkumpul dengan kriteria yang diberi oleh Menteri, ia berhasil memilih empat kotamadya yang paling memenuhi kriteria-kriteria tersebut. Staf tersebut melaporkan hasil &ldquo;penelitiannya&rdquo; ke Menteri. Sebenarnya yang dilakukan oleh staf tersebut hanyalah mencari data <em><span>(data searching, rummaging) </span></em>dan mencocokknnya <em><span>(matching) </span></em>dengan kriteria , dan itu bukan penelitian.</span></font></p>
	<p class="MsoBodyTextIndent"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoBodyTextIndent"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoBodyTextIndent"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>4.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><strong><font><span>Penelitian bukan suatu kata besar untuk menarik perhatian</span></font></strong><font><span></span></font></p>
	<p class="MsoBodyTextIndent"><font><span>Kata &ldquo;&hellip;penelitian&rdquo; sering dipakai oleh surat kabar, majalah populer, dan iklan untuk menarik perhatian (&ldquo;mendramatisir&rdquo;). Misalnya, berita di surat kabar: &ldquo;Presiden akan melakukan penelitian terhadap Pangdam yang ingin &lsquo;mreteli&rsquo; kekuasaan Presiden&rdquo;. Contoh lain: berita &ldquo;Semua anggota DPRD tidak perlu lagi menjalani penelitian khusus (litsus)&rdquo;. Contoh lain lagi: &ldquo;Produk ini merupakan hasil penelitian bertahun-tahun&rdquo; (padahal hanya dirubah sedikit formulanya dan namanya diganti agar konsumen tidak bosan).</span></font></p>
	<p class="MsoBodyTextIndent"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Pengertian yang benar tentang Penelitian dan Karakteristik Proses Penelitian</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Pengertian yang benar tentang penelitian sebagai berikut, menurut Leedy (1997: 5): Penelitian adalah suatu <em><span>proses </span></em>untuk mencapai (secara sistematis dan didukung oleh data) jawaban terhadap suatu pertanyaan, penyelesaian terhadap permasalahan, atau pemahaman yang dalam terhadap suatu fenomena.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Proses tersebut, yang sering disebut sebagai <em><span>metodologi penelitian, </span></em>mempunyai delapan macam karakteristik:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>1)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Penelitian dimulai dengan suatu pertanyaan atau permasalahan.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>2)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Penelitian memerlukan pernyataan yang jelas tentang tujuan.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>3)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Penelitian mengikuti rancangan prosedur yang spesifik.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>4)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Penelitian biasanya membagi permasalahan utama menjadi sub-sub masalah yang lebih dapat dikelola.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>5)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Penelitian diarahkan oleh permasalahan, pertanyaan, atau hipotesis penelitian yang spesifik.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>6)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Penelitian menerima asumsi kritis tertentu.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>7)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Penelitian memerlukan pengumpulan dan interpretasi data dalam upaya untuk mengatasi permasalahan yang mengawali penelitian.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>8)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Penelitian adalah, secara alamiahnya, berputar secara siklus; atau lebih tepatnya,</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>seperti terlihat pada gambar di bawah ini.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Macam Tujuan Penelitian</span></font></strong><font><span></span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Seperti dijelaskan di atas, penelitian berkaitan dengan pertanyaan atau keinginan tahu manusia (yang tidak ada hentinya) dan upaya (terus menerus) untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Dengan demikian, tujuan terujung suatu penelitian adalah untuk merumuskan pertanyaan-pertanyaan dan menemukan jawaban-jawaban terhadap pertanyaan penelitian tersebut. Tujuan dapat beranak cabang yang me ndorong penelitian lebih lanjut. Tidak satu orangpun mampu mengajukan semua pertanyaan, dan demikian pula tak seorangpun sanggup menemukan semua jawaban bahkan hanya untuk satu pertanyaan saja. </span></font><font><span>Maka, kita perlu <em><span>membatasi </span></em>upaya kita dengan cara membatasi tujuan penelitian. Terdapat bermacam tujuan penelitian, dipandang dari usaha untuk membatasi ini, yaitu:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>1)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>eksplorasi <em><span>(exploration)</span></em></span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>2)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>deskripsi <em><span>(description)</span></em></span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>3)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>prediksi <em><span>(prediction)</span></em></span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>4)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>eksplanasi <em><span>(explanation) </span></em>dan</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>5)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>aksi <em><span>(action).</span></em></span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Penjelasan untuk tiap macam tujuan diberikan di bawah ini. Tapi perlu kita ingat bahwa penentuan tujuan, salah satunya, dipengaruhi oleh kemajuan ilmu pengethaun yang terkait dengan permasalahan yang kita hadapi <em><span>(&ldquo;state of the art&rdquo;). </span></em></span></font><font><span>Misal, bila masih &ldquo;samarsamar&rdquo;, maka kita perlu bertujuan untuk menjelajahi (eksplorasi) dulu. Bila sudah pernah dijelajahi dengan cukup, maka kita coba terangkan (deskripsikan) lebih lanjut.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><strong><font>1.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><strong><font><span>Eksplorasi</span></font></strong></p>
	<p class="MsoBodyTextIndent"><font><span>Seperti disebutkan di atas, bila kita ingin menjelajahi (mengeksplorasi) suatu topik (permasalahan), atau untuk mulai memahami suatu topik, maka kita lakukan penelitian eksplorasi. Penelitian esplorasi (menjelajah) berkaitan dengan upaya untuk menentukan apakah suatu fenomena ada atau tidak. Penelitian yang mempunyai tujuan seperti ini dip akai untuk menjawab bentuk pertanyaan &ldquo;Apakah X ada/terjadi?&rdquo;. Contoh penelitian sederhana (dalam ilmu sosial): Apakah laki-laki atau wanita mempunyai kcenderungan duduk di bagian depan kelas atau tidak? Bila salah satu pihak atau keduanya mempunyai kecend erungan itu, maka kita mendapati suatu fenomena (yang mendorong penelitian lebih lanjut). Penelitian eksplorasi dapat juga sangat kompleks. Umumnya, peneliti memilih tujuan eksplorasi karena tuga macam maksud, yaitu: (a) memuaskan keingintahuan awal dan nantinya ingin lebih memahami, (b) menguji kelayakan dalam melakukan penelitian/studi yang lebih mendalam nantinya, dan (c) mengembangkan metode yang akan dipakai dalam penelitian yang lebih mendalam. </span></font><span>Hasil penelitian eksplorasi, karena merupakan penelitian penjelajahan, maka sering dianggap tidak memuaskan. Kekurang-puasan terhadap hasil penelitian ini umumnya terkait dengan masalah sampling <em><span>(representativeness)</span></em>&mdash;menurut Babbie 1989: 80. Tapi perlu kita sadari bahwa penjelajahan memang berarti &ldquo;pembukaan jalan&rdquo;, sehingga setelah &ldquo;pintu terbuka lebar-lebar&rdquo; maka diperlukan penelitian yang lebih mendalam dan terfokus pada sebagian dari &ldquo;ruang di balik pintu yang telah terbuka&rdquo; tadi.</span></p>
	<p class="MsoBodyTextIndent"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoBodyTextIndent"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>2.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><strong><font><span>Deskripsi</span></font></strong><font><span></span></font></p>
	<p class="MsoBodyTextIndent"><font><span>Penelitian deskriptif berkaitan dengan pengkajian fenomena secara lebih rinci atau membedakannya dengan fenomena yang lain. Sebagai contoh, meneruskan contoh pada bahasan penelitian eksplorasi di atas, yaitu misal: ternyata wanita lebih cenderung duduk di bagian depan kelas daripada laki-laki, maka penelitian lebih lanjut untuk lebih memerinci: misalnya, apa batas atau pengertian yang lebih tegas tentang &ldquo;bagian depan kelas&rdquo;? Apakah duduk di muka tersebut berkaitan dengan macam mata pelajaran? tingkat kemenarikan guru yang mengajar? ukuran kelas? Penelitian deskriptif menangkap ciri khas suatu obyek, seseorang, atau suatu kejadian pada waktu data dikumpulkan, dan ciri khas tersebut mungkin berubah dengan perkembangan waktu. Tapi hal ini bukan berarti hasil penelitian waktu lalu tidak berguna, dari hasil-hasil tersebut kita dapat melihat perkembangan perubahan suatu fenomena dari masa ke masa.</span></font></p>
	<p class="MsoBodyTextIndent"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><strong><font>3.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><strong><font><span>Prediksi</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Penelitian prediksi berupaya mengidentifikasi hubungan (keterkaitan) yang </span></font><font><span>memungkinkan kita berspekulasi (menghitung) tentang sesuatu hal (X) dengan mengetahui </span></font><font><span>(berdasar) hal yang lain (Y). Prediksi sering kita pakai sehari-hari, misalnya dalam menerima mahasiswa baru, kita gunakan skor minimal tertentu&mdash;yang artinya dengan skor tersebut, mahasiswa mempunyai kemungkinan besar untuk berhasil dalam studinya (prediksi hubungan antara skor ujian masuk dengan tingkat keberhasilan studi nantinya).</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><strong><font>4.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><strong><font><span>Eksplanasi</span></font></strong></p>
	<p class="MsoBodyTextIndent"><font><span>Penelitian eksplanasi mengkaji hubungan sebab-akibat diantara dua fenomena atau lebih. Penelitian seperti ini dipakai untuk menentukan apakah suatu eksplanasi (keterkaitan sebab-akibat) valid atau tidak, atau menentukan mana yang lebih valid diantara dua (atau lebih) eksplanasi yang saling bersaing. Penelitian eksplanasi (menerangkan) juga dapat bertujuan menjelaskan, misalnya, &ldquo;mengapa&rdquo; suatu kota tipe tertentu mempunyai tingkat kejahatan lebih tinggi dari kota-kota tipe lainnya. Catatan: dalam penelitian deskriptif hanya dijelaskan bahwa tingkat kejahatan di kota tipe tersebut berbeda dengan di kota-kota tipe lainnya, tapi tidak dijelaskan &ldquo;mengapa&rdquo; (hubungan sebab-akibat) hal tersebut terjadi.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><strong><font>5.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><strong><font><span>Aksi</span></font></strong></p>
	<p class="MsoBodyTextIndent"><font><span>Penelitian aksi (tindakan) dapat meneruskan salah satu tujuan di atas dengan penetapan persyaratan untuk menemukan solusi dengan bertindak sesuatu. Penelitian ini umumnya dilakukan dengan eksperimen tidakan dan mengamati hasilnya; berdasar hasil tersebut disusun persyaratan solusi. Misal, diketahui fenomena bahwa meskipun suhu udara luar sudah lebih dingin dari suhu ruang, orang tetap memakai AC (tidak mematikannya). Dalam eksperimen penelitian tindakan dibuat berbagai alat bantu mengingatkan orang bahwa udara luar sudah lebih dingin dari udara dalam. </span></font><span>Ternyata dari beberapa alat bantu, ada satu yang paling dapat diterima. Dari temuan itu disusun persyaratan solusi terhadap fenomena di atas.</span></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>&nbsp;</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>&nbsp;</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Hubungan Penelitian dengan Perancangan</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Hasil penelitian, antara lain berupa teori, disumbangkan ke khazanah ilmu pengetahuan, sedangkan ilmu yang ada di khazanah tersebut dimanfaatkan oleh para perancang/perencana/pengembang untuk melakukan kegiatan dalam bidang keahliannya.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Menurut Zeisel (1981), perancangan mempunyai tiga langkah utama, yaitu: <em><span>imaging, presenting </span></em>dan <em><span>testing</span></em>, sedangkan <em><span>imaging </span></em>dilakukan berdasar <em><span>empirical knowledge</span></em>. Perancangan/perencanaan/pengembangan, selain menggunakan pengetahuan dari khazanah ilmu pengetahuan, juga mempertimbangkan hal-hal lain, seperti estetika, perhitungan ekonomis, dan kadang pertimbangan politis, dan lain-lain. Terhadap hasil perencanaan/perancangan/pengembangan juga dapat dilakukan penelitian evaluasi yang hasilnya juga akan memperkaya khazanah ilmu pengetahuan.</span></font><font><span></span></font></p>
  <font><span><br /> </span></font><br />
<p align="center" class="MsoNormal"><a title="" name="_ftnref2" href="#_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><sup><font><span>2</span></font></sup></span></a><font><span>Modul 2:</span></font></p>
	<p align="center" class="MsoNormal"><strong><font><span>RAGAM PENELITIAN</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoBodyText"><font><span>Penelitian itu bermacam-macam ragamnya. Dalam bab &ldquo;Pengantar: Apakah Penelitian Itu?&rdquo; telah dibahas macam penelitian dilihat dari macam tujuannya, maka dalam bab ini ragam (variasi) penelitian dilihat dari:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>1)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>macam bidang ilmu</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>2)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>macam pembentukan ilmu</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>3)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>macam bentuk data</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>4)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>macam paradigma keilmuan yang dianut</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>5)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>macam strategi (esensi alamiah data, proses pengumpulan dan pengolahan data)</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>6)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>lain-lain.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Selain itu, sebetulnya masih banyak ragam penelitian dilihat dari segi lainnya, tapi dalam bab</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>ini tidak akan dibahas&mdash;karena tidak berkaitan dengan program studi kuliah ini.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Ragam Penelitian menurut Bidang Ilmu</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Secara umum, ilmu-ilmu dapat dibedakan antara ilmu-ilmu dasar dan ilmu-ilmu terapan. Termasuk kelompok ilmu dasar, antara lain ilmu-ilmu yang dikembangkan di fakultas-fakultas MIPA (Mathematika, Fisika, Kimia, Geofosika), Biologi, dan Geografi.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Kelompok ilmu terapan meliputi antara lain: ilmu-ilmu teknik, ilmu kedokteran, ilmu teknologi pertanian. Ilmu-ilmu dasar dikembangkan lewat penelitian yang biasa disebut sebagai &ldquo;penelitian dasar&rdquo; <em><span>(basic research), </span></em>sedangkan penelitian terapan <em><span>(applied research) </span></em>menghasilkan ilmu-ilmu terapan. Penelitian terapan (misalnya di bidang fisika bangunan) dilakukan dengan memanfaatkan ilmu dasar (misal: fisika). Oleh para perancang teknik, misalnya, ilmu terapan dan ilmu dasar dimanfaatkan untuk membuat rancangan keteknikan (misal: rancangan bangunan). Tentu saja, dalam merancang, para ahli teknik bangunan tersebut juga mempertimbangkan hal-hal lain, misalnya: keindahan, biaya, dan sentuhan budaya. Catatan: Suriasumantri (1978: 29) menamakan penelitian dasar tersebut di atas sebagai &ldquo;penelitian murni&rdquo; (penelitian yang berkaitan dengan &ldquo;ilmu murni&rdquo;, contohnya: Fisika teori).</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Pada perkembangan keilmuan terbaru, sering sulit menngkatagorikan ilmu dasar dibedakan dengan ilmu terapan hanya dilihat dari fakultasnya saja. Misal, di Fakultas Biologi dikembangkan ilmu biologi teknik (biotek), yang mempunyai ciri-ciri ilmu terapan karena sangat dekat dengan penerapan ilmunya ke praktek nyata (perancangan produk). Demikian juga, dulu Ilmu Farmasi dikatagorikan sebagai ilmu dasar, tapi kini dimasukkan sebagai ilmu terapan karena dekat dengan terapannya di bidang industri. Karena makin banyaknya hal-hal yang masuk pertimbangan ke proses perancangan/perencanaan, selain ilmu-ilmu dasar dan terapan, produk-produk perancangan/perencanaan dapat menjadi obyek penelitian. Penelitian seperti ini disebut sebagai penelitian evaluasi <em><span>(evaluation research) </span></em>karena mengkaji dan mengevaluasi produk-produk tersebut untuk menggali pengetahuan/teori &ldquo;yang tidak terasa&rdquo; melekat pada produk-produk tersebut (selain ilmu-ilmu dasar dan terapan yang sudah ada sebelumnya).</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Bila tidak melihat apakah penelitian dasar atau terapan, maka macam penelitian menurut bidang ilmu dapat dibedakan langsung sesuai macam ilmu. Contoh: penelitian pendidikan, penelitian keteknikan, penelitian ruang angkasa, pertanian, perbankan, kedokteran, keolahragaan, dan sebagainya (Arikunto, 1998: 11).</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Ragam Penelitian menurut Pembentukan Ilmu</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Ilmu dapat dibentuk lewat penelitian induktif atau penelitian deduktif. Diterangkan secara sederhana, penelitian induktif adalah penelitian yang menghasilkan teori atau hipotesis, sedangkan penelitian deduktif merupakan penelitian yang menguji (mengetes) teori atau hipotesis (Buckley dkk., 1976: 21). Penelitian deduktif diarahkan oleh hipotesis yang kemudian teruji atau tidak teruji selama proses penelitian. Penelitian induktif diarahkan oleh keingintahuan ilmiah dan upaya peneliti dikonsentrasikan pada prosedur pencarian dan analisis data (Buckley dkk., 1976: 23). Setelah suatu teori lebih mantap (dengan penelitian deduktif) manusia secara alamiah ingin tahu lebih banyak lagi atau lebih rinci, maka dilakukan lagi penelitian induktif, dan seterusnya beriterasi sehingga khazanah ilmu pengetahuan semakin bertambah lengkap. Secara lebih jelas, penelitian deduktif dilakukan berdasar logika deduktif, dan penelitian induktif dilaksanakan berdasar penalaran induktif (Leedy, 1997: 94-95). Logika deduktif dimulai dengan premis mayor (teori umum); dan berdasar premis mayor dilakukan pengujian terhadap sesuatu (premis minor) yang diduga mengikuti premis mayor tersebut. Misal, dulu kala terdapat premis mayor bahwa bumi berbentuk datar, maka premis minornya misalnya adalah bila kita berlayar terus menerus ke arah barat atau timur maka akan sampai pada tepi bumi. Kelemahan dari logika deduktif adalah bila premis mayornya keliru.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Kebalikan dari logika deduktif adalah penalaran induktif. Penalaran induktif dimulai dari observasi empiris (lapangan) yang menghasilkan banyak data (premis minor). Dari banyak data tersebut dicoba dicari makna yang sama (premis mayor)&mdash;yang merupakan teori sementara (hipotesis), yang perlu diuji dengan logika deduktif.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>&nbsp;</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Ragam Penelitian menurut Bentuk data (kuantitatif atau kualitatif)</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Macam penelitian dapat pula dibedakan dari &ldquo;bentuk&rdquo; datanya, dalam arti data berupa data kuantitatif atau data kualitatif. Data kuantitatif diartikan sebagai data yang berupa angka yang dapat diolah dengan matematika atau statistik, sedangkan data kualitatif adalah sebaliknya (yaitu: datanya bukan berupa angka yang dapat diolah dengan matematika atau statistik). Meskipun demikian, kadang dilakukan upaya kuantifikasi terhadap data kualitatif menjadi data kuantitatif. Misal, persepsi dapat diukur dengan membubuhkan angka dari 1 sampai 5.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Penelitian yang datanya berupa data kualitatif disebut penelitian kuantitatif. </span></font><font><span>Dalam penelitian seperti itu, sering dipakai statistik atau pemodelan matematik. Sebaliknya, penelitian yang mengolah data kualitatif disebut sebagai penelitian kualitatif. Berkaitan dengan macam paradigma (positivisme, rasionalisme, fnomenologi) yang dibahas di bagian berikut, macam penelitian dapat dikombinasikan, misal: penelitian rasionalisme kuantitatif, penelitian rasionalisme kualitatif (misal: penelitian yang mengkait pola kota atau pola desain bangunan).</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Ragam Penelitian menurut Paradigma Keilmuan</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Menurut Muhajir (1990), terdapat tiga macam paradigma keilmuan yang berkaitan dengan penelitian, yaitu: (1) positivisme, (2) rasionalisme, dan (3) fenomenologi. Ketiga macam penelitian ini dapat dibedakan dalam beberapa sudut pandang (a) sumber kebenaran/teori, dan (2) teori yang dihasilkan dari penelitian. Dari sudut pandang sumber kebenaran, paradigma positivisme percaya bahwa kebenaran hanya bersumber dari empiri sensual, yaitu yang dapat ditangkap oleh pancaindera, sedangkan paradigma rasionalisme percaya bahwa sumber kebenaran tidak hanya empiri sensual, tapi juga empiri logik (pikiran: abstraksi, simplifikasi), dan empiri etik (idealisasi realitas). Paradigma fenomenologi menambah semua empiri yang dipercaya sebagai sumber kebenaran oleh rasionalisme dengan satu lagi yaitu empiri transcendental (keyakinan; atau yang berkaitan dengan Ke-Tuhan-an). Dari pandangan teori yang dihasilkan, penelitian dengan berbasis paradigma positivisme atau rasionalisme, keduanya menghasilkan sumbangan kepada khazanah ilmu nomotetik (prediksi dan hukum-hukum dari generalisasi). Di lain pihak, penelitian berbasis fenomenologi tidak berupaya membangun ilmu dari generalisasi, tapi ilmu idiografik (khusus berlaku untuk obyek yang diteliti). Sering ditanyakan manfaat dari ilmu yang berlaku local dibandingkan ilmu yang berlaku umum <em><span>(general). </span></em>Keduanya saling melengkapi, karena ilmu lokal menjelaskan kekhasan obyek dibandingkan yang umum. Misal, kini sedang berkembang ilmu tentang ASEAN <em><span>(ASEAN studies). </span></em>Manfaat dari ilmu semacam ini dapat dicontohkan sebagai berikut: di negara barat, banyak orang ingin berdagang di ASEAN; agar berhasil baik, mereka perlu mempelajari tatacara/kebiasaan/kultur berdagang di ASEAN, maka mereka mempelajari ilmu lokal yang menjelaskan perbedaan tatacara perdagangan di kawasan tersebut dibanding tatacara perdagangan yang umum di dunia.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Untuk lebih menjelaskan perbedaan antar ketiga macam penelitian berbasis tiga macam paradigma yang berbeda tersebut, di bawah ini (lihat Tabel Ragam-1)satu per satu dibahas lebih lanjut, terutama dari (a) kerangka teori sebagai persiapan penelitian, (b) kedudukan obyek dengan lingkungannya, (c) hubungan obyek dan peneliti, dan (d) generalisasi hasil&mdash;sumber: Muhadjir (1990).</span></font><font><span></span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span><!--[if gte vml 1]><v :shapetype  id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" o:spt="75" o:preferrelative="t"  path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f">  <v :stroke joinstyle="miter"/>  </v><v :formulas>   <v :f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"/>   <v :f eqn="sum @0 1 0"/>   <v :f eqn="sum 0 0 @1"/>   <v :f eqn="prod @2 1 2"/>   <v :f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"/>   <v :f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"/>   <v :f eqn="sum @0 0 1"/>   <v :f eqn="prod @6 1 2"/>   <v :f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"/>   <v :f eqn="sum @8 21600 0"/>   <v :f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"/>   <v :f eqn="sum @10 21600 0"/>  </v>  <v :path o:extrusionok="f" gradientshapeok="t" o:connecttype="rect"/>  <o :lock v:ext="edit" aspectratio="t"/> <v :shape id="_x0000_i1027" type="#_x0000_t75" style='width:390pt;  height:316.5pt'>  <v :imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\ADMINI~1.000\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image002.png"   o:title=""/> </v>< ![endif]--><!--[if !vml]--><img width="520" height="422" border="0" src="file:///C:/DOCUME%7E1/ADMINI%7E1.000/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image003.jpg" /><!--[endif]--></span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Ragam Penelitian menurut Strategi (Opini, Empiris, Arsip, Logika internal)</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Buckley dkk. (1976: 23) menjelaskan arti metodologi, strategi, domain, teknik, sebagai berikut:</span></font></p>
	<p class="MsoBodyText"><!--[if !supportLists]--><font>1)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]-->Metodologi merupakan kombinasi tertentu yang meliputi strategi, domain, dan teknik yang dipakai untuk mengembangkan teori (induksi) atau menguji teori (deduksi).</p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>2)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Strategi terkait dengan sifat alamiah yang esensial dari data dan proses data tersebut dikumpulkan dan diolah.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>3)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Domain berkaitan dengan sumber data dan lingkungannya.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>4)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Teknik terkait dengan alat pengumpulan dan pengolahan data. Teknik dibedakan dua macam, yaitu:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>a)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Teknik &ldquo;formal&rdquo; merupakan teknik yang diterapkan secara obyektif dan menggunakan data kuantitatif.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>b)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Teknik &ldquo;informal&rdquo; merupakan teknik yang diterapkan secara subyektif dan menggunakan data kualitatif.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Secara lebih sederhana, dapat dikatakan bahwa strategi berkaitan dengan &ldquo;cara&rdquo; kita melakukan pengembangan atau pengujian teori. Berkaitan dengan strategi, ragam penelitian dapat dibedakan menjadi empat, yaitu penelitian: (1) opini, (2) empiris, (3) kearsipan, dan (4) analitis.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><strong><font>1.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><strong><font><span>Penelitian Opini</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Bila peneliti mencari pandangan atau persepsi orang-orang terhadap suatu permasalahan, maka ia melakukan penelitian opini. Orang-orang tersebut dapat merupakan kelompok atau perorangan (jadi <em><span>domain</span></em>-nya dapat berupa kelompok atau individual). Terdapat banyak ragam metode/teknik yang dapat dipakai untuk penelitian opini perorangan, salah satunya yang populer dan formal adalah: metode penelitian survei <em><span>(survey research)</span></em></span></font><font><span>1</span></font><font><span>. Selain itu, penjaringan persepsi perorangan yang informal dapat dilakukan dengan teknik wawancara. Untuk mengumpulkan opini kelompok, secara formal, dapat dipakai metode Delphi. Metode ini dilakukan terhadap kelompok pakar, untuk mengembangkan konsensus&mdash;atau tidak adanya konsensus&mdash;dengan menghindari pengaruh opini antar pakar</span></font><font><span>2</span></font><font><span>. Teknik informal untuk menggali opini kelompok dapat dilakukan antara lain dengan curah gagas <em><span>(brainstorming)</span></em></span></font><em><font><span>3</span></font></em><em><font><span>. </span></font></em><font><span>Cara ini dilakukan dengan (a) menfokuskan pada satu masalah yang jelas, (b) terima semua ide, tanpa disangkal, tanpa melihat layak atau tidak, dan (c) katagorikan ide-ide tersebut.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><strong><font>2.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><strong><font><span>Penelitian Empiris</span></font></strong></p>
	<p class="MsoBodyTextIndent"><font><span>Empiris terkait dengan observasi atau kejadian yang dialami sendiri oleh peneliti. Penelitian empiris dapat dibedakan dalam tiga macam bentuk, yaitu: studi kasus, studi lapangan, dan studi laboratorium. Ketiga macam penelitian ini dapat dibedakan dari dua sudut pandang, yaitu: (a) keberadaan rancangan eksperimen, dan (b) keberadaan kendali eksperimen&mdash;seperti terlihat pada tabel berikut:</span></font><font><span></span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span><!--[if gte vml 1]><v :shape  id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" style='width:384pt;height:117.75pt'>  <v :imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\ADMINI~1.000\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image004.png"   o:title=""/> </v>< ![endif]--><!--[if !vml]--><img width="512" height="157" border="0" src="file:///C:/DOCUME%7E1/ADMINI%7E1.000/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image005.jpg" /><!--[endif]--></span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Teknik observasi merupakan teknik yang dapat dipakai untuk ketiga macam penelitian empiris di atas. Selain itu, untuk studi lapangan dapat dipakai teknik studi waktu dan gerak <em><span>(time and motion study), </span></em>misal dibantu dengan peralatan kamera video, TV sirkuit rertutup, atau alat &ldquo;penangkap&rdquo; kejadian (sensor) dan perekam yang lain. </span></font><font><span>Untuk studi laboratorium dapat dilakukan antara lain dengan simulasi (misal dengan komputer).</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><strong><font>3.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><strong><font><span>Penelitian Kearsipan</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&ldquo;Arsip&rdquo;, dalam hal ini, diartikan sebagai rekaman fakta yang disimpan. Kita bedakan tiga tipe arsip, yaitu: (1) primer, (2) sekunder, dan (3) fisik. Dua tipe yang pertama berkaitan dengan arsip tertulis, tape, dan bentuk -bentuk lain dokumentasi. Arsip primer adalah rekaman fakta langsung oleh perekamnya (misal: data perkantoran), sedangkan arsip sekunder merupakan hasil rekaman orang/pihak lain. Tipe ketiga, yaitu arsip fisik, dapat berupa batu candi, jejak kaki, dan sebagainya. Teknik informal dalam penelitian ini berupa antara lain: <em><span>scanning </span></em>dan observasi.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Teknik formal untuk arsip tertulis primer dapat dilakukan dengan metode analisis isi <em><span>(content analysis). </span></em>Terhadap arsip sekunder dapat dilakukan teknik <em><span>sampling</span></em>, sedangkan terhadap arsip fisik dapat dilakukan antara lain dengan pengukuran erosi dan akresi (untuk penelitian arkeologi).</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><strong><font>4.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><strong><font><span>Penelitian Analitis</span></font></strong></p>
	<p class="MsoBodyTextIndent"><font><span>Terdapat problema penelitian yang tidak dapat dipecahkan dengan penelitian opini, empiris atau kearsipan. Penelitian tersebut perlu dipecahkan secara analitis, yaitu dilakukan dengan cara memecah problema menjadi sub-sub problema (atau variabel-variabel) dan dicari karakteristik tiap sub problema (variabel) dan keterkaitan antar sub problema (variabel). </span></font><span>Penelitian analitis sangatmenggantungkan diri pada logika internal penelitinya, sehingga subyektivitas peneliti perlu dihindari. Untuk itu, penelitian analitis perlu mendasarkan diri pada filsafat atau logika. Terdapat berbagai teknik formal dalam penelitian analitis, antara lain: logika matematis, pemodelan matematis, dan teknik organisasi formal (<em><span>flowcharting</span></em>, analisis jaringan, strategi pengambilan keputusan, algoritma, heuristik). Catatan: Riset operasi merupakan pengembangan dari penelitian analitis. Teknik informal untuk penelitian analitis meliputi antara lain: skenario, dialektik, metode dikotomus, metode teralogis&mdash;lihat Buckley dkk. (1976: 27).</span></p>
	<p class="MsoBodyTextIndent"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Ragam Penelitian menurut Lain-lain</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Dalam literatur terdapat banyak ragam penelitian menurut berbagai sudut pandang, dan tidak semua ragam dapat dibahas disini. Pembahasan lain-lain hanya akan melihat ragam penelitian bersumber dari tiga pustaka, yaitu buku Arikunto (1998), Suryabrata (1983)</span></font><font><span>4</span></font><font><span>, dan Yin (1989)</span></font><font><span>5</span></font><font><span>.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>1.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Ragam Penelitian menurut pendekatan&mdash;sumber: Arikunto (1998: 9-10)</span></font></p>
	<p class="MsoBodyTextIndent"><!--[if !supportLists]--><font>a.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><span>Penelitian dengan pendekatan longitudinal (satu obyek penelitian dilihat bergerak sejalan dengan waktu)</span></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>b.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Penelitian dengan pendekatan penampang-silang (<em><span>cross-sectional</span></em>&mdash;yaitu banyak obyek penelitian dilihat pada satu waktu yang sama).</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>2.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Ragam Penelitian&mdash;sumber: Suryabrata (1983: 15-64)</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>a.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Historis (membuat rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan obyektif)</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>b.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Deskriptif (membuat deskripsi secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta dan sifat populasi atau daerah tertentu)</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>c.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Perkembangan (menyelidiki pola dan urutan pertumbuhan dan/atau perubahan sebagai fungsi waktu)</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>d.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Kasus/Lapangan (mempelajari secara intensif latar belakang keadaan sekarang dan interaksi lingkungan suatu obyek)</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>e.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Korelasional (mengkaji tingkat keterkaitan antara variasi suatu faktor dengan variasi faktor lain berdasar koefisien korelasi)</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>f.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Eksperimental sungguhan (menyelidiki kemungkinan hubungan sebab akibat dengan melakukan kontrol/kendali)</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>g.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Eksperimental semu (mengkaji kemungkinan hubungan sebab akibat dalam keadaan yang tidak memungkinkan ada kontrol/kendali, tapi dapat diperoleh informasi pengganti bagi situasi dengan pengendalian)</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>h.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Kausal-komparatif (menyelidiki kemungkinan hubungan sebab-akibat, tapi tidak dengan jalan eksperimen&mdash;dilakukan denganpengamatan terhadap data dari faktor yang diduga menjadi penyebab, sebagai pembanding)</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>i.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Tindakan (mengembangkan ketrampilan baru atau pendekatan baru dan diterapkan langsung serta dikaji hasilnya).</span></font><font><span></span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span><!--[if gte vml 1]><v :shape id="_x0000_i1028"  type="#_x0000_t75" style='width:414pt;height:230.25pt'>  <v :imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\ADMINI~1.000\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image006.png"   o:title=""/> </v>< ![endif]--><!--[if !vml]--><img width="552" height="307" border="0" src="file:///C:/DOCUME%7E1/ADMINI%7E1.000/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image007.jpg" /><!--[endif]--></span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>&nbsp;</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Ragam Penelitian &amp; Syarat penelitian</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Melihat banyak ragam penelitian dari berbagai sudut pandang dan dari berbagai pendapat para penulis, maka kita perlu hati-hati dalam menyebut ragam penelitian kita, karena dengan istilah yang sama tapi orang lain mungkin menangkap artinya secara berbeda. </span></font><font><span>Sering pula untuk satu pengertian yang sama tapi diberi istilah yang berbeda. </span></font><font><span>Selain itu, perlu diperhatikan bahwa penelitian perlu dilakukan dengan syarat:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>1)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>SISTEMATIK (menuruti prosedur tertentu, tidak ruwet), dan</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>2)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>OBYEKTIF (tidak subyektif, dengan sampel yang cukup, dipublikasikan agar dapat dievaluasi oleh kelompok pakar bidangnya/ peer)</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Catatan: syarat menjadi peneliti yang baik meliputi antara lain: mampu berpikir sistematis,</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>dan jujur.</span></font><font><span></span></font></p>
  <font><span><br /> </span></font><br />
<p align="center" class="MsoNormal"><a title="" name="_ftnref3" href="#_ftn3"><span class="MsoFootnoteReference"><sup><font><span>3</span></font></sup></span></a><font><span>Modul 3:</span></font></p>
	<p align="center" class="MsoNormal"><strong><font><span>UNSUR-UNSUR PROPOSAL PENELITIAN</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoBodyText"><font><span>Proposal atau usulan penelitian diperlukan untuk mengawali suatu kegiatan penelitian. Propsoal tersebut perlu dikaji atau dievaluasi oleh pembimbing penelitian atau evaluator dari pihak sponsor pemberi dana. Untuk memperlancar evaluasi atau kajian, proposal perlu mengikuti format tertentu dalam hal susunan isi, pengetikan, dan pengesahan (yang diminta oleh pembimbing atau evaluator). Dalam bab ini hanya format susunan isi yang dibahas, sedangkan untuk format pengetikan dan pengesahan silahkan mengacu pada pedoman yang berlaku.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Untuk membahas format susunan isi proposal penelitian, pertama dibahas unsure unsure proposal beserta keterkaitan antar unsur tersebut. Bahasan selanjutnya menyangkut tiap unsur, tetapi dibahas secara singkat dan dalam keterkaitannya dengan unsur &ndash;unsur lainnya. Bahasan yang lebih panjang lebar dan terfokus hanya pada unsur-unsur&mdash;yang dianggap terpenting&mdash;diberikan pada bab-bab tersendiri.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Unsur-unsur Isi Proposal dan Keterkaitannya</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Secara umum, isi proposal penelitian meliputi.unsur-unsur sebagai berikut (menurut</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>pedoman penulisan tesis yang dikeluarkan oleh Program Pascasacrajan UGM, 1997):</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>1)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Judul</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>2)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Latar belakang &amp; perumusan permasalahan (&amp; keaslian penelitian, dan faedah yang dapat diharapkan)</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>3)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Tujuan dan Lingkup penelitian</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>4)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Tinjauan Pustaka</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>5)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Landasan Teori</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>6)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Hipotesis</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>7)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Cara penelitian</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>8)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Jadwal penelitian</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>9)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Daftar Pustaka</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>10)</font><font><span>&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Lampiran</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
  <font><span><br /> </span></font><br />
<p class="MsoNormal"><font><span>Keterkaitan antar unsur tersebut terlihat seperti pada gambar di bawah ini:</span></font><font><span></span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span><!--[if gte vml 1]><v :shape id="_x0000_i1029"  type="#_x0000_t75" style='width:6in;height:221.25pt'>  <v :imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\ADMINI~1.000\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image008.png"   o:title=""/> </v>< ![endif]--><!--[if !vml]--><img width="576" height="295" border="0" src="file:///C:/DOCUME%7E1/ADMINI%7E1.000/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image009.jpg" /><!--[endif]--></span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Dari gambar di atas terlihat bahwa ada tiga unsur yang menjadi &ldquo;sentral&rdquo; keterkaitan</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>unsur-unsur proposal, yaitu: (a) rumusan permasalahan, (b) tinjauan pustaka, dan (c) cara penelitian. Rumusan masalah berfungsi mengarahkan fokus penelitian, sedangkan tinjauan pustaka merupakan dialog dengan khazanah ilmu pengetahuan, dan cara (metode) penelitian menjadi cetak biru (rancangan) untuk pelaksanaan penelitian. </span></font><font><span>Karena ketiga unsure ini menjadi sentral dari isi proposal penelitian, maka bahasan dimulai dari ketiga unusr tersebut. Bahasan di bawah ini bersifat singkat, sedangkan bahasan yang lebih panjang lebar diberikan dalam bab-bab tersendiri.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Judul, Latar belakang, dan Rumusan Permasalahan</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Bagian pertama atau awal sebuah proposal dimulai dengan (1) judul, disusul dengan</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>(2) latar belakang, (3) rumusan masalah, (4) keaslian penelitian, dan (5) faedah atau manfaat penelitian.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Judul proposal penelitian</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Judul merupakan gerbang pertama seseorang membaca sebuah proposal penelitian. karena merupakan gerbang pertama, maka judul proposal penelitian perlu dapat menarik minat orang lain untuk membaca. Judul perlu singkat tapi bermakna dan tentu saja harus jelas terkait dengan isinya. Judul karya ilmiah berbeda dengan judul novel atau semacamnya dalam hal kejelasan kaitannya dengan isi. Judul novel cenderung menarik minat pembaca dengan mencerminkan suatu &ldquo;misteri&rdquo; tentang isinya sehingga pembaca tergelitik ingin tahu isinya. Contoh judul novel: &ldquo;Di Balik Kegelapan Malam&rdquo;. Judul penelitian ilmiah biasanya tidak perlu dimulai dengan kata &ldquo;Studi&hellip;&rdquo;, &ldquo;Penelitian&hellip;&rdquo;, &ldquo;Kajian..&rdquo; dan sebagainya karena hal itu terlalu berlebihan. Demikian pula contohnya dalam dunia novel, tidak ada judul yang berbunyi &ldquo;Novel tentang di balik kegelapan malam&rdquo;. Judul sering berubah-ubah, makin singkat, dan makin tajam (sejalan dengan makin tajamnya rumusan permasalahan). Bila memang tidak dapat dipersingkat, meskipun tetap panjang, maka judul dapat dibuat bertingkat, yaitu judul utama, dan anak judul. Penghalusan atau perubahan judul juga perlu mempertimbangkan bahwa judul tersebut akan diakses (dicari) dengan komputer, sehingga pakailah kata atau istilah yang umum dalam bidang ilmunya.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Latar belakang</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Dua pertanyaan perlu dijawab dalam rangka mengisi bagian latar belakang ini, yaitu: Mengapa kita memilih permasalahan ini? Apakah ada opini independen yang menunjang diperlukannya penelitian ini?</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Untuk menjawab pertanyaan &ldquo;mengapa kita memilih permasalahan ini?&rdquo;, maka langkah pertama, kita perlu memilih bidang keilmuan yang kita ingin lakukan penelitiannya. Pemilihan bidang tersebut diteruskan ke sub-bidang dan seterusnya hingga sampai pada topik tertentu yang kita minati. Langkah kedua, kita perlu melakukan kajian terhadap pustaka berkaitan .kemajuan terakhir ilmu pengetahuan dalam topik tersebut&mdash;untuk mencari peluang pengembangan atau pemantapan teori. Minar maupun peluang tersebut seringkali didorong oleh isu nyata dan aktual&mdash;yang muncul di jurnal ilmiah terbaru atau artikel koran bermutu atau pidato penting dan aktual, atau direkomendasikan oleh penelitian sebelumnya.. Ini semua merupakan opini independen yang menunjang diperlukannya penelitian yang diusulkan tersebut. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Rumusan pe rmasalahan</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Rumusan permasalahan perlu dituliskan secara singkat, jelas, mudah dipahami dan mudah dipertahankan. Rumusan yang tersamar terkandung dalam alinea tidak diharapkan karena memaksa pembaca untuk mencari sendiri dan menginterpretasikan sendiri bagianbagian dari alinea atau kalimat-kalaimat yang bersifat rumusan permasalahan. Tuliskanlah rumusan permasalahan sebagai kalimat terakhir dari bagian ini agar mudah dibaca (dan mudah dicari)&mdash;bahasan lebih panjang lebar tentang cara-cara merumuskan permasalahan termuat di bab tersendiri.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Keaslian penelitian</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Dalam bagian ini, pada dasarnya, perlu kita tunjukkan (dengan dasar kajian pustaka) bahwa permasalahan yang akan kita teliti belum pernah diteliti sebelumnya. Tapi bila sudah pernah diteliti, maka perlu kita tunjukkan bahwa teori yang ada belum mantap dan perlu diuji kembali. Kondisi sebaliknya juga berlaku, yaitu bila permasalahan tersebut sudah pernah diteliti dan teori yang ada telah dianggap mantap, maka kita perlu mengganti permasalahan (dalam arti: mencari judul lain).</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Faedah yang diharapkan</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Dalam bagian ini perlu ditunjukkan manfaat atau faedah yang diharapkan dari penelitian ini untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan atau pembangunan negara. Manfaat bagi ilmu pengetahuan dapat berupa penemuan/pengembangan teori baru atau pemantapan teori yang telah ada. Bagi pembangunan negara, apakah hasil penelitian ini dapat diterapkan langsung ke praktek nyata? atau bila tidak langsung, jalur atau batu-batu loncatannya apa saja?</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Tujuan dan Lingkup Penelitian</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Tujuan penelitian berkaitan dengan kedudukan permasalahan penelitian dalam khazanah ilmu pengetahuan (yang tercermin dalam tinjauan pustaka). Kedudukan permasalahan&mdash;dilihat dari pandangan tertentu&mdash;mempunyai lima macam kemungkinan, yaitu; ekplorasi (masih &ldquo;meraba-raba&rdquo;), deskripsi (menjelaskan lebih lanjut), eksplanasi (mengkonfirmasikan teori), prediksi (menjelaskan hubungan sebab-akibat), dan aksi (aplikasi ke tindakan). Pandangan yang lain (Castetter dan Heisler, 1984: 9) membedakan tujuan penelitian <em><span>(purpose of study) </span></em>menjadi sembilan, yaitu: 1) mengkaji <em><span>(examine), </span></em>mendeskripsikan <em><span>(describe), </span></em>atau menjelaskan <em><span>(explain) </span></em>suatu fenomena unik; 2) meluaskan generalisasi suatu temuan tertentu; 3) menguji validitas suatu teori; 4) menutup kesenjangan antar teori (penjelasan, <em><span>explanasions) </span></em>yang ada; 5) memberikan penjelasan terhadap bukti-bukti yang bertentangan; 6) memperbaiki metodologi yang keliru; 7) memperbaiki interpretasi yang keliru; <img src='http://rai.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' />  mengatasi kesulitan dalam praktek; 9) memperbarui informasi, mengembangkan bukti longitudinal (dari masa ke masa). Seringkali untuk mencapai tujuan memerlukan waktu yang &ldquo;terlalu&rdquo; lama atau memerlukan tenaga yang &ldquo;terlalu&rdquo; besar. Agar penelitian dapat dikelola dengan baik, maka perlu dilakukan pembatasan terhadap pencapaian tujuan. Pembatasan tersebut dilakukan dengan membatasi lingkup penelitian. Pernyataan batasan lingkup ini juga berfungsi untuk lebih mempertajam rumusan permasalahan. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>&nbsp;</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Tinjauan Pustaka</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Tinjauan pustaka memuat uraian sistematis dan bersifat diskusi tentang hasil-hasil penelitian sebelumnya dan terkait serta ilmu pengetahuan mutakhir (berupa pustaka) yang terkait dengan permasalahan. Tinjauan pustaka berbeda dengan resensi pustaka. Resensi pustaka membahas pustaka satu demi satu, sedangkan tinjauan pustaka membahas pustaka-pustaka per topik (bukan per pustaka), dalam bentuk debat atau diskusi antar pustaka tentang suatu topik tertentu. Urutan topik diatur secara sitematis, dalam arti terdapat suatu kerangka yang jelas dalam merangkai topik-topik tersebut dalam suatu sistem.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Menurut Castetter dan Heisler (1984), tinjauan pustaka berfungsi: 1) untuk mempelajari sejarah permasalahan penelitian (sehingga dapat ditunjukkan bahwa permasalahan tersebut belum pernah diteliti atau bila sudah pernah, teori yang ada belum mantap); 2) untuk membantu pemilihan cara penelitian (dengan belajar dari pengalaman penelitian sebelumnya); 3) untuk memahami kerangka atau latar belakang teoritis dari permasalahan yang diteliti (hasil pemahaman tersebut dituliskan tersendiri sebagai &ldquo;Landasan Teori&rdquo;); 4) untuk memahami kelebihan atau kekurangan studi-studi terdahulu (tidak semua penelitian menghasilkan temuan yang mantap); 5) untuk menghindarkan duplikasi yang tidak perlu (hasil fungsi ini dituliskan sebagai &ldquo;Keaslian penelitian&rdquo;); 6) untuk memberi penalaran atau alasan pemilihan permasalahan (hasil fungsi ini dituliskan sebagai &ldquo;latar belakang&rdquo;).</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Catatan: Pustaka-pustaka yang diacu dalam tinjauan pustaka harus termuat informasinya dalam &ldquo;Daftar Pustaka&rdquo;. Cara pengacuan secara konsisten perlu mengikuti corak <em><span>(style) </span></em>tertentu.yang dianjurkan dalam pedoman penulisan tesis atau proposal penelitian.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Landasan Teori dan Hipotesis</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Seperti diterangkan di bagian &ldquo;Tinjauan Pustaka&rdquo;, landasan teori diangkat (disarikan) dari tinjauan pustaka tentang kerangka teori yang melatarbelakangi (menjadi landasan) bagi permasalahan yang diteliti. Landasan teori merupakan satu set teori yang dipilih oleh peneliti sebagai tuntunan untuk mengerjakan penelitian lebih lanjut dan juga termasuk untuk menulis hipotesis. Landasan teori dapat berbentuk uraian kualitatif, model matematis, atau persamaan-persamaan. Catatan: untuk beberapa macam penelitian (missal penelitian yang berbasis paradigma fenomenologi) tidak boleh atau tidak perlu mempunyai landasan teori dan hipotesis..</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Hipotesis memuat pernyataan singkat yang disimpulkan dari landasan teori atau tinjauan pustaka dan merupakan jawaban sementara (dugaan) terhadap permasalahan yang diteliti. Karena diangkat dari landasan teori, maka hipotesis merupakan &ldquo;kesimpulan teoritik&rdquo; (hasil perenungan teoritis) yang perlu diuji dengan kenyataan empirik. Hipotesis masih perlu diuji kebenarannya, maka isi hipotesis harus bersifat dapat diuji atau dapat dikonformasikan.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Menurut Borg dan Gall (dalam Arikunto, 1998: 70), penulisan hipotesis perlu mengikuti persayaratan sebagai berikut:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>a)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>dirumuskan secara singkat tapi jelas;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>b)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>dengan nyata menunjukkan adanya hubungan antara dua variabel atau lebih;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>c)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>didukung oleh teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli atau peneliti yang terkait (tercantum dalam landasan teori atau tinjauan pustaka).</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Cara Penelitian dan Jadwal Penelitian</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Secara umum, dalam cara penelitian perlu dijelaskan:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>1)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>ragam penelitian yang dianut (Amirin, 1986: 89, menyebutkannya sebagai &ldquo;corak&rdquo;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>1)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>penelitian)&mdash;lihat bab &ldquo;Ragam Penelitian&rdquo;;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>2)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>variabel-variabel yang diteliti;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>3)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>sumber data (tempat variabel berada; populasi dan sampelnya);</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>4)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>instrumen atau alat yang dipakai dalam pengumpulan data/survei (termasuk antara lain: kuesioner);</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>5)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>cara pengumpulan data atau survei;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>6)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>cara pengolahan dan analisis data.</span></font></p>
	<p class="MsoBodyText"><font><span>Butir ke 5 dan 6 di atas juga dicerminkan dalam bentuk jadwal penelitian. Jadwal penelitian menguraikan kegiatan dan waktu yang direncanakan dalam: (a) tahap-tahap penelitian, (b) rincian kegiatan pada setiap tahap, dan (c) waktu yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan tiap tahap. Jadwal dapat dipresentasikan dalam bentuk tabel/matriks atau uraian narasi.</span></font></p>
	<p class="MsoBodyText"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoBodyText"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Daftar Pustaka dan Lampiran</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Daftar Pustaka memuat informasi pustaka-pustaka yang diacu dalam proposal penelitian. Kadangkala untuk menunjukkan bahwa peneliti membaca banyak pustaka, maka dalam daftar pustaka dituliskan juga pustaka-pustaka yang nyatanya tidak diacu dalam narasi proposal. Hal ini tidak dianjurkan untuk dilakukan, karena sudah umum bahwa peneliti tentu membaca banyak pustaka dalam rangka penelitiannya. Dalam daftar pustaka, biasanya, buku dan majalah tidak dipisahkan dalam daftar sendiri-sendiri. Untuk penulisan daftar pustaka terdapat banyak corak tata penulisan&mdash; ikutilah petunjuk yang berlaku dan terapkan corak tersebut secara konsisten.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Lampiran dapat diisi dengan materi yang &ldquo;kurang penting&rdquo; dalam arti &ldquo;boleh dibaca atau tidak dibaca&rdquo;. Biasanya lampiran memuat antara lain: kuesioner dan daftar sumber data yang akan dikunjungi atau diambil datanya. Sebaiknya jumlah halaman lampiran tidak terlalu banyak agar tidak terasa lebih penting dibanding dengan isi utamanya.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Hubungan antara Proposal dan Laporan Penelitian</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Penyusunan proposal sebenarnya merupakan kegiatan yang menerus, meskipun pada saat yang telah ditetapkan kita harus memasukkan proposal untuk dievaluasi. Proposal yang telah selesai dievaluasi dan diterima untuk dilaksanakan tetap harus dikembangkan penulisannya. Isi proposal akan menjadi bahan awal bagi penulisan laporan penelitian, yaitu terlihat pada tabel di bawah ini:</span></font><font><span></span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span><!--[if gte vml 1]><v :shape id="_x0000_i1030"  type="#_x0000_t75" style='width:414pt;height:302.25pt'>  <v :imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\ADMINI~1.000\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image010.png"   o:title=""/> </v>< ![endif]--><!--[if !vml]--><img width="552" height="403" border="0" src="file:///C:/DOCUME%7E1/ADMINI%7E1.000/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image011.jpg" /><!--[endif]--></span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
  <font><span><br /> </span></font><br />
<p align="center" class="MsoNormal"><a title="" name="_ftnref4" href="#_ftn4"><span class="MsoFootnoteReference"><sup><font><span>4</span></font></sup></span></a><font><span>Modul 4:</span></font></p>
	<p align="center" class="MsoNormal"><strong><font><span>PERUMUSAN PERMASALAHAN</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Setelah peneliti menentukan bidang penelitian (<em><span>problem area) </span></em>yang diminatinya, kegiatan berikutnya adalah menemukan permasalahan (<em><span>problem finding </span></em>atau <em><span>problem generation</span></em>). Penemuan permasalahan merupakan salah satu tahap penting dalam penelitian. Situasinya jelas: bila permasalahan tidak ditemukan, maka penelitian tidak perlu dilakukan. Pentingnya penemuan permasalahan juga dinyatakkan oleh ungkapan: &ldquo;Berhasilnya perumusan permasalahan merupakan setengah dari pekerjaan penelitian&rdquo;. Penemuan permasalahan juga&nbsp; merupakan tes bagi suatu bidang ilmu; seperti diungkapkan oleh Mario Bunge (dalam : Buckley dkk., 1976, 14) dengan pernyataan: &ldquo;Kriteria terbaik untuk menjajagi apakah suatu disiplin ilmu masih hidup atau tidak adalah dengan memastikan apakah bidang ilmu tersebut masih mampu menghasilkan permasalahan . . . . </span></font><font><span>Tidak satupun permasalahan akan tercetus dari bidang ilmu yang sudah mati&rdquo;. Permasalahan yang ditemukan, selanjutnya perlu dirumuskan ke dalam suatu pernyataan (<em><span>problem statement</span></em>). Dengan demikian, pembahasan isi bab ini akan dibagi menjadi dua bagian: (1) penemuan permasalahan, dan (2) perumusan permasalahan.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Penemuan Permasalahan</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Kegiatan untuk menemukan permasalahan biasanya didukung oleh survai ke perpustakaan untuk menjajagi perkembangan pengetahuan dalam bidang yang akan diteliti, terutama yang diduga mengandung permasalahan. Perlu dimengerti, dalam hal ini, bahwa publikasi berbentuk buku bukanlah informasi yang terbaru karena penerbitan buku merupakan proses yang memakan waktu cukup lama, sehingga buku yang terbit&mdash;misalnya hari ini&mdash;ditulis sekitar satu atau dua tahun yang lalu. Perkembangan pengetahuan terakhir biasanya dipublikasikan sebagai artikel dalam majalah ilmiah; sehingga suatu (usulan) penelitian sebaiknya banyak mengandung bahasan tentang artikel-artikel (terbaru) dari majalah-majalah (jurnal) ilmiah bidang yang diteliti. Kegiatan penemuan permasalahan, seperti telah disinggung di atas, didukung oleh survai ke perpustakaan untuk mengenali perkembangan bidang yang diteliti. Pengenalan ini akan menjadi bahan utama deskripsi &ldquo;latar belakang permasalahan&rdquo; dalam usulan penelitian. Permasalahan dapat diidentifikasikan sebagai kesenjangan antara fakta dengan harapan, antara tren perkembangan dengan keinginan pengembangan, antara kenyataan dengan ide. Sutrisno Hadi (1986, 3) mengidentifikasikan permasalahan sebagai perwujudan &ldquo;ketiadaan, kelangkaan, ketimpangan, ketertinggalan, kejanggalan, ketidakserasian, kemerosotan dan semacamnya&rdquo;. Seorang peneliti yang berpengalaman akan mudah menemukan permasalahan dari bidang yang ditekuninya; dan seringkali peneliti tersebut menemukan permasalahan secara &ldquo;naluriah&rdquo;; tidak dapat menjelaskan bagaimana cara menemukannya. Cara-cara menemukan permasalahan ini, telah diamati oleh Buckley dkk. (1976) yang menjelaskan bahwa penemuan permasalahan dapat dilakukan secara &ldquo;formal&rsquo; maupun &lsquo;informal&rsquo;. Cara formal melibatkkan prosedur yang menuruti metodologi tertentu, sedangkan cara informal bersifat subjektif dan tidak &ldquo;rutin&rdquo;. Dengan demikian, cara formal lebih baik kualitasnya dibanding cara informal. Rincia n cara-cara yang diusulkan Buckley dkk. dalam kelompol formal dan informal terlihat pada gambar di bawah ini.</span></font><font><span></span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span><!--[if gte vml 1]><v :shape id="_x0000_i1026"  type="#_x0000_t75" style='width:414pt;height:216.75pt'>  <v :imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\ADMINI~1.000\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image012.png"   o:title=""/> </v>< ![endif]--><!--[if !vml]--><img width="552" height="289" border="0" src="file:///C:/DOCUME%7E1/ADMINI%7E1.000/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image013.jpg" /><!--[endif]--></span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Bukley dkk., (1976:16-27) menjelaskan cara-cara penemuan permasalahan&mdash;baik formal maupun informal&mdash;sebagai diuraikan di bagian berikut ini. Setelah permasalahan ditemukan, kemudian perlu dilakukan pengecekan atau evaluasi terhadap permasalahan tersebut&mdash; sebelum dilakukan perumusan permasalahan.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Cara-cara Formal Penemuan Permasalahan</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Cara-cara formal (menurut metodologi penelitian) dalam rangka menemukan permasalahan dapat dilakukan dengan alternatif-alternatif berikut ini:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><strong><font>1)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><strong><font><span>Rekomendasi suatu riset. </span></font></strong><font><span>Biasanya, suatu laporan penelitian pada bab terakhir memuat kesimpulan dan saran. Saran (rekomendasi) umumnya menunjukan kemungkinan penelitian lanjutan atau penelitian lain yang berkaitan dengan kesimpulan yang dihasilkan. Saran ini dapat dikaji sebagai arah untuk menemukan permasalahan.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><strong><font>2)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><strong><font><span>Analogi </span></font></strong><font><span>adalah suatu cara penemuan permasalahan dengan cara &ldquo;mengambil&rdquo; pengetahuan dari bidang ilmu lain dan menerapkannya ke bidang yang diteliti. Dalam hal ini, dipersyaratkan bahwa kedua bidang tersebut haruslah sesuai dalam tiap hal-hal yang penting. Contoh permasalahan yang ditemukan dengan cara analogi ini, misalnya: &ldquo;apakah Proses perancangan perangkat lunak komputer dapat diterapkan pada proses perancangan arsitektural&rdquo; (seperti diketahui perencanaan perusahaan dan perencanaan arsitektural mempunyai kesamaan dalam hal sifat pembuatan keputusannya yang <em><span>Judgmental</span></em>).</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><strong><font>3)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><strong><font><span>Renovasi. </span></font></strong><font><span>Cara renovasi dapat dipakai untuk mengganti komponen yang tidak cocok lagi dari suatu teori. Tujuan cara ini adalah untuk memperbaiki atau meningkatkan kemantapan suatu teori. Misal suatu teori menyatakan &ldquo;ada korelasiyang signifikan antara arah pengembangan bangunan rumah tipe tertentu dalam perumahan sub &ndash; inti dengan tipe bangunan rumah asal penghuninya&rdquo; dapat direnovasi menjadi permasalahan &ldquo;seberapa korelasi antara arah pengembangan bangunan rumah tipe tertentu dalam perumahan sub &ndash; inti dengan tipe bangunan rumah asal penghuninya dengan tingkat pendidikan penghuni yang berbeda&rdquo;. Dalam contoh di atas, kondisi yang &ldquo;umum&rdquo; diganti dengan kondisi tingkat pendidikan yang berbeda.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><strong><font>4)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><strong><font><span>Dialektik, </span></font></strong><font><span>dalam hal ini, berarti tandingan atau sanggahan. Dengan cara dialektik, peneliti dapat mengusulkan untuk menghasilkan suatu teori yang merupakan tandingan atau sanggahan terhadap teori yang sudah ada.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><strong><font>5)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><strong><font><span>Ekstrapolasi </span></font></strong><font><span>adalah cara untuk menemukan permasalahan dengan membuat tren (<em><span>trend</span></em>) suatu teori atau tren permasalahan yang dihadapi.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><strong><font>6)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><strong><font><span>Morfologi </span></font></strong><font><span>adalah suatu cara untuk mengkaji kemungkinan-kemungkinan kombinasi yang terkandung dalam suatu permasalahan yang rumit, kompleks.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><strong><font>7)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><strong><font><span>Dekomposisi </span></font></strong><font><span>merupakan cara penjabaran (pemerincian) suatu pemasalahan ke dalam komponen-komponennya.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><strong><font>8)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><strong><font><span>Agregasi </span></font></strong><font><span>merupakan kebalikan dari dekomposisi. Dengan cara agregasi, peneliti dapat mengambil hasil-hasil peneliti atau teori dari beberapa bidang (beberapa penelitian) dan &ldquo;mengumpulkannya&rdquo; untuk membentuk suatu permasalah yang lebih rumit, kompleks.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Cara-cara Informal Penemuan Permasalahan</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Cara-cara informal (subyektif) dalam rangka menemukan permasalahan dapat dilakukan dengan alternatif-alternatif berikut ini:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><strong><font>1)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><strong><font><span>Konjektur </span></font></strong><font><span>(naluriah). Seringkali permasalahan dapat ditemukan secara konjektur (naluriah), tanpa dasar-dasar yang jelas. Bila kemudian, dasar-dasar atau latar belakang permasalahan dapat dijelaskan, maka penelitian dapat diteruskan secara alamiah. Perlu dimengerti bahwa naluri merupakan fakta apresiasi individu terhadap lingkungannya. Naluri, menurut Buckley, dkk., (1976, 19), merupakan alat yang berguna dalam proses penemuan permasalahan.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><strong><font>2)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><strong><font><span>Fenomenologi. </span></font></strong><font><span>Banyak permasalahan baru dapat ditemukan berkaitan dengan fenomena (kejadian, perkembangan) yang dapat diamati. Misal: fenomena pemakaian komputer sebagai alat bantu analisis dapat dikaitkan untuk mencetuskan&nbsp; permasalahan &ndash; misal: seperti apakah pola dasar pendaya &ndash; gunaan komputer dalam proses perancangan arsitektural.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><strong><font>3)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><strong><font><span>Konsensus </span></font></strong><font><span>juga merupakan sumber untuk mencetuskan permasalahan. Misal, terdapat konsensus bahwa kemiskinan bukan lagi masalah bagi Indonesia, tapi kualitas lingkungan yang merupakan masalah yang perlu ditanggulangi (misal hal ini merupakan konsensus nasional).</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><strong><font>4)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><strong><font><span>Pengalaman. </span></font></strong><font><span>Tak perlu diragukan lagi, pengalaman merupakan sumber bagi permasalahan. Pengalaman kegagalan akan mendorong dicetuskannya permasalahan untuk menemukan penyebab kegagalan tersebut. Pengalaman keberhasilan juga akan mendorong studi perumusan sebab-sebab keberhasilan. Umpan balik dari klien, misal, akan mendorong penelitian untuk merumuskan komunikasi arsitek dengan klien yang lebih baik.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Pengecekan Hasil Penemuan Permasalahan</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Permasalahan yang telah ditemukan selalu perlu dicek apakah permasalahan tersebut dapat (patut) untuk diteliti (<em><span>researchable</span></em>). Pengecekan ini, biasanya, didasarkan pada tiga hal: (i) faedah, (ii) lingkup, dan (iii) kedalaman. Pengecekan <em><span>faedah </span></em>ditelitinya suatu permasalahan dikaitkan dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan atau penerapan pada praktek (pembangunan). Ditanyakan: apakah penelitian atas permasalahan tersebut akan berfaedah untuk ilmu pengetahuan, misal dapat merevisi, memperluas, memperdalam pengetahuan yang ada, atau menciptakan pengetahuan baru. Dicek pula: apakah penelitian tersebut mempunyai aplikasi teoritikal dan atau praktikkal. Suatu penelitian agar dapat diterima oleh pemberi dana atau pemberi &ldquo;nilai&rsquo; perlu mempunyai faedah yang jelas (penjelasan faedah diharapkan bukan hanya bersifat &ldquo;klise&rdquo;).</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Peneliti yang belum berpengalaman sering mencetuskan permasalahan yang <em><span>berlingkup </span></em>terlalu luas, yang memerlukan masa penelitian yang sangat lama (di luar jangkauan). Misal: penelitian untuk &ldquo;menemukan cara terbaik pelaksanaan pembangunan rumah tinggal&rdquo; akan memerlukan waktu yang &ldquo;tak terhingga&rdquo; karena harus membandingkan semua kemungkinan cara pelaksanaan pembangunan rumah tinggal. Lingkup penelitian, biasanya, cukup sempit, tapi diteliti secara mendalam. Faktor <em><span>kedalaman </span></em>penelitian juga merupakan salah satu yang perlu dicek. Penelitian, bukan sekedar mengumpulkan data, menyusunnya dan memprosesnya untuk mendapatkan hasil, tetapi diperlukan pula adanya interpretasi (pembahasan) atas hasil. Penelititan perlu dapat menjawab: apa &ldquo;arti&rdquo; semua fakta yang terkumpul. Dengan pengertian ini, suatu pengukuran kemiringan menara pemancar teve belum dianggap mempunyai kedalaman yang cukup (hanya merupakan pengumpulan data dan pelaporan hasil pengukuran). Tetapi, penelitian tentang &ldquo;pengaruh kemiringan menara pemancar teve&nbsp; terhadap kualitas siaran&rdquo; merupakan penelitian karena memerlukan interpretasi tehadap persepsi pirsawan atas kualitas siaran yang dipengaruhi oleh kemiringan.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Indikasi permasalahan yang <em><span>belum </span></em>merupakan permasalahan penelitian ditunjukkan oleh Leedy (1997: 46-48), yaitu:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>1)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>yang bersifat hanya pengumpulan informasi yang bertujuan untuk mengerti lebih banyak tentang suatu topik; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>2)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>yang jawabnya ya atau tidak; pembandingan dua set data tanpa intepretasi; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>3)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>pengukuran koefisien korelasi antara dua set data.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Perumusan Permasalahan</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Sering dijumpai usulan penelitian yang memuat &ldquo;latar belakang permasalahan&rdquo; secara panjang lebar tetapi tidak diakhiri (atau disusul) oleh rumusan (pernyataan) permasalahan. Pernyataan permasalahan sebenarnya merupakan kesimpulan dari uraian &ldquo;latar belakang&rdquo; tersebut. Castetter dan Heisler (1984, 11) menerangkan bahwa pernyataan permasalahan merupakan ungkapan yang jelas tentang hal-hal yang akan dilakukan peneliti. Cara terbaik unutk mengungkapkan pernyataan tersebut adalah dengan pernyataan yang sederhana dan langsung, tidak berbelit-belit. Pernyataan permasalahan dari suatu penelitian merupakan &ldquo;jantung&rdquo; penelitian dan berfungsi sebagai pengarah bagi semua upaya dalam kegiatan penelitian tersebut. Pernyataan permasalahan yang jelas (tajam) akan sanggup memberi arah (gambaran) tentang macam data yang diperlukan, cara pengolahannya yang cocok, dan memberi batas lingkup tertentu pada temuan yang dihasilkan.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Contoh ungkapan permasalahan yang jelas, tajam, diberikan oleh Sumiarto (1985) yang meneliti dalam bidang perumahan pedesaan. Permasalahan yang dikemukakannya, sebagai berikut: &ldquo;Kesimpulan yang dapat ditarik sebagai permasalahan P3D [Perintisan Pemugaran Perumahan Desa] yang dapat memberikan arah pada studi yang akan dilakukan adalah mempertanyakan keberhasilan dari tujuan P3D. Secara lebih spesifik dapat dikemukakan beberapa (sub) permasalahan</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>sebagai berikut:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>a)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Apakah setelah menerima bantuan P3D, kondisi mereka akan menjadi lebih baik, dalam arti adanya peningkatan dalam cara bermukin yang lebih baik serta lebih sehat? </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>b)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Apakah bantuan yang diberikan oleh P3D telah memberikan hasil sesuai seperti yang diharapkan, yaitu penerima bantuan telah memberikan respon yang positif yang berupa tenaga, material, bahkan finansial, sehingga lebih dari apa yang diberikan oleh P3D. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>c)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Lebih jauh lagi, apakah P3D telah mampu membangkitkan efek berlifat ganda (multiplier effect), sehingga masyarakat yang tidak meneriman bantuan P3D terangsang secara swadata menyelenggarakan sendiri peningkatan kondisi rumah dan lingkungannya?&rdquo; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyTextIndent2"><font><span>(Sumiarto 1985, 17-18)</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Bentuk Rumusan Permasalahan</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Contoh pernyataan permasalahan di atas mengambil bentuk satu pernyataan disusul oleh beberapa pertanyaan. Castette dan Heisler (1984, 11) menjelaskan bahwa secara keseluruhan ada 5 macam bentuk pernyataan permasalahan, yaitu:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>(1) bentuk satu pertanyaan (<em><span>question</span></em>);</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>(2) bentuk satu pertanyaan umum disusul oleh beberapa pertanyaan yang spesifik;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>(3) bentuk satu penyataan (<em><span>statement</span></em>) disusul oleh beberapa pertanyaan (<em><span>question</span></em>).</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>(4) bentuk hipotesis; dan</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>(5)</font><font><span>&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>bentuk pernyataan umum disusul oleh beberapa hipotesis.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Bentuk Hipotesis nampaknya jarang dipakai lagi pula, biasanya perletakan hipotesis dalam laporan atau usulan penelitian tidak menempati posisi yang biasa ditempati oleh pernyataan permasalahan. Hal yang lain, bentuk pertanyaan seringkali dapat diujudkan (diubah) pula sebagai bentuk pernyataan. </span></font><font><span>Dengan demikian, secara umum, hanya ada dua bentuk pernyataan permasalahan:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>(1)</font><font><span>&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Bentuk satu pertanyaan atau pernyataan</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Misal:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>a)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Pertanyaan:</span></font></p>
	<p class="MsoBodyTextIndent3"><font><span>&ldquo;Seberapa pengaruh tingkat penghasilan pada perubahan fisik rumah perumahan KPR?&rdquo; &ldquo;Faktor-faktor apa saja dan seberapa besar pengaruh masing-masing factor pada persepsi penghuni terhadap desain rumah sub&ndash;inti?&rdquo; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyTextIndent3"><!--[if !supportLists]--><font>b)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><span>Pernyataan (biasanya diungkapkan sebagai &ldquo;maksud&rdquo;) &ldquo;Maksud penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa pengaruh tingkat penghasilan pada perubahan fisik rumah perumahan KPR.&rdquo; &ldquo;Maksud penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja dan seberapa besar pengaruh masing-masing faktor pad persepsi terhadap desain rumah sub&ndash;inti.</span></p>
	<p class="MsoBodyTextIndent3"><!--[if !supportLists]--><font>(2)</font><font><span>&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><span>Bentuk satu pertanyaan atau pernyataan umum disusul oleh beberapa pertanyaan atau pernyataan yang spesifik (Catatan: kebanyakan permasalahan terlalu besar atau kompleks sehingga perlu dirinci)</span></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Misal: Permasalahan umum: Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi hasil desain seorang arsitek dan seberapa pengaruh tiap-tiap faktor? Lebih spesifik lagi, permasalahan dalam penelitian ini dapat dirinci sebagai berikut: </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>a.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Apakah sekian faktor yang mempengaruhi hasil desain seorang arsitek secara umum di Amerika Serikat terjadi pula di Indonesia?</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>b.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Seberapa besar pengaruh faktor-faktor tersebut mempengaruhi hasil desain arstiek di Indonesia?</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Karakteristik Rincian Permasalahan</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Karakteristik tiap rincian permasalahan atau sub-problema (menurut Leedy, 1997:56-57) sebagai berikut:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>1)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Setiap rincian permasalahan haruslah merupakan satuan yang dapat diteliti (<em><span>a researchable unit </span></em>).</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>2)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Setiap rincian terkait dengan interpretasi data.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>3)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Semua rincian permasalahan perlu terintegrasi menjadi satu kesatuan permasalahan yang lebih besar (sistemik).</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>4)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Rincian yang penting saja yang diteliti (tidak perlu semua rincian permasalahan diteliti)</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>5)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Hindari rincian permasalahan yang pengatasannya tidak realistik.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Contoh Rumusan Permasalahan</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Di bawah ini diberikan beberapa contoh rumusan masalah, sebagai berikut: &ldquo;. . . . . . . permasalahan sebagai berikut: Apakah kalsium hidroksida mempunyai pengaruh sitotoksik terhadap sel fibroblast embrio <em><span>Gallus domesticus </span></em>secara <em><span>in Vitro, </span></em>dan apakah besar konsentrasi kalsium hidroksida berpengaruh terhadap sifat sitotoksisitasnya?&rdquo;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&ldquo;. . . . . . . . . dengan penelitian ini ingin diketahui faktor &ndash; faktor apa yang dapat mempengaruhi perilaku ibu &ndash; ibu dalam menangani diare pada bayi dan anak balita.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>&nbsp;</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>&nbsp;</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>&nbsp;</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>&nbsp;</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>&nbsp;</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Keterkaitan antara Rumusan Permasalahan dengan Hipotesis dan Temuan Penelitian</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Bila penelitian telah selesai dilakukan, maka dalam laporan penelitian perlu ditunjukkan &ldquo;benang merah&rdquo; (keterkaitan yang jelas) antara rumusan permasalahan dengan hipotesis (sebagai &ldquo;jawaban&rdquo; sementara terhadap permasalahan penelitian). Rincian dalam permasalahan perlu berkaitan lengasung dengan rincian dalam hipotesis, dalam arti, suatu rincian dalam hipotesis menjawab suatu rincian dalam permasalahan. Demikian pula, perlu diperlihatkan keterkaitan tiap rincian dalam temuan (sebagai jawaban nyata terhadap permasalahan) dengan tiap rincian dalam rumusan permasalahan.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Baik permasalahan, hipotesis dan temuan&mdash;sebagai upaya pengembangan atau pengujian teori&mdash;berkaitan secara substantif dengan tinjauan pustaka (sebagai kajian terhadap isi khazanah ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan permasalahan penelitian). Kaitan substantif diartikan sebagai hubungan &ldquo;isi&rdquo;, tidak perlu dalam bentuk keterkaitan antar rincian.</span></font><font><span></span></font></p>
  <font><span><br /> </span></font><br />
<p align="center" class="MsoNormal"><a title="" name="_ftnref5" href="#_ftn5"><span class="MsoFootnoteReference"><sup><font><span>5</span></font></sup></span></a><font><span>Modul 5:</span></font></p>
	<h2><strong><font><span>PENULISAN TINJAUAN PUSTAKA</span></font></strong><font><span></span></font></h2>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>T</span></font></strong><font><span>injauan Pustaka mempunyai arti: peninjauan kembali pustaka-pustaka yang terkait (<em><span>review of related literature</span></em>). Sesuai dengan arti tersebut, suatu tinjauan pustaka berfungsi sebagai peninjauan kembali (<em><span>review</span></em>) pustaka (laporan penelitian, dan sebagainya) tentang masalah yang berkaitan&mdash;tidak selalu harus tepat identik dengan bidang permasalahan yang dihadapi&mdash;tetapi termasuk pula yang seiring dan berkaitan (<em><span>collateral</span></em>). Fungsi peninjauan kembali pustaka yang berkaitan merupakan hal yang mendasar dalam penelitian, seperti dinyatakan oleh Leedy (1997) bahwa semakin banyak seorang peneliti mengetahui, mengenal dan memahami tentang penelitian-penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya (yang berkaitan erat dengan topik penelitiannya), semakin dapat dipertanggung jawabkan caranya meneliti permasalahan yang dihadapi. Walaupun demikian, sebagian penulis (usulan penelitian atau karya tulis) menganggap tinjauan pustaka merupakan bagian yang tidak penting sehingga ditulis &ldquo;asal ada&rdquo; saja atau hanya untuk sekedar membuktikan bahwa penelitian (yang diusulkan) belum pernah dilakukan sebelumnya. Pembuktian keaslian penelitian tersebut sebenarnya hanyalah salah satu dari beberapa kegunaan tinjauan pustaka. Kelemahan lain yang sering pula dijumpai adalah dalam penyusunan, penstrukturan atau pengorganisasian tinjauan pustaka.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Banyak penulisan tinjauan pustaka yang mirip resensi buku (dibahas buku per buku, tanpa ada kaitan yang bersistem) atau mirip daftar pustaka (hanya menyebutkan siapa penulisnya dan di pustaka mana ditulis, tanpa membahas apa yang ditulis). Berdasar kelemahan-kelemahan yang sering dijumpai di atas, tulisan ini berusaha untuk memberikan kesegaran pengetahuan tentang cara-cara penulisan tinjauan pustaka yang lazim dilakukan. Cakupan tulisan ini meliputi empat hal, yaitu: (a) kegunaan, (b) organisasi tinjauan pustaka, (c) kaitan tinjauan pustaka dengan daftar pustaka, dan (d) cara pencarian bahan-bahan pustaka, terutama dengan memanfaatkan teknologi informasi.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Kegunaan Tinjauan Pustaka</span></font></strong></p>
	<p class="MsoBodyText"><font><span>Leedy (1997, hal. 71) menerangkan bahwa suatu tinjauan pustaka mempunyai kegunaan untuk: (1) mengungkapkan penelitian-penelitian yang serupa dengan penelitian yang (akan) kita lakukan; dalam hal ini, diperlihatkan pula cara penelitian-penelitian tersebut menjawab permasalahan dan merancang metode penelitiannya; (2) membantu memberi gambaran tentang metoda dan teknik yang dipakai dalam penelitian yang mempunyai permasalahan serupa atau mirip penelitian yang kita hadapi; (3) mengungkapkan sumber-sumber data (atau judul-judul pustaka yang berkaitan) yang mungkin belum kita ketahui sebelumnya; (4) mengenal peneliti-peneliti yang karyanya penting dalam permasalahan yang kita hadapi (yang mungkin dapat dijadikan nara sumber atau dapat ditelusuri karya -karya tulisnya yang lain&mdash;yang mungkin terkait);&nbsp; (5) memperlihatkan kedudukan penelitian yang (akan) kita lakukan dalam sejarah perkembangan dan konteks ilmu pengetahuan atau teori tempat penelitian ini berada; (6) menungkapkan ide-ide dan pendekatan-pendekatan yang mungkin belum kita kenal sebelumya; (7) membuktikan keaslian penelitian (bahwa penelitian yang kita lakukan berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya); dan (8) mampu menambah percaya diri kita pada topik yang kita pilih karena telah ada pihakpihak lain yang sebelumnya juga tertarik pada topik tersebut dan mereka telah mencurahkan tenaga, waktu dan biaya untuk meneliti topik tersebut.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Dalam penjelasan yang hampir serupa, Castetter dan Heisler (1984, hal. 38-43) menerangkan bahwa tinjauan pustaka mempunyai enam kegunaan, yaitu: (1) mengkaji sejarah permasalahan; (2) membantu pemilihan prosedur penelitian; (3) mendalami landasan teori yang berkaitan dengan permasalahan; (4) mengkaji kelebihan dan kekurangan hasil penelitian terdahulu; (5) menghindari duplikasi penelitian; dan (6) menunjang perumusan permasalahan. Karena penjelasan Castetter dan Heisler di atas lebih jelas, maka pembahasan lebih lanjut tentang kegunaan tinjauan pustaka dalam tulisan ini mengacu pada penjelasan mereka. Satu persatu kegunaan (yang saling kait mengkait) tersebut dibahas dalam bagian berikut ini. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>&nbsp;</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Kegunaan 1: Mengkaji sejarah permasalahan</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Sejarah permasalahan meliputi perkembangan permasalahan dan perkembangan penelitian atas permasalahan tersebut. Pengkajian terhadap perkembangan permasalahan secara kronologis sejak permasalahan tersebut timbul sampai pada keadaan yang dilihat kini akan memberi gambaran yang lebih jelas tentang perkembangan materi permasalahan (tinjauan dari waktu ke waktu: berkurang atau bertambah parah; apa penyebabnya). Mungkin saja, tinjauan seperti ini mirip dengan bagian &ldquo;Latar belakang permasalahan&rdquo; yang biasanya ditulis di bagian depan suatu usulan penelitian. Bedanya: dalam tinjauan pustaka, kajian selalu mengacu pada pustaka yang ada. Pengkajian kronologis atas penelitian&ndash;penelitian yang pernah dilakukan atas permasalahan akan membantu memberi gambaran tentang apa yang telah dilakukan oleh peneliti-peneliti lain dalam permasalahan tersebut. Gambaran bermanfaat terutama tentang pendekatan yang dipakai dan hasil yang didapat.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Kegunaan 2: Membantu pemilihan prosedur penelitian</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Dalam merancang prosedur penelitian (<em><span>research design</span></em>), banyak untungnya untuk mengkaji prosedur-prosedur (atau pendekatan) yang pernah dipakai oleh peneliti-peneliti terdahulu dalam meneliti permasalahan yang hampir serupa. Pengkajian meliputi kelebihan dan kelemahan prosedur-prosedur yang dipakai dalam menjawab permasalahan. Dengan mengetahui kelebihan dan kelemahan prosedur-prosedur tersebut, kemudian dapat dipilih, diadakan penyesuaian, dan dirancang suatu prosedur yang cocok untuk penelitian yang dihadapi.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoBodyText3"><strong><font><span>Kegunaan 3: Mendalami landasan teori yang berkaitan dengan permasalahan</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Salah satu karakteristik penelitian adalah kegiatan yang dilakukan haruslah berada pada konteks ilmu pengetahuan atau teori yang ada. Pengkajian pustaka, dalam hal ini, akan berguna bagi pendalaman pengetahuan seutuhnya (<em><span>unified explanation</span></em>) tentang teori atau bidang ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan permasalahan. Pengenalan teori-teori yang tercakup dalam bidang atau area permasalahan diperlukan untuk merumuskan landasan teori sebagai basis perumusan hipotesa atau keterangan empiris yang diharapkan.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Kegunaan 4: Mengkaji kelebihan dan kekurangan hasil penelitian terdahulu</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Di bagian awal tulisan ini disebutkan bahwa kegunaan tinjauan pustaka yang dikenal umum adalah untuk membuktikan bahwa penelitian (yang diusulkan) belum pernah dilakukan sebelumnya. Pembuktian keaslian penelitian ini bersumber pada pengkajian terhadap penelitian-penelitian yang pernah dilakukan. Bukti yang dicari bisa saja berupa kenyataan bahwa belum pernah ada penelitian yang dilakukan dalam permasalahan itu, atau hasil penelitian yang pernah ada belum mantap atau masih mengandung kesalahan atau kekurangan dalam beberapa hal dan perlu diulangi atau dilengkapi. Dalam penelitian yang akan dihadapi sering diperlukan pengacuan terhadap prosedur dan hasil penelitian yang pernah ada (lihat kegunaan 2). Kehati-hatian perlu ada dalam pengacuan tersebut. Suatu penelitian mempunyai lingkup keterbatasan serta kelebihan dan kekurangan. Evaluasi yang tajam terhadap kelebihan dan kelemahan tersebut akan&nbsp; berguna terutama dalam memahami tingkat kepercayaan (<em><span>level of significance</span></em>) hal-hal yang diacu. Perlu dikaji dalam penelitian yang dievaluasi apakah temuan dan kesimpulan berada di luar lingkup penelitian atau temuan tersebut mempunyai dasar yang sangat lemah. Evaluasi ini menghasilkan penggolongan pustaka ke dalam dua kelompok:&nbsp; 1. Kelompok Pustaka Utama (<em><span>Significant literature</span></em>); dan 2. </span></font><font><span>Kelompok Pustaka Penunjang (<em><span>Collateral Literature</span></em>).</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Kegunaan 5: Menghindari duplikasi penelitian</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Kegunaan yang kelima ini, agar tidak terjadi duplikasi penelitian, sangat jelas maksudnya. Masalahanya, tidak semua hasil penelitian dilaporkan secara luas. Dengan demikian, publikasi atau seminar atau jaringan informasi tentang hasil-hasil penelitian sangat penting. Dalam hal ini, peneliti perlu mengetahui sumber-sumber informasi pustaka dan mempunyai hubungan (<em><span>access</span></em>) dengan sumber-sumber tersebut. Tinjauan pustaka, berkaitan dengan hal ini, berguna untuk membeberkan seluruh pengetahuan yang ada sampai saat ini berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi (sehingga dapat menyakinkan bahwa tidak terjadi duplikasi).</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Kegunaan 6: Menunjang perumusan permasalahan</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Kegunaan yang keenam dan taktis ini berkaitan dengan perumusan permasalahan. Pengkajian pustaka yang meluas (tapi tajam), komprehe nsif dan bersistem, pada akhirnya harus diakhiri dengan suatu kesimpulan yang memuat permasalahan apa yang tersisa, yang memerlukan penelitian; yang membedakan penelitian yang diusulkan dengan penelitianpenelitian yang pernah dilakukan sebelumnya. Dalam kesimpulan tersebut, rumusan permasalahan ditunjang kemantapannya (<em><span>justified</span></em>). Pada beberapa formulir usulan penelitian (seperti misalnya pada formulir Usulan Penelitian DPP FT UGM), bagian kesimpulan ini sengaja dipisahkan tersendiri (agar lebih jelas menonjol) dan ditempatkan sesudah tinjauan pustaka serta diberi judul &ldquo;Keaslian Penelitian&rdquo;. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Organisasi Tinjauan Pustaka</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Seperti telah dijelaskan di atas, banyak dijumpai kelemahan dalam penulisan tinjauan pustaka dilihat dari cara menyusun atau mengorganisasi materinya. Organisasinya yang lemah ditunjukan oleh tidak adanya sistem (keterkaitan) yang jelas ditampilkan dalam tinjauan pustaka tersebut. Berkaitan denga persyaratan untuk bersistem tersebut, dalam formulir Usulan Penelitian DPP FT UGM telah ditulis dengan jelas, sebagai berikut: </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&ldquo;TINJAUAN PUSTAKA (Buatlah suatu uraian yang baik, luas dan bersistem mengenai penelitian-penelitian yang sudah pernah diadakan dan yang mempunyai kaitan dengan penelitian yang diusulkan ini&hellip;.)&rdquo;.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Dalam hal organisasi tinjauan pustaka, Castetter dan Heisler (1984, hal. 43-45) menyarankan tentang bagian-bagian tinjauan pustaka, yang meliputi: (1). pendahuluan, (2) pembahasan, dan (3) kesimpulan. Dalam bagian pendahuluan, biasanya ditunjukan peninjauan dan kriterian penetapan pustaka yang akan ditinjau (dapat diungkapkan dengan sederetann pertanyaan keinginan&ndash;tahu). Pada bagian pendahuluan ini pula dijelaskan tentang organisasi tinjauan pustaka, yaitu pengelompokan secara sistematis dengan menggunakan judul dan sub-judul pembahasan; umumnya, pengelompokan didasarkan pada topik; cara lain, berdasar perioda (waktu, kronologis). Contoh &ldquo;bagian pendahuluan&rdquo; dari suatu tinjauan pustaka sebagai berikut&mdash;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Contoh 1: Tinjauan pustaka dalam penelitian ini meliputi lima kelompok pembahasan. </span></font><font><span>Pembahasan pertama merupakan tinjauan singkat tentang system permodelan transportasi kota, sebagai pengantar atau pengenalan tentang penyebaran beban lalulintas ke ruas-ruas jalan. Pembahasan kedua berkaitan dengan pengetahuan penyebaran beban lalulintas ke ruas-ruas jalan (<em><span>trip assignment</span></em>) itu sendiri, dan pembahasan kelompok ketiga menyangkut tinjauan kronologis pengembangan paket-paket program komputer untuk perhitungan sebaran beban lalulintas. Pembahasan keempat bersangkut&ndash;paut dengan kritik terhadap paket-paket komputer dalam bidang system permodelan transportasi kota yang ada; sedangkan pembahasan kelima memfokuskan pada interaksi (dialog) antara program komputer dan pemakai. (Sumber: Djunaedi, 1988)</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Contoh 2:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&hellip;.tinjauan pustaka ini dirancang untuk menjawab beberapa pertanyaan sebagai berikut:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>1)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Seperti apakah proses perencanaan kota komprehensif itu?</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>2)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Bagian mana saja dari proses tersebut yang terstruktur dan bagian mana saja yang tidak terstruktur?</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>3)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Sejauh mana bagian-bagian proses tersebut sampai saat ini telah terkomputerkan?</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>4)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Siapa saja atau pihak mana yang terlibat dalam proses perencanaan tersebut?</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>5)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Seperti apakah produk akhir dari proses perencanaan tersebut?</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>(Sumber: Djunaedi, 1986: hal. 9)</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Bagian kedua, pembahasan, disusun sesuai organisasi yang telah ditetapkan dalam bagian pendahuluan. Pembahasan pustaka perlu dipertimbangkan keterbatasan bahwa tidak mungkkin (tepatnya: tidak perlu) semua pustaka dibahas dengan kerincian yang sama; ada pustaka yang lebih penting dan perlu dibahas lebih rinci daripada pustaka lainnya. Dalam hal ada kemiripan isi, perincian dapat diterapkan pada salah satu pustaka; sedangkan pustaka lainnya cukup disebutkan saja tapi tidak dirinci. Misal : Komponen Sistem Penunjang Pembuatan Keputusan, seperti dijelaskan oleh Mittra (1986), meliputi empat modul: pengendali, penyimpan data, pengolah data, dan pembuat model. Penjelasan serupa diberikan pula oleh Sprague dan Carlson (1982), dan Bonczek et al. (1981). Sebagai peninjauan yang bersistem, disamping menuruti organisasi yang telah ditetapkan, dalam pembahasan secara rinci perlu ditunjukkan keterkaitan satu pustaka dengan pustaka lainnya. </span></font><font><span>Bukan hanya menyebut &ldquo;Si A menjelaskan bahwa . . . . . . Si B menerangkan . . . .</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>. . Si Z memerinci . . . . . . &ldquo;; tapi perlu dijelaskan keterkaitannya, misal &ldquo;Si B menerangkan bahwa . . . . . . sebaliknya si G membantah hal tersebut dan menyatakan bahwa . . . . . .</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Bantahan serupa muncul dari berbagai pihak, misalnya diungkapkan oleh si W, si S dan si Y. Ketiga penulis terakhir ini bahkan menyatakan bahwa . . . . . .</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Tinjauan Pustaka diakhiri dengan kesimpulan atau ringkasan yang menjelaskan tentang &ldquo;apa arti <em><span>semua </span></em>tinjauan pustaka tersebut (<em><span>what does it all mean?</span></em>)&rdquo;. Secara rinci, kesimpulan atau ringkasan tersebut hendaknya memuat jawaban terhadap pertanyaanpertanyaan berikut ini, tentang:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>(a)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>status saat ini, mengenai pengetahuann yang berkaitan dengan permasalahan yang akan diteliti (apakah permasalahan sebenarnya telah tuntas terjawab?);</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>(b)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>penelitian-penelitian terdahulu yang dengan permasalahan yang dihadapi (adakah sesuatu dan apakah yang dapat dimanfaatkan?);</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>(c)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>kualitas penelitian-penelitian yang dikaji (mantap atau hanya dapat dipercayai sebagian saja?);</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>(d)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>kedudukan dan peran penelitian yang diusulkan dalam konteks ilmu pengetahuan yang ada.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Contoh bagian ringkasan dari tinjauan pustaka:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Isi tinjauan pustaka di atas dapat diringkas sebagai berikut:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>(1)</font><font><span>&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Telah tersedia pengetahuan tentang teknik perhitungan sebaran beban lalulinas ke ruas-ruas jalan.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><em><font>(2)</font><font><span>&nbsp;&nbsp; </span></font></em><!--[endif]--><font><span>Teknik tersebut telah diwujudkan dalam suatu bagian dari program komputer berskala besar sampai menengah, yang dijalankan denngan komputer besar <em><span>(main&ndash;frame).</span></em></span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>(3)</font><font><span>&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Dibutuhkan penerapan teknik tersebut pada komputer mikro mengingat komputer mikro telah tersebar luas di Indonesia.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>(4)</font><font><span>&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Untuk pembuatan program simulator ini perlu dipertimbangkan hasil-hasil penelitian yang pernah dilakukan menyangkut interaksi (dialog) antara program komputer dan pemakai yang bukan pemrogram, terutama dalam bentuk dialog, keterlibatan pemakai, dan keterbatasan waktu dalam diri pemakai.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>(Sumber: Djunaedi, 1988)</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Kaitan Tinjauan Pustaka dengan Daftar Pustaka</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Di bagian awal tulisan in telah disebutkan bahwa sering terdapat penulisan tinjauan pustaka yang mirip daftar pustaka. </span></font><font><span>Misal: &ldquo;Tentang hal A dibahas oleh si H dalam buku . . .</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>. . . , si B dalam buku . . . . . . ; sedangkan tentang hal J diterangkan oleh si P dalam buku . .</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>. . . . &ldquo;. Peninjauan seperti ini biasanya tidak menyebutkan apa yang dijelaskan oleh masing masing pustaka secara rinci (hanya menyebutkan <em><span>siapa </span></em>dan <em><span>dimana </span></em>ditulis). </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Penyebutan judul buku, yang seringkali tidak hanya sekali, tidak efisien dan menyaingi tugas daftar pustaka. Dalam tulisan ini, cara peninjauan seperti itu tidak disarankan. Pengacuan pustaka dalam tinjauan pustaka dapat dilakukan dengan cara yang bermacam-macam, antara lain: penulisan catatan kaki, dan penulisan nama pengarang dan tahun saja. Setiap cara mempunyai kelebihan dan kekurangan; tapi peninjauan tentang kelebihan dan kekurangan tersebut di luar lingkup tulisan ini. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Dalam tulisan ini hanya akan dibahas pemakaian cara penulisan nama akhir pengarang dan tahun penerbitan (dan sering ditambah dengan nomor halaman). Misal: Dalam hal organisasi tinjauan pustaka, Castetter dah Heisler (1984, hal. 43-45) menyarankan tentang bagian-bagian tinjauan pustaka, yang meliputi: (1) pendahuluan, (2) pembahasan, dan (3) kesimpulan. Pengacuan cara di atas mempunyai kaitan erat dengan cara penulisan daftar pustaka.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Penulisan daftar pustaka umumnya tersusun menurut abjad nama akhir penulis; dengan format: nama penulis, tahun penerbitan dan seterusnya. Susunan dan format daftar pustaka tersebut memudahkan untuk membaca informasi yang lengkap tentang yang diacu dalam tinjauan pustaka. </span></font><font><span>Misal, dalam tinjauan pustaka:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&ldquo;. . . . . . Mittra (1986) . . . . . .&rdquo;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Dalam daftar pustaka, tertulis:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Mittra, S. S., 1996, <em><span>Decision Support System: Tools and Techniques, </span></em>John Wiley &amp; Sons, New York, N. Y.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Sering terjadi, seorang penulis (usulan penelitian atau karya tulis) ingin menunjukan bahwa bahan bacaannya banyak; meskipun tidak dibahas dan tidak diacu dalam tulisannya, semuanya ditulis dalam daftar pustaka. Maksud yang baik ini sebaiknya ditunjukan dengan membahas dan mengemukakan secara jelas (menurut aturan pengacuan) apa yang diacu dari pustaka-pustaka tersebut dalam tulisannya. Tentunya hal yang sebaliknya, yaitu menyebut nama pengarang yang diacu dalam tinjauan pustaka tanpa menuliskannya dalam daftar pustaka (karena lupa) tidak perlu terjadi.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Berikut ini salah satu petunjuk tentang penulisan nama untuk pengacuan dalam tinjauan pustaka (dan daftar pustaka)&mdash;dikutip dari petunjuk yang dikeluarkan oleh Program Pascasarjana UGM (1997: hal. 16-17):</span></font><font><span></span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>&nbsp;</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>F. Penulisan Nama</span></font></strong></p>
	<p class="MsoBodyText2"><font>Penulisan nama mencakup narna penulis yang diacu dalam uraian, daftar pustaka, nama yang lebih dan satu suku kata, nama dengan garis penghubung, nama yang diikuti dengan singkatan, dan derajat kesarjanaan.</font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><em><font><span>1. Nama penulis yang diacu dalam uraian</span></font></em></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Penulis yang tulisannya diacu daiam uraian hanya disebutkan narna akhimya saja, dan kalau lebih dari 2 orang, hanya nama akhir penulis pertama yang dicantumkan dlikuti dengan dkk atau <em><span>et al</span></em>:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>a. Menurut Calvin (1978) &#8230;.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>b. Pirolisis ampas tebu (Othmer dan Fernstrom, 1943) menghasilkan..</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>c. Bensin dapat dibuat dari metanol (Meisel dkk, 1976) &#8230;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Yang membuat tulisan pada contoh (c) berjumiah 4 orang, yaitu Meisel, S.L., McCullough, J.P., Leckthaler, C.H., dan Weisz, P.B.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><em><font><span>&nbsp;</span></font></em></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><em><font><span>2. Nama penulis dalam daftar pustaka</span></font></em></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Dalam daftar pustaka, semua penulis harus dicantumkan namanya, dan tidak boleh hanya penulis pertama diambah dkk atau et al. saja.</span></font><font><span></span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Contoh:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Meisei, S.L., McCullough, J.P., Leckthaler, C.H., dan Weisz, P.B., 1 976, &#8230;.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Tidak boleh hanya:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Meisel, S.L. dkk atau Meisel, S.L. et al.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><em><font><span>3. Nama ponulis lebih dari satu sutu kata</span></font></em></strong></p>
	<p class="MsoBodyText2"><font>Jika nama penulis ierdiri dari 2 suku kata atau lebih, cara penulisannya ialah narna akhir diikuti dengan koma, singkatan nama depan, tengah dan seterusnya, yang semuanya diberi titik, atau nama akhir dilkuti dengan suku kata nama depan, tengah, dan eterusnya.</font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Contoh:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>a. Sutan Takdir Alisyahbana ditulis: Alisyahbana S.T., atau Alisyahbana, Sutan Takdir.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>b. Donald Fitzgerald Othmer ditulis: Othmer, D.F.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><em><font><span>4. Nama dengan garis penghubung</span></font></em></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Kalau nama penulis dalam sumber aslinya ditulis dengan garis penghubung di antara dua suku katanya, rraka keduanya dianggap sebagai satu kesatuan.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Contoh:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Sulastin-Sutrisno ditulis Sulastin-Sutrisno.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><em><font><span>5. Nama yang diikuti dengan singkatan</span></font></em></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Nama yang diikuti dengan singkatan, dianggap bahwa singkatan itu menjadi satu dengan suku kata yang ada di depannya.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Contoh:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>a. Mawardi A.l. ditulis: Mawardi A.l.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>b. Williams D. Ross Jr. ditulis: Ross Jr., W.D.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><em><font><span>&nbsp;</span></font></em></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><em><font><span>6 . Derajat kosarjanaan</span></font></em></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Derajat kesarjanaan tidak boleh dicantumkan.</span></font><font><span></span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Di bawah ini adalah salah satu contoh format daftar pustaka&mdash;dikutip dari petunjuk</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>yang dikeluarkan oleh Program Pascasarjana UGM (1997: hal. 26):</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Anderson, T.F. 1951. Techniques for the Preservation of Three Dimensional Structure in Preparing Specimens for the Electron Microscope. Trans.  N.Y. Acad. Sci. 13: 130- 134.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Andrew, Jr., H.N. 1961. Studies in-Paleabotany. John Wiley &amp; Sons, Inc., New York. Berlyn, G.P. and J.P. Miksche. 1976. Botanical Microtechnique and Cytochemistry. The lowa State University Press, Ames. Iowa.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Bhojwani, S.S. and S.P. Bhatnagar, 1981. The Embryology of Angiosperms. Vikas Publishing House PVT Ltd., New Delhi.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Cronquist, A. 1973. Basic Botany. Warper &amp; Row Publisher,New York.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Cutler, D.F., 1978. Applied P/ant Anatomy. Longman, London.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Dawes. C.J. 1971. Bio/ogica/ Techniques in E/ectron Microscopy. Barnes &amp; Nob/e, /nc., New York.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Dv Praw, E.J. 1972. The Bioscience: Cel/ and Mo/ecu/ar Bio/ogy. Cell and Molecular Biology Council, Standford, Califomia.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Bohlin, P. 1968. Use of the Scanning Reflection Electron Microscope in the Study of Plant and Microbial Material. J. Roy. Microscop. Soc. 88: 407 - 418.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Erdtman, G. 1952. Po/len Morpho/ogy and P/ant Taxonomy. Almquist &amp; Wiksell, Stockholm &ndash; The Chronica Botanica Co., Waltham,  Mass.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Esau, K. 1965. P/ant Anatomy. JohnWiley &amp; Sons. Inc., New York.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Esau, K. 1977. Anatomy of Seed P/ants. John Wiley 8 Sons. New York.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Faegri, K. and J. Iversen.- 1975. Texbook of Po/len Ana/ysis. Hainer   Press, New York.</span></font><font><span></span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>&nbsp;</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>&nbsp;</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>&nbsp;</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>Pencarian Pustaka secara elektronis/on-line</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Pada saat ini, banyak informasi ilmiah yang tersedia untuk diakses secara elektronis</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>atau on-line. Informasi ilmiah tersebut tersedia dari media seperti: CD-ROM (yang dibaca lewat komputer), pita rekaman suara, pita rekaman video, dan lewat internet. Leedy (1997: hal. 73) menjelaskan beberapa keuntungan mencari informasi ilmiah secara on-line, yaitu antara lain: tersedia jutaan informasi dalam bentuk elektronis yang dipasarkan mendunia, publikasi elektronis biasanya lebih baru karena prosesnya lebih cepat daripada publikasi cetak, dan pencarian informasi berkecepatan tinggi (karena menggunakan komputer). Masalah yang saat ini dihadapi adalah beberapa institusi pendidikan belum mempunyai standar pengacuan bagi informasi ilmiah yang didapat dari sumber elektronis.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Misal: seperti apa format sumber pustaka elektronis dari CD-ROM dan internet? Untuk mengisi kekosongan format tersebut, di bawah ini dikutipkan format yang disarankan oleh Kennedy (1998: hal. 175-176):</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><em><font><span>Komponen dasar dari sitasi (pengacuan) pustaka adalah sebagai berikut: </span></font></em><font><span>Nama akhir pengarang, Inisial. Tahun publikasi (bila ada). <em><span>Judul karya</span></em>. Judul tempat atau media informasi (tanggal informasi dikumpulkan dari media tersebut).</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><em><font><span>&nbsp;</span></font></em></p>
	<p class="MsoNormal"><em><font><span>Contoh untuk situs FTP (File Transfer Protocol):</span></font></em></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Johnson, P. 1994. <em><span>Tropical Indonesian </span></em>Architecture ftp://indoarch.com/Pub/CCC94/johnson-p (22 Apr. 2000).</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><em><font><span>Contoh untuk situs WWW (World Wide Web):</span></font></em></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Djunaedi, A. 2000. <em><span>The History of Indonesian Urban Planning.. </span></em>http://www.mpkd -ugm.ac.id/adj/riset99/ (18 Apr. 2000).</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><em><font><span>Contoh untuk informasi lewat e -mail:</span></font></em></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Djunaedi, A. 22 Maret 2000. <em><span>The urban pattern of some coastal cities in the northern Central  Java.. </span></em>research-news@ugm.ac.id (19 Apr. 2000).</span></font><font><span></span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
  <font><span><br /> </span></font><br />
<p align="center" class="MsoNormal"><font><span>Modul 6:</span></font></p>
	<p align="center" class="MsoNormal"><strong><font><span>RUANG LINGKUP </span></font></strong></p>
	<h5><strong><font>PENELITIAN MANAJEMEN</font></strong><font><span></span></font></h5>
	<p class="MsoNormal"><strong><font><span>&nbsp;</span></font></strong></p>
	<h4><!--[if !supportLists]--><strong><font>A.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><font><span>Ruang Lingkup Penelitian Manajemen</span></font></h4>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Penelitian manajemen adalah penelitian yang umumnya dilakukan oleh akademisi yang mengkaji keilmuan manajemen seperti bisnis umum,&nbsp; manajemen pemasaran, manajemen keuangan, manajemen sumber daya manusia dan perilaku organisasi, sistem informasi manajemen, dan manajemen operasional. Penelitian manajemen tergolong kepada penelitian bisnis. Makna penelitian bisnis adalah proses pengumpulan dan analisis data yang sistematis dan obyektif untuk membantu pembuatan keputusan bisnis (Indriantoro&nbsp; dan Supomo, 1999).Beberapa kelompok dalam penelitian manajemen dapat dilihat pada penggolongan dan contoh-contoh objek penelitian berikut ini (Indriantoro, dan Supomo, 1999; Sugiyono, 1999; Supranto, 1997; Rangkuti, 2001): </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>1.5.1. Bisnis Umum&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<ul>
<li><font><span>Peramalan Bisnis&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></li>
	<li><font><span>Trend Bisnis Dan Industri&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></li>
	<li><font><span>Inflasi dan Penentuan Harga&middot;</span></font></li>
	<li><font><span>Akuisisi&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></li>
	<li><font><span>Ekspor dan Perdagangan Internasional&middot;&nbsp;&nbsp; </span></font></li>
	<li><font><span>Studi Kelayakan Bisnis&middot;</span></font></li>
	<li><font><span>Profil Pelaku Bisnis yang Sukses&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></li>
	<li><font><span>Bisnis Pejabat&middot;&nbsp; </span></font></li>
	<li><font><span>Nilai Budaya </span></font></li>
	<li><font><span>Bisnis Antar Suku&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></li>
	<li><font><span>Peranan Lembaga Konsumen&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></li>
	<li><font><span>Dan lain-lain </span></font></li>
</ul>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>1.5.2.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Manajemen Pemasaran&middot; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Potensi Pasar&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Karakteristik Pasar&middot; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Penjualan&middot;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Strategi Pemasaran&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Inovasi produk &middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Pengaduan konsumen&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Perilaku Konsumen&middot; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Image Konsumen&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Studi Kelayakan Pasar &middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Profil &amp; Dinamika Konsumen&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Analisis Lokasi&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Studi Kelayakan Pasar&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Pengujian Pasar&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Segmentasi Pasar&middot;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Produk Baru&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Saluran Distribusi&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Promosi&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Periklanan&middot;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Multilevel Marketing &middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Franchising (Waralaba)&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Kepemimpinan Pasar&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Pelayanan&middot;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Tingkat Penjualan&middot;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Persaingan Pasar&middot;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Respon akibat perubahan harga&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Elastisitas harga &middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Biaya setiap lini produk&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Angggaran promosi optimal&middot;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Pengujian iklan yang kreatif&middot; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Intensitas Grosir dan retail&middot;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Dan lain-lain </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>1.5.3.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Manajemen Keuangan&middot;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Anggaran&middot;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Sumber-sumber Pembiayaan&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Modal Kerja&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Tingkat Bunga dan Resiko Kredit&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Investasi &middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Biaya Modal&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Portofolio&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Penilaian Saham dan Obligasi&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Analisis Biaya &middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Hasil Resiko&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Rasio-Rasio Keuangan&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Lembaga Keuangan&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Implikasi Pajak &middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Merger dan Akuisisi, </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>dan lain-lain </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>1.5.4.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Manajemen Sumber Daya Manusia dan Perilaku Organisasi&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Manajemen Mutu Terpadu&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Motivasi dan Kepuasan Kerja&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Gaya</span></font><font><span> Kepemimpinan&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Produktivitas Tenaga Kerja&middot;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Efektivitas Organizational&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Budaya &amp; Komunikasi Organisasi&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Studi Gerak dan Waktu&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Serikat Pekerja&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Perilaku Karyawan&middot;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Loyalitas Kerja&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Kinerja Supervisor&middot;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Sistem Penilaian Kerja&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Pengambilan Keputusan&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Penilaian Kinerja&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Stress Kerja &middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Manajemen Konflik&middot;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Emotional Quetion&middot;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Spritual Quetion&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Desain Organisasi&middot;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Perubahan &amp; Pengembangan Org. &middot;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Rekruitment&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Seleksi dan Penempatan&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Sistem Kompensasi&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Peng. Karir, </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Promosi, </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Mutasi&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Kreativitas Manajemen &middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Model-Model Pola Kerja&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Manajemen Partisipasi&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Perbedaan Gender &middot; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Polusi dan Kesehatan Kerja&middot; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Pemberhentian &middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Dan lain-lain </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>1.5.5.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Sistem Informasi Manajemen:&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Sistem Informasi Eksekutif&middot;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Sistem Komunikasi Bisnis&middot;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Sistem Dukungan Keputusan&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Aliansi fungsi Sistem Informasi&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Personel Sistem Informasi&middot;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Pengembangan Sistem Informasi&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Jaringan Efektif MIS&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Penggunaan Konsultan dlm. </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Pembuatan Keputusan &middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Dan lain-lain </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>1.5.6.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Manajemen Operasi dan Produksi:&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Sistem Produksi&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Penentuan Lokasi&middot;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Plant layout&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Prosedur Dan Metode Kerja&middot; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Mesin Dan Peralatan Produksi&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Material Handling&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pemeliharaan (Maintenance) &middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Sistem Pergudangan&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Pengendalian Persediaan &middot;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Pengendalian Material&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Pengendalian Tenaga Kerja&middot;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Pengendalian Mutu&middot; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Statistical Quality Control&middot;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><!--[if !supportLists]--><font>&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Dan lain-lain&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoBodyText2"><font><span>Objek-objek di atas dapat dijadikan sebagai permasalah penelitian untuk kemudian disusun menjadi judul penelitian. Untuk memperkaya contoh-contoh objek penelitian dapat dilihat pada situs-situs internet, seperti jurnal on-line, perpustakaan on-line, situs-situs universitas, dan situs-situs lainnya. Cara penelusuran ke berbagai situs internet dapat dilihat dalam tulisan &ldquo;Pemanfaatan Internet dalam Proses Belajar dan Penulisan Karya Ilmiah Bidang Manajemen dan Bisnis (Juliandi, 2002)&nbsp; atau mengakses ke situs jurnal versi On-line dengan alamat http://manbisnis.tripod.com. Situs ini adalah situs &ldquo;Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis&rdquo; Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
  <font><span><br /> </span></font><br />
<p align="center" class="MsoNormal"><font><span>Modul 7:</span></font></p>
	<p align="center" class="MsoNormal"><strong><font><span>PENULISAN SKRIPSI </span></font></strong></p>
	<p align="left" class="MsoBodyText"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p align="left" class="MsoBodyText"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Penulisan skripsi untuk semua jenis penelitian di sajikan dalam lima bab sebagai berikut: </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font><img width="11" height="11" border="0" alt="*" src="file:///C:/DOCUME%7E1/ADMINI%7E1.000/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" /></font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Bab I : Pendahuluan </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font><img width="11" height="11" border="0" alt="*" src="file:///C:/DOCUME%7E1/ADMINI%7E1.000/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" /></font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Bab II : Tinjauan Pustaka </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font><img width="11" height="11" border="0" alt="*" src="file:///C:/DOCUME%7E1/ADMINI%7E1.000/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" /></font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Bab III : Metode Penelitian&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font><img width="11" height="11" border="0" alt="*" src="file:///C:/DOCUME%7E1/ADMINI%7E1.000/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" /></font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Bab IV : Hasil Penelitian dan Bahasan&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font><img width="11" height="11" border="0" alt="*" src="file:///C:/DOCUME%7E1/ADMINI%7E1.000/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" /></font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Bab V : Simpulan dan Saran&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><em><font><span>Untuk lebih lanjut: Lihat Buku Pedoman Penulisan Skripsi yang berlaku di Institusi anda!</span></font></em></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Setiap penulisan dari bab ke bab dianggap perlu untuk menyajikan alinea pembuka/penghubung berisi uraian pengantar yang menjelaskan keterkaitan bab yang bersangkutan dengan bab sebelumnya. Alinea penghubung ini ditulis dalam alinea pertama dari setiap awal bab. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Adapun penjelasan secara rinci sebagai berikut : </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<h1><strong><font><span>I. PENDAHULUAN </span></font></strong></h1>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; a. Latar Belakang Permasalahan</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; b. Rumusan Permasalahan</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; c. Tujuan dan Kegunaan Penelitian </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>PENJELASAN </span></font></p>
	<h2 align="left"><strong><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; a. Latar Belakang Permasalahan </span></font></strong></h2>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>1)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Latar Belakang Permasalahan merupakan penjelasan fenomena yang diamati dan menarik perhatian peneliti dan bukan merupakan alasan pemilihan judul. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>2)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Latar Belakang Penelitian apabila memungkinkan dapat didukung oleh data penunjang, yang dapat digali dari sumber utama dan/atau sumber kedua seperti <a title="" name="_ftnref6" href="#_ftn6"><span class="MsoFootnoteReference"><sup><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><sup><font><span>[1]</span></font></sup></span><!--[endif]--></sup></span></a>Biro Pusat Statistik, hasil penelitian terdahulu, jurnal dan internet </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>3)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Latar Belakang Penelitian memuat hasil penelitian terdahulu (dari jurnal) dengan menyebutkan sumber jurnal yang dipakai sebagai referensi.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>4)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Apabila perusahaan (sebagai sumber utama) belum menyajikan laporan keuangan, misalnya rasio keuangan (financial ratio), maka dalam Latar Belakang Penelitian disajikan minimal 3 periode atau tahun. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<h2 align="left"><strong><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; b. Rumusan Permasalahan</span></font></strong></h2>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>1)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Rumusan permasalahan disajikan secara singkat dalam bentuk kalimat tanya, yang isinya mencerminkan adanya permasalahan yang perlu dipecahkan atau adanya permasalahan yang perlu untuk dijawab. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>2)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Rumusan permasalahan merupakan inti penelitian, sehingga bisa dipakai pertimbangan menyusun judul dan hipotesa</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<h2 align="left"><strong><font>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </font></strong><font><span>c. Tujuan dan Kegunaan Penelitian </span></font></h2>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>1)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Tujuan Penelitian </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Tujuan penelitian merupakan sasaran yang hendak dicapai oleh peneliti sebelum melakukan penelitian dan mengacu pada permasalahan. Berikut ini beberapa contoh cara pengungkapan tujuan penelitian yang umumnya diawali dengan kalimat tujuan penelitian adalah untuk &hellip;&hellip;&hellip;&hellip;. atau penelitian ini bertujuan untuk &hellip;&hellip;&hellip;&hellip;&hellip;&hellip;&hellip;dan sebagainya. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>2)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Kegunaan Penelitian </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Kegunaan penelitian, menguraikan kontribusi yang diharapkan dari hasil penelitian itu sendiri. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<h1><strong><font><span>2. TINJAUAN PUSTAKA </span></font></strong></h1>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; a. Kerangka Teori </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; b. Hipotesis Penelitian </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>PENJELASAN </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<h2 align="left"><strong><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; a. Kerangka Teori </span></font></strong></h2>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>1)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Kerangka teori sebaiknya menggunakan acuan yang berhubungan dengan permasalahan yang diteliti dan acuan-acuan yang berupa hasil penelitian terdahulu (bisa disajikan di Bab II atau dibuat sub-bab tersendiri)</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>2)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Cara penulisan dari subbab ke subbab yang lain harus tetap mempunyai keterkaitan yang jelas dengan memperhatikan aturan penulisan pustaka. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>3)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Penulisan nama pengarang dalam <a title="" name="_ftnref7" href="#_ftn7"><span class="MsoFootnoteReference"><sup><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><sup><font><span>[2]</span></font></sup></span><!--[endif]--></sup></span></a>Endnotes atau Footnotes yang bersumber dari kepustakaan tidak perlu mencantumkan gelar akademik. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>4)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Untuk memperoleh hasil penelitian yang baik, studi pustaka harus memenuhi prinsip kemutakhiran dan keterkaitannya dengan permasalahan yang ada. Apabila menggunakan literatur dengan beberapa edisi, maka yang digunakan adalah buku dengan edisi terbaru, jika referensi tidak terbit lagi, referensi tersebut adalah terbitan terakhir. Dan bagi yang menggunakan Jurnal sebagai referensi pembatasan tahun terbitan tidak berlaku. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>5)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Semakin banyak sumber bacaan, semakin baik, dengan jumlah minimal 10 (sepuluh) sumber, baik dari teks book atau sumber lain misalnya jurnal, artikel dari majalah, Koran, internet dan lain-lain. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>6)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Pedoman kerangka teori di atas berlaku untuk semua jenis penelitian. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>7)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Dalam kerangka teori, peubah dicantumkan sebatas yang diteliti dan dapat dikutip dari dua atau lebih karya tulis/bacaan.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>8)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Teori bukan merupakan pendapat pribadi (kecuali pendapat tersebut sudah ditulis di BUKU) </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>9)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Pada akhir kerangka teori bagi penelitian korelasional disajikan model teori, model konsep (apabila diperlukan) dan model hipotesis pada subbab tersendiri, sedangkan penelitian studi kasus cukup menyusun Model teori dan beri keterangan. Model teori dimaksud merupakan kerangka pemikiran penulis dalam penelitian yang sedang dilakukan. Kerangka itu dapat berupa kerangka dari ahli yang sudah ada, maupun kerangka yang berdasarkan teori-teori pendukung yang ada. Dari kerangka teori yang sudah disajikan dalam sebuah skema, harus dijabarkan jika dianggap perlu memberikan batasan-batasan, maka asumsi-asumsi harus dicantumkan. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<h2 align="left"><strong><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; b. Hipotesis Penelitian </span></font></strong></h2>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp;Jika penelitian bersifat korelasional maka:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>1)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Hipotesis penelitian beraspek empiris disajikan pada akhir bab II dalam sub-sub tersendiri dengan memperhatikan teori pendukungnya, sedangkan hipotesis penelitian beraspek statistik disajikan dalam bab III. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>2)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Apabila analisis data (akhir bab IV) direncanakan tidak untuk menganalisis data secara luas baik masalah utama (mayor) maupun bagian-bagiannya (minor) maka dalam hipotesis tidak perlu dicantumkan hipotesis mayor dan minor. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>3)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Hipotesis harus berlandaskan teori, jika ingin mengubah harus mencantumkan alasan mengapa merubah teori tersebut.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<h1><strong><font><span>3. METODE PENELITIAN </span></font></strong></h1>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; a. Jenis Penelitian </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; b. Peubah dan Pengukuran </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; c. Populasi dan Sampel </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; d. Metode Pengumpulan Data </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; e. Metode Analisis </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>PENJELASAN </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; a. Jenis Penelitian </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Penelitian bisa bersifat kuantitaif maupun kualitatif, misalnya: </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>1)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Historis; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>2)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Deskriptif; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>3)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Perkembangan; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>4)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Kasus dan penelitian lapangan; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>5)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Korelasional; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>6)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Kausal komparatif; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>7)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Eksperimen murni; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>8)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Eksperimen semu; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>9)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Kaji tindak.&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>1)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Pemilihan jenis penelitian dilakukan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan berikut: </span></font></p>
	<h2 align="left"><!--[if !supportLists]--><strong><font>a)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><font><span>Daya tarik permasalahan; </span></font></h2>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>b)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Kesesuaian dengan kemampuan dan latar belakang pendidikan; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>c)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Tersedianya alat dan kondisi kerja; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>d)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Kesesuaian dengan kemampuan untuk mengumpulkan data yang diperlukan; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>e)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Kesesuaian dengan waktu, tenaga dan biaya; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>f)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Resiko kegagalan. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>2)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Jenis penelitian dimaksud dapat dilacak dari judul, latar belakang permasalahan dan tujuan penelitian, sehingga dapat dijelaskan alasan penentuan jenis penelitian tertentu tanpa menyajikan definisi jenis penelitian itu sendiri. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<h2 align="left"><strong><font><span>b) Peubah dan Pengukuran </span></font></strong></h2>
	<ul>
<li><font><span>&ldquo;Peubah (Variable) merupakan suatu atribut atau      sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi      tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik      kesimpulannya.&rdquo; ( Sugiyono, 2003, 32)</span></font></li>
</ul>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<ul>
<li><font><span>Peubah harus terukur </span></font></li>
</ul>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<h2 align="left"><!--[if !supportLists]--><strong><font>a)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><font><span>Populasi dan Sampel </span></font></h2>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<ul>
<li><font><span>&ldquo;Populasi merupakan sekumpulan orang atau objek yang      memiliki kesamaan dalam satu atau beberapa hal dan yang membentuk masalah      pokok dalam suatu riset khusus. Populasi yang akan diteliti harus      didefinisikan dengan jelas sebelum penelitian dilakukan.&rdquo; (Santoso &amp;      Tjiptono, 2002, 79)</span></font></li>
</ul>
	<ul>
<li><font><span>&ldquo; Sampel adalah semacam miniatur (mikrokosmos) dari      populasinya&rdquo; (Santoso &amp; Tjiptono, 2002, 80)</span></font></li>
</ul>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<h2><!--[if !supportLists]--><strong><font>b)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></strong><!--[endif]--><font><span>Metode Pengumpulan Data </span></font></h2>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Metode pengumpulan data misalnya:</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>1)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>&ldquo;Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur maupun tidak terstruktur, dan dapat dilakukan melalui tatap muka (face to face) maupun dengan menggunakan telpon.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>2)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Kuesioner (angket) dapat dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>3)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Observasi merupakan suatu proses yang komplek , suatu proses yang tersusun dari pelbagai proses biologis dan psikologis. Dua di antara yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan.&rdquo; (Sugiyono, 2003, 130-141) </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<h2 align="left"><strong><font><span>&nbsp;e)&nbsp; Metode Analisis</span></font></strong></h2>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Metode analisis disesuaikan dengan Rumusan Permasalahan pada Bab I </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Jika metode analisis menggunakan regresi dengan Ordinary Least Square (OLS) Estimators, maka uji asumsi klasik harus dilakukan. Lihat buku &quot;Ekonometrika Dasar&quot; oleh Damodar Gujarati alih bahasa Sumarno Zain, 2000.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>4. HASIL PENELITIAN DAN BAHASAN </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; a. Penyajian Data</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Pada subbab ini dipaparkan data yang ada relevansinya dengan topik skripsi.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </font><font><span>b. Analisis Data dan Interpretasi</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<h1><strong><font><span>5. SIMPULAN DAN SARAN </span></font></strong></h1>
	<p class="MsoNormal"><font>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </font><font><span>a. Simpulan </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; b. Saran </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoFootnoteText"><font><span>PENJELASAN </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>1)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Simpulan menjelaskan butir-butir temuan (hasil penelitian dan bahasan) yang disajikan secara singkat dan jelas. </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]--><font>2)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font><span>Saran-saran merupakan himbauan kepada instansi terkait maupun peneliti berikutnya yang berdasarkan pada hasil temuan. Saran sebaiknya selaras dengan topik penelitian</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>Lampiran: memuat hal-hal atau informasi yang mendukung bab-bab sebelumnya, misalnya: data (hasil Questionaire, data time series), Laporan Keuangan perusahaan (Neraca, R/L dsb), informasi yang terkait dengan hasil (misal: olahan komputer, diskripsi, hasil uji validitas dan reliabilitas) dsb. </span></font></p>
  <font><span><br /> </span></font><br />
<p align="center" class="MsoNormal"><font><span>Modul 8:</span></font></p>
	<h5><strong><font>PROSES LAHIRNYA ILMU</font></strong><font><span></span></font></h5>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>1.1. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Manusia&nbsp; Mencari&nbsp; Kebenaran</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Manusia mencari kebenaran dengan menggunakan akal sehat (<strong><em><span>common&nbsp; sense</span></em></strong>)&nbsp;&nbsp; dan dengan ilmu pengetahuan.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Letak&nbsp; perbedaan&nbsp; yang&nbsp; mendasar&nbsp; antara&nbsp; keduanya&nbsp; ialah&nbsp; berkisar&nbsp; pada&nbsp; kata&nbsp; &ldquo;sistematik&rdquo;&nbsp; dan&nbsp; &ldquo;terkendali&rdquo;.&nbsp; Ada&nbsp; lima&nbsp; hal&nbsp; pokok&nbsp; yang&nbsp; membedakan&nbsp; antara&nbsp; ilmu&nbsp; dan&nbsp; akal&nbsp; sehat.&nbsp; Yang&nbsp; pertama,&nbsp; ilmu&nbsp; pengetahuan&nbsp; dikembangkan&nbsp; melalui&nbsp; struktur-stuktur&nbsp; teori,&nbsp; dan&nbsp; diuji&nbsp; konsistensi&nbsp; internalnya.&nbsp; Dalam&nbsp; mengembangkan&nbsp; strukturnya,&nbsp; hal&nbsp; itu&nbsp; dilakukan&nbsp; dengan&nbsp; tes&nbsp; ataupun pengujian&nbsp; secara&nbsp; empiris/faktual.&nbsp; Sedang&nbsp; penggunaan&nbsp; akal&nbsp; sehat&nbsp; biasanya&nbsp; tidak.&nbsp; Yang&nbsp; kedua,&nbsp; dalam&nbsp; ilmu&nbsp; pengetahuan,&nbsp; teori&nbsp; dan&nbsp; hipotesis&nbsp; selalu&nbsp; diuji&nbsp; secara&nbsp; empiris/faktual.&nbsp; Halnya&nbsp; dengan&nbsp; orang&nbsp; yang&nbsp; bukan&nbsp; ilmuwan&nbsp; dengan&nbsp; cara&nbsp; &ldquo;selektif&rdquo;.&nbsp; Yang&nbsp; ketiga,&nbsp; adanya&nbsp; pengertian&nbsp; kendali&nbsp; (kontrol)&nbsp; yang&nbsp; dalam&nbsp; penelitian&nbsp; ilmiah&nbsp; dapat&nbsp; mempunyai&nbsp; pengertian&nbsp; yang&nbsp; bermacam-macam.&nbsp; Yang&nbsp; keempat,&nbsp; ilmu&nbsp; pengetahuan&nbsp; menekankan&nbsp; adanya&nbsp; hubungan&nbsp; antara&nbsp; fenomena&nbsp; secara&nbsp; sadar&nbsp; dan&nbsp; sistematis.&nbsp; Pola&nbsp; penghubungnya tidak&nbsp; dilakukan&nbsp; secara&nbsp; asal-asalan.&nbsp; Yang&nbsp; kelima,&nbsp; perbedaan&nbsp; terletak&nbsp; pada&nbsp; cara&nbsp; memberi penjelasan&nbsp; yang&nbsp; berlainan&nbsp; dalam&nbsp; mengamati&nbsp; suatu&nbsp; fenomena.&nbsp; Dalam&nbsp; menerangkan&nbsp; hubungan&nbsp; antar&nbsp; fenomena,&nbsp; ilmuwan&nbsp; melakukan&nbsp; dengan&nbsp; hati-hati&nbsp; dan&nbsp; menghindari&nbsp; penafsiran&nbsp; yang&nbsp; bersifat&nbsp; metafisis.&nbsp; Proposisi&nbsp; yang&nbsp; dihasilkan&nbsp; selalu&nbsp; terbuka&nbsp; untuk&nbsp; pengamatan&nbsp; dan&nbsp; pengujian&nbsp; secara&nbsp; ilmiah.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;1.2 . Terjadinya&nbsp; Proses&nbsp; Sekularisasi&nbsp; Alam&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Pada&nbsp; mulanya&nbsp; manusia&nbsp; menganggap&nbsp; alam&nbsp; suatu &nbsp;yang&nbsp; sakral,&nbsp; sehingga&nbsp; antara&nbsp; subyek&nbsp; dan&nbsp; obyek&nbsp; tidak&nbsp; ada&nbsp; batasan.&nbsp; Dalam&nbsp; perkembangannya&nbsp; sebagaimana&nbsp; telah&nbsp; disinggung&nbsp; diatas&nbsp; terjadi&nbsp; pergeseran&nbsp; konsep&nbsp; hukum&nbsp; (alam).&nbsp; Hukum&nbsp; didefinisikan&nbsp; sebagai&nbsp; kaitan-kaitan&nbsp; yang&nbsp; tetap&nbsp; dan&nbsp; harus&nbsp; ada&nbsp; diantara&nbsp; gejala-gejala.&nbsp; Kaitan-kaitan&nbsp; yang&nbsp; teratur&nbsp; didalam&nbsp; alam&nbsp; sejak&nbsp; dulu&nbsp; diinterpretasikan&nbsp; ke&nbsp; dalam&nbsp; hukum-hukum normative.&nbsp; Disini&nbsp; pengertian&nbsp; tersebut&nbsp; dikaitkan&nbsp; dengan&nbsp; Tuhan&nbsp; atau&nbsp; para&nbsp; dewa&nbsp; sebagai&nbsp; pencipta&nbsp; hukum&nbsp; yang&nbsp; harus&nbsp; ditaati.&nbsp; Menuju&nbsp; abad&nbsp; ke-16&nbsp; manusia&nbsp; mulai&nbsp; meninggalkan&nbsp; pengertian&nbsp; hukum&nbsp; normative&nbsp; tersebut.&nbsp; Sebagai&nbsp; gantinya&nbsp; muncullah&nbsp; pengertian&nbsp; hukum&nbsp; sesuai&nbsp; dengan&nbsp; hukum&nbsp; alam.&nbsp; Pengertian&nbsp; tersebut&nbsp; berimplikasi&nbsp; bahwa&nbsp; terdapat&nbsp; tatanan&nbsp; di&nbsp; alam&nbsp; dan&nbsp; tatanan&nbsp; tersebut&nbsp; dapat&nbsp; disimpulkan&nbsp; melalui&nbsp; penelitian&nbsp; empiris.&nbsp; Para&nbsp; ilmuwan&nbsp; saat&nbsp; itu&nbsp; berpendapat&nbsp; bahwa&nbsp; Tuhan&nbsp; sebagai&nbsp; pencipta&nbsp; hukum&nbsp; alam&nbsp; secara berangsur-angsur&nbsp; memperoleh&nbsp; sifat&nbsp; abstrak&nbsp; dan&nbsp; impersonal.&nbsp; Alam&nbsp; telah&nbsp; kehilangan&nbsp; kesakralannya&nbsp; sebagai&nbsp; ganti&nbsp; muncullah&nbsp; gambaran&nbsp; dunia&nbsp; yang&nbsp; sesuai&nbsp; dengan&nbsp; ilmu&nbsp; pengetahuan&nbsp; alam&nbsp; bagi&nbsp; manusia&nbsp; modern&nbsp; dengan&nbsp; kemampuan&nbsp; ilmiah&nbsp; manusia&nbsp; mulai&nbsp; membuka&nbsp; rahasia-rahasia alam.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;1.3.&nbsp; &nbsp;&nbsp; Berbagai&nbsp; Cara&nbsp; Mencari&nbsp; Kebenaran</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Dalam&nbsp; sejarah manusia,&nbsp; usaha-usaha&nbsp; untuk&nbsp; mencari&nbsp; kebenaran telah&nbsp; dilakukan&nbsp; dengan&nbsp; berbagai&nbsp; cara&nbsp; seperti :</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;1.3.1&nbsp; Secara&nbsp; kebetulan</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Ada&nbsp; cerita&nbsp; yang&nbsp; kebenarannya&nbsp; sukar&nbsp; dilacak&nbsp; mengenai&nbsp; kasus penemuan&nbsp; obat&nbsp; malaria&nbsp; yang&nbsp; terjadi&nbsp; secara&nbsp; kebetulan. &nbsp;Ketika&nbsp; seorang&nbsp; Indian&nbsp; yang&nbsp; sakit&nbsp; dan&nbsp; minum&nbsp; air&nbsp; dikolam&nbsp; dan&nbsp; akhirnya&nbsp; mendapatkan&nbsp; kesembuhan.&nbsp; Dan&nbsp; itu&nbsp; terjadi&nbsp; berulang&nbsp; kali&nbsp; pada&nbsp; beberapa&nbsp; orang.&nbsp; Akhirnya&nbsp; diketahui&nbsp; bahwa&nbsp; disekitar&nbsp; kolam&nbsp; tersebut&nbsp; tumbuh&nbsp; sejenis&nbsp; pohon&nbsp; yang&nbsp; kulitnya&nbsp; bisa&nbsp; dijadikan&nbsp; sebagai&nbsp; obat&nbsp; malaria&nbsp; yang&nbsp; kemudian&nbsp; berjatuhan&nbsp; di&nbsp; kolam&nbsp; tersebut.&nbsp; Penemuan&nbsp; pohon&nbsp; yang&nbsp; kelak&nbsp; dikemudian&nbsp; hari&nbsp; dikenal&nbsp; sebagai&nbsp; pohon&nbsp; kina&nbsp; tersebut&nbsp; adalah&nbsp; terjadi&nbsp; secara&nbsp; kebetulan&nbsp; saja.&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black">&nbsp;</font><font color="black"><span>1.3.2. Trial&nbsp; And&nbsp; Error</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;Cara&nbsp; lain&nbsp; untuk&nbsp; mendapatkan&nbsp; kebenaran&nbsp; ialah&nbsp; dengan&nbsp; menggunakan&nbsp; metode&nbsp; &ldquo;trial&nbsp; and&nbsp; error&rdquo;&nbsp; yang&nbsp; artinya&nbsp; coba-coba.&nbsp; Metode&nbsp; ini&nbsp; bersifat&nbsp; untung-untungan.&nbsp; Salah&nbsp; satu&nbsp; contoh&nbsp; ialah&nbsp; model&nbsp; percobaan&nbsp; &ldquo;problem&nbsp; box&rdquo;&nbsp; oleh&nbsp; Thorndike.&nbsp; Percobaan&nbsp; tersebut&nbsp; adalah&nbsp; seperti&nbsp; berikut:&nbsp; seekor&nbsp; kucing&nbsp; yang&nbsp; kelaparan&nbsp; dimasukkan&nbsp; kedalam&nbsp; &ldquo;problem&nbsp; box&rdquo;&mdash;suatu&nbsp; ruangan&nbsp; yang&nbsp; hanya&nbsp; dapat&nbsp; dibuka&nbsp; apabila&nbsp; kucing&nbsp; berhasil&nbsp; menarik&nbsp; ujung tali&nbsp; dengan&nbsp; membuka&nbsp; pintu.&nbsp; </span></font><font color="black"><span>Karena&nbsp; rasa&nbsp; lapar&nbsp; dan&nbsp; melihat&nbsp; makanan&nbsp; di&nbsp; luar&nbsp; maka&nbsp; kucing&nbsp; berusaha&nbsp; keluar&nbsp; dari&nbsp; kotak&nbsp; tersebut&nbsp; dengan&nbsp; berbagai&nbsp; cara.&nbsp; Akhirnya&nbsp; dengan&nbsp; tidak&nbsp; sengaja&nbsp; si&nbsp; kucing&nbsp; berhasil&nbsp; menyentuh&nbsp; simpul&nbsp; tali&nbsp; yang&nbsp; membuat&nbsp; pintu&nbsp; jadi&nbsp; terbuka&nbsp; dan&nbsp; dia&nbsp; berhasil&nbsp; keluar.&nbsp; Percobaan tersebut&nbsp; mendasarkan&nbsp; pada&nbsp; hal&nbsp; yang&nbsp; belum&nbsp; pasti&nbsp; yaitu&nbsp; kemampuan&nbsp; kucing&nbsp; tersebut&nbsp; untuk&nbsp; membuka&nbsp; pintu&nbsp; kotak&nbsp; masalah.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;1.3.3&nbsp; Melalui&nbsp; Otoritas</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;Kebenaran&nbsp; bisa&nbsp; didapat&nbsp; melalui&nbsp; otoritas&nbsp; seseorang&nbsp; yang&nbsp; memegang&nbsp; kekuasaan,&nbsp; seperti&nbsp; seorang&nbsp; raja&nbsp; atau&nbsp; pejabat&nbsp; pemerintah&nbsp; yang&nbsp; setiap&nbsp; keputusan&nbsp; dan&nbsp; kebijaksanaannya&nbsp; dianggap&nbsp; benar&nbsp; oleh&nbsp; bawahannya.&nbsp; Dalam&nbsp; filsafat&nbsp; Jawa&nbsp; dikenal&nbsp; dengan&nbsp; istilah&nbsp; &lsquo;<strong><em><span>Sabda&nbsp; pendita ratu</span></em></strong>&rdquo;&nbsp; artinya&nbsp; ucapan&nbsp; raja&nbsp; atau&nbsp; pendeta&nbsp; selalu&nbsp; benar&nbsp; dan&nbsp; tidak&nbsp; boleh&nbsp; dibantah lagi.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black">&nbsp;</font><font color="black"><span>1.3.4.&nbsp; Berpikir&nbsp; Kritis/Berdasarkan&nbsp; Pengalaman&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Metode&nbsp; lain&nbsp; ialah&nbsp; berpikir&nbsp; kritis&nbsp; dan&nbsp; berdasarkan&nbsp; pengalaman. Contoh&nbsp; dari&nbsp; metode&nbsp; ini&nbsp; ialah&nbsp; berpikir&nbsp; secara&nbsp; deduktif&nbsp; dan&nbsp; induktif.&nbsp; Secara&nbsp; deduktif&nbsp; artinya&nbsp; berpikir&nbsp; dari&nbsp; yang&nbsp; umum&nbsp; ke&nbsp; khusus;&nbsp; sedang&nbsp; induktif&nbsp; dari&nbsp; yang&nbsp; khusus&nbsp; ke&nbsp; yang&nbsp; umum.&nbsp; Metode&nbsp; deduktif&nbsp; sudah&nbsp; dipakai&nbsp; selama&nbsp; ratusan&nbsp; tahun&nbsp; semenjak&nbsp; jamannya&nbsp; Aristoteles.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black">&nbsp;</font><font color="black"><span>1.3.5.&nbsp; Melalui&nbsp; Penyelidikan&nbsp; Ilmiah</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black">&nbsp;</font><font color="black"><span>Menurut&nbsp; Francis&nbsp; Bacon&nbsp; Kebenaran&nbsp; baru&nbsp; bisa&nbsp; didapat&nbsp; dengan menggunakan&nbsp; penyelidikan&nbsp; ilmiah,&nbsp; berpikir&nbsp; kritis&nbsp; dan&nbsp; induktif. </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Catatan&nbsp; :</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;Selanjutnya&nbsp; Bacon&nbsp; merumuskan&nbsp; ilmu&nbsp; adalah&nbsp; kekuasaan.&nbsp; Dalam&nbsp; rangka&nbsp; melaksanakan&nbsp; kekuasaan,&nbsp; manusia&nbsp; selanjutnya&nbsp; terlebih &nbsp;dahulu&nbsp; harus&nbsp; memperoleh&nbsp; pengetahuan&nbsp; mengenai&nbsp; alam&nbsp; dengan&nbsp; cara&nbsp; menghubungkan&nbsp; metoda&nbsp; yang&nbsp; khas,&nbsp; sebab&nbsp; pengamatan&nbsp; dengan&nbsp; indera&nbsp; saja,&nbsp; akan&nbsp; menghasilkan&nbsp; hal&nbsp; yang&nbsp; tidak&nbsp; dapat&nbsp; dipercaya.&nbsp; Pengamatan&nbsp; menurut&nbsp; Bacon,&nbsp; dicampuri&nbsp; dengan&nbsp; gambaran-gambaran&nbsp; palsu&nbsp; (idola):&nbsp; Gambaran-gambaran&nbsp; palsu&nbsp; (idola)&nbsp; harus&nbsp; dihilangkan,&nbsp; dan&nbsp; dengan&nbsp; cara&nbsp; mengumpulkan&nbsp; fakta-fakta&nbsp; secara&nbsp; telilti,&nbsp; maka&nbsp; didapat&nbsp; pengetahuan&nbsp; tentang&nbsp; alam&nbsp; yang&nbsp; dapat&nbsp; dipercaya.&nbsp; Sekalipun&nbsp; demikian&nbsp; pengamatan&nbsp; harus&nbsp; dilakukan&nbsp; secara&nbsp; sistematis,&nbsp; artinya&nbsp; dilakukan&nbsp; dalam&nbsp; keadaan&nbsp; yang&nbsp; dapat&nbsp; dikendalikan&nbsp; dan&nbsp; diuji&nbsp; secara&nbsp; eksperimantal&nbsp; sehingga&nbsp; tersusunlah&nbsp; dalil-dalil&nbsp; umum. Metode&nbsp; berpikir&nbsp; induktif&nbsp; yang&nbsp; dicetuskan&nbsp; oleh&nbsp; F. Bacon&nbsp; selanjutnya&nbsp; dilengkapi&nbsp; dengan&nbsp; pengertian&nbsp; adanya&nbsp; pentingnya&nbsp; asumsi teoritis&nbsp; dalam&nbsp; melakukan&nbsp; pengamatan&nbsp; serta&nbsp; dengan&nbsp; menggabungkan&nbsp; peranan&nbsp; matematika&nbsp; semakin&nbsp; memacu&nbsp; tumbuhnya&nbsp; ilmu&nbsp; pengetahuan&nbsp; modern&nbsp; yang&nbsp; menghasilkan&nbsp; penemuan-penemuan&nbsp; baru,&nbsp; seperti &nbsp;pada&nbsp; tahun&nbsp; 1609&nbsp; Galileo&nbsp; menemukan&nbsp; hukum-hukum&nbsp; tentang&nbsp; planet,&nbsp; tahun&nbsp; 1618&nbsp; Snelius&nbsp; menemukan&nbsp; pemecahan&nbsp; cahaya&nbsp; dan&nbsp; penemuan-penemuan&nbsp; penting&nbsp; lainnya&nbsp; oleh&nbsp; Boyle&nbsp; dengan&nbsp; hukum&nbsp; gasnya,&nbsp; Hygens&nbsp; dengan&nbsp; teori&nbsp; gelombang&nbsp; cahaya,&nbsp; Harvey&nbsp; dengan&nbsp; penemuan&nbsp; peredaran&nbsp; darah,&nbsp; Leuwenhock&nbsp; menemukan&nbsp; spermatozoide,&nbsp; dan&nbsp; lain-lain.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>1.4. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dasar-Dasar&nbsp; Pengetahuan</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Dalam&nbsp; bagian&nbsp; ini&nbsp; akan&nbsp; dibicarakan&nbsp; dasar-dasar&nbsp; pengetahuan yang&nbsp; menjadi&nbsp; ujung&nbsp; tombak&nbsp; berpikir&nbsp; ilmiah.&nbsp; Dasar-dasar&nbsp; pengetahuan&nbsp; itu&nbsp; ialah&nbsp; sebagai&nbsp; berikut : </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>1.4.1. Penalaran</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Yang&nbsp; dimaksud&nbsp; dengan&nbsp; penalaran&nbsp; ialah&nbsp; Kegiatan&nbsp; berpikir&nbsp; menurut&nbsp; pola&nbsp; tertentu,&nbsp; menurut&nbsp; logika&nbsp; tertentu&nbsp; dengan tujuan&nbsp; untuk&nbsp; menghasilkan&nbsp; penegtahuan.&nbsp; Berpikir&nbsp; logis&nbsp; mempunyai&nbsp; konotasi&nbsp; jamak,&nbsp; bersifat&nbsp; analitis.&nbsp; Aliran&nbsp; yang&nbsp; menggunakan&nbsp; penalaran&nbsp; sebagai&nbsp; sumber&nbsp; kebenaran&nbsp; ini&nbsp; disebut&nbsp; aliran&nbsp; rasionalisme&nbsp; dan&nbsp; yang&nbsp; menganggap&nbsp; fakta&nbsp; dapat&nbsp; tertangkap&nbsp; melalui&nbsp; pengalaman&nbsp; sebagai&nbsp; kebenaran&nbsp; disebut&nbsp; aliran&nbsp; empirisme.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;1.4.2.&nbsp; Logika&nbsp; (Cara&nbsp; Penarikan&nbsp; Kesimpulan)</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black">&nbsp;</font><font color="black"><span>Ciri&nbsp; kedua&nbsp; ialah&nbsp; logika&nbsp; atau&nbsp; cara&nbsp; penarikan&nbsp; kesimpulan.&nbsp; Yang&nbsp; dimaksud&nbsp; dengan&nbsp; logika&nbsp; sebagaimana&nbsp; didefinisikan&nbsp; oleh&nbsp; William S.S&nbsp; ialah&nbsp; &ldquo;pengkajian&nbsp; untuk&nbsp; berpikir&nbsp; secara&nbsp; sahih&nbsp; (valid).</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Dalam&nbsp; logika&nbsp; ada&nbsp; dua&nbsp; macam&nbsp; yaitu&nbsp; logika&nbsp; induktif&nbsp; dan&nbsp; deduktif.&nbsp; Contoh&nbsp; menggunakan&nbsp; logika&nbsp; ini&nbsp; ialah&nbsp; model&nbsp; berpikir&nbsp; dengan&nbsp; silogisma,&nbsp; seperti&nbsp; contoh&nbsp; dibawah&nbsp; ini :</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Silogisma</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">&sect;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Premis&nbsp; mayor&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; :&nbsp; semua&nbsp; manusia&nbsp; akhirnya&nbsp; mati</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">&sect;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Premis&nbsp; minor&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; :&nbsp; Amir&nbsp; manusia</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">&sect;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Kesimpulan&nbsp;&nbsp; &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; :&nbsp; Amir&nbsp; akhirnya&nbsp; akan&nbsp;&nbsp; mati</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp; 1.5. &nbsp;&nbsp; Sumber&nbsp; Pengetahuan</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Sumber&nbsp; pengetahuan&nbsp; dalam&nbsp;&nbsp; dunia&nbsp; ini&nbsp; berawal&nbsp; dari&nbsp; sikap&nbsp; manusia&nbsp; yang&nbsp; meragukan&nbsp; setiap&nbsp; gejala&nbsp; yang&nbsp; ada&nbsp; di&nbsp; alam&nbsp; semesta&nbsp; ini.&nbsp; Manusia&nbsp; tidak&nbsp; mau&nbsp; menerima &nbsp;saja&nbsp; hal-hal&nbsp; yang&nbsp; ada&nbsp; termasuk&nbsp; nasib&nbsp; dirinya&nbsp; sendiri.&nbsp; Rene&nbsp; Descarte&nbsp; pernah&nbsp; berkata &ldquo;DE&nbsp; OMNIBUS&nbsp; DUBITANDUM&rdquo;&nbsp; yang&nbsp; mempunyai&nbsp; arti&nbsp; bahwa&nbsp; segala sesuatu&nbsp; harus&nbsp; diragukan.&nbsp; Persoalan&nbsp; mengenai&nbsp; kriteria&nbsp; untuk&nbsp; menetapkan&nbsp; kebenaran&nbsp; itu&nbsp; sulit&nbsp; dipercaya.&nbsp; Dari&nbsp; berbagai&nbsp; aliran&nbsp; maka&nbsp; muncullah&nbsp; pula&nbsp; berbagai&nbsp; kriteria&nbsp; kebenaran.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;1.6.&nbsp; Kriteria&nbsp; Kebenaran</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;Salah&nbsp; satu&nbsp; kriteria&nbsp; kebenaran&nbsp; adalah&nbsp; adanya&nbsp; konsistensi&nbsp; dengan&nbsp; pernyataan&nbsp; terdahulu&nbsp; yang&nbsp; dianggap&nbsp; benar.&nbsp; Sebagai&nbsp; contoh&nbsp; ialah&nbsp; kasus&nbsp; penjumlahan&nbsp; angka-angka&nbsp; tersebut&nbsp; dibawah&nbsp; ini</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>3&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; +&nbsp; 5&nbsp; =&nbsp; 8</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>4&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; +&nbsp; 4&nbsp; =&nbsp; 8</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>6&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; +&nbsp; 2&nbsp; =&nbsp; 8</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span></span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Semua&nbsp; orang&nbsp; akan&nbsp; menganggap&nbsp; benar&nbsp; bahwa&nbsp; 3&nbsp; +&nbsp; 5&nbsp; =&nbsp; 8,&nbsp; maka&nbsp; pernyataan&nbsp; berikutnya&nbsp; bahwa&nbsp; 4&nbsp; +&nbsp; 4&nbsp; =&nbsp; 8&nbsp; juga&nbsp; benar,&nbsp; karena&nbsp; konsisten&nbsp; dengan&nbsp; pernyataan&nbsp; sebelumnya.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Beberapa&nbsp; kriteria&nbsp; kebenaran&nbsp; diantaranya&nbsp; ialah</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;1.6.1.&nbsp; Teori&nbsp; Koherensi&nbsp;&nbsp; (Konsisten)</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Yang&nbsp; dimaksud&nbsp; dengan&nbsp; teori&nbsp; koherensi&nbsp; ialah&nbsp; bahwa&nbsp; suatu pernyataan&nbsp; dianggap&nbsp; benar&nbsp; bila&nbsp; pernyataan&nbsp; itu&nbsp; bersifat&nbsp; koheren&nbsp; dan&nbsp; konsisten&nbsp; dengan&nbsp; pernyataan-pernyataan&nbsp; sebelumnya&nbsp; yang&nbsp; dianggap&nbsp; benar.&nbsp; Contohnya&nbsp; ialah&nbsp; matematika&nbsp; yang&nbsp; bentuk&nbsp; penyusunannya,&nbsp; pembuktiannya&nbsp; berdasarkan&nbsp; teori&nbsp; koheren.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;1.6.2.Teori&nbsp; Korespondensi (Pernyataan sesuai kenyataan)</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Teori&nbsp; korespondensi&nbsp; dipelopori&nbsp; oleh&nbsp; Bertrand&nbsp; Russel.&nbsp; Dalam&nbsp; teori&nbsp; ini&nbsp; suatu&nbsp; pernyataan&nbsp; dianggap&nbsp; benar&nbsp; apabila&nbsp; materi&nbsp; pengetahuan&nbsp; yang&nbsp; dikandung&nbsp; berkorespondensi&nbsp; dengan&nbsp; objek&nbsp; yang&nbsp; dituju&nbsp; oleh&nbsp; pernyataan&nbsp; tersebut.&nbsp; Contohnya&nbsp; ialah&nbsp; apabila&nbsp; ada&nbsp; seorang&nbsp; yang&nbsp; mengatakan&nbsp; bahwa&nbsp; ibukota&nbsp; Inggris&nbsp; adalah&nbsp; London,&nbsp; maka&nbsp; pernyataan&nbsp; itu&nbsp; benar.&nbsp; Sedang&nbsp; apabila&nbsp; dia&nbsp; mengatakan&nbsp; bahwa&nbsp; ibukota&nbsp; Inggris&nbsp; adalah&nbsp; Jakarta,&nbsp; maka&nbsp; pernyataan&nbsp; itu&nbsp; salah;&nbsp; karena&nbsp; secara&nbsp; kenyataan&nbsp; ibukota&nbsp; Inggris&nbsp; adalah London&nbsp; bukan&nbsp; Jakarta.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;1.6.3. Teori&nbsp; Pragmatis (Kegunaan di lapangan)</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Tokoh&nbsp; utama&nbsp; dalam&nbsp; teori&nbsp; ini&nbsp; ialah&nbsp; Charles&nbsp; S&nbsp; Pierce.&nbsp; Teori&nbsp; pragmatis&nbsp; mengatakan&nbsp; bahwa&nbsp; kebenaran&nbsp; suatu&nbsp; pernyataan&nbsp; diukur&nbsp; dengan&nbsp; criteria&nbsp; apakah&nbsp; pernyataan&nbsp; tersebut&nbsp; bersifat&nbsp; fungsional&nbsp; dalam kehidupan&nbsp; praktis. Kriteria&nbsp; kebenaran&nbsp; didasarkan&nbsp; atas&nbsp; kegunaan&nbsp; teori&nbsp; tersebut.&nbsp; Disamping&nbsp; itu&nbsp; aliran&nbsp; ini&nbsp; percaya&nbsp; bahwa&nbsp; suatu&nbsp; teori&nbsp; tidak&nbsp; akan&nbsp; abadi,&nbsp; dalam&nbsp; jangka&nbsp; waktu&nbsp; tertentu&nbsp; itu&nbsp; dapat&nbsp; diubah&nbsp; dengan&nbsp; mengadakan&nbsp; revisi.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black">&nbsp;</font><font color="black"><span>1.7.&nbsp; Ontologi (apa yang dikaji)</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Ontologi&nbsp; ialah&nbsp; hakikat&nbsp; apa&nbsp; yang&nbsp; dikaji&nbsp; atau&nbsp; ilmunya&nbsp; itu&nbsp; sendiri.&nbsp; </span></font><font color="black"><span>Seorang&nbsp; filosof&nbsp; yang&nbsp; bernama&nbsp; Democritus&nbsp; menerangkan&nbsp; prinsip-prinsip&nbsp; materialisme&nbsp; mengatakan&nbsp; sebagai&nbsp; berikut&nbsp; :</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Hanya&nbsp; berdasarkan&nbsp; kebiasaan&nbsp; saja&nbsp; maka&nbsp; manis&nbsp; itu&nbsp; manis,&nbsp; panas&nbsp; itu&nbsp; panas,&nbsp; dingin&nbsp; itu&nbsp; dingin,&nbsp; warna&nbsp; itu&nbsp; warna.&nbsp; Artinya,&nbsp; objek&nbsp; penginderaan&nbsp; sering&nbsp; kita&nbsp; anggap&nbsp; nyata,&nbsp; padahal&nbsp; tidak&nbsp; demikian.&nbsp; Hanya&nbsp; atom dan&nbsp; kehampaan&nbsp; itulah&nbsp; yang&nbsp; bersifat&nbsp; nyata.&nbsp; Jadi&nbsp;&nbsp; istilah&nbsp; &ldquo;manis,&nbsp; panas&nbsp; dan&nbsp; dingin&rdquo;&nbsp; itu&nbsp; hanyalah&nbsp; merupakan&nbsp; terminology&nbsp; yang&nbsp; kita&nbsp; berikan&nbsp; kepada&nbsp; gejala&nbsp; yang&nbsp; ditangkap&nbsp; dengan&nbsp; pancaindera.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Ilmu&nbsp; merupakan&nbsp; pengetahuan&nbsp; yang&nbsp; mencoba&nbsp; menafsirkan&nbsp; alam&nbsp; semesta&nbsp; ini&nbsp; seperti&nbsp; adanya,&nbsp; oleh&nbsp; karena&nbsp; itu&nbsp; manusia&nbsp; dalam&nbsp; menggali&nbsp; ilmu&nbsp; tidak&nbsp; dapat&nbsp; terlepas&nbsp; dari&nbsp; gejala-gejala&nbsp; yang&nbsp; berada&nbsp; didalamnya. Dan&nbsp; sifat&nbsp; ilmu&nbsp; pengetahuan&nbsp; yang&nbsp; berfungsi&nbsp; membantu&nbsp; manusia&nbsp; dalam&nbsp; mememecahkan&nbsp; masalah&nbsp; tidak&nbsp; perlu&nbsp; memiliki&nbsp; kemutlakan&nbsp; seperti&nbsp; agama&nbsp; yang&nbsp; memberikan&nbsp; pedoman&nbsp; terhadap&nbsp; hal-hal&nbsp; yang&nbsp; paling&nbsp; hakiki&nbsp; dari&nbsp; kehidupan&nbsp; ini.&nbsp; Sekalipun&nbsp; demikian&nbsp; sampai&nbsp; tahap&nbsp; tertentu&nbsp; ilmu&nbsp; perlu memiliki&nbsp; keabsahan&nbsp; dalam&nbsp; melakukan generalisasi.&nbsp; Sebagai&nbsp; contoh,&nbsp; bagaimana kita&nbsp; mendefinisikan&nbsp; manusia,&nbsp; maka&nbsp; berbagai&nbsp; penegertianpun&nbsp; akan&nbsp; muncul pula.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Contoh&nbsp; :&nbsp; Siapakah&nbsp; manusia&nbsp; iu&nbsp; ?&nbsp; jawab&nbsp; ilmu ekonomi&nbsp; ialah&nbsp; makhluk&nbsp; ekonomi Sedang&nbsp; ilmu&nbsp; politik&nbsp; akan&nbsp; menjawab&nbsp; bahwa&nbsp; manusia&nbsp; ialah&nbsp; political&nbsp; animal&nbsp; dan&nbsp; dunia&nbsp; pendidikan&nbsp; akan&nbsp; mengatakan&nbsp; manusia&nbsp; ialah&nbsp; homo&nbsp; educandum.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;1.8&nbsp; Epistimologi (Cara mendapatkan kebenaran)</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Yang&nbsp; dimaksud&nbsp; dengan&nbsp; epistimologi&nbsp; ialah&nbsp; bagaimana&nbsp; mendapatkan&nbsp; pengetahuan&nbsp; yang&nbsp; benar.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Beberapa&nbsp; hal&nbsp; yang&nbsp; perlu&nbsp; diperhatikan&nbsp; dalam&nbsp; mendapatkan&nbsp; pengetahuan&nbsp; ialah&nbsp; :</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">1.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Batasan&nbsp; kajian&nbsp; ilmu&nbsp; :&nbsp; secara&nbsp; ontologis&nbsp; ilmu&nbsp; membatasi&nbsp; pada&nbsp; Pengkajian&nbsp;&nbsp; objek&nbsp; yang&nbsp; berada&nbsp; dalam&nbsp; lingkup&nbsp; manusia.&nbsp; tidak&nbsp; dapat&nbsp; mengkaji&nbsp; daerah&nbsp; yang&nbsp; bersifat&nbsp; transcendental (gaib/tidak nyata).</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">2.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Cara&nbsp; menyusun&nbsp;&nbsp; pengetahuan :&nbsp; untuk&nbsp; mendapatkan&nbsp; pengetahuan&nbsp; menjadi&nbsp; ilmu&nbsp; diperlukan&nbsp; cara&nbsp; untuk&nbsp; menyusunnya&nbsp; yaitu&nbsp; dengan&nbsp; cara&nbsp; menggunakan&nbsp; metode&nbsp; ilmiah. </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">3.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Diperlukan&nbsp; landasan&nbsp; yang&nbsp; sesuai&nbsp; dengan&nbsp; ontologis dan&nbsp; aksiologis&nbsp; ilmu&nbsp; itu&nbsp; sendiri</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">4.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Penjelasan&nbsp; diarahkan&nbsp; pada&nbsp; deskripsi&nbsp; mengenai&nbsp; hubungan&nbsp; berbagai&nbsp; faktor&nbsp; yang&nbsp; terikat&nbsp; dalam&nbsp; suatu&nbsp; konstelasi&nbsp; penyebab timbulnya&nbsp; suatu&nbsp; gejala&nbsp; dan&nbsp; proses&nbsp; terjadinya. </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">5.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Metode&nbsp; ilmiah&nbsp; harus&nbsp; bersifat&nbsp; sistematik&nbsp; dan &nbsp;eksplisit</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">6.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Metode&nbsp; ilmiah&nbsp; tidak&nbsp; dapat&nbsp; diterapkan&nbsp; kepada&nbsp; pengetahuan&nbsp; yang&nbsp; tidak&nbsp; tergolong&nbsp; pada&nbsp; kelompok&nbsp; ilmu&nbsp;&nbsp; tersebut. </span></font><font color="black"><span>(disiplin ilmu yang sama)</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">7.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Ilmu&nbsp; mencoba&nbsp; mencari&nbsp; penjelasan&nbsp; mengenai&nbsp; alam&nbsp; dan&nbsp; menjadikan&nbsp; kesimpulan&nbsp; yang&nbsp; bersifat&nbsp; umum&nbsp; dan&nbsp; impersonal.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">8.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black">&nbsp;</font><font color="black"><span>Karakteristik&nbsp; yang&nbsp; menonjol&nbsp; kerangka&nbsp; pemikiran&nbsp; teoritis :</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">a.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Ilmu&nbsp; eksakta&nbsp;&nbsp; :&nbsp; deduktif,&nbsp; rasio,&nbsp; kuantitatif</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">b.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Ilmu&nbsp; social&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; :&nbsp; induktif,&nbsp; empiris,&nbsp; kualitatif&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;1.9. &nbsp;&nbsp;&nbsp; Beberapa&nbsp; Pengertian&nbsp; Dasar</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><strong><u><font color="black"><span>Konsep&nbsp; :</span></font></u></strong></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Konsep&nbsp; adalah&nbsp; istilah&nbsp; dan&nbsp; definisi&nbsp; yang&nbsp; digunakan&nbsp; untuk&nbsp; menggambarkan&nbsp; gejala&nbsp; secara&nbsp; abstrak,&nbsp; contohnya&nbsp; seperti&nbsp; kejadian,&nbsp; keadaan,&nbsp; kelompok.&nbsp; Diharapkan&nbsp; peneliti&nbsp; mampu&nbsp; memformulasikan&nbsp; pemikirannya&nbsp; kedalam&nbsp; konsep&nbsp; secara&nbsp; jelas&nbsp; dalam&nbsp; kaitannya&nbsp; dengan&nbsp; penyederhanaan&nbsp; beberapa&nbsp; masalah&nbsp; yang&nbsp; berkaitan&nbsp; satu&nbsp; dengan&nbsp; yang&nbsp; lainnya.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Dalam&nbsp; dunia&nbsp; penelitian&nbsp; dikenal&nbsp; dua&nbsp; pengertian&nbsp; mengenai&nbsp; konsep,&nbsp; yaitu&nbsp; Pertama&nbsp; konsep&nbsp; yang&nbsp; jelas&nbsp; hubungannya&nbsp; dengan&nbsp; realita&nbsp; yang&nbsp; diwakili,&nbsp; contoh :&nbsp; meja,&nbsp; mobil dll nya&nbsp; Kedua&nbsp; konsep&nbsp; yang&nbsp; abstrak hubungannya&nbsp; dengan&nbsp; realitas&nbsp; yang&nbsp; diwakili,&nbsp; contoh :&nbsp; kecerdasan,&nbsp; kekerabatan,&nbsp; dll nya.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><strong><u><font color="black"><span>Konstruk&nbsp; :</span></font></u></strong></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Konstruk&nbsp; (construct)&nbsp; adalah&nbsp; suatu&nbsp; konsep&nbsp; yang&nbsp; diciptakan&nbsp; dan&nbsp; digunakan&nbsp; dengan&nbsp; kesengajaan&nbsp; dan&nbsp; kesadaran&nbsp; untuk&nbsp; tujuan-tujuan&nbsp; ilmiah&nbsp; tertentu.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><strong><u><font color="black"><span>Proposisi&nbsp; :</span></font></u></strong></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Proposisi&nbsp; adalah&nbsp; hubungan&nbsp; yang&nbsp; logis&nbsp; antara&nbsp; dua&nbsp; konsep.&nbsp; Contoh :&nbsp; dalam&nbsp; penilitian&nbsp; mengenai&nbsp; mobilitas&nbsp; penduduk,&nbsp; proposisinya&nbsp; berbunyi :&nbsp; &ldquo;proses&nbsp; migrasi&nbsp; tenaga&nbsp; kerja&nbsp; ditentukan&nbsp; oleh&nbsp; upah&ldquo;&nbsp; (Harris&nbsp; dan&nbsp; Todaro).</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Dalam&nbsp; penelitian&nbsp; sosial&nbsp; dikenal&nbsp; ada&nbsp; dua&nbsp; jenis&nbsp; proposisi;&nbsp; yang&nbsp; pertama&nbsp; aksioma&nbsp; atau&nbsp; postulat,&nbsp; yang&nbsp; kedua&nbsp; teorema.&nbsp; Aksioma&nbsp; ialah&nbsp; proposisi&nbsp; yang&nbsp; kebenarannya&nbsp; sudah&nbsp; tidak&nbsp; lagi&nbsp; dalam&nbsp; penelitian;&nbsp; sedang&nbsp; teorema&nbsp; ialah&nbsp; proposisi&nbsp; yag&nbsp; dideduksikan&nbsp; dari&nbsp; aksioma.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><strong><u><font color="black"><span>Teori&nbsp; :</span></font></u></strong></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Salah&nbsp; satu&nbsp; definisi&nbsp; mengenai&nbsp; teori&nbsp; ialah&nbsp; serangkaian&nbsp; asumsi,&nbsp; konsep,&nbsp; konstruk,&nbsp; definisi&nbsp; dan&nbsp; proposisi&nbsp; untuk&nbsp; menerangkan&nbsp; suatu&nbsp; fenomena&nbsp; secara&nbsp; sisitematis&nbsp; dengan&nbsp; cara&nbsp; merumuskan&nbsp; hubungan&nbsp; antar&nbsp; konsep&nbsp; (Kerlinger,&nbsp; FN)</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Definisi&nbsp; lain&nbsp; mengatakan&nbsp; bahwa&nbsp; teori&nbsp; merupakan&nbsp; pengetahuan&nbsp; ilmiah&nbsp; yang&nbsp; mencakup&nbsp; penjelasan&nbsp; mengenai&nbsp; suatu&nbsp; faktor&nbsp; tertentu&nbsp; dari&nbsp; satu&nbsp; disiplin&nbsp; ilmu.&nbsp; </span></font><font color="black"><span>Teori&nbsp; mempunyai&nbsp; beberapa &nbsp;karakteristik&nbsp; sebagai&nbsp; berikut;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">a.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>harus&nbsp; konsisten&nbsp; dengan&nbsp; teori-teori&nbsp; sebelumnya&nbsp; yang&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; memungkinkan&nbsp; tidak&nbsp; terjadinya&nbsp; kontraksi&nbsp; dalam&nbsp; teori&nbsp; keilmuan&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; secara&nbsp; keseluruhan.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">b.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>harus&nbsp; cocok&nbsp; dengan&nbsp; fakta-fakta&nbsp; empiris,&nbsp; sebab&nbsp; teori&nbsp; yang&nbsp;&nbsp; bagaimanapun&nbsp; konsistennya&nbsp; apabila&nbsp; tidak&nbsp; didukung&nbsp; oleh&nbsp;&nbsp;&nbsp; pengujian&nbsp; empiris&nbsp; tidak&nbsp; dapat&nbsp; diterima&nbsp; kebenarannya&nbsp; secara&nbsp; ilmiah.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">c.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Ada empat cara teori dibangun menurut Melvin Marx : </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>1)&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Model Based Theory, </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Berdasarkan teori pertama teori berkembang adanya jaringan konseptual yang kemudian diuji secara empiris. Validitas substansi terletak pada tahap-tahap awal dalam pengujian model, yaitu apakah model bekerja sesuai dengan kebutuhan peneliti.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">2)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Teori deduktif, </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Teori kedua mengatakan suatu teori dikembangkan melalui proses deduksi. Deduksi merupakan bentuk inferensi yang menurunkan sebuah kesimpulan yang didapatkan melalui penggunaan logika pikiran dengan disertai premis-premis sebagai bukti. Teori deduktif merupakan suatu teori yang menekankan pada struktur konseptual dan validitas substansialnya. Teori ini juga berfokus pada pembangunan konsep sebelum pengujian empiris.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">3)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Teori induktif, </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Teori ketiga menekankan pada pendekatan empiris untuk mendapatkan generalisasi. Penarikan kesimpulan didasarkan pada observasi realitas yang berulang-ulang dan mengembangkan pernyataan-pernyataan yang berfungsi untuk menerangkan serta menjelaskan keberadaan pernyataan-pernyataan tersebut.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">4)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Teori fungsional </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Teori keempat mengatakan suatu teori dikembangkan melalui interaksi yang berkelanjutan antara proses konseptualisasi dan pengujian empiris yang mengikutinya. </span></font><font color="black"><span>Perbedaan utama dengan teori deduktif terletak pada proses terjadinya konseptualisasi pada awal pengembangan teori. Pada teori deduktif rancangan hubungan konspetualnya diformulasikan dan pengujian dilakukan pada tahap akhir pengembangan teori. </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><strong><u><font color="black"><span>Logika&nbsp; Ilmiah&nbsp; :</span></font></u></strong></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Gabungan&nbsp; antara&nbsp; logika&nbsp; deduktif&nbsp; dan&nbsp; induktif&nbsp; dimana&nbsp; rasionalisme&nbsp; dan&nbsp; empirisme&nbsp; bersama-sama&nbsp; dalam&nbsp; suatu&nbsp; system&nbsp; dengan&nbsp; mekanisme&nbsp; korektif.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><strong><u><font color="black"><span>Hipotesis&nbsp; :</span></font></u></strong></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Hipotesis&nbsp; adalah&nbsp; jawaban&nbsp; sementara&nbsp; terhadap&nbsp; permasalahan&nbsp; yang&nbsp; sedang&nbsp; diteliti.&nbsp; Hipotesis&nbsp; merupakan&nbsp; saran&nbsp; penelitian&nbsp; ilmiah&nbsp; karena&nbsp; hipotesis&nbsp; adalah&nbsp; instrumen&nbsp; kerja&nbsp; dari&nbsp; suatu&nbsp; teori&nbsp; dan&nbsp; bersifat&nbsp; spesifik&nbsp; yang&nbsp; siap&nbsp; diuji&nbsp; secara&nbsp; empiris.&nbsp; Dalam&nbsp; merumuskan&nbsp; hipotesis&nbsp; pernyataannya harus&nbsp; merupakan&nbsp; pencerminan&nbsp; adanya&nbsp; hubungan&nbsp; antara&nbsp; dua&nbsp; variabel&nbsp; atau&nbsp; lebih.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Hipotesis&nbsp; yang&nbsp; bersifat&nbsp; relasional&nbsp; ataupun&nbsp; deskriptif&nbsp; disebut&nbsp; hipotesis&nbsp; kerja&nbsp; (Hk),&nbsp; sedang&nbsp; untuk&nbsp; pengujian&nbsp; statistik&nbsp; dibutuhkan&nbsp; hipotesis&nbsp; pembanding&nbsp; hipotesis&nbsp; kerja&nbsp; dan&nbsp; biasanya&nbsp; merupakan&nbsp; formulasi&nbsp; terbalik&nbsp; dari&nbsp; hipotesis&nbsp; kerja.&nbsp; Hipotesis&nbsp; semacam&nbsp; itu&nbsp; disebut&nbsp; hipotesis&nbsp; nol&nbsp; (Ho).&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><strong><u><font color="black"><span>Variabel&nbsp; :</span></font></u></strong></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Variabel&nbsp; ialah&nbsp; konstruk-konstruk&nbsp; atau&nbsp; sifat-sifat&nbsp; yang&nbsp; sedang&nbsp; dipelajari.&nbsp;&nbsp; Contoh :&nbsp; jenis&nbsp; kelamin,&nbsp; kelas&nbsp; sosial,&nbsp; mobilitas&nbsp; pekerjaan dll nya. Ada lima tipe variable yang dikenal dalam penelitian, yaitu: variable bebas (<strong><em><span>independent</span></em></strong>), variable tergantung (<strong><em><span>dependent</span></em></strong>), variable perantara (<strong><em><span>moderate</span></em></strong>), variable pengganggu (<strong><em><span>intervening</span></em></strong>) dan variable kontrol (<strong><em><span>control</span></em></strong>)</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Jika dipandang dari sisi&nbsp; skala pengukurannya maka ada empat macam variabel:&nbsp; nominal,&nbsp; ordinal,&nbsp; interval&nbsp; dan&nbsp; ratio.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><strong><u><font color="black"><span>Definisi&nbsp; Operasional&nbsp; :</span></font></u></strong></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Yang&nbsp; dimaksud&nbsp; dengan&nbsp; definisi&nbsp; operasional&nbsp; ialah&nbsp; spesifikasi&nbsp; kegiatan&nbsp; peneliti&nbsp; dalam&nbsp; mengukur&nbsp; atau&nbsp; memanipulasi&nbsp; suatu&nbsp; variabel.&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Definisi&nbsp; operasional&nbsp; memberi&nbsp; batasan&nbsp; atau&nbsp; arti&nbsp; suatu&nbsp; variabel&nbsp; dengan&nbsp; merinci&nbsp; hal&nbsp; yang&nbsp; harus&nbsp; dikerjakan&nbsp; oleh&nbsp; peneliti&nbsp; untuk&nbsp; mengukur&nbsp; variabel&nbsp; tersebut. </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>1.20.&nbsp; Kerangka&nbsp; Ilmiah</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">1)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Perumusan&nbsp; masalah&nbsp; :&nbsp; pertanyaan&nbsp; tentang&nbsp; obyek&nbsp; empiris&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; yang&nbsp; jelas&nbsp;&nbsp; batas-batasnya&nbsp; serta&nbsp; dapat&nbsp; diidentifikasikan&nbsp; faktor- faktor&nbsp; yang&nbsp; terkait&nbsp; didalamnya.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">2)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Penyusunan&nbsp; kerangka&nbsp; dalam&nbsp; pengajuan&nbsp; hipotesis:</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">a.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Menjelaskan&nbsp; hubungan&nbsp; anatara&nbsp; factor&nbsp; yang&nbsp; terkait</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">b.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Disusun&nbsp; secara&nbsp; rasional</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">c.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Didasarkan&nbsp; pada&nbsp; premis-premis&nbsp; ilmiah</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">d.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Memperhatikan&nbsp; faktor-faktor&nbsp; empiris&nbsp; yang&nbsp; cocok</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">3)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Pengujian&nbsp; hipotesis&nbsp; : </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>mencari&nbsp; fakta-fakta&nbsp; yang&nbsp; mendukung&nbsp; hipotesis</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">4)</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Penarikan&nbsp; kesimpulan</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>1.21.&nbsp; Sarana&nbsp; Berpikir&nbsp; Ilmiah</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><strong><u><font color="black"><span>bahasa</span></font></u></strong></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Yang&nbsp; dimaksud&nbsp; bahasa&nbsp; disini&nbsp; ialah bahasa&nbsp; ilmiah&nbsp; yang&nbsp; merupakan&nbsp; sarana&nbsp; komunikasi&nbsp; ilmiah&nbsp; yang&nbsp; ditujukan&nbsp; untuk&nbsp; menyampaikan&nbsp; informasi&nbsp; yang&nbsp; berupa&nbsp; pengetahuan,&nbsp; syarat-syarat :</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>bebas&nbsp; dari&nbsp; unsur&nbsp; emotif</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>reproduktif</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>obyektif</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>eksplisit</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><strong><u><font color="black"><span>matematika&nbsp; </span></font></u></strong></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Matematika&nbsp; adalah&nbsp; pengetahuan&nbsp; sebagai&nbsp; sarana&nbsp; berpikir&nbsp; deduktif&nbsp; sifat </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>jelas,&nbsp; spesifik&nbsp; dan&nbsp; informatif</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>tidak&nbsp; menimbulkan&nbsp; konotasi&nbsp; emosional</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>kuantitatif</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><strong><u><font color="black"><span>statistika</span></font></u></strong></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>statistika&nbsp; ialah&nbsp; pengetahuan&nbsp; sebagai&nbsp; sarana&nbsp; berpikir&nbsp; induktif&nbsp; sifat&nbsp; :&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>dapat&nbsp; digunakan&nbsp; untuk&nbsp; menguji&nbsp; tingkat&nbsp; ketelitian&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>untuk&nbsp; menentukan&nbsp; hubungan&nbsp; kausalitas&nbsp; antar&nbsp; factor&nbsp; terkait</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>1.22. Aksiologi (nilai Guna Ilmu)</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;Aksiologi&nbsp; ialah&nbsp; menyangkut&nbsp; masalah&nbsp; nilai&nbsp; kegunaan&nbsp; ilmu.&nbsp; Ilmu&nbsp; tidak&nbsp; bebas&nbsp; nilai.&nbsp; Artinya&nbsp; pada tahap-tahap&nbsp; tertentu&nbsp; kadang&nbsp; ilmu&nbsp; harus&nbsp; disesuaikan&nbsp; dengan&nbsp;&nbsp;&nbsp; nilai-nilai &nbsp;budaya&nbsp; dan&nbsp; moral&nbsp; suatu&nbsp; masyarakat;&nbsp; sehingga&nbsp; nilai&nbsp; kegunaan&nbsp; ilmu&nbsp; tersebut&nbsp; dapat&nbsp; dirasakan&nbsp; oleh masyarakat&nbsp; dalam&nbsp; usahanya&nbsp; meningkatkan&nbsp; kesejahteraan&nbsp; bersama,&nbsp; bukan&nbsp; sebaliknya&nbsp; malahan&nbsp; menimbulkan&nbsp; bencana.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Contoh&nbsp; kasus :&nbsp; penelitian&nbsp; di&nbsp; Taiwan</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Dampak&nbsp;&nbsp; kemajuan&nbsp; teknologi&nbsp; moderen&nbsp; telah&nbsp; diteliti&nbsp; dengan&nbsp; model&nbsp; penelitian&nbsp; yang&nbsp; terintegrasi,&nbsp; khususnya&nbsp; terhadap&nbsp; masyarakat&nbsp; dan&nbsp; budaya.&nbsp; Hasil&nbsp; kemajuan&nbsp; teknologi&nbsp; di&nbsp; Taiwan&nbsp; telah&nbsp; membawa&nbsp; negara&nbsp; itu&nbsp; mengalami&nbsp; &ldquo;keajaiban&nbsp; ekonomi&rdquo;,&nbsp; sekalipun&nbsp; demikian&nbsp; hasilnya&nbsp; tidak&nbsp; selalu&nbsp; positif.&nbsp; Kemajuan&nbsp; tersebut&nbsp; membawa&nbsp; banyak&nbsp; perubahan&nbsp; kebiasaan,&nbsp; tradisi&nbsp; dan&nbsp; budaya&nbsp; di&nbsp; Taiwan.&nbsp; Berdasarkan&nbsp; penelitian&nbsp; tersebut&nbsp; terdapat&nbsp; lima&nbsp; hal&nbsp; yang&nbsp; telah&nbsp; berubah&nbsp; selama&nbsp; periode&nbsp; perkembangan&nbsp; teknologi&nbsp; di&nbsp; negara&nbsp; tersebut&nbsp; yaitu :</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">1.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Perubahan-perubahan&nbsp; dalam&nbsp; struktur&nbsp; industri&nbsp;&nbsp; berupa : meningkatnya&nbsp; sektor&nbsp; jasa&nbsp; dan&nbsp; peranan&nbsp; teknologi&nbsp; canggih&nbsp; pada bidang&nbsp; manufaktur.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">2.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Perubahan-perubahan&nbsp; dalam&nbsp; sruktur&nbsp; pasar&nbsp; berupa :&nbsp; pasar</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">3.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>menjadi&nbsp; semakin&nbsp; terbatas,&nbsp; sedang&nbsp; pengelolaan&nbsp; bisnis&nbsp; menjadi&nbsp; semakin&nbsp; beragam.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">4.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Perubahan-perubahan&nbsp; dalam&nbsp; struktur&nbsp; kepegawaian&nbsp; berupa :&nbsp; tenaga&nbsp; professional&nbsp; yang&nbsp; telah&nbsp; terlatih&nbsp; dalam&nbsp; bidang&nbsp; teknik menjadi&nbsp; semakin&nbsp; meningkat.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">5.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Perubahan-perubahan&nbsp; struktur&nbsp; masyarakat&nbsp; berupa :&nbsp; Meningkatnya&nbsp; jumlah&nbsp; penduduk&nbsp; usia&nbsp; tua&nbsp; dan&nbsp; konsep&nbsp; &ldquo;keluarga&nbsp; besar&rdquo;&nbsp; dalam proses&nbsp; diganti&nbsp; dengan&nbsp; konsep&nbsp; &ldquo;keluarga&nbsp; kecil&rdquo;.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p align="left" class="MsoBodyText"><font color="black"><span>Perubahan-perubahan&nbsp; dalam&nbsp; nilai-nilai&nbsp; sosial&nbsp; berupa :&nbsp; penghargaan&nbsp; yang&nbsp; lebih&nbsp; tinggi&nbsp; terhadap&nbsp; keuntungan&nbsp; secara&nbsp; ekonomis&nbsp; daripada&nbsp; masalah-masalah&nbsp; keadilan,&nbsp; meningkatnya&nbsp; kecenderungan&nbsp; masyarakat&nbsp; untuk&nbsp; bersikap&nbsp; individualistik.</span></font></p>
  <font color="black"><span><br /> </span></font><br />
<p align="center" class="MsoNormal"><font><span>Modul 9:</span></font></p>
	<p align="center" class="MsoBodyText"><strong><font><span>SKALA PENGUKURAN</span></font></strong></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Ada empat tipe skala pengukuran dalam penelitian, yaitu nominal, ordinal, </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>interval dan ratio. </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>9.1 &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Nominal</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Skala pengukuran nominal digunakan untuk mengklasifikasikan obyek, individual atau kelompok; sebagai contoh mengklasifikasi jenis kelamin, agama, pekerjaan, dan area geografis. Dalam mengidentifikasi hal-hal di atas digunakan angka-angka sebagai symbol. Apabila kita menggunakan skala pengukuran nominal, maka statistik non-parametrik digunakan untuk menganalisa datanya. Hasil analisa dipresentasikan dalam bentuk persentase. Sebagai contoh kita mengklaisfikasi variable jenis kelamin menjadi sebagai berikut: laki-laki kita beri simbol angka 1 dan wanita angka 2. Kita tidak dapat melakukan operasi arimatika dengan angka-angka tersebut, karena angka-angka tersebut hanya menunjukkan keberadaan atau ketidakadanya karaktersitik tertentu.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Contoh:</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Jawaban pertanyaan berupa dua pilihan &ldquo;ya&rdquo; dan &ldquo;tidak&rdquo; yang bersifat kategorikal dapat diberi symbol angka-angka sebagai berikut: jawaban &ldquo;ya&rdquo; diberi angka 1 dan tidak diberi angka 2.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;9.2 &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Ordinal</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Skala pengukuran ordinal memberikan informasi tentang jumlah relatif karakteristik berbeda yang dimiliki oleh obyek atau individu tertentu. Tingkat pengukuran ini mempunyai informasi skala nominal ditambah dengan sarana peringkat relatif tertentu yang memberikan informasi apakah suatu obyek memiliki karakteristik yang lebih atau kurang tetapi bukan berapa banyak kekurangan dan kelebihannya. </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Contoh: </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Jawaban pertanyaan berupa peringkat misalnya: sangat tidak setuju, tidak setuju, netral, setuju dan sangat setuju dapat diberi symbol angka 1, 2,3,4 dan 5. Angka-angka ini hanya merupakan simbol peringkat,&nbsp; tidak mengekspresikan jumlah.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>9.3. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Interval</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Skala interval mempunyai karakteristik seperti yang dimiliki oleh skala nominal dan ordinal dengan ditambah karakteristik lain, yaitu berupa adanya interval yang tetap. Dengan demikian peneliti dapat melihat besarnya perbedaan karaktersitik antara satu individu atau obyek dengan lainnya. Skala pengukuran interval benar-benar merupakan angka. Angka-angka yang digunakan dapat dipergunakan dapat dilakukan operasi aritmatika, misalnya dijumlahkan atau dikalikan. Untuk melakukan analisa, skala pengukuran ini menggunakan statistik parametric. </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Contoh:</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Jawaban pertanyaan menyangkut frekuensi dalam pertanyaan, misalnya: Berapa kali Anda melakukan kunjungan ke Jakarta dalam satu bulan? Jawaban: 1 kali, 3 kali, dan 5 kali. Maka angka-angka 1,3, dan 5 merupakan angka sebenarnya dengan menggunakan interval 2. </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;9.4. &nbsp;&nbsp;&nbsp; Ratio </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Skala pengukuran ratio mempunyai semua karakteristik yang dipunyai oleh skala nominal, ordinal dan interval dengan kelebihan skala ini mempunyai nilai 0 (nol) empiris absolut. Nilai absoult nol tersebut terjadi pada saat ketidakhadirannya suatu karakteristik yang sedang diukur. Pengukuran ratio biasanya dalam bentuk perbandingan antara satu individu atau obyek tertentu dengan lainnya.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Contoh:</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Berat Sari 35 Kg sedang berat Maya 70 Kg. Maka berat Sari dibanding dengan berat Maya sama dengan 1 dibanding 2.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;9.5. &nbsp;&nbsp;&nbsp; Validitas</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Suatu skala pengukuran dikatakan valid apabila skala tersebut digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Misalnya skala nominal yang bersifat non-parametrik digunakan untuk mengukur variabel nominal bukan untuk mengukur variabel interval yang bersifat parametrik. </span></font><font color="black"><span>Ada</span></font><font color="black"><span> 3 (tiga) tipe validitas pengukuran yang harus diketahui, yaitu:</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">a.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Validitas Isi (Content Validity)</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Validitas isi menyangkut tingkatan dimana item-item skala yang mencerminkan domain konsep yang sedang diteliti. Suatu domain konsep tertentu tidak dapat begitu saja dihitung semua dimensinya karena domain tersebut kadang mempunyai atribut yang banyak atau bersifat multidimensional.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">b.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Validitas Kosntruk (Construct Validity)</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Validitas konstruk berkaitan dengan tingkatan dimana skala mencerminkan dan berperan sebagai konsep yang sedang diukur. Dua aspek pokok dalam validitas konstruk ialah secara alamiah bersifat teoritis dan statistik.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><!--[if !supportLists]--><font color="black">c.</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Validitas Kriteria (Criterion Validity)</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Validitas kriteria menyangkut masalah tingkatan dimana skala yang sedang digunakan mampu memprediksi suatu variable yang dirancang sebagai kriteria. </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black">&nbsp;</font><font color="black"><span>9.6. Reliabilitas </span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font color="black"><span>Reliabilitas menunjuk pada adanya konsistensi dan stabilitas nilai hasil skala pengukuran tertentu. Reliabilitas berkonsentrasi pada masalah akurasi pengukuran dan hasilnya.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p align="center" class="MsoBodyText"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p align="center" class="MsoBodyText"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
  <font><span><br /> </span></font><br />
<p align="left" class="MsoBodyText"><strong><font color="black"><span>Referensi</span></font></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><font color="black"><span>Arikunto, S. 2002. <em><span>Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek</span></em>. Rineka Cipta. Jakarta.</span></font></p>
	<p class="MsoListBullet"><!--[if !supportLists]--><font color="black">&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Cahyono, Bambang Tri 1996. <em><span>Metodologi Riset Bisnis</span></em>. Jakarta: Badan Penerbit IPWI.</span></font><font color="black"><span></span></font></p>
	<p class="MsoListBullet"><!--[if !supportLists]--><font color="black">&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Dane, F.C. 1990. <em><span>Research Methods. </span></em>Brooks/Cole Publishing Company. Belmont California. </span></font><font color="black"><span></span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font color="black"><span>Djunaedi, Achmad. 2000. &ldquo;Pengantar: Apakah Penelitian Itu?&rdquo;. </span></font><font color="black"><span><a href="http://intranet.ugm.ac.id/%7Ea-djunaedi/Support/Materi/METLIT-I/a01-metlit-pengantar.pdf"><font color="blue"><span>http://intranet.ugm.ac.id/~adjunaedi/Support/Materi/METLITI/a01metlitpengantar.pdf</span></font></a></span></font></p>
	<p class="MsoListBullet"><!--[if !supportLists]--><font color="black">&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Hempel, Carl Gustav. 2004. Pengantar Filsafat Ilmu Alam. Penerjemah Cuk Ananta Wijaya. Pustaka Pelajar. Yogyakarta. </span></font></p>
	<p class="MsoListBullet"><!--[if !supportLists]--><font color="black">&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Indriantoro, Nur dan Supomo, Bambang. 1999. <em><span>Metodologi Penelitian Bisnis: Untuk Akuntansi dan Manajemen</span></em>. Yogayakarta: BPFEE.</span></font></p>
	<p class="MsoListBullet"><!--[if !supportLists]--><font color="black">&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Juliandi, Azuar. 2002. &ldquo;Pemanfaatan Internet dalam Proses Belajar dan Penulisan Karya Ilmiah Bidang Manajemen dan Bisnis&rdquo;. </span></font><font color="black"><span>Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis Vol. 02 No. 02 Oktober.&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoListBullet"><!--[if !supportLists]--><font color="black">&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Kerlinger, Fred N. 2000. <em><span>AsasAsas Penelitian Behavioural</span></em>. Yogyakarta: Gadjah Mada  University Press.&nbsp;&nbsp; </span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font color="black"><span>Miles, M.B. dan Huberman, A.M. 1992. </span></font><em><font color="black"><span>Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber Tentang MetodeMetode Baru</span></font></em><font color="black"><span>. UIPress. Jakarta. </span></font></p>
	<p class="MsoListBullet"><!--[if !supportLists]--><font color="black">&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Nazir, Mohammad. 1999. <em><span>Metode Penelitian. </span></em>Jakarta: Ghalia Indonesia. </span></font></p>
	<p class="MsoListBullet"><!--[if !supportLists]--><font color="black">&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Rangkuti, Fredy. 2001. </span></font><em><font color="black"><span>Riset Pemasaran</span></font></em><font color="black"><span>. </span></font><font color="black"><span>Jakarta: Gramedia.</span></font><font color="black"><span></span></font></p>
	<p class="MsoListBullet"><!--[if !supportLists]--><font color="black">&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Sarwono, J. 2003. &ldquo;Perbedaan Dasar antara Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif&ldquo;. </span></font><font color="black"><span><a href="http://www.w3.org/TR/REC-html40"><font color="black"><span>http://www.w3.org/TR/REChtml40</span></font></a></span></font><font color="black"><span>. Dikunjungi 13 Juli 2003.</span></font><font color="black"><span></span></font></p>
	<p class="MsoListBullet"><!--[if !supportLists]--><font color="black">&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Sugiyono. 1999. <em><span>Metode Penelitian Bisnis</span></em>. Bandung: Alfabeta.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font color="black"><span>&#8212;&#8212;&#8212;2004. &ldquo;Pemilihan Topik dan Variabel Penelitian, serta Teknik Perumusan Masalah&rdquo;<em><span>. </span></em>Kumpulan Materi Penataran dan Lokakarya Training of Traininer Metodologi Penelitian PTN dan PTS di Jakarta, 2630 April 2004.</span></font></p>
	<p class="MsoListBullet"><!--[if !supportLists]--><font color="black">&middot;</font><font><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></font><!--[endif]--><font color="black"><span>Supranto, J. 1997. <em><span>Metode Riset: Aplikasinya dalam Pemasaran</span></em>. </span></font><font color="black"><span>Jakarta</span></font><font color="black"><span>: Rineka Cipta.</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font color="black"><span>Trochim, William M. 2002. &ldquo;Philosophy of Research&rdquo;. <a href="http://trochim.humancornell.edu/derived/philosophy.htm"><font color="blue"><span>http://trochim.humancornell.edu/derived/philosophy.htm</span></font></a>. Dikunjungi 13 September 2003.</span></font></p>
	<p class="MsoPlainText"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<p class="MsoNormal"><font><span>&nbsp;</span></font></p>
	<div><!--[if !supportFootnotes]--><br />  <hr width="33%" size="1" />  <!--[endif]-->
<div>
<p class="MsoFootnoteText"><a title="" name="_ftn1" href="#_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><sup><font><span>1</span></font></sup></span></a> <em><span>APAKAH PENELITIAN ITU</span></em></p>
  </div>
	<div>
<p class="MsoFootnoteText"><a title="" name="_ftn2" href="#_ftnref2"><span class="MsoFootnoteReference"><sup><font><span>2</span></font></sup></span></a> <strong><em><font><span>RAGAM PENELITIAN</span></font></em></strong></p>
  </div>
	<div>
<p class="MsoFootnoteText"><a title="" name="_ftn3" href="#_ftnref3"><span class="MsoFootnoteReference"><sup><font><span>3</span></font></sup></span></a> <strong><em><font><span>UNSUR-UNSUR PROPOSAL PENELITIAN</span></font></em></strong></p>
  </div>
	<div>
<p class="MsoFootnoteText"><a title="" name="_ftn4" href="#_ftnref4"><span class="MsoFootnoteReference"><sup><font><span>4</span></font></sup></span></a><span> </span><strong><em><font><span>PERUMUSAN PERMASALAHAN</span></font></em></strong><span></span></p>
  </div>
	<div>
<p class="MsoFootnoteText"><a title="" name="_ftn5" href="#_ftnref5"><span class="MsoFootnoteReference"><sup><font><span>5</span></font></sup></span></a><span> <em><span>PENULISAN TINJAUAN PUSTAKA</span></em></span></p>
  </div>
	<div>
<p class="MsoFootnoteText"><a title="" name="_ftn6" href="#_ftnref6"><span class="MsoFootnoteReference"><sup><font><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><sup><font><span>[1]</span></font></sup></span><!--[endif]--></font></sup></span></a> <font><span>Biro Pusat Statistik = BPS</span></font><span></span></p>
  </div>
	<div>
<p class="MsoFootnoteText"><a title="" name="_ftn7" href="#_ftnref7"><span class="MsoFootnoteReference"><sup><font><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><sup><font><span>[2]</span></font></sup></span><!--[endif]--></font></sup></span></a><span> Endnotes atau Footnotes ditulis jika pada pedoman penulisan diharuskan demikian.</span></p>
  </div>
  </div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rai.blogsome.com/2009/05/14/metodologi-penelitian/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>EBOOK SEKS EDUCATIONS TERLENGKAP DAN TERLARIS</title>
		<link>http://rai.blogsome.com/2009/05/13/ebook-seks-educations-terlengkap-dan-terlaris/</link>
		<comments>http://rai.blogsome.com/2009/05/13/ebook-seks-educations-terlengkap-dan-terlaris/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 May 2009 03:08:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>Kewirausahaan</category>
		<guid>http://rai.blogsome.com/2009/05/13/ebook-seks-educations-terlengkap-dan-terlaris/</guid>
		<description><![CDATA[	  					                        Masih Kurang ??,  					                        Oke&#8230;Saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p align="center"><strong>  					<font color="#ff0000">                        Masih Kurang ??, </font> 					<font color="#ff0000">                        Oke&#8230;Saya tambahkan ribuan e-book dibawah ini jika anda  					melakukan pemesanan sekarang&#8230;</font></strong></p>
	<p align="left"> 					<font color="#ffff00"> 					<span> 					EBOOK SEKS EDUCATIONS TERLENGKAP DAN&nbsp;TERLARIS..(NOT-PHORNOGRAPHY)</span></font></p>
	<p align="left"><font> 					</font><font color="#0000ff">Buku &quot;moammar-emka-jakarta-undercover&quot;  					seri 1 s/d 3 </font><br /> 					: jakarta-undercover1-sex-the-city <br /> 					: jakarta-undercover2-karnaval-malam <br /> 					: jakarta-undercover3-forbidden-city </p>
	<p align="left"><font>Ebook &quot;Misteri  					Orgasme Pada Wanita&quot; <br /> 					Ebook Rahasia Kuat bercinta<br /> 					Ebook Rahasia menaklukkan wanita diatas ranjang<br /> 					Ebook Rahasia Teknik bercinta Ala Taoisme<br /> 					Ebook Mencari Zona KEnikmatan Pria DAn Wanita ( G-Spot )<br /> 					Ebook daftar nama bayi cantik pria &amp; Wanita ( Arab Version )<br /> 					Ebook daftar nama bayi cantik pria &amp; Wanita ( Versi Jawa )<br /> 					Ebook Rahasia WAnita<br /> 					Ebook Tips dasyat bercinta<br /> 					Ebook More Women&#8217;s Sexual Fantasies<br /> 					Ebook How to Make Anyone Fall in Love with You<br /> 					Ebook Double Your Dating<br /> 					Ebook How to Make Love All Night<br /> 					Ebook KAMASUTRA, The Art of making Love<br /> 					101 Romantic Ideas<br /> 					Dating Tip: How To Flirt And Why<br /> 					How to Get The Women You Desire into Bed<br /> 					When a Man Makes Love to a Woman<br /> 					Secrets of Speed Seduction<br /> 					Secrets Of Attracting Beautiful Women<br /> 					Reading Women Body Language<br /> 					Konsep dan Tehnik Rahasia membuka hubungan dengan cewek  					manapun DIMANA SAJA dan KAPAN SAJA<br /> 					Ebook 13 Kesalahan yg Sering dilakukan Cowok ketika  					berhubungan dgn Cewek<br /> 					Ebook Ramuan agar Pria Jantan dan perkasa&nbsp;<br /> 					Ebook Etika di Saat Bercinta<br /> 					Ebook Teknik usapan nikmat pada Klitoris&nbsp;<br /> 					Ebook Resep untuk penderita impotensi<br /> 					Ebook Trik mengatasi Ejakulasi dini<br /> 					Ebook Rahasia mencapai orgasme total<br /> 					Ebook Mengungkap misteri G-spot&nbsp;<br /> 					Ebook Trik Membuat Wanita Mabuk Kepayang<br /> 					Ebook Tanda Anda Butuh Terapis Seks<br /> 					Ebook &quot;Tahan Lama&quot; - Analisis Survey Seks<br /> 					Ebook 10 Situasi Wanita &#8216;Mood&#8217; Bercinta<br /> 					Ebook 20 Variasi Ciuman<br /> 					Ebook Kesehatan - 7 Tips Tingkatkan Sperma<br /> 					Ebook 13 Titik Utama Erotis Yang membangkitkan Gairah<br /> 					Ebook 10 Mitos Saat Berhubungan Intim<br /> 					Ebook 15 Istilah Seks yang Patut Diketahui<br /> 					Ebook Rahasia Teknik Bercinta Versi Taoisme<br /> 					Ebook Mencari Zona Kenikmatan Pada Wanita dan Pria ( G-Spot  					)<br /> 					Ebook Agar bercinta anda Jadi Luar Biasa<br /> 					Ebook Kunci Sukses Malam Pertama<br /> 					Ebook Menambah Kekuatan Seks Lewat Teknik Ciuman<br /> 					Ebook Katurangganing Wanita<br /> 					Ebook 15 Kiat Membangkitkan Gairah Suami<br /> 					Ebook Tips Memuaskan Wanita di Atas Ranjang&nbsp;<br /> 					Ebook Mengapa Selingkuh ?<br /> 					Ebook Cara Mudah Wanita Mencapai Orgasme <br /> 					Ebook Kenikmatan seks cegah kangker payudara <br /> 					Ebook Kiat menjaga aroma vagina <br /> 					Ebook Senam Seks, Bisakah Mengatasi Masalah Seksual? <br /> 					Ebook Kamasutra - seks masa depan <br /> 					Ebook &quot;Yang perlu anda tahu tentang Klitoris&quot; <br /> 					Ebook Teknik memperbesar penis <br /> 					Ebook Rahasia payudara idaman <br /> 					Ebook Kunci Sukses Malam Pertama<br /> 					Ebook Kumpulan Konsultasi Seks Dr Boyke<br /> 					Ebook Pijat Clitoris, Alternatif Seks Sensasional buat  					Wanita <br /> 					Hubungan Feng Shui dan Masalah Seks Anda <br /> 					Ebook &quot;Mengapa Takut mendekati Cewek&quot;<br /> 					Ebook Jurus Bercinta Tiongkok Kuno<br /> 					Ebook Hubungan Fengshui DAn Seksual</font></p>
	<p align="left"> 					<font color="#ffff00"> 					<span> 					EBOOK KOMPUTER, HACKING, IT, TEKNOLOGI&#8230;</span></font></p>
	<p align="left"><font>Ebook &quot; Memanen  					Password Friendster &quot;<br /> 					Ebook &ldquo;Membajak Kartu Kredit (eCarding)&rdquo; <br /> 					Ebook &ldquo;Membajak isi Ponsel Orang Lain&rdquo;<br /> 					E-book &ldquo;Menyulap Ponsel Jadi Remote Control Komputer&rdquo;<br /> 					E-book Tip &amp; Trik Menggabungkan No. CDMA ke Hp GSM<br /> 					Rahasia akses internet Kurang dari Rp300/jam.<br /> 					Solusi telepon dan sms, murah atau gratis<br /> 					Tip dan trik telepon Gratis<br /> 					Akses Internet GRATIS dengan Antena Kaleng<br /> 					Ebook &quot;Google Adwords 123&quot; by Greg Heslin <br /> 					Ebook &quot;Tips &amp; Trik Memperoleh rangking pada search engine&quot; 					<br /> 					Tips &amp; Trik Legal Menghemat Biaya Internet<br /> 					Buku Putih Teknologi Informasi dan Komunikasi<br /> 					Ebook Cara mengantisipasi kejahatan di Atm <br /> 					Rahasia Mendapatkan Apapun Software Yang Anda Inginkan  					Secara Gratis<br /> 					Panduan Lengkap Membuat Situs Web Gratis<br /> 					10 Cara Cepat &amp; Mudah Meningkatkan Laba dari SEGALA Website  					Dlm Semalam<br /> 					Daftar Lengkap Situs Iklan Baris Gratis di Indonesia<br /> 					Tips Membuat Halaman Situs Web Yang Menarik<br /> 					How to Make Your Website Sell!&nbsp;<br /> 					How to Write Sales Letters That Sell Again and Again&nbsp;<br /> 					Daftar Lengkap Alat Promosi Online Gratis<br /> 					10 Quick &amp; Easy Ways To Increase The Profits Of ANY Website  					Overnight.<br /> 					How To Post At Forums For Profit!&nbsp;<br /> 					AdSense Keywords List<br /> 					Rahasia Menggelola Yahoo Mail &amp; Yahoogroups<br /> 					Tutorial FLASH Mx Bagi Pemula<br /> 					30 Days To Internet Success (Sample)<br /> 					Ebook &quot;BIKIN BLOG DALAM 3 MENIT!!&quot; Tutorial cara membuat  					blog di blogger.com, dilengkapi ilustrasi. Ringkas, padat,  					cepat <br /> 					Ebook &quot;Tutorial Lengkap Bikin Blog di Wordpress.com&quot; <br /> 					Ebook Tips Menghadapi Hoax dan Spam <br /> 					Belajar Web Tanpa Harus mengerti Bahasa Pemrograman <br /> 					EBOOK &quot;Tips Menggunakan Mesin Pencari Google&quot; <br /> 					Cepat Mahir Adobe Photoshop 8.0 <br /> 					Cepat Mahir ASP - salah satu pemograman web tuk menciptakan  					web yang dinamis <br /> 					Tips Menghentikan Banjir Email di Milis Yahoogroups <br /> 					Ebook &quot;Pengetahuan Dasar Untuk Menjadi Web Designer&quot; <br /> 					Ebook &quot;Mendulang Dollar dengan Google Adsense&quot; <br /> 					Ebook &quot;Mengenal Google secara Mendalam&quot; <br /> 					Ebook &quot;Panduan Lengkap Membuat Weblog atau Blog&quot; <br /> 					Ikatlah Ilmu dengan Blog <br /> 					Ebook &quot;Membuat Website dengan PHP&quot;<br /> 					Ebook &quot;Panduan Otomasi Instalasi Windows&quot; <br /> 					Telepon Gratis Internasional<br /> 					Teknik Pembuatan Virus Komputer<br /> 					Teknik Pembuatan Virus Komputer versi mudah <br /> 					Cara mendapatkan Laptop tanpa modal alias 100%gratis<br /> 					Teknik &amp; Cara menghack e-gold<br /> 					Rahasia pembuatan SMS Gaul<br /> 					Trik mencari informasi rahasia yang tidak wajar dengan  					GOOGLE<br /> 					Tips dan Trik menghilangkan banner <br /> 					Ebook Panduan Promosi Dengan URL REDIRECT <br /> 					Tips &amp; Trik Memperoleh rangking pada search engine <br /> 					Tehnik Meraup Jutaan Rupiah dengan Email Marketing </font> 					</p>
	<p align="left"> 					<font color="#ffff00"> 					<span> 					OOK BISNIS - AFILLIASI - MOTIVASI EKONOMI - FINANSIAL</span></font></p>
	<p align="left"><font>E-book &quot;KUNCI  					KEKAYAAN ONLINE&quot;<br /> 					Panduan Mencari Uang dari GOOGLE ADSENSE <br /> 					Tips Menggunakan Mesin Pencari Google<br /> 					The 30 Minute Marketing Miracle<br /> 					Instant Webmaster Video Set<br /> 					How to Win the War of Internet Marketing<br /> 					The Aura Of Success<br /> 					Belajar bisnis dan strategi cina<br /> 					Ilmu menjadi Kaya<br /> 					Prinsip Penting untuk Sukses<br /> 					Buku &#8216;3 Pertanyaan Ekonomi terpenting&#8217;<br /> 					Ebook Daftar Alamat Asosiasi Bisnis di Indonesia<br /> 					Ebook Daftar Alamat LSM di Indonesia<br /> 					Ebook Pemasaran Affiliate<br /> 					Tips Praktis Merawat Kemampuan Kreativitas Otak - link  					alternatif <br /> 					Strategi Mensiasati HUTANG - link alternatif -<br /> 					Tips Aman &amp; Sukses Investasi online HYIP - link alternatif -<br /> 					Tidak ada orang yang tak Berbakat<br /> 					52 Rahasia Internet Marketing<br /> 					Ebook &quot;Tips Sukses Berbisnis dan Bekerja di Internet&quot; <br /> 					Ebook &quot;Menciptakan INCOME disaat TIDUR&quot; <br /> 					Profil dan Kisah Sukses Para Milyuner Dunia <br /> 					Sumber-sumber Lowongan Pekerjaan <br /> 					Tips dan Trik Membuat Curiculum Vitae <br /> 					E-book &quot;KUNCI KEKAYAAN ONLINE&quot; Mengungkap Rahasia Sukses &amp;  					Kaya Raya dari Bisnis Online </font></p>
	<p align="left"><strong> 					<font color="#ffff00"> 					<span>EBOOK LANGKA +  					SPEKTAKULER LAINNYA :</span></font></strong></p>
	<p align="left"><font>Ebook KUNO &amp;  					LANGKA &quot;Kitab Henokh&quot; <br /> 					Novel &quot;habibburahman el shirazy - ayat-ayat cinta&quot; <br /> 					Novel &quot;habiburrahman el shirazy - mahkota cinta&quot; <br /> 					Ebook Rahasia dan cara belajar feng shui<br /> 					Ebook Bagaimana mengontrol pikiran Anda<br /> 					Ebook Rahasia Sejarah Amerika Serikat<br /> 					Ebook Seni Berperang<br /> 					Ebook Sejarah Drakula<br /> 					Ebook Filsafat dan cara berpikir<br /> 					Ebook Pesan Emas Gibran<br /> 					Ebook Fenomena<br /> 					Ebook Mantera Sukses<br /> 					Ebook Tips Menghindari STRESS&nbsp;<br /> 					Tips dan Info Seputar Otomotif <br /> 					Kumpulan Tips Rumah dan Interior <br /> 					Novel &quot;habiburrahman el shirazy - dalam mihrab cinta&quot; <br /> 					Ebook &quot;habiburrahman el shirazy - pudarnya pesona cleopatra&quot; 					<br /> 					Mind Mapping : cara mudah memakai otak <br /> 					Ebook Motivasi - Berani Gagal </font></p>
	<p align="left"><strong> 					<font color="#ffff00"> 					<span>EBOOK  					KESEHATAN :</span></font></strong></p>
	<p align="left"><font>Bodybuilding  					Supplement Secrets<br /> 					Fitness Training Manual<br /> 					The Science of Building Muscle and Strength<br /> 					Guide to Herbal Medicines</font></p>
	<p align="left"><strong> 					<font color="#ffff00"> 					<span>EBOOK FIKSI :</span></font></strong></p>
	<p align="left"><font>Angels Demons<br /> 					Harry Potter and the Magic Within!<br /> 					A Time to Kill<br /> 					Star Wars: Dark Forces<br /> 					Six Stories<br /> 					The Dead Zone<br /> 					The Summons<br /> 					&#8216;Salem&#8217;s Lot<br /> 					The Girl Who Loved Tom Gordon<br /> 					Bag of Bones<br /> 					The Eyes of the Dragon&nbsp;<br /> 					Hearts in Atlantis<br /> 					The Shining<br /> 					Interview With The Vampire<br /> 					Digital Fortress<br /> 					Riding the bullet<br /> 					Harry Potter and the Goblet of Fire<br /> 					Firestarter<br /> 					The Green Mile<br /> 					The Rainmaker<br /> 					The Running Man<br /> 					The Partner&nbsp;<br /> 					Ulysses</font></p>
	<p align="left"><strong> 					<font color="#ffff00"> 					<span>EBOOK Macam -  					Macam :</span></font></strong></p>
	<p align="left"><font>Magic Tricks  					For The Beginning Magician<br /> 					Guitar Basics<br /> 					Chess Guide<br /> 					Hacking for Dummies(1)<br /> 					Hacking for Dummies(2)<br /> 					Bruce Lee - Concepts &amp; Principles<br /> 					The Harry Potter Encyclopedia<br /> 					Auto Repair Tips<br /> 					Web page design in 7 days !<br /> 					120 Things About Photoshop<br /> 					Guide to Starting and Operating A Business<br /> 					The Professional Pizza Guide<br /> 					300 Excel Tips<br /> 					7 Secrets to Earning $100,000 From Home<br /> 					FrontPage 2000 Tips And Tricks<br /> 					How to Draw Female Body`s<br /> 					The Science of Footwork<br /> 					52 Tips for Losing Weight<br /> 					Dictionary of Business Terms<br /> 					How To Get The Truth Out of Anyone!<br /> 					The Greatest Thing Ever Known<br /> 					The Trader&#8217;s Trick Entry<br /> 					31 Days to Bigger Arms<br /> 					Body-Building Nutrition<br /> 					Bruce Lee-The Power of the Dragon<br /> 					Hypnosis: Software for the Mind<br /> 					How to Think in Chess<br /> 					Chess Improvement I<br /> 					Chess Improvement II<br /> 					Secret of a Secret Society<br /> 					A Simple Guide to Firewalls<br /> 					General Guitar Advice: Learning to Play<br /> 					How to Buy a Guitar<br /> 					How to Crack CD<br /> 					How to Make Key Generators<br /> 					Italian Recipe<br /> 					Marketing Management<br /> 					How to Repair/Unlock NOKIA Mobile Phones<br /> 					Barbecue Recipe<br /> 					Breathing Exercises<br /> 					Prize Winning Recipe<br /> 					7 Secrets of Hypnotism Practice<br /> 					Another Complete Erotic Massage&nbsp;<br /> 					The Battle For Your Mind</font></p>
	<p align="left"><font>Notes on  					Meditation and Health<br /> 					Sigmund Freud<br /> 					How to Develop Your Own Psychic Abilities<br /> 					Character Building Thought<br /> 					Stephen Hawking - Public Lectures<br /> 					Network Security Secrets &amp; solutions<br /> 					Modal Analysis of Guitar Bodies<br /> 					Nigella Bites - Recipes<br /> 					Combined Taijiquan Competition Routine<br /> 					How to Draw General Anime Faces</font></p>
	<p align="left"><strong> 					<font color="#ffff00"> 					<span>EBOOK GITAR :</span></font></strong></p>
	<p align="left"><font>Kamus Lengkap  					Chord<br /> 					Classical Guitar Tablature<br /> 					Jazz Guitar Lesson<br /> 					Jazz Scale Theory<br /> 					A Reference for Jazz Theory<br /> 					Easy Flamenco<br /> 					Classical Guitar Primer<br /> 					Jazz Guitar Artistry<br /> 					How to Read Guitar Tablature<br /> 					Modal Analysis Guitar Bodies<br /> 					J.Petrucci- Guitar Lessons 1<br /> 					J.Petrucci- Guitar Lessons 2<br /> 					J.Petrucci- Guitar Lessons 3<br /> 					Guitar Lessons</font><font></p>
	<p> 					</font><strong><font color="#ffff00"> 					<span>EBOOK SENI  					BELADIRI&nbsp; :</span></font></strong></p>
	<p align="left"><font>How To Use Tai  					Chi As A Fighting<br /> 					Pressure Points<br /> 					MuayThai-The Art of Fighting<br /> 					Aikido, The Art Of Fighting<br /> 					Practical Exercises for Martial Artists<br /> 					Hagakure: Book of the Samurai&nbsp;<br /> 					Pressure Points Military Hand to Hand<br /> 					ZEN AND THE MARTIAL ARTS<br /> 					&nbsp;</font></p>
	<p align="left"><strong> 					<font color="#ffff00"> 					<span>EBOOK SENI  					ISLAM&nbsp; :</span></font></strong></p>
	<p align="left"><font>Bunga Rampai 					<br /> 					Oase Iman 2004<br /> 					Sejarah Hidup Muhammad&nbsp;<br /> 					Sifat Shalat Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam&nbsp;<br /> 					Al Maksturot - Wadzifah Kubra&nbsp;<br /> 					RUQYAH : Sehat Jiwa Raga Cara Islam - Seni Berjampi&nbsp;<br /> 					KUMPULAN TAUSYIAH Aa GYM&nbsp;<br /> 					Manajemen Qolbu&nbsp;<br /> 					The Choice Islam and Christianity&nbsp;<br /> 					Tasawuf, Pluralisme, dan Pemurtadan&nbsp;<br /> 					Menghafal Al-Quran&nbsp;<br /> 					Bahaya Islam Liberal&nbsp;<br /> 					KERUSAKAN DAN BENCANA DI MUKA BUMI&nbsp;<br /> 					Metode Sunnah dalam Menangkal dan Menanggulangi Sihir<br /> 					PERKARA-PERKARA YANG MERUSAK AMAL&nbsp;<br /> 					Pengkaburan Setan&nbsp;<br /> 					DAJJAL DAN YA&#8217;JUJ WA-MA&#8217;JUJ&nbsp;<br /> 					Kumpulan Artikel Terjemahan Al-Qur&#8217;an&nbsp;<br /> 					1001 Kisah Teladan&nbsp;<br /> 					Himpunan Kisah-Kisah Teladan</font></p>
	<p align="left"><strong> 					<font color="#ffff00"> 					<span>OK LUAR NEGERI  					( BAHASA INGGRIS ) : </span></font></strong></p>
	<p align="left"><font>Ebook : &quot;Killer  					Mini Sites&quot;<br /> 					UFO documents FBI Top Secret Files<br /> 					How to Build Self Esteem in Others<br /> 					Out of Body Experiences<br /> 					Mind Powers<br /> 					The Secret Garden<br /> 					Stupid White Men<br /> 					Adolf Hitler-Mein Kampf<br /> 					The Little Book That Can Change Your Life<br /> 					The Interpretation of Dreams<br /> 					How To Win Friends And Influence People<br /> 					The Book of Lies<br /> 					The Dragons of Chaos<br /> 					The Da Vinci Code<br /> 					Rich Dad Poor Dad - by Robert T Kiyosaki<br /> 					Ebook MLM - Marketing Secrets&nbsp;<br /> 					101 Power Marketing Tips &amp; Secrets<br /> 					Harry Potter and the Sorcerer&#8217;s Stone<br /> 					Harry Potter and the Prisoner of Azkaban<br /> 					The Lord Of The Rings (1-4)<br /> 					The Client<br /> 					The Pelican B rief<br /> 					The Vampire Lestat<br /> 					Insomnia<br /> 					Learn How To Play Guitar<br /> 					Legends of Jazz Guitar<br /> 					Around the World in 80 Days-Jules Verne<br /> 					Sidelights on Relativity-Einstein<br /> 					The Parasite-Arthur Conan Doyle<br /> 					The Waves-Virginia Woolf<br /> 					Hamlet-Shakespeare<br /> 					Romeo and Juliet-Shakespeare<br /> 					In Search of the Castaways-Jules Verne<br /> 					The BEATLES Song Book<br /> 					The Art of Improvisation(1)<br /> 					The Art of Improvisation(2)<br /> 					A Reference for Jazz Theory<br /> 					Acoustics for Violin and Guitar Makers<br /> 					The Encyclopedia of Card Tricks<br /> 					David Blaine, Street Magic Revealed<br /> 					Basic Card Control and Forcing<br /> 					Magic with a British touch<br /> 					Tarot Cards&nbsp;<br /> 					Training to See Auras<br /> 					Help your Child Learn Math<br /> 					Help Your Child Learn History<br /> 					Origami Fun<br /> 					Origami Theory<br /> 					The Adventures of Peter Pan<br /> 					Douglas Adams&#8217;s Starship Titanic<br /> 					Steal This Book<br /> 					Of Mice and Men<br /> 					Electronics Basic in Motors<br /> 					Four Basic Quranic Terms<br /> 					The Art Meaning of Magic<br /> 					Learn Japanese for Beginners<br /> 					On the Road<br /> 					Learn Photography<br /> 					Primer on Molecular Genetics<br /> 					Slapstick<br /> 					The Black Magic Spell Book<br /> 					Fundamentals of Digital Electronics<br /> 					Creation &quot;Science&quot; Debunked<br /> 					1984<br /> 					The Layman&rsquo;s Guide To Steroids<br /> 					Love and Passion in Tantric Buddhist Art<br /> 					Fundamentals of Buddhism<br /> 					Proletarian Science<br /> 					Symbolic Math Guide<br /> 					The Tao Te Ching<br /> 					Test of English As a Foreign Language(TOEFL)<br /> 					The Ultimate Neuro Linguistic Programming<br /> 					The Book Of Lucifer<br /> 					The Bear and The Dragon<br /> 					The Little Black Book of Computer Viruses<br /> 					Albert Einstein: Relativity General Theory<br /> 					The Big Sleep<br /> 					Mind Power Seduction<br /> 					Secrets, Lies and Democracy<br /> 					How to Heal Depression<br /> 					A Brief History of Time<br /> 					Thought Power<br /> 					The Ultimate Success Secret<br /> 					Secrets of the Ninja<br /> 					Writings of Nostradamus<br /> 					The Art of Writing<br /> 					Strategies The Mind<br /> 					Media Control<br /> 					Negotiating Skills for Managers<br /> 					10 Commandment of Power Positioning <br /> 					101 Ways to Use a Virtual Office Assistant<br /> 					13+ Hot Internet Moneymaking Methods<br /> 					20 Little Ways to Stop &amp; Smell the Roses<br /> 					61 Sales Boosting, Stealable Articles<br /> 					7 Secrets to Online Business Success<br /> 					Access 97 Tutorial<br /> 					Beginner&#8217;s Guide to the Internet<br /> 					Business Web Book<br /> 					Closing the Sale<br /> 					Dick Test<br /> 					E-commerce Primer<br /> 					Free Microsoft Software<br /> 					Guerilla Web Promotion &amp; Marketing<br /> 					Healthier You<br /> 					Home-Business-Dreams<br /> 					How to get Celebrity autographs For Free<br /> 					How to Avoid this $7,400 Mistake<br /> 					How to Setup a Network<br /> 					HTML 4.0 Tutorial<br /> 					Instant Access<br /> 					Internet Spy Toolkit<br /> 					Mail Tag Bonanza<br /> 					Money Making - Today, Tomorrow, Forever<br /> 					PC Basics for the Beginner<br /> 					Proven Search Engine Ranking Secrets<br /> 					Search Engine Tactics<br /> 					Solving Credit Problems<br /> 					Ultimate Beanie Baby Kit<br /> 					Ultimate Site Promotions<br /> 					Willie Crawfords Cookbook</font></p>
	<p align="left">&nbsp;</p>
	<p align="left"> 					<font color="#000000"> 					NB :&nbsp; Sebenarnya ebook yang tertulis diatas hanyalah  					sebagian dari koleksi yang kami miliki. Kami masih memiliki  					ribuan bonus ebook lainnya yg belum bisa kami tampilkan  					disini karena bila ditampilkan semuanya akan memperlambat  					waktu loading (tampilan) website ini. Harap Maklum.</font></p>
	<p align="left">&nbsp;</p>
	<p align="left"><font><strong> 					<font color="#cc0000"> 					PERLU ANDA DIKETAHUI JUGA !</font><font>&nbsp;  					RATUSAN</font></strong></font><font>  					EBOOK TERSEBUT..MASIH AKAN TERUS SAYA <strong> 					<font color="#0da727">UPDATE SETIAP Waktu..&nbsp;&nbsp;&nbsp; </font></strong></font></p>
	<p> 			<font color="#cc0000"> 			<strong>&quot;</strong></font><font><strong>SAYA BERIKAN SOLUSI JITU, BAGAIMANA <span class="style3">MENDAPATKAN PENGHASILAN MELIMPAH DARI INTERNET</span> TANPA HARUS PUNYA PRODUK DAN WEBSITE </strong></font><span class="style2"><font><span class="style3">PLUS BONUS RATUSAN E-BOOK TERUPDATE </span>SETIAP MINGGUNYA ! &quot;</font></span></p>
	<p><a href="http://majalahhot.com/?id=hotebook"><img width="65" height="81" border="0" src="http://i172.photobucket.com/albums/w17/rahesta/gambar%20cewek/26786843959166l.jpg" /></a><a href="http://majalahhot.com/?id=hotebook"><img width="65" height="81" border="0" src="http://i172.photobucket.com/albums/w17/rahesta/gambar%20cewek/ardi.jpg" /> </a></p>
 <a href="http://majalahhot.com/?id=hotebook">	</a><a href="http://majalahhot.com/?id=hotebook">DAFTAR/ORDER MAJALAH PANAS DAN SIAP JADI JUTAWAN BARU? KLIK SAJA DISINI!</a><br />
<p align="left">&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rai.blogsome.com/2009/05/13/ebook-seks-educations-terlengkap-dan-terlaris/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Aplikasi Pesan Emas Gibran, silahkan download GRATISS!!!</title>
		<link>http://rai.blogsome.com/2009/05/12/aplikasi-pesan-emas-gibran-silahkan-download-gratiss/</link>
		<comments>http://rai.blogsome.com/2009/05/12/aplikasi-pesan-emas-gibran-silahkan-download-gratiss/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 May 2009 05:12:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>Uncategorized</category>
		<guid>http://rai.blogsome.com/2009/05/12/aplikasi-pesan-emas-gibran-silahkan-download-gratiss/</guid>
		<description><![CDATA[	Aplikasi Pesan Emas Gibran, silahkan download GRATISS!!!
	Klik di sini PESAN EMAS GIBRAN! 
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><font>Aplikasi Pesan Emas Gibran, silahkan download GRATISS!!!</font></p>
	<p><strong><a target="_self" href="http://www.ziddu.com/download/4714090/PesanEmasGibranFlash.exe.html">Klik di sini PESAN EMAS GIBRAN! </a></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rai.blogsome.com/2009/05/12/aplikasi-pesan-emas-gibran-silahkan-download-gratiss/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Mencetak Kualitas Sumber Daya Manusia Yang Handal</title>
		<link>http://rai.blogsome.com/2009/05/08/mencetak-kualitas-sumber-daya-manusia-yang-handal-2/</link>
		<comments>http://rai.blogsome.com/2009/05/08/mencetak-kualitas-sumber-daya-manusia-yang-handal-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 May 2009 00:58:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>Jurnal</category>
		<guid>http://rai.blogsome.com/2009/05/08/mencetak-kualitas-sumber-daya-manusia-yang-handal-2/</guid>
		<description><![CDATA[	
Dalam dunia yang &lsquo;katanya&rsquo; sedang dilanda krisis, selain mengikuti Pelatihan SDM menjadi sumber daya manusia yang andal merupakan hal yang terpenting di antara hal-hal penting lainnya. Artinya, menjadi SDM yang knowledgeable, mumpuni dan sangat matang dalam emosinya sehingga bisa mengerti serta menyelami keadaan dewasa ini secara tenang dan berhasil lolos dari kerugian dan bisa mengatasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<div class="storycontent">
<p>Dalam dunia yang &lsquo;katanya&rsquo; sedang dilanda krisis, selain mengikuti <a href="http://www.bahankuliah.com/jurnal/kumpulan-jurnal-manajemen/mencetak-kualitas-sumber-daya-manusia-yang-handal.html">Pelatihan SDM</a> menjadi sumber daya manusia yang andal merupakan hal yang terpenting di antara hal-hal penting lainnya. Artinya, menjadi SDM yang knowledgeable, mumpuni dan sangat matang dalam emosinya sehingga bisa mengerti serta menyelami keadaan dewasa ini secara tenang dan berhasil lolos dari kerugian dan bisa mengatasi suasana ini dengan baik ikutilah Pelatihan SDM yang baik.</p>
	<p>Sebut saja, dengan suatu contoh kasus yang sangat sederhana: Ditargetkan perjalanan ke bandara Soekarno-Hatta ditempuh dalam 20 menit dari Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya Jembatan Layang Semanggi, Jakarta Pusat. Apa yang kita lakukan apabila kita mempunyai target semacam itu ? Yang pasti, kita seyogianya mempunyai tool berupa kendaraan yang cepat mejelit dan nyaman serta aman dikendarai, sebut saja kendaraan sekelas Mercy, BMW, ataupun Jaquar, dan kendaraan-kendaraan yang masuk dalam kelas tersebut. Artinya, kita harus mempunyai tool atau teknologi canggih yang bisa mencapai target itu dengan baik dan cukup nyaman, untuk itu ikutilah P<a href="http://bahankuliah.com/">elatihan Etos Kerja, Spiritual Enrichment &amp; Spiritual EFT</a> untuk membantu anda.</p>
	<p>Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah &lsquo;jalan mana yang akan kita tempuh?&rsquo; Atau proses seperti apakah yang akan kita jalani, tentunya dengan SOP (standard operating procedure) terbaik yang mana yang akan kita pilih, dalam hal ini Pelatihan Spiritual Enrichment dan Spiritual EFT sebagai alternatif lain. Mestinya kita memilih jalan yang mulus, bebas hambatan dan bisa dilalui dengan kecepatan tinggi, sehingga jarak tempuh menjadi hal yang biasa, artinya bisa dicapai dengan baik, nyaman, dan aman pula.</p>
	<p>Mempunyai kedua hal tersebut di atas tidaklah cukup. Sistem, tools, dan teknologi yang baik, yang memenuhi syarat dari sisi prosedural, value chain yang baik dan sudah memenuhi good governance ternyata belumlah. Masih diperlukan hal lain dan ini telah diulas oleh berbagai ahli di berbagai buku, web, media bahkan sampai sekolah-sekolah bisnis canggih dewasa ini, yakni: 3 P (Product - Process - People) Kali ini, pemerhati ingin mengajak para pembaca yang budiman menyoroti betapa pentingnya people atau dalam bahasa sehari-hari adalah SDM. Sumber daya manusia memegang peranan penting dalam menyelami proses etos kerja, membuat produk yang baik dan yang lebih penting lagi adalah bisa mengatasi segala permasalahan dengan cool.</p>
	<p>Artinya, SDM yang andal ini sudah dibekali dengan IQ yang baik, plus EQ yang lebih dari cukup bahkan mempunyai SQ yang sangat luar biasa. Dalam hal SDM ini, kita serahkan kepada ahlinya antara lain &lsquo;pelatih-pelatih andal&rsquo;, motivator-motivator kelas wahid, dan perusahaan-perusahaan penggerak tenaga kerja yang mapan&rsquo;.</p>
	<p>Sumber: http://www.bahankuliah.com/ </p>
  </div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rai.blogsome.com/2009/05/08/mencetak-kualitas-sumber-daya-manusia-yang-handal-2/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Mencetak Kualitas Sumber Daya Manusia Yang Handal</title>
		<link>http://rai.blogsome.com/2009/05/08/mencetak-kualitas-sumber-daya-manusia-yang-handal/</link>
		<comments>http://rai.blogsome.com/2009/05/08/mencetak-kualitas-sumber-daya-manusia-yang-handal/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 May 2009 00:57:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>Jurnal</category>
		<guid>http://rai.blogsome.com/2009/05/08/mencetak-kualitas-sumber-daya-manusia-yang-handal/</guid>
		<description><![CDATA[	
Tahapan pengembangan SDM sebaiknya dimulai dari tahap pertama, yakni identifikasi kebutuhan pengembangan. Dalam tahapan ini, kita sejatinya hendak menggali proses pengembangan apa yang paling cocok bagi individu tertentu. Dalam proses ini kita melakukan asesmen mengenai strenghts dan areas for development dari tiap individu (karyawan). Asesmen dapat dilakukan dengan melalui pola assessment center atau juga melalui [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<div class="storycontent">
<p>Tahapan <a href="http://bahankuliah.com/">pengembangan SDM</a> sebaiknya dimulai dari tahap pertama, yakni identifikasi kebutuhan pengembangan. Dalam tahapan ini, kita sejatinya hendak menggali proses pengembangan apa yang paling cocok bagi individu tertentu. Dalam proses ini kita melakukan asesmen mengenai strenghts dan areas for development dari tiap individu (karyawan). Asesmen dapat dilakukan dengan melalui pola assessment center atau juga melalui observasi dan evaluasi dari atasan masing-masing (cara ini lebih praktis dibanding harus menggunakan assessment centre).</p>
	<p>Dari hasil asesmen tersebut kita kemudian bisa merumuskan <a href="http://www.bahankuliah.com/artikel-manajemen/msdm/pola-pengembangan-sdm-yang-baik.html">program pengembangan</a> apa yang cocok bagi karyawan yang bersangkutan. Sebaiknya perumusan program pengembangan hasil asesmen ini tidak hanya didasarkan pada kelemahan karyawan, namun justru harus lebih bertumpu pada kekuatan yang dimiliki oleh karyawan tersebut (pendekatan semacam ini disebut sebagai strenght-based development). Menurut riset, pendekatan semacam ini lebih efektif dibanding pendekatan yang bertumpu pada kelemahan individu.</p>
	<p>Jenis program atau proses pengembangan yang disusun juga tidak mesti harus berupa training di kelas. Ada banyak alternatif program pengembangan lain seperti:<br /> 1. mentoring (karyawan yang dianggap senior dan memiliki keahlian khusus menjadi mentor bagi sejumlah karyawan lainnya)<br /> 2. project/special assignment (penugasan khusus untuk menambah job exposure)<br /> 3. job enrichmnet (memperkaya bobot pekerjaan)<br /> 4. On-the-job training.</p>
	<p>Tahapan berikutnya adalah monitoring dan evaluasi pelaksanaan program pengembangan yang telah disusun. Dalam fase ini, setiap progres pelaksanaan program dimonitor efektivitasnya dan kemudian pada akhir program dievaluasi dampaknya terhadap peningkatan kinerja karyawan yang bersangkutan, dan juga pada kinerja bisnis.</p>
	<p>Serangkaian tahapan di atas &mdash; mulai dari fase identifikasi, fase penyusunan program pengembangan dan fase monitoring/evaluasi &mdash; sebaiknya dibakukan dalam mekanisme yang sistematis dan tersandar. Sebaiknya disusun juga semacam buku panduan lengkap untuk melakukan serangkaian proses di atas, disertai tools yang diperlukan. Dengan demikian, setiap manajer atau karyawan paham akan apa yang mesti dilakukan.</p>
	<p>Tentu saja, harus ada pengelola dari departemen SDM yang bertugas khusus untuk memastikan bahwa serangkaian proses di atas dapat dilakukan dengan benar dan tertib. Pola semacam inilah yang mesti dilakukan jika perusahaan Anda benar-benar ingin mendayagunakan potensi SDM-nya secara optimal.</p>
	<p>Sumber: http://www.bahankuliah.com/  </p>
  </div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rai.blogsome.com/2009/05/08/mencetak-kualitas-sumber-daya-manusia-yang-handal/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Tips dan Triks Gabung Bisnis Online Berbasis MLM</title>
		<link>http://rai.blogsome.com/2009/05/01/tips-dan-triks-gabung-bisnis-online-berbasis-mlm/</link>
		<comments>http://rai.blogsome.com/2009/05/01/tips-dan-triks-gabung-bisnis-online-berbasis-mlm/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 May 2009 02:39:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>Kisah Sukses</category>
		<guid>http://rai.blogsome.com/2009/05/01/tips-dan-triks-gabung-bisnis-online-berbasis-mlm/</guid>
		<description><![CDATA[	Tips dan Triks Gabung Bisnis Online Berbasis MLM
	  
	1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pilih member yang sedikit, dapat dilihat dari replika upline (orang yang ke 12) anda contoh http://www.suksesonline.net/?ref=12
	2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pilih yang murah http://www.suksesonline.net/?ref=12 Jangan Nunggu bukti keberhasilan orang lain (Jiwa spekulan anda harus jalan)
	3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Segera Gabung dengan percaya diri, http://www.suksesonline.net/?ref=12
	4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menawarka n bonus yang realistis dan masuk akal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p class="MsoNormal">Tips dan Triks Gabung Bisnis Online Berbasis MLM</p>
	<p> <!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br /> <!--[endif]--></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]-->1.<span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span><!--[endif]-->Pilih member yang sedikit, dapat dilihat dari replika upline (orang yang ke 12) anda contoh <strong><a target="_blank" href="http://www.suksesonline.net/?ref=12">http://www.suksesonline.net/?ref=12</a></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]-->2.<span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span><!--[endif]-->Pilih yang murah <strong><a target="_blank" href="http://www.suksesonline.net/?ref=12">http://www.suksesonline.net/?ref=12</a></strong><br /> Jangan Nunggu bukti keberhasilan orang lain (Jiwa spekulan anda harus jalan)</p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]-->3.<span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span><!--[endif]-->Segera Gabung dengan percaya diri, <strong><a target="_blank" href="http://www.suksesonline.net/?ref=12">http://www.suksesonline.net/?ref=12</a></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><!--[if !supportLists]-->4.<span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span><!--[endif]-->Menawarka n bonus yang realistis dan masuk akal (bukan akal-akalan)</p>
	<p> Ok, segera ambil keputusan! pelajari dan gabung di <strong><a target="_blank" href="http://www.suksesonline.net/?ref=12">http://www.suksesonline.net/?ref=12</a></strong></p>
	<p> email saya: raiutama@gmail. com</p>
	<p> sms081337868577</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rai.blogsome.com/2009/05/01/tips-dan-triks-gabung-bisnis-online-berbasis-mlm/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>BISNIS LAMA YANG TELAH TERUJI SEJAK 2001</title>
		<link>http://rai.blogsome.com/2009/05/01/bisnis-lama-yang-telah-teruji-sejak-2001/</link>
		<comments>http://rai.blogsome.com/2009/05/01/bisnis-lama-yang-telah-teruji-sejak-2001/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 May 2009 02:37:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>Kewirausahaan</category>
		<guid>http://rai.blogsome.com/2009/05/01/bisnis-lama-yang-telah-teruji-sejak-2001/</guid>
		<description><![CDATA[	BISNIS LAMA YANG TELAH TERUJI SEJAK 2001
	(Yang lainnya sudah pada menghilang)
	&nbsp;
	Karena system Toko Buku Online (ibaratnya anda berlangganan sebuah Koran harian, artikel selalu baru, buku utama selalu diupdate hanya dengan 200 ribu untuk selamanya) memberikan kesempatan semua member untuk berkembang wawasan bisnisnya.
	 mendapatkan bonusnya. BISNIS INI DENGAN TINGKAT PENIPUAN 0%, dan sangat direkomendasikan bagi orang-orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p class="MsoNormal"><strong>BISNIS LAMA YANG TELAH TERUJI SEJAK 2001</strong></p>
	<p class="MsoNormal"><strong>(Yang lainnya sudah pada menghilang)</strong></p>
	<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
	<p class="MsoNormal">Karena system Toko Buku Online (ibaratnya anda berlangganan sebuah Koran harian, artikel selalu baru, buku utama selalu diupdate hanya dengan 200 ribu untuk selamanya) memberikan kesempatan semua member untuk berkembang wawasan bisnisnya.</p>
	<p class="MsoNormal"> mendapatkan bonusnya. <strong>BISNIS INI DENGAN TINGKAT PENIPUAN 0%,</strong> dan sangat direkomendasikan bagi orang-orang terpelajar dan pintar seperti anda. Konsep-konsep yang ada pada setiap produk program ini, akan sangat membantu perkembangan BISNIS ANDA,&nbsp; apapun jenis bisnis anda!!!</p>
	<p> Jika anda mendaftar langsung melalui link saya. Saya beri (reseller anda)<br /> bonus cashback 50.000 langsung ke rekening anda setelah anda aktifasi di<br /> Bisnis Abadi ini. Jika anda anggap cashback tersebut sangat kecil, saya akan gantikan dengan sebuah free/blog sudah dengan design took buku online, yang isinya anda boleh posting apa saja, lihat contohnya <a href="http://mesinkaya.blogsome.com/">http://mesinkaya.blogsome.com/</a></p>
	<p> Segera Daftar di</p>
	<p class="MsoNormal"><span><a target="_blank" href="http://tinyurl.com/cc9pw3">http://tinyurl.com/cc9pw3</a></span><br /> Kontak Saya Jika ada yang perlu anda tanyakan!</p>
	<p class="MsoNormal">Hp. 081337868577</p>
	<p class="MsoNormal">Email: raiutama@gmail.com<br /> <!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br /> <!--[endif]--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rai.blogsome.com/2009/05/01/bisnis-lama-yang-telah-teruji-sejak-2001/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Sistem Mesin Uang Otomatis</title>
		<link>http://rai.blogsome.com/2009/04/25/sistem-mesin-uang-otomatis/</link>
		<comments>http://rai.blogsome.com/2009/04/25/sistem-mesin-uang-otomatis/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2009 05:53:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>Kisah Sukses</category>
		<guid>http://rai.blogsome.com/2009/04/25/sistem-mesin-uang-otomatis/</guid>
		<description><![CDATA[	Sistem Mesin Uang Otomatis
	&nbsp;
	Rekan bisnis yang terhormat&hellip;&hellip;&hellip;&hellip;&hellip;.
	&nbsp;
	Ok, sudah siap untuk mengubah hidup anda?
	Temukan cara baru memperbaiki kondisi finansial anda! Cara baru dengan menggunakan kekuatan teknologi informasi. Anda akan menemukan rahasia yang digunakan oleh para pelaku bisnis Internet, cara-cara yang telah membuat mereka sukses dan hidup nyaman dari hasil berbisnis di Internet.
	&nbsp;
	Bukan sebatas itu, yang akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p class="MsoNormal"><strong><span>Sistem Mesin Uang Otomatis</span></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><span>&nbsp;</span></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><span>Rekan bisnis yang terhormat&hellip;&hellip;&hellip;&hellip;&hellip;.</span></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><span>&nbsp;</span></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><span>Ok, sudah siap untuk mengubah hidup anda?</span></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><span>Temukan cara baru memperbaiki kondisi finansial anda! Cara baru dengan menggunakan kekuatan teknologi informasi. Anda akan menemukan rahasia yang digunakan oleh para pelaku bisnis Internet, cara-cara yang telah membuat mereka sukses dan hidup nyaman dari hasil berbisnis di Internet.</span></p>
	<p class="MsoNormal"><span>&nbsp;</span></p>
	<p class="MsoNormal"><span>Bukan sebatas itu, yang akan saya berikan kepada anda di e-book ini bukanlah sekedar teori. Bukan pula dari seorang pendatang baru yang mengaku-ngaku telah sukses di Internet. Tapi anda akan melihat, bagaimana kisah dan pengalaman pribadi saya sendiri, dari motivasi, kegagalan sampai keberhasilannya, sehingga saya berani membagikan pengalaman ini kepada anda.</span></p>
	<p class="MsoNormal"><span>&nbsp;</span></p>
	<p class="MsoNormal"><span>Rekan bisnis yang terhormat&hellip;&hellip;&hellip;&hellip;&hellip;.</span></p>
	<p class="MsoNormal"><span>&nbsp;</span></p>
	<p class="MsoNormal"><span>Saya yakin anda adalah seorang yang suka berjuang, dan bukan hanya sekedar pemimpi belaka. Ini terbukti karena anda mau bersusah payah menyisihkan sebagian dana, waktu, dan konsentrasi anda demi menemukan informasi di FormulaBisnis.com.</span></p>
	<p class="MsoNormal"><span>&nbsp;</span></p>
	<p class="MsoNormal"><span>Ini adalah pertanda nyata bahwa anda sungguh berusaha untuk mengubah kondisi financial menjadi lebih baik. Selamat untuk anda! Setelah anda membaca e-book ini, anda akan sadar bahwa Internet mirip dengan sebuah bank raksasa. Anda akan sadar bahwa anda juga memiliki kesempatan untuk mengambil uang sebanyak mungkin di dalamnya. </span></p>
	<p class="MsoNormal"><span>&nbsp;</span></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><span>Anda akan melihat suatu peluang yang sebagian besar orang tidak bisa melihatnya!</span></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><span>&nbsp;</span></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><span>Pengalaman di masa lalu</span></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><span>Dulu saya pernah mencoba berbagai &lsquo;peluang usaha&rsquo; yang menjanjikan kekayaan dengan cepat. Sebelum mengenal Internet, saya pernah ikuti beberapa MLM dan mengalami kegagalan, walaupun ada salah satu MLM yang bisa memberi saya penghasilan puluhan juta rupiah dalam tiga bulan, hingga saya bisa membeli mobil sedan dari situ. Tapi&#8230;. itu tidak menerus. Perusahaannya bangkrut! Payah&#8230;</span></p>
	<p class="MsoNormal"><span>&nbsp;</span></p>
	<p class="MsoNormal"><span>Saya juga pernah mendapat tawaran menjualkan laptop dengan harga yang sangat murah, 3 juta rupiah per laptop dan komisi saya 50%. Saya jual ke teman-teman saya dan banyak di antara mereka yang memesan laptop tersebut. Sampai saya membawa ratusan juta rupiah dana mereka. Tapi ternyata, itu sekedar penipuan belaka, teman yang menawari peluang telah melarikan dana tersebut. Karena keinginan saya untuk bisa kaya dengan cepat, mengakibatkan Anda tahu apa yang ada di pikiran saya saat itu? KAPOK. Udah deh&#8230; tidak ada bisnis yang bisa membuat kita kaya mendadak. Yang ada hanyalah penyakit dan masalah yang timbul silih berganti.</span></p>
	<p class="MsoNormal"><span>&nbsp;</span></p>
	<p class="MsoNormal"><span>Saya mulai mencari kerja konvensional dan bersikap sebagai &lsquo;manusia normal&rsquo;. Namun, saat saya terjun dalam pekerjaan konvensional, seharipun saya tidak merasakan kepuasan, apalagi kebahagiaan. Muka saya selalu terlihat kusut dan tertekan, tidak puas&#8230; penuh dengan kekecewaan serta depresi. Saya merasa seperti seekor burung di dalam sangkar yang selalu memandang elang yang terbang jauh di atas sana. Meliuk-liuk kesana kemari, walaupun kadangkala dia terjatuh, terkena angin, hujan&#8230; tapi saya yang di dalam sangkar melihat dengan jelas urat kebanggaan di wajahnya. Dia bisa terbang tinggi sesuka hatinya&#8230;. Saya pikir, <strong>&ldquo;Oh my God!! Di sini bukan duniaku, aku ingin ada di luar sana!&rdquo;</strong></span></p>
	<p class="MsoNormal"><span>&nbsp;</span></p>
	<p class="MsoNormal"><span>Saya yakin sebagian dari anda pernah dan sedang memikirkan hal yang serupa. Kemudian sesuatu terjadi. Suatu hari saya tahu bahwa <em>binatang </em>bernama INTERNET itu ternyata ada! Internet yang membuat saya berani keluar dari kondisi &lsquo;aman&rsquo; dan terjun di dunia ini. Gila&#8230; padahal saat itupun saya belum bisa membuat email! Dalam pikiran saya, tidak tahu nanti bagaimana caranya, saya ingin menghasilkan uang dari Internet. Saya yakin, saya bisa memiliki penghasilan melimpah. Dalam bulan-bulan awal, penghasilan saya dari Internet hanya sekitar 25-50 ribu rupiah per hari. Buat saya tidak masalah karena uang itu bisa saya gunakan untuk biaya operasional merintis usaha di bidang ini. Saya bahkan berani cerita ke orang lain, bahwa suatu saat, saya akan memiliki uang melimpah dari Internet. Saya cerita ke teman-teman, dan mereka tertawa. Mereka menganggap saya gila. Saya cerita ke orang tua, mereka malah sedih, sedih sekali. Mungkin beliau berpikir, &ldquo;Apa yang sudah aku ajarkan ke anakku, sampai anak ini jadi keras kepala seperti ini?&rdquo;Apalagi saat teman-teman saya bertanya, cara apa yang akan saya lakukan untuk menghasilkan uang dari Internet? lalu saya menjawab, &rdquo;<strong>Menjual informasi!</strong>&rdquo;. GUBRAK!!&#8230; tidak ada sedikitpun reaksi dari mereka yang bisa memberi saya semangat. Kebanyakan dari mereka malah mencoba melemahkan semangat saya.</span></p>
	<p class="MsoNormal"><span>&nbsp;</span></p>
	<p class="MsoNormal"><span>Banyak yang kaget, ada yang diem aja, ada yang tertawa malah ada yang mengelus dada, menahan kesabaran dengan penuh rasa kasihan. &ldquo;Menjual informasi?&rdquo; tanya mereka. &ldquo;Apa kamu sudah pernah melihat kisah sukses orang yang jualan informasi?&rdquo;&#8230; &ldquo;Di Internet? Emangnya ada berapa orang di Indonesia yang bisa mengakses Internet?&rdquo;&#8230; dan semua pertanyaan lain yang berasal dari keraguan.</span></p>
	<p class="MsoNormal"><span>&nbsp;</span></p>
	<p class="MsoNormal"><span>Saya berjuang sendirian, mencari cara dan konsep terbaik untuk menghasilkan uang dari Internet. Saya pelajari banyak sekali artikel dari Internet, tip strategi, taktik atau materi baru lainnya yang saya pikir akan membantu bisnis online saya. Tidak mudah memang, saat itu saya benar-benar sendirian, tanpa pembimbing, dan sementara lingkungan sekitar terus menerus berusaha melemahkan semangat saya.</span></p>
	<p class="MsoNormal"><span>&nbsp;</span></p>
	<p class="MsoNormal"><span>Saya tidak mau mendengar mereka, dan saya terus-terusan membaca kisah sukses orang-orang barat yang telah menjadikan bisnis di Internet sebagai profesi utama mereka. Melihat bagaimana mereka berjuang, bagaimana mereka bisa menjadi seperti sekarang ini. Sudah jutaan rupiah saya habiskan untuk membeli produk informasi mereka hanya untuk mengetahui rahasia sukses untuk saya ikuti.</span></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><span>&nbsp;</span></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><span>&nbsp;</span></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><span>Itu kisah yang dulu&#8230; tapi sekarang lain!</span></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><span>Sekarang saya memiliki penghasilan paling tidak Rp 8 &ndash; 10 juta per hari, saya kerja atau pun tidak&#8230; akan tetap ada saja orang entah dari mana yang mengirimi saya uang. Bisnis ini sudah berjalan lebih dari 7 tahun. Saya bilang ke teman-teman yang dulu, bahwa saya sudah berhasil meraih <strong>sebagian </strong>impian saya. Teman-teman yang dulu pernah tertawa pun terdiam. Mereka sekarang tahu, dari mana Joko bisa membeli ini dan itu, mengapa sampai sekarang si Joko tenang-tenang saja, tidak &lsquo;cari kerja&rsquo; sementara temannya yang lain sibuk dengan pekerjaan hariannya<strong>. </strong></span></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><span>&nbsp;</span></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><span>Dan mereka tahu, saya adalah elang di langit yang mereka lihat dari dalam sangkar! </span></strong><span></span></p>
	<p class="MsoNormal"><span>Saya menceritakan sedikit kisah ini ke anda agar anda bisa tahu secara umum tentang diri saya. Selain itu, anda akan tahu apa saja yang telah saya lalui sehingga mengerti seperti apa perjalanan saya waktu itu untuk meraih sebagian impian saya. Saya ingin anda juga tahu bahwa keadaan saya waktu itu mungkin sama dengan keadaan anda saat ini. Tapi bagaimanapun juga, mengertilah&hellip; apapun usaha anda, apapun perjuangan anda, ADA HARGA YANG HARUS DIBAYAR!</span></p>
	<p class="MsoNormal"><span>&nbsp;</span></p>
	<p class="MsoNormal"><span>Hanya ada satu alasan mengapa saya menceritakan kisah ini kepada anda. Saya ingin anda menyadari bahwa jika saya bisa, tentu saja anda akan jauh lebih bisa. Kenapa saya mengatakan ini ? Saat itu saya menjalani bisnis ini tanpa bimbingan dari siapapun di dekat saya. Tapi sekarang, jika anda mau mengambil kesempatan yang saya tawarkan, maka anda bisa mencoba menjalankan bisnis ini dan saya siap membantu anda.</span></p>
	<p class="MsoNormal"><span>&nbsp;</span></p>
	<p class="MsoNormal"><span>Semarang, April 2008</span></p>
	<p class="MsoNormal"><span>&nbsp;</span></p>
	<p class="MsoNormal"><span>Joko Susilo, ST</span></p>
	<p class="MsoNormal"><span>&nbsp;</span></p>
	<p class="MsoNormal"><span>&nbsp;</span></p>
	<p class="MsoNormal"><span>Rekan bisnis yang terhormat&hellip;&hellip;&hellip;&hellip;&hellip;.</span></p>
	<p class="MsoNormal"><span>Atas Ijin Pengelola <strong>FORBIS</strong> ijinkan saya (Rai Utama) menyarankan anda untuk bergabung melalui url yang telah saya buat di <strong><a href="http://mesinkaya.blogsome.com/">http://mesinkaya.blogsome.com/</a> </strong></span></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><span>&nbsp;</span></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><span>Rekan bisnis yang terhormat&hellip;&hellip;&hellip;&hellip;&hellip;.</span><strong><span></span></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><span>Dan jika anda membulatkan tekad untuk bergabung dan mengikuti jejak Saudara Joko Susilo dan saya (I Gst Bgs Rai Utama), yakinkan bahwa email konfirmasi pendaftaran anda telah mencantumkan nama saya sebagai referrer anda. Sekali lagi klik hanya </span></strong><span>di <strong><a href="http://mesinkaya.blogsome.com/">http://mesinkaya.blogsome.com/</a> </strong></span></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><span>&nbsp;</span></strong></p>
	<p align="left" class="MsoBodyText"><span>====================================</span></p>
	<p align="left" class="MsoBodyText"><span>&ldquo;Sekarang banyak penawaran bisnis online di internet, namun hanya FORBIS yang telah teruji sejak 2001, tidak pakai tipu-tipuan, trik-trikan, matrix-matrixkan, dan sejenisnya yang akan merugikan downline&rdquo;</span></p>
	<p align="left" class="MsoBodyText"><span>====================================</span></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><span>&nbsp;</span></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><span>Hormat Saya,</span></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><span>Referer (Bukan Sponsor karna bukan MLM) anda di Denpasar</span></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><span>&nbsp;</span></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><span>I Gst Bgs Rai Utama, SE., MMA., MA.</span></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><span>HP. 081337868577</span></strong></p>
	<p class="MsoNormal"><strong><span>Email: raiutama@yahoo.com.au</span></strong><span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rai.blogsome.com/2009/04/25/sistem-mesin-uang-otomatis/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Membangun Toko Buku Online</title>
		<link>http://rai.blogsome.com/2009/04/20/membangun-toko-buku-online/</link>
		<comments>http://rai.blogsome.com/2009/04/20/membangun-toko-buku-online/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2009 01:00:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>Kisah Sukses</category>
		<guid>http://rai.blogsome.com/2009/04/20/membangun-toko-buku-online/</guid>
		<description><![CDATA[	Membangun Toko Buku Online hanya dengan Rp. 200.000
	Anda memiliki hak jual (reseller) selamanya, dan bonus 50% (100.000) adalah hak anda jika ada yang membeli buku online lewat web replika anda,
	Contoh sebagian judul buku yang akan anda jual kembali:
	
77 Rahasia Marketing  
	Bisnis online pemula
	junior-hack
	cara jitu menciptakan ebook BEST seller
	Rahasia menghasilkan Dollar Lewat Adsense
	tutorial forex

	Cepat ambil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Membangun Toko Buku Online hanya dengan Rp. 200.000</p>
	<p>Anda memiliki hak jual (reseller) selamanya, dan bonus 50% (100.000) adalah hak anda jika ada yang membeli buku online lewat web replika anda,</p>
	<p>Contoh sebagian judul buku yang akan anda jual kembali:</p>
	<ul>
<li><strong>77 Rahasia Marketing <br /> </strong></li>
	<li><strong>Bisnis online pemula</strong></li>
	<li><strong>junior-hack</strong></li>
	<li><strong>cara jitu menciptakan ebook BEST seller</strong></li>
	<li><strong>Rahasia menghasilkan Dollar Lewat Adsense</strong></li>
	<li><strong>tutorial forex</strong></li>
</ul>
	<p>Cepat ambil langkah, bisnis pintar, memintarkan, mengkayakan, mendidik, dan adil Daftar dan Gabung hanya di <a href="http://mesinkaya.blogsome.com/"><strong>http://mesinkaya.blogsome.com/</strong></a></p>
	<p><strong>Pastikan Reseller anda &quot;I GST BGS RAI UTAMA&quot;<br /> </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rai.blogsome.com/2009/04/20/membangun-toko-buku-online/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Kumpulan Animasi Powerpoint</title>
		<link>http://rai.blogsome.com/2009/03/12/kumpulan-animasi-powerpoint/</link>
		<comments>http://rai.blogsome.com/2009/03/12/kumpulan-animasi-powerpoint/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Mar 2009 02:10:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>Uncategorized</category>
		<guid>http://rai.blogsome.com/2009/03/12/kumpulan-animasi-powerpoint/</guid>
		<description><![CDATA[	Cewek bergoyang
	http://www.ziddu.com/download/3831270/emotiongirl.ppt.html Bendera semua negara
	http://www.ziddu.com/download/3831271/Flag.ppt.html Kartun Kermit
	http://www.ziddu.com/download/3831272/Carmit.ppt.html Dinasaorus
	http://www.ziddu.com/download/3831273/Dinosaurus.ppt.html Hidangan/ makanan
	http://www.ziddu.com/download/3831274/Food.ppt.html Konstruksi
	http://www.ziddu.com/download/3831275/Construction.ppt.html Mobil dan Motor
	http://www.ziddu.com/download/3831276/CarandBike.ppt.html Arah tanda panah
	http://www.ziddu.com/download/3831277/Direction.ppt.html Kartun
	http://www.ziddu.com/download/3831278/emotionkartun.ppt.html simbol cinta dan kasih sayang
	http://www.ziddu.com/download/3831279/emotionlove.ppt.html
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Cewek bergoyang</p>
	<p><a href="http://www.ziddu.com/download/3831270/emotiongirl.ppt.html"><strong>http://www.ziddu.com/download/3831270/emotiongirl.ppt.html</strong></a><br /> Bendera semua negara</p>
	<p><a href="http://www.ziddu.com/download/3831271/Flag.ppt.html"><strong>http://www.ziddu.com/download/3831271/Flag.ppt.html</strong></a><br /> Kartun Kermit</p>
	<p><a href="http://www.ziddu.com/download/3831272/Carmit.ppt.html"><strong>http://www.ziddu.com/download/3831272/Carmit.ppt.html</strong></a><br /> Dinasaorus</p>
	<p><a href="http://www.ziddu.com/download/3831273/Dinosaurus.ppt.html"><strong>http://www.ziddu.com/download/3831273/Dinosaurus.ppt.html</strong></a><br /> Hidangan/ makanan</p>
	<p><a href="http://www.ziddu.com/download/3831274/Food.ppt.html"><strong>http://www.ziddu.com/download/3831274/Food.ppt.html</strong></a><br /> Konstruksi</p>
	<p><a href="http://www.ziddu.com/download/3831275/Construction.ppt.html"><strong>http://www.ziddu.com/download/3831275/Construction.ppt.html</strong></a><br /> Mobil dan Motor</p>
	<p><a href="http://www.ziddu.com/download/3831276/CarandBike.ppt.html"><strong>http://www.ziddu.com/download/3831276/CarandBike.ppt.html</strong></a><br /> Arah tanda panah</p>
	<p><a href="http://www.ziddu.com/download/3831277/Direction.ppt.html"><strong>http://www.ziddu.com/download/3831277/Direction.ppt.html</strong></a><br /> Kartun</p>
	<p><a href="http://www.ziddu.com/download/3831278/emotionkartun.ppt.html"><strong>http://www.ziddu.com/download/3831278/emotionkartun.ppt.html</strong></a><br /> simbol cinta dan kasih sayang</p>
	<p><a href="http://www.ziddu.com/download/3831279/emotionlove.ppt.html"><strong>http://www.ziddu.com/download/3831279/emotionlove.ppt.html</strong></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rai.blogsome.com/2009/03/12/kumpulan-animasi-powerpoint/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
	</channel>
</rss>
